Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh menjadi salah satu
perhatian dalam mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di berbagai
kondisi medan. Hal tersebut mendorong Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan
audiensi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Kamis (13/08),
untuk berkonsultasi mengenai modifikasi kendaraan All Terrain Vehicle (ATV).
Audiensi berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara sivitas akademika ITP dan
jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang untuk membahas
kebutuhan serta konsultasi teknis terkait modifikasi ATV yang digunakan dalam
mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan.
Delegasi ITP dipimpin Ketua Program Studi TRIL ITP, Aswir Premadi,
M.Sc., didampingi Dosen TRIL ITP, Ir. Antonov, S.T., M.T., IPM., serta Ketua
Program Studi D3 Teknik Mesin ITP, Dr. Dedi Wardianto. Kehadiran lintas bidang
tersebut menunjukkan keterlibatan keilmuan teknik dalam menjajaki solusi
terhadap kebutuhan operasional di lapangan.
Dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, audiensi dihadiri
Kepala Kantor Abdul Malik, S.Sos., Kepala Seksi Operasi dan Siaga Hendri,
S.Sos., Kepala Seksi Sumber Daya Inarwan, S.Sos., Yudi Riva, S.A.P., Afdal Dinil
Haq, serta Ryan Agus. Pertemuan berlangsung sebagai bagian dari konsultasi
mengenai kebutuhan modifikasi ATV.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka
ruang kolaborasi yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata
di lapangan. Konsultasi modifikasi ATV menjadi salah satu bentuk interaksi yang
memungkinkan keilmuan teknik mesin dan teknologi rekayasa diarahkan untuk mendukung
kebutuhan lembaga pencarian dan pertolongan.
Melalui audiensi ini, pembahasan modifikasi ATV diharapkan dapat menjadi
awal pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional Kantor
Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Kolaborasi antara perguruan tinggi
dan instansi teknis tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kompetensi dosen
serta pengembangan pengalaman akademik mahasiswa melalui persoalan nyata.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan
tinggi dan lembaga pelayanan publik dalam menghadirkan solusi berbasis
teknologi. ITP berkomitmen mendorong penerapan ilmu keteknikan yang relevan
dengan kebutuhan masyarakat dan institusi, termasuk melalui pengembangan
teknologi yang dapat mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di
lapangan.
Created By Widia/Humas
...
Kebutuhan
pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks mendorong pemerintah dan
perguruan tinggi memperkuat kolaborasi berbasis keahlian dan riset. Dalam
semangat tersebut, Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir.
Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Bina
Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat bersama jajaran
pimpinan akademik.
Kunjungan
tersebut turut didampingi Kepala Biro Kerja Sama dan Tracer Study Fajrin,
M.Si., Ketua Program Studi Teknik Sipil Magister Ir. Leli Honesti, Ph.D., serta
Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc.
Pertemuan diarahkan untuk menjajaki peluang kerja sama strategis dalam bidang
infrastruktur, teknologi pemetaan, tata ruang, serta peningkatan kualitas
sumber daya manusia.
Rektor ITP
menyampaikan kesiapan kampus dalam mendukung kebutuhan pembangunan daerah
melalui kepakaran dosen, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta kompetensi
mahasiswa. Potensi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan fisik,
pemetaan wilayah, dan penataan ruang yang membutuhkan dukungan teknologi serta
sumber daya manusia kompeten.Sebagai
salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong agar
keilmuan di perguruan tinggi dapat terhubung dengan kebutuhan pembangunan
daerah. Kolaborasi dengan Dinas BMCKTR Sumbar juga membuka peluang penguatan
pendidikan bagi aparatur melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan
Magister Teknik Sipil, sehingga peningkatan kualifikasi dapat berjalan seiring
dengan aktivitas profesional.
Ruang
kerja sama juga mencakup pengembangan pengalaman praktis mahasiswa melalui
program magang dan praktik kerja di lingkungan Dinas BMCKTR Sumbar. Selain
memberikan pemahaman langsung mengenai pelaksanaan pembangunan infrastruktur,
skema ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal proses perencanaan,
pengawasan, pemetaan, hingga pengelolaan proyek di lapangan. Kolaborasi
tersebut juga dapat mendukung kebutuhan pengembangan kompetensi dan membuka
peluang penyerapan lulusan ITP di sektor konstruksi.Kepala
Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, S.T., M.T., bersama
sekretaris dan jajaran menyambut positif kunjungan ITP. Sinergi antara
pemerintah dan akademisi dinilai penting untuk mendukung perencanaan
infrastruktur yang lebih efisien, pemanfaatan data spasial yang akurat, serta
peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi kebutuhan pembangunan daerah.
Sebagai
langkah lanjutan, ITP dan Dinas BMCKTR Sumbar sepakat menyiapkan draf Nota
Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dokumen tersebut akan
menjadi landasan untuk menerjemahkan peluang kolaborasi yang dibahas menjadi
program konkret di bidang infrastruktur, pendidikan, riset, magang, serta
pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Barat.
Created By Widia/Humas
...
Kesempatan
magang yang semula menjadi ruang untuk menambah pengalaman justru membuka pintu
karier bagi empat mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Padang (ITP).
Agus Tri Wahyudi, Mohamad Syafiq, Muhammad Ihsan Hakiki, dan Thio Agustian
Pratama berhasil direkrut PT Nava Powerindo setelah menuntaskan program magang
di perusahaan tersebut.
Keempat
mahasiswa tersebut sebelumnya menjalani magang sebagai bagian dari proses pembelajaran
di luar kampus. Selama berada di lingkungan industri, mereka tidak hanya
memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga belajar memahami ritme kerja
profesional, beradaptasi dengan lingkungan perusahaan, serta menunjukkan
kemampuan yang dibutuhkan dalam bidang ketenagalistrikan.
Kesempatan itu
kemudian berkembang menjadi langkah awal menuju dunia profesional. Kinerja dan
kemampuan yang ditunjukkan selama magang mendapat perhatian dari PT. Nava
Powerindo. Setelah program magang selesai, perusahaan memberikan kesempatan
kepada keempat mahasiswa tersebut untuk melanjutkan perjalanan mereka sebagai
bagian dari dunia industri.
Agus Tri
Wahyudi, Mohamad Syafiq, Muhammad Ihsan Hakiki, dan Thio Agustian Pratama
menjadi gambaran bahwa pengalaman di bangku kuliah dapat menjadi modal penting
ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan kebutuhan industri. Proses tersebut
juga menunjukkan pentingnya keberanian untuk belajar, bekerja dalam tim, dan
membuktikan kemampuan melalui pengalaman nyata.
Bagi Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, pengalaman mahasiswa yang berlanjut hingga rekrutmen
menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang menghubungkan pembelajaran
akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Magang tidak lagi sekadar kewajiban
akademik, tetapi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi
sekaligus memperkenalkan potensi dirinya kepada perusahaan.
Kisah keempat
mahasiswa Teknik Elektro ITP tersebut sekaligus menjadi pesan bagi mahasiswa
lain agar menjadikan program magang sebagai kesempatan untuk berkembang.
Memilih tempat magang bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman, tetapi juga
mencari lingkungan yang dapat mengasah kemampuan, memperluas jejaring, dan
membuka peluang karier setelah menyelesaikan masa studi.
Keberhasilan
empat Engineer Muda Teknik Elektro ITP direkrut PT. Nava Powerindo menjadi
kebanggaan bagi almamater sekaligus bukti bahwa mahasiswa memiliki peluang
besar untuk masuk ke dunia industri sejak masih berada dalam proses pendidikan.
Dari ruang kuliah, pengalaman magang, hingga dunia kerja, langkah mereka
menjadi inspirasi untuk terus belajar dan menunjukkan kemampuan terbaik.
Created By Widia/Humas ...
Persoalan limbah
dan kebutuhan energi bersih menjadi tantangan yang semakin penting di tengah
perkembangan industri. Dari pengalaman melihat dinamika kawasan industri Dumai
sejak kecil, Sri Hartuti, Ph.D., dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi
Padang, memilih jalur riset untuk mencari solusi. Fokusnya mengarah pada
pengelolaan limbah sekaligus pengembangan energi terbarukan.
Lahir dan besar
di Dumai, Sri Hartuti menyaksikan langsung perkembangan industri beserta
persoalan lingkungan yang menyertainya. Kondisi tersebut menumbuhkan tekad
untuk tidak sekadar menjadi penonton. Pendidikan kemudian menjadi jalan yang
ditempuhnya, mulai dari Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang, Universitas
Andalas, hingga Gifu University, Jepang, tempat ia menyelesaikan pendidikan
magister, doktor, dan postdoctoral.
Perjalanan
akademiknya di Jepang turut membentuk ketangguhan sebagai peneliti. Eksperimen
panjang di laboratorium menuntut waktu dan ketekunan, termasuk menjalani riset
intensif selama masa studi. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga menjalani
fase sebagai seorang ibu. Pengalaman akademik dan kehidupan itu menjadi bagian
dari perjalanan panjangnya dalam membangun konsistensi di dunia penelitian.Selama lebih
dari 11 tahun, Sri Hartuti mengembangkan riset terkait pengelolaan abu terbang
batu bara atau fly
ash. Penelitiannya mencakup karakteristik kimia, stabilisasi,
hingga pemanfaatannya sebagai pendukung katalis TiO₂. Melalui proses
fotokatalisis dengan bantuan sinar matahari, material tersebut dikembangkan untuk
membantu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan hidrogen sebagai sumber
energi bersih.
Sebagai salah
satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus
mendorong riset yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan
tantangan lingkungan. Perjalanan riset Sri Hartuti menjadi salah satu gambaran
bagaimana penelitian di bidang keteknikan dapat diarahkan tidak hanya untuk
menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi
berkelanjutan.Konsistensi
tersebut turut membawanya memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Fundamental
Reguler dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus
pada pengembangan teknologi energi berkelanjutan. Baginya, penelitian tidak
seharusnya berhenti sebagai publikasi. Riset perlu memiliki kebaruan, menjawab
persoalan penting, terjangkau, serta memiliki peluang memberikan manfaat bagi
masyarakat dan industri.
Perjalanan Sri
Hartuti menyampaikan satu pesan penting bagi generasi muda: perkembangan zaman
menuntut kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Menjadi peneliti bukan
hanya tentang menghasilkan karya ilmiah, tetapi menemukan persoalan yang
penting, menawarkan kebaruan, dan menghadirkan manfaat nyata. Dari limbah,
riset terus bergerak menuju peluang energi bersih masa depan.
Created By Widia/Humas
...
Kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang
konstruksi terus berkembang seiring tuntutan pembangunan daerah. Menjawab
kebutuhan tersebut, Institut Teknologi Padang melakukan kunjungan ke Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto, Rabu (12/8/2026),
untuk menyosialisasikan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan
Magister Teknik Sipil.
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Rektor III ITP, Firmansyah
David, S.T., M.Eng., Ph.D., didampingi Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan PMB,
Dr. Herix Sonata MS, M.Si., serta Ketua Program Studi S2 Teknik Sipil ITP, Ir.
Leli Honesti, Ph.D. Kehadiran tim ITP disambut Kepala Dinas PUPR Kota
Sawahlunto, Def Afrianto, S.T., bersama jajaran pejabat di lingkungan Dinas
PUPR.
Dalam pertemuan tersebut, tim ITP memperkenalkan peluang
melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program RPL dan Magister Teknik Sipil.
Skema RPL memberikan ruang bagi pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh
sebelumnya untuk diakui dalam proses pendidikan, sehingga dapat menjadi
alternatif bagi tenaga profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik
tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaannya.Sementara itu, Program Magister Teknik Sipil ITP menjadi salah
satu pilihan pengembangan kompetensi bagi aparatur dan tenaga profesional yang
berkecimpung dalam pembangunan infrastruktur. Pertemuan dengan jajaran Dinas
PUPR Sawahlunto sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan
pendidikan, kompetensi, dan pengembangan sumber daya manusia yang relevan
dengan tantangan pembangunan daerah.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus membuka akses pendidikan yang lebih adaptif bagi
masyarakat dan tenaga profesional. Melalui program RPL dan pendidikan
pascasarjana, ITP berupaya menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan
pengembangan kompetensi akademik, khususnya pada bidang keteknikan yang
memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur.Kunjungan ke Dinas PUPR Kota Sawahlunto menjadi bagian dari upaya
memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkenalkan program pendidikan ITP
secara langsung kepada institusi pemerintah daerah. Interaksi ini diharapkan
dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan sumber daya
manusia, khususnya bagi aparatur dan profesional bidang pekerjaan umum dan
konstruksi.
Melalui
komunikasi yang terbangun dalam kunjungan tersebut, ITP dan Dinas PUPR Kota
Sawahlunto memiliki ruang untuk melanjutkan pembahasan mengenai kebutuhan
peningkatan kompetensi dan peluang kerja sama di masa mendatang. Sinergi
pendidikan dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi
terhadap lahirnya SDM konstruksi yang semakin kompeten dan mendukung
pembangunan Kota Sawahlunto.Created By Widia/Humas ...