Upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi aparatur dan masyarakat
menjadi salah satu agenda dalam audiensi Institut Teknologi Padang bersama
Pemerintah Kota Pariaman, Selasa (01/09). Pertemuan tersebut membahas
penjajakan kerja sama strategis, khususnya kemitraan Program Pascasarjana serta
Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Delegasi ITP terdiri atas Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T.,
M.Eng., Ph.D., Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB, Dr. Herix Sonata MS, M.Si.,
Ketua Program Studi Teknik Sipil Pascasarjana, Ir. Leli Honesti, Ph.D., serta
Staf Publikasi, Widia Afrianti, S.Si. Audiensi turut diikuti perwakilan
organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Pariaman.Rombongan ITP disambut langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad, S.STP.,
M.Si., di rumah dinas Wali Kota. Pertemuan turut dihadiri Leni selaku Kabag
Pemerintahan, Fajriani selaku Analis Kebijakan Ahli Muda, serta Kepala Dinas
Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, S.E. Diskusi
berlangsung membahas peluang kolaborasi pendidikan dan penguatan SDM.
Gayung bersambut, rencana tersebut memiliki keterkaitan dengan program
Pemerintah Kota Pariaman, yakni Satu Keluarga Satu Sarjana. Program ini membuka
ruang kolaborasi yang potensial untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh
pendidikan tinggi. Sinergi dengan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu
penguat dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota
Pariaman.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka
ruang kemitraan dengan pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan dan
meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Program Pascasarjana dan RPL
menjadi bagian dari peluang yang dapat dimanfaatkan aparatur maupun tenaga
profesional untuk melanjutkan pendidikan sesuai pengalaman dan kebutuhan
pengembangan karier.Agenda kemudian dilanjutkan ke Balai Kota Pariaman. Di lokasi tersebut,
delegasi ITP disambut Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, S.AP. Pertemuan
lanjutan menjadi ruang untuk memperdalam pembahasan sekaligus menyamakan
langkah mengenai bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan antara ITP dan
Pemerintah Kota Pariaman.
Audiensi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret
antara kedua pihak. Rencana tindak lanjut akan diarahkan pada penyusunan bentuk
kemitraan yang sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Kota Pariaman, termasuk
penguatan pendidikan dan pengembangan SDM melalui Program Pascasarjana serta
Rekognisi Pembelajaran Lampau.
Created By Widia/Humas
...
Upaya memperkuat
kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia industri membawa Institut Teknologi
Padang (ITP) melangkah ke panggung nasional. ITP dipercaya mewakili LLDIKTI
Wilayah X dalam Final Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026 pada kategori
Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Industri Paling Berdampak.
Kesempatan
tersebut diwujudkan melalui sesi penilaian wawancara yang berlangsung pada
Sabtu (30/08). Dalam tahapan ini, ITP berhadapan langsung dengan tim juri untuk
mengonfirmasi berbagai informasi yang telah dituangkan dalam proposal pengajuan
Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026.
Tim ITP dipimpin
Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., bersama Kepala Biro
Kerja Sama dan Tracer Study, Fajrin, M.Si., serta Staf Publikasi ITP, Widia
Afrianti, S.Si. Ketiganya mengikuti sesi tanya jawab dengan juri sebagai bagian
dari proses penilaian kategori kerja sama industri paling berdampak.Sesi wawancara
berlangsung selama 10 menit tanpa agenda presentasi dari pimpinan perguruan
tinggi. Tim juri mengajukan sejumlah pertanyaan sekaligus meminta konfirmasi
terhadap proposal yang telah dikirimkan sebelumnya. Perguruan tinggi peserta
juga diminta menyiapkan data pendukung untuk memperkuat informasi dan capaian
yang tercantum dalam proposal.
Bagi Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, keterlibatan dalam ajang nasional tersebut menjadi
momentum untuk menunjukkan bagaimana kerja sama perguruan tinggi dan industri
dapat diarahkan pada dampak yang lebih luas. Kolaborasi tidak hanya dipandang
sebagai hubungan kelembagaan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menghadirkan
manfaat bagi pendidikan, mahasiswa, masyarakat, dan dunia kerja.Anugerah Kerja
Sama Diktisaintek 2026 sendiri diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi sebagai ruang untuk mendorong perguruan tinggi
mengimplementasikan konsep Kampus Berdampak. Ajang tersebut sekaligus menjadi
wadah pertukaran lesson learned dan best practices dalam pengelolaan serta
pengembangan kerja sama perguruan tinggi.
Keikutsertaan
ITP dalam final nasional ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus memperkuat
kualitas kerja sama dan memperluas dampaknya. Kesempatan mewakili LLDIKTI
Wilayah X sekaligus membawa nama Ranah Minang ke tingkat nasional menjadi
kebanggaan tersendiri, dengan harapan seluruh proses yang telah dilalui dapat
memberikan hasil terbaik bagi ITP.
Created By Widia/Humas ...
Kebutuhan
akan teknologi implan tulang yang semakin aman dan sesuai kebutuhan medis
mendorong lahirnya berbagai inovasi material biomaterial. Prof. Dr. Ade Indra,
S.T., M.T., IPM., berhasil terpilih dalam Program Riset dan Inovasi untuk
Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 BRIN melalui penelitian
pengembangan metode baru pembuatan bone scaffold komposit PMMA/HA untuk
aplikasi cancellous bone implants.
Penelitian
tersebut berfokus pada pengembangan bone scaffold atau perancah tulang berbahan
komposit PMMA/HA. Material ini diarahkan untuk aplikasi cancellous bone
implants, yakni implan yang digunakan pada bagian tulang berstruktur berongga.
Pengembangan metode baru pembuatan menjadi fokus penting penelitian untuk
menghasilkan produk yang memiliki potensi mendukung kebutuhan teknologi implan
tulang.
Melalui penelitian ini, pengembangan material tidak berhenti
pada pemilihan bahan, tetapi diarahkan pada proses pembuatan produk bone
scaffold komposit. Kombinasi PMMA dan HA menjadi bagian utama inovasi yang
dikaji Prof. Ade Indra untuk menghasilkan pendekatan baru dalam pengembangan
material implan tulang.
Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus memperluas kontribusinya melalui penguatan penelitian
dan inovasi. Keterlibatan dosen dalam Program RIIM BRIN menjadi salah satu
indikator bahwa ekosistem riset perguruan tinggi terus diarahkan untuk
menghasilkan gagasan yang memiliki nilai strategis, sekaligus membuka ruang
kolaborasi lintas bidang keilmuan.
Program
RIIM BRIN sendiri menjadi salah satu wadah penting dalam mendorong penelitian
inovatif yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
nasional. Melalui program ini, penelitian Prof. Ade Indra diharapkan dapat
memberikan landasan bagi pengembangan lebih lanjut teknologi bone scaffold
komposit PMMA/HA serta memperkuat kapasitas riset biomaterial di Indonesia.
Pencapaian
tersebut menjadi momentum bagi sivitas akademika ITP untuk semakin aktif menghasilkan
riset yang kompetitif dan relevan dengan tantangan masa depan. Pengembangan
bone scaffold komposit PMMA/HA menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi dapat
hadir dari berbagai disiplin, sekaligus membuka peluang lahirnya teknologi baru
yang mendukung kemajuan kesehatan dan kemandirian teknologi nasional.
Created By Widia/Humas
...
Hubungan
internasional Institut Teknologi Padang (ITP) kembali memasuki babak baru.
Dalam rangkaian Program ITP Goes to Asia, Fakultas Teknik ITP dan INTI
International University Malaysia resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama
(PKS) yang membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan,
penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia, Selasa (18/08).
Penandatanganan
kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik ITP, Dr. Ir. Nofriady Handra,
M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng., bersama Dean of Faculty of Engineering and
Quantity Surveying INTI International University, Assoc. Prof. Ir. Dr. Chuah
Keng Hoo. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring
akademik ITP di tingkat internasional.Kegiatan
tersebut turut didampingi Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Marketing ITP,
Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Dr. Siti Khadijah Mohd Nasrah
selaku Regional Head di International Relations and Collaborations Centre
(IRCC) INTI International University.
Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan
akademik kedua institusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas
di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Diskusi
yang berlangsung juga membahas implementasi program student mobility,
pertukaran pelajar, serta kerja sama riset lintas negara.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari
komitmen menghadirkan pendidikan berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan
INTI International University, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk
mengembangkan kompetensi akademik dalam lingkungan internasasional.Momentum ini juga menjadi awal perjalanan empat mahasiswa Teknik
Sipil ITP yang mengikuti Program ITP Goes to Asia, yakni Muhammad Rizky Efendi,
Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Selama berada di
Malaysia, mereka akan mengikuti kegiatan akademik, memperluas wawasan budaya,
serta membangun jejaring bersama mahasiswa internasional.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada
penandatanganan dokumen, melainkan berkembang menjadi berbagai program nyata
yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Pertukaran pelajar, riset
bersama, hingga pengembangan inovasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat
posisi ITP sebagai kampus yang aktif berkolaborasi di tingkat global.
Melalui Program ITP Goes to Asia 2026, Institut Teknologi Padang
kembali menegaskan visinya untuk mencetak engineer yang tidak hanya unggul
secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif internasional, kemampuan
adaptasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional
yang semakin terhubung secara global.
Created By Widia/Humas
...
Empat mahasiswa
Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang resmi dilepas untuk
mengikuti Program ITP Goes to Asia di INTI International University, Malaysia.
Pelepasan ini menjadi bagian dari komitmen ITP dalam memberikan pengalaman
akademik internasional sekaligus mendorong mahasiswa berani melangkah keluar
dari ruang kelas menuju pengalaman global.Keempat
mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih
Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Mereka akan membawa
nama ITP dalam lingkungan akademik internasional, sekaligus memanfaatkan
kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, dan lingkungan baru selama
mengikuti rangkaian program di Malaysia.Keberangkatan
mahasiswa didampingi Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap langkah mahasiswa dalam memperluas pengalaman dan jejaring di tingkat internasional.Sementara itu,
proses pelepasan mahasiswa turut dihadiri Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana, Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., Kepala Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Ir. Nelvidawati, M.T., serta Staf Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Monica Fitria, S.Kom. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum menjalani pengalaman akademik di luar negeri.Sebagai salah
satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus menghadirkan ruang bagi
mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui pengalaman akademik dan jejaring
internasional. Program ITP Goes to Asia menjadi salah satu langkah untuk
memperluas perspektif mahasiswa, membangun keberanian berinteraksi lintas
budaya, serta mengenalkan potensi engineer muda ITP di lingkungan global.Bagi para
peserta, perjalanan menuju Malaysia bukan sekadar kesempatan untuk mengikuti
program di perguruan tinggi luar negeri. Pengalaman ini menjadi ruang untuk
belajar beradaptasi, membangun komunikasi dengan lingkungan baru, memperluas
koneksi, dan mendapatkan perspektif berbeda yang dapat menjadi bekal dalam
perjalanan akademik maupun profesional.Dengan semangat
membawa nama kampus ke panggung internasional, empat engineer muda Teknik Sipil
ITP kini siap memulai perjalanan baru di INTI International University. Dari
Padang menuju Malaysia, langkah mereka menjadi bagian dari upaya membangun
generasi engineer yang semakin terbuka, percaya diri, dan siap menghadapi dunia
yang semakin terhubung.
Created By Widia/Humas
...