Upaya memperkuat
kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia industri membawa Institut Teknologi
Padang (ITP) melangkah ke panggung nasional. ITP dipercaya mewakili LLDIKTI
Wilayah X dalam Final Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026 pada kategori
Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Industri Paling Berdampak.
Kesempatan
tersebut diwujudkan melalui sesi penilaian wawancara yang berlangsung pada
Sabtu (30/08). Dalam tahapan ini, ITP berhadapan langsung dengan tim juri untuk
mengonfirmasi berbagai informasi yang telah dituangkan dalam proposal pengajuan
Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026.
Tim ITP dipimpin
Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., bersama Kepala Biro
Kerja Sama dan Tracer Study, Fajrin, M.Si., serta Staf Publikasi ITP, Widia
Afrianti, S.Si. Ketiganya mengikuti sesi tanya jawab dengan juri sebagai bagian
dari proses penilaian kategori kerja sama industri paling berdampak.Sesi wawancara
berlangsung selama 10 menit tanpa agenda presentasi dari pimpinan perguruan
tinggi. Tim juri mengajukan sejumlah pertanyaan sekaligus meminta konfirmasi
terhadap proposal yang telah dikirimkan sebelumnya. Perguruan tinggi peserta
juga diminta menyiapkan data pendukung untuk memperkuat informasi dan capaian
yang tercantum dalam proposal.
Bagi Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, keterlibatan dalam ajang nasional tersebut menjadi
momentum untuk menunjukkan bagaimana kerja sama perguruan tinggi dan industri
dapat diarahkan pada dampak yang lebih luas. Kolaborasi tidak hanya dipandang
sebagai hubungan kelembagaan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menghadirkan
manfaat bagi pendidikan, mahasiswa, masyarakat, dan dunia kerja.Anugerah Kerja
Sama Diktisaintek 2026 sendiri diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi sebagai ruang untuk mendorong perguruan tinggi
mengimplementasikan konsep Kampus Berdampak. Ajang tersebut sekaligus menjadi
wadah pertukaran lesson learned dan best practices dalam pengelolaan serta
pengembangan kerja sama perguruan tinggi.
Keikutsertaan
ITP dalam final nasional ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus memperkuat
kualitas kerja sama dan memperluas dampaknya. Kesempatan mewakili LLDIKTI
Wilayah X sekaligus membawa nama Ranah Minang ke tingkat nasional menjadi
kebanggaan tersendiri, dengan harapan seluruh proses yang telah dilalui dapat
memberikan hasil terbaik bagi ITP.
Created By Widia/Humas ...
Kebutuhan
akan teknologi implan tulang yang semakin aman dan sesuai kebutuhan medis
mendorong lahirnya berbagai inovasi material biomaterial. Prof. Dr. Ade Indra,
S.T., M.T., IPM., berhasil terpilih dalam Program Riset dan Inovasi untuk
Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 BRIN melalui penelitian
pengembangan metode baru pembuatan bone scaffold komposit PMMA/HA untuk
aplikasi cancellous bone implants.
Penelitian
tersebut berfokus pada pengembangan bone scaffold atau perancah tulang berbahan
komposit PMMA/HA. Material ini diarahkan untuk aplikasi cancellous bone
implants, yakni implan yang digunakan pada bagian tulang berstruktur berongga.
Pengembangan metode baru pembuatan menjadi fokus penting penelitian untuk
menghasilkan produk yang memiliki potensi mendukung kebutuhan teknologi implan
tulang.
Melalui penelitian ini, pengembangan material tidak berhenti
pada pemilihan bahan, tetapi diarahkan pada proses pembuatan produk bone
scaffold komposit. Kombinasi PMMA dan HA menjadi bagian utama inovasi yang
dikaji Prof. Ade Indra untuk menghasilkan pendekatan baru dalam pengembangan
material implan tulang.
Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus memperluas kontribusinya melalui penguatan penelitian
dan inovasi. Keterlibatan dosen dalam Program RIIM BRIN menjadi salah satu
indikator bahwa ekosistem riset perguruan tinggi terus diarahkan untuk
menghasilkan gagasan yang memiliki nilai strategis, sekaligus membuka ruang
kolaborasi lintas bidang keilmuan.
Program
RIIM BRIN sendiri menjadi salah satu wadah penting dalam mendorong penelitian
inovatif yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
nasional. Melalui program ini, penelitian Prof. Ade Indra diharapkan dapat
memberikan landasan bagi pengembangan lebih lanjut teknologi bone scaffold
komposit PMMA/HA serta memperkuat kapasitas riset biomaterial di Indonesia.
Pencapaian
tersebut menjadi momentum bagi sivitas akademika ITP untuk semakin aktif menghasilkan
riset yang kompetitif dan relevan dengan tantangan masa depan. Pengembangan
bone scaffold komposit PMMA/HA menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi dapat
hadir dari berbagai disiplin, sekaligus membuka peluang lahirnya teknologi baru
yang mendukung kemajuan kesehatan dan kemandirian teknologi nasional.
Created By Widia/Humas
...
Hubungan
internasional Institut Teknologi Padang (ITP) kembali memasuki babak baru.
Dalam rangkaian Program ITP Goes to Asia, Fakultas Teknik ITP dan INTI
International University Malaysia resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama
(PKS) yang membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan,
penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia, Selasa (18/08).
Penandatanganan
kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik ITP, Dr. Ir. Nofriady Handra,
M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng., bersama Dean of Faculty of Engineering and
Quantity Surveying INTI International University, Assoc. Prof. Ir. Dr. Chuah
Keng Hoo. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring
akademik ITP di tingkat internasional.Kegiatan
tersebut turut didampingi Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Marketing ITP,
Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Dr. Siti Khadijah Mohd Nasrah
selaku Regional Head di International Relations and Collaborations Centre
(IRCC) INTI International University.
Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan
akademik kedua institusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas
di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Diskusi
yang berlangsung juga membahas implementasi program student mobility,
pertukaran pelajar, serta kerja sama riset lintas negara.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari
komitmen menghadirkan pendidikan berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan
INTI International University, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk
mengembangkan kompetensi akademik dalam lingkungan internasasional.Momentum ini juga menjadi awal perjalanan empat mahasiswa Teknik
Sipil ITP yang mengikuti Program ITP Goes to Asia, yakni Muhammad Rizky Efendi,
Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Selama berada di
Malaysia, mereka akan mengikuti kegiatan akademik, memperluas wawasan budaya,
serta membangun jejaring bersama mahasiswa internasional.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada
penandatanganan dokumen, melainkan berkembang menjadi berbagai program nyata
yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Pertukaran pelajar, riset
bersama, hingga pengembangan inovasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat
posisi ITP sebagai kampus yang aktif berkolaborasi di tingkat global.
Melalui Program ITP Goes to Asia 2026, Institut Teknologi Padang
kembali menegaskan visinya untuk mencetak engineer yang tidak hanya unggul
secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif internasional, kemampuan
adaptasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional
yang semakin terhubung secara global.
Created By Widia/Humas
...
Empat mahasiswa
Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang resmi dilepas untuk
mengikuti Program ITP Goes to Asia di INTI International University, Malaysia.
Pelepasan ini menjadi bagian dari komitmen ITP dalam memberikan pengalaman
akademik internasional sekaligus mendorong mahasiswa berani melangkah keluar
dari ruang kelas menuju pengalaman global.Keempat
mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih
Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Mereka akan membawa
nama ITP dalam lingkungan akademik internasional, sekaligus memanfaatkan
kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, dan lingkungan baru selama
mengikuti rangkaian program di Malaysia.Keberangkatan
mahasiswa didampingi Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap langkah mahasiswa dalam memperluas pengalaman dan jejaring di tingkat internasional.Sementara itu,
proses pelepasan mahasiswa turut dihadiri Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana, Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., Kepala Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Ir. Nelvidawati, M.T., serta Staf Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Monica Fitria, S.Kom. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum menjalani pengalaman akademik di luar negeri.Sebagai salah
satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus menghadirkan ruang bagi
mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui pengalaman akademik dan jejaring
internasional. Program ITP Goes to Asia menjadi salah satu langkah untuk
memperluas perspektif mahasiswa, membangun keberanian berinteraksi lintas
budaya, serta mengenalkan potensi engineer muda ITP di lingkungan global.Bagi para
peserta, perjalanan menuju Malaysia bukan sekadar kesempatan untuk mengikuti
program di perguruan tinggi luar negeri. Pengalaman ini menjadi ruang untuk
belajar beradaptasi, membangun komunikasi dengan lingkungan baru, memperluas
koneksi, dan mendapatkan perspektif berbeda yang dapat menjadi bekal dalam
perjalanan akademik maupun profesional.Dengan semangat
membawa nama kampus ke panggung internasional, empat engineer muda Teknik Sipil
ITP kini siap memulai perjalanan baru di INTI International University. Dari
Padang menuju Malaysia, langkah mereka menjadi bagian dari upaya membangun
generasi engineer yang semakin terbuka, percaya diri, dan siap menghadapi dunia
yang semakin terhubung.
Created By Widia/Humas
...
Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh menjadi salah satu
perhatian dalam mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di berbagai
kondisi medan. Hal tersebut mendorong Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan
audiensi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Kamis (13/08),
untuk berkonsultasi mengenai modifikasi kendaraan All Terrain Vehicle (ATV).
Audiensi berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara sivitas akademika ITP dan
jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang untuk membahas
kebutuhan serta konsultasi teknis terkait modifikasi ATV yang digunakan dalam
mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan.
Delegasi ITP dipimpin Ketua Program Studi TRIL ITP, Aswir Premadi,
M.Sc., didampingi Dosen TRIL ITP, Ir. Antonov, S.T., M.T., IPM., serta Ketua
Program Studi D3 Teknik Mesin ITP, Dr. Dedi Wardianto. Kehadiran lintas bidang
tersebut menunjukkan keterlibatan keilmuan teknik dalam menjajaki solusi
terhadap kebutuhan operasional di lapangan.
Dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, audiensi dihadiri
Kepala Kantor Abdul Malik, S.Sos., Kepala Seksi Operasi dan Siaga Hendri,
S.Sos., Kepala Seksi Sumber Daya Inarwan, S.Sos., Yudi Riva, S.A.P., Afdal Dinil
Haq, serta Ryan Agus. Pertemuan berlangsung sebagai bagian dari konsultasi
mengenai kebutuhan modifikasi ATV.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka
ruang kolaborasi yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata
di lapangan. Konsultasi modifikasi ATV menjadi salah satu bentuk interaksi yang
memungkinkan keilmuan teknik mesin dan teknologi rekayasa diarahkan untuk mendukung
kebutuhan lembaga pencarian dan pertolongan.
Melalui audiensi ini, pembahasan modifikasi ATV diharapkan dapat menjadi
awal pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional Kantor
Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Kolaborasi antara perguruan tinggi
dan instansi teknis tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kompetensi dosen
serta pengembangan pengalaman akademik mahasiswa melalui persoalan nyata.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan
tinggi dan lembaga pelayanan publik dalam menghadirkan solusi berbasis
teknologi. ITP berkomitmen mendorong penerapan ilmu keteknikan yang relevan
dengan kebutuhan masyarakat dan institusi, termasuk melalui pengembangan
teknologi yang dapat mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di
lapangan.
Created By Widia/Humas
...