Momentum penting tercipta di bantaran
Sungai Batang Kandis, Sawah Liek, saat dilakukan proses serah terima pekerjaan
dinding saluran sebagai bagian dari penanganan darurat pascabanjir bandang.
Kegiatan ini menandai berakhirnya tahap awal penguatan infrastruktur sementara
yang bertujuan melindungi warga dari ancaman banjir susulan serta memulihkan
rasa aman di kawasan terdampak.
Serah terima pekerjaan dinding saluran
tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd. (Rajo Mangkuto). Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi
bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap inisiatif kolaboratif yang digerakkan
oleh ITPeduli bersama Kitabisa.com dan
berbagai pihak lainnya dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat Sawah
Liek.Pekerjaan dinding saluran ini dirancang
sebagai konstruksi tanggul sementara dengan peningkatan volume timbunan hingga
setara badan jalan. Upaya tersebut berfungsi menahan aliran air sungai dan
meminimalkan potensi kerusakan lanjutan. Meski bersifat darurat, pengerjaan
dilakukan dengan pendekatan teknis yang mempertimbangkan keselamatan warga dan
keberlanjutan lingkungan sekitar.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci
terwujudnya pekerjaan ini. ITPeduli bersama Kitabisa.com melalui Salamsetara Foundation menggandeng sivitas
akademika Institut Teknologi Padang, dosen, relawan, serta dukungan alat berat
ekskavator dari PT Nindya Karya. Partisipasi aktif warga RW 03 Kelurahan
Kampung Olo turut memperkuat semangat gotong royong di lapangan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota
Padang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara perguruan
tinggi, platform kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya,
kolaborasi seperti ini menjadi contoh penanganan bencana yang efektif, cepat,
dan berorientasi pada kebutuhan riil warga terdampak.
Lebih dari sekadar serah terima fisik
bangunan, momen ini menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi masyarakat Sawah
Liek. Dinding saluran yang telah dibangun bukan hanya pelindung dari aliran
air, tetapi juga penanda bahwa kepedulian dan kerja bersama mampu menguatkan
kembali kehidupan warga pascabencana.
Created By Widia/Humas
...
Harapan mulai tumbuh di bantaran Sungai
Batang Kandis, Sawah Liek, setelah akses jalan yang rusak akibat banjir bandang
mulai diperbaiki. Melalui kolaborasi ITPeduli dan Kitabisa.com, langkah pemulihan ini menjadi sinyal kuat bahwa warga
tidak sendiri menghadapi dampak bencana. Hari pertama kegiatan difokuskan pada
pembukaan jalur yang sebelumnya terputus, agar aktivitas warga perlahan kembali
berjalan.
Proses perbaikan dilakukan secara
gotong royong dengan melibatkan tenaga ahli Institut Teknologi Padang, tokoh
masyarakat setempat, serta mahasiswa. Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan
antara keahlian teknis dan kepedulian sosial. Setiap tahapan dikerjakan dengan
kehati-hatian, mengingat kondisi tanah di bantaran sungai masih labil
pascabanjir bandang.
Hari pertama kegiatan difokuskan pada
pembukaan kembali akses jalan yang terdampak parah. Bersama tenaga ahli dari
Institut Teknologi Padang, tokoh masyarakat setempat, serta mahasiswa, proses
perbaikan dilakukan secara gotong royong. Kolaborasi lintas elemen ini
memastikan setiap langkah teknis mempertimbangkan aspek keamanan, kebutuhan
warga, dan kondisi alam di sekitar bantaran sungai.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut
dengan intensitas yang lebih terukur. Program ITPeduli bersama Kitabisa.com tidak hanya memperbaiki jalur akses, tetapi juga melakukan
penguatan tanggul sebagai langkah mitigasi darurat. Upaya ini penting untuk
mengurangi risiko kerusakan lanjutan apabila terjadi peningkatan debit air di
Sungai Batang Kandis.
Progres perbaikan mulai terlihat
signifikan. Jalur yang sebelumnya terputus kini perlahan kembali dapat dilalui.
Sebagai perlindungan sementara, dilakukan pemasangan jumbo bag di sepanjang
bantaran sungai. Metode ini dipilih sebagai solusi cepat dan efektif untuk
menahan erosi serta memperkuat struktur tanah di area rawan longsor.
Dari total 1.000 jumbo bag yang
direncanakan, pemasangan sepanjang kurang lebih 103 meter telah mulai
terealisasi di sisi sungai. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko
banjir susulan sembari menunggu penanganan permanen. Kehadiran mahasiswa dalam
proses ini juga menjadi wujud nyata pengabdian dan pembelajaran langsung di
tengah masyarakat.
Bagi warga Sawah Liek, perbaikan ini
bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya harapan
pascabencana. Sinergi antara dunia pendidikan, platform kemanusiaan, dan
masyarakat lokal membuktikan bahwa pemulihan dapat berjalan lebih cepat ketika
dilakukan bersama. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju pemulihan
yang berkelanjutan dan lebih aman ke depan.
Created By Widia/Humas
...
Tata kelola yang kuat menjadi fondasi
utama dalam membangun perguruan tinggi yang adaptif dan berdaya saing.
Berangkat dari prinsip tersebut, Institut Teknologi Padang kembali melakukan
penguatan organisasi melalui pelantikan pejabat struktural sebagai bagian dari
upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Sebanyak 30 pejabat struktural resmi
dilantik untuk masa jabatan 2026–2027 sebagai bagian dari langkah strategis
pengembangan institusi. Pelantikan ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan
kepemimpinan, efektivitas manajemen, serta optimalisasi peran unit kerja dalam
mendukung tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan dan terarah. Prosesi pelantikan dipimpin langsung
oleh Pejabat Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati,
S.T., M.Eng., IPM. Dalam suasana penuh harapan, para pejabat yang dilantik
mengucapkan sumpah jabatan sebagai wujud komitmen menjalankan amanah dengan
integritas, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi bagi kemajuan institusi. Dalam arahannya, Prof. Maidiawati
menegaskan bahwa jabatan struktural bukan sekadar posisi administratif,
melainkan peran strategis dalam menggerakkan perubahan. Ia mendorong para
pejabat untuk membangun kolaborasi, memperkuat budaya kerja profesional, serta
menghadirkan layanan akademik dan nonakademik yang adaptif terhadap
perkembangan zaman. Pengisian jabatan struktural ini
mencakup berbagai bidang penting, mulai dari akademik, administrasi, hingga
pengembangan institusi. Penetapan dilakukan berdasarkan pertimbangan kompetensi
dan kebutuhan organisasi, dengan harapan mampu menciptakan sinergi lintas unit
serta meningkatkan kualitas tata kelola kampus secara menyeluruh. Melalui pelantikan ini, Institut
Teknologi Padang menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai perguruan
tinggi yang maju dan profesional. Dengan kepemimpinan yang solid dan visi yang
sejalan, seluruh sivitas akademika diharapkan dapat bersama-sama mendorong
kemajuan institusi dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Created By Widia/Humas
...
Institut Teknologi Padang (ITP) terus memperkuat komitmennya dalam
menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Salah satu wujud
nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan buku rekening
Beasiswa KIP Kuliah kepada 50 mahasiswa angkatan 2025 pada Selasa (06/01),
sebagai langkah awal memastikan akses layanan keuangan yang mudah dan
berkelanjutan dalam menunjang perjalanan akademik mereka.
Penyerahan buku rekening tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari
mekanisme penyaluran bantuan pendidikan agar berjalan tepat sasaran,
transparan, dan tepat waktu. Dengan kepemilikan rekening resmi, mahasiswa
penerima KIP Kuliah dapat mengelola dana bantuan secara lebih tertib dan
akuntabel sepanjang masa perkuliahan.
Kegiatan ini didukung oleh Bank BTN sebagai mitra perbankan yang
berperan dalam menyediakan layanan keuangan bagi mahasiswa. Kolaborasi antara
ITP dan Bank BTN mencerminkan sinergi institusi pendidikan dan sektor perbankan
dalam mendukung keberlanjutan akses pendidikan tinggi.Beasiswa KIP Kuliah tidak hanya mencakup pembiayaan pendidikan,
tetapi juga bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dukungan ini diharapkan dapat mengurangi hambatan ekonomi sehingga mahasiswa
dapat lebih fokus pada pencapaian akademik dan pengembangan diri.
Melalui program KIP Kuliah, ITP berupaya membuka ruang
seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa
terkendala kondisi finansial. Program ini sejalan dengan visi ITP dalam
mencetak lulusan unggul, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan
nasional.
ITP berharap para penerima Beasiswa KIP Kuliah angkatan 2025 dapat
memanfaatkan fasilitas ini secara optimal, menyelesaikan studi tepat waktu,
serta mengembangkan potensi akademik dan nonakademik secara maksimal.
Di Institut Teknologi Padang, setiap mimpi besar mahasiswa
diyakini layak untuk didukung sepenuhnya melalui akses pendidikan yang setara
dan berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...
Semangat
juang mahasiswa Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menggelora di arena
olahraga. Sebanyak 12 atlet terpilih siap bertarung di ajang bergengsi
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sumatera Barat 2025 yang digelar Badan Pembina
Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Sumbar. Bertanding mulai 16 hingga 26
Juli mendatang, kontingen ITP tak hanya membawa nama kampus, tapi juga semangat
pantang menyerah dan mimpi besar menembus podium kehormatan.
Keberangkatan
para atlet ini secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., yang
didampingi oleh Kepala Biro Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir ITP,
Nelvidawati, M.T., pada Selasa, (15/07) di Ruang Sidang Utama ITP. Dalam arahannya,
Prof. Maidiawati menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada seluruh
atlet untuk menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi nama baik kampus.
Ajang
ini menjadi pembuktian bahwa mahasiswa ITP tak hanya hebat di laboratorium,
tapi juga sanggup mengguncang lapangan. Kehadiran 12 atlet di berbagai cabang
mulai dari pencak silat, karate, hingga bola voli indoor menandai keseriusan
ITP dalam membangun karakter mahasiswa melalui prestasi non-akademik yang
kompetitif, sportif, dan membanggakan.
Cabang olahraga Pencak Silat menjadi sektor yang paling banyak menyumbang
perwakilan, tercatat lima atlet ITP yakni Candra, Inggil Susilo, Rangga Firnando, Resya
Ahmad Fega, dan sang jawara kampus, Satria Zaky. Mereka akan menghadapi lawan
dari seluruh Sumbar dalam duel teknik dan strategi silat terbaik. Zaky sendiri
siap mempertahankan reputasi emas yang ia raih di ajang Direktur PNP Cup
beberapa waktu lalu.
Rahul
Maryulis Putra menjadi satu-satunya wakil ITP di cabang karate ia membawa
semangat bertarung yang tenang namun mematikan. Dikenal sebagai mahasiswa dengan
kedisiplinan tinggi, Rahul optimis bisa meraih podium untuk mempersembahkan
prestasi bagi kampus tercinta. Karate menjadi cabang yang penuh gengsi karena
banyaknya atlet tangguh dari kampus lain yang turut serta.
Di
cabang bola voli indoor, Muhammad Ardifa bersama tim beregu putra ITP juga siap
unjuk gigi. Tim ini telah mengasah strategi permainan dan kekompakan tim sejak
awal tahun. Konsistensi latihan dan chemistry antarpemain jadi kekuatan utama
menghadapi lawan tangguh. Mereka berharap bisa lolos hingga babak final dan
membuktikan bahwa voli ITP tak bisa dianggap remeh.
Keikutsertaan
dalam Kejurprov bukan sekadar kehadiran simbolik, ini adalah panggung serius
menuju ajang nasional. BAPOMI Sumbar menaruh harapan besar terhadap
kampus-kampus yang mengirimkan atlet terbaiknya. Kejuaraan ini dirancang
sebagai jalur pembinaan menuju POMNAS dan sekaligus momentum mencetak generasi
muda yang sehat, berintegritas, dan berprestasi lintas bidang.
Dukungan
dari Institut Teknologi Padang pun tak main-main, Kepala Biro Kemahasiswaan
menegaskan bahwa seluruh atlet mendapatkan dukungan moril dan fasilitas
pendampingan. “Kami ingin mahasiswa berprestasi secara utuh. Baik akademik
maupun non-akademik harus didukung dengan serius, dan Kejurprov ini adalah
bukti nyata komitmen itu,” tegasnya.
created
By Widia/Humas
...