Yayasan Pendidikan Tinggi Padang (YPTP)
resmi melantik Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., sebagai Rektor
Institut Teknologi Padang periode 2026–2029. Acara berlangsung Kamis, 26
Februari 2026, dipimpin Ketua Yayasan Ampri Satyawan, S.E., M.M dihadiri
sivitas akademika, pengurus yayasan, dan berbagai stakeholder.
Beliau menjelaskan pergantian
kepemimpinan dilatarbelakangi pengunduran diri Prof. Ade Indra tertanggal 7
Januari 2026 karena alasan kesehatan yang memerlukan pemulihan optimal. Yayasan
kemudian menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Dengan Hormat pada 12
Januari 2026.
Prof. Maidiawati, yang sebelumnya
menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, ditetapkan sebagai
Rektor melalui Surat Keputusan Yayasan Nomor 27/VPTP/ITP/SK/1/II/2026
tertanggal 5 Februari 2026, sesuai mekanisme Statuta ITP 2019 dan masukan Senat
Akademik.
Dalam sambutannya, beliau memaparkan
profil Prof. Maidiawati. Ia menjadi rektor ke-10 ITP sekaligus perempuan
pertama yang menjabat posisi tertinggi. Kariernya mencakup Ketua Prodi Teknik
Sipil, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, hingga Wakil Rektor I pada
2025.
Mewakili seluruh sivitas akademika ITP,
beliau menyampaikan apresiasi untuk Prof. Ade Indra atas dedikasi dan
kontribusinya bagi kemajuan ITP, seraya mendoakan kesehatan dan kesembuhannya.
Pergantian ini dianggap penting untuk kesinambungan program pengembangan kampus
menuju World Class University 2040.
Prof. Maidiawati menegaskan komitmen
peningkatan akreditasi prodi, tata kelola institusi, dan pengembangan SDM. Saat
ini 18 dosen bergelar doktor, dengan target 40 persen, termasuk dosen Program
Studi Teknik Geodesi yang tengah menempuh studi doktoral.
Selain itu, Rektor baru menyampaikan
pengembangan kurikulum selaras industri, kerja sama internasional dengan
Malaysia dan Kamboja, student mobility, serta pemetaan prodi baru seperti Data
Science. Mahasiswa ITP juga meraih hibah Program Mahasiswa Berdampak,
memperkuat inovasi kampus.
Created By Widia/Humas
...
Pengurus Yayasan Pendidikan Teknologi
Padang resmi mengumumkan rencana pelantikan Rektor Institut Teknologi Padang
periode 2026–2029 yang akan dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Kampus I, Selasa,
24 Februari 2026, sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus penegasan arah
kepemimpinan institusi ke depan.
Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi
Padang, Ampri Satyawan, S.E., M.M menyampaikan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Nomor
27/VPTP/ITP/SK/1/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026, telah ditetapkan Prof.
Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., sebagai Rektor periode 2026–2029.
Ia melanjutkan sisa masa jabatan 2025–2029 yang sebelumnya diemban Prof. Dr.
Ade Indra, S.T., M.T., IPM.
Pergantian kepemimpinan ini dilakukan
menyusul surat pengunduran diri Prof. Ade Indra tertanggal 7 Januari 2026
karena alasan kesehatan. Atas pengunduran diri tersebut, Yayasan menerbitkan
Surat Keputusan Pemberhentian Dengan Hormat Nomor 10/YPTP/ITP/SK/1/I/2026 tertanggal
12 Januari 2026 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya
selama memimpin institusi.
Untuk menjaga stabilitas tata kelola,
Yayasan sebelumnya telah menunjuk Prof. Maidiawati sebagai Pejabat Rektor
melalui Surat Keputusan Nomor 11/YPTP/ITP/SK/1/I/2026 tertanggal 12 Januari
2026. Saat itu, ia masih menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan.
Beliau menegaskan, pengangkatan Rektor
periode 2026–2029 telah melalui mekanisme sesuai Statuta Institut Teknologi
Padang Tahun 2019. Keputusan diambil melalui Rapat Pengurus Yayasan dengan
mempertimbangkan masukan dan pertimbangan Senat Akademik, sehingga seluruh
proses berjalan sesuai prinsip tata kelola yang akuntabel dan transparan.
Yayasan menilai pelantikan ini menjadi
bagian penting dari kesinambungan kepemimpinan dan langkah strategis dalam
menjaga keberlanjutan program pengembangan kampus. Kepemimpinan baru diharapkan
mampu mempercepat capaian visi menuju perguruan tinggi bertaraf internasional
atau World Class University pada 2040.
“Pengurus Yayasan meyakini kepemimpinan
Prof. Maidiawati akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Institut
Teknologi Padang menuju World Class University 2040,” ujar Beliau. Yayasan juga
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prof. Ade Indra atas
kontribusinya, seraya mendoakan kesehatan serta kesembuhan terbaik baginya.
Created By Widia/Humas ...
Meningkatkan
kualitas pendidikan tinggi berbasis praktik nyata, Institut Teknologi Padang
(ITP) terus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang relevan dengan dinamika
industri dan isu global. Salah satu langkah tersebut diwujudkan dalam bentuk
kuliah tamu yang digelar oleh Program Studi Teknik Lingkungan pada Kamis,
(19/06).
Bertempat
di Aula Gedung D Kampus I ITP, kegiatan ini menghadirkan narasumber
profesional, Fadli Lulrahman, M.T., dengan mengangkat tema strategis: “Teknik
Analisis dan Pengujian Kualitas Lingkungan di Laboratorium.” Acara ini
menjadi ruang bertemunya teori akademik dan pengalaman lapangan yang
nyata.
Kegiatan
kuliah tamu ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Teknik Lingkungan
ITP, Dr. Herix Sonata MS, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan
pentingnya penguasaan analisis laboratorium bagi mahasiswa teknik lingkungan.
Kuliah tamu ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara teori perkuliahan dan
realitas lapangan yang kerap berubah dinamis.
“Tantangan
pengelolaan lingkungan semakin kompleks. Mahasiswa harus mampu membaca data,
menganalisis dengan tepat, dan memahami standar kualitas lingkungan yang
berlaku, baik nasional maupun internasional,” ujar beliau.
Acara
ini dipandu secara interaktif oleh dosen muda Teknik Lingkungan, Nurmeizon
Saleh, M.Si., yang
turut memberi warna akademik pada sesi diskusi. Kuliah tamu ini menjadi ajang
yang mempertemukan nalar ilmiah dengan praktik laboratorium yang aplikatif,
terutama dalam konteks pengujian kualitas air, udara, dan tanah.
Fadli
Lulrahman, M.T., dalam paparannya menjelaskan berbagai metode analisis
laboratorium yang menjadi standar dalam pengujian kualitas lingkungan. Ia
memaparkan teknik-teknik seperti spektrofotometri, kromatografi, hingga metode
titrasi yang masih banyak digunakan untuk mendeteksi kandungan polutan.
Lebih
jauh, Fadli menyoroti tantangan laboratorium lingkungan di Indonesia, mulai
dari keterbatasan alat, kualitas SDM, hingga standar prosedur yang masih belum
seragam di beberapa daerah. Ia mengajak mahasiswa untuk kritis dan adaptif
dalam membaca hasil uji.
Kuliah
tamu ini juga menjadi bagian dari strategi pembelajaran berbasis outcome (Outcome-Based
Education/OBE) yang tengah diterapkan ITP. Pendekatan ini menekankan pada
penguatan kompetensi nyata yang dibutuhkan di dunia kerja. Melalui kuliah tamu
seperti ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyelami
prosedur teknis, perangkat laboratorium, dan kualitas data lingkungan secara
langsung dari praktisi yang telah lama berkecimpung di bidangnya.
Dalam
sesi penutup, dibahas kemungkinan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan
industri lingkungan serta rencana kolaborasi pelatihan laboran untuk mahasiswa.
Dengan ekosistem akademik yang terus berkembang, ITP kian mantap menempatkan
diri sebagai kampus teknik unggulan di Sumatera yang adaptif terhadap tantangan
lingkungan masa depan.
Created
By Widia/Humas
...
Komitmen
Institut Teknologi Padang (ITP) dalam membangun tata kelola kelembagaan yang
profesional dan peduli terhadap kesejahteraan tenaga kerja membuahkan hasil.
ITP berhasil meraih penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang atas
kepatuhan dalam pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Penghargaan
ini diterima langsung oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi,
S.T., M.T., IPM, dalam seremoni resmi yang difasilitasi oleh Dinas
Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Barat, di Aula Disnakertrans, Senin (23/06). Penghargaan
tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada institusi yang dinilai patuh
terhadap regulasi perlindungan ketenagakerjaan, khususnya dalam implementasi
program-program jaminan sosial.
BPJS
Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa ITP konsisten menjalankan kewajibannya secara
tertib, baik dari segi administrasi maupun pelaporan, serta aktif dalam
memastikan kesejahteraan pegawainya terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penilaian dilakukan melalui serangkaian evaluasi berkala terhadap kepesertaan
dan kepatuhan pelaporan institusi di lingkungan kerja pendidikan tinggi.
Kehadiran
ITP dalam peringkat institusi patuh versi BPJS juga menunjukkan bahwa dunia
pendidikan memiliki peran penting dalam mendorong kesadaran sosial dan hukum di
lingkungan kerja. Melalui kepatuhan terhadap regulasi jaminan sosial, kampus
tidak hanya melindungi hak-hak pekerja, tetapi juga berkontribusi dalam
membangun sistem ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan.
Apresiasi
dari BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi satu dari sekian banyak penghargaan yang
berhasil diraih ITP dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, ITP juga
mendapat pengakuan atas inovasi digitalisasi sistem administrasi kampus dan
penghargaan dalam bidang pengelolaan sumber daya manusia.
Capaian-capaian
ini menandakan bahwa ITP tak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga
serius dalam menciptakan ekosistem kampus yang sehat dan tangguh secara
manajerial. Bagi sivitas akademika ITP, penghargaan ini menjadi dorongan moral
untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan internal.
Dukungan
penuh dari seluruh sivitas akademika ITP menjadi salah satu faktor penting
dalam kesuksesan ini. Mulai dari level pimpinan hingga staf administratif,
seluruh elemen kampus terlibat aktif dalam memastikan keteraturan dan kepatuhan
terhadap regulasi jaminan sosial.
Dengan
penghargaan ini, Institut Teknologi Padang sekali lagi menunjukkan bahwa kualitas
institusi tidak hanya dilihat dari aspek akademik, tetapi juga dari
keberhasilan membangun sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat dan
berkelanjutan. ITP membuktikan bahwa kampus teknik pun bisa menjadi pionir
dalam tata kelola sumber daya manusia.
Kedisiplinan
ini merupakan refleksi dari filosofi kerja ITP yang menjunjung tinggi nilai
profesionalisme, transparansi, dan kepedulian terhadap sesama. Ini bukan hanya
prestasi simbolis, tapi langkah nyata menuju masa depan pendidikan tinggi yang
lebih inklusif dan manusiawi.
Created By Widia/Humas
...
Institut
Teknologi Padang (ITP) kembali membuktikan komitmennya dalam membangun karakter
mahasiswa dan sivitas akademika melalui peluncuran program unggulan bertajuk
"ITP Bersedekah". Kegiatan ini resmi diluncurkan pada Jumat, 13 Juni
2025, bertempat di Aula Gedung D Lantai II Kampus I ITP.
Peluncuran
program ini tidak hanya menjadi seremoni semata, namun juga disertai dengan
penguatan spiritual melalui tausiyah dari Ustad Dr. Firdaus, AN., M.HI.
Tausiyah yang bertajuk "Sedekahku, Ibadahku melalui ITP Peduli dan
Berbagi" menekankan bahwa sedekah bukan sekadar rutinitas amal, tetapi
bentuk ibadah yang dapat menyucikan harta dan memperkuat kepedulian terhadap
sesama.
Rektor
ITP, Prof. Dr. Ade Indra, S.T., M.T., IPM., secara resmi meluncurkan program
"ITP Bersedekah" dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa program
ini merupakan inisiatif konkret dari kampus untuk menjadi institusi pendidikan
yang bukan hanya unggul dalam bidang teknologi, namun juga peka terhadap
kondisi sosial masyarakat.
Dalam
sambutannya, Prof. Ade berharap program ini menjadi langkah strategis dalam
memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual di lingkungan kampus. Harapannya
program ini bisa menjadi wadah bagi seluruh civitas akademika untuk berbagi
dengan tulus dan konsisten, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam
seremonial launching program ITP Prof. Ade turut didampingi Ketua Pembina Yayasan
Pendidikan Teknologi Padang, Drs. H. Zulfa Eff Uli Ras, M.Pd. ,
Wakil Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Teknologi Padang, Ir. Wilton Wahab,
M.Eng., jajaran pimpinan ITP, dan Ketua Pengelola BAZIS ITP, Ismet Eka Putra,
S.T, M.T.
Dalam
sambutannya, Ir. Wilton Wahab, M.Eng. menyebutkan bahwa nilai-nilai
sosial seperti sedekah harus terus digalakkan di lingkungan kampus, agar
mahasiswa tak hanya cerdas intelektual, tapi juga memiliki empati tinggi.
Beliau menyebut program ini sebagai langkah maju dalam memperkuat peran ITP
sebagai kampus yang humanis dan solutif.
Program
ini juga menjadi bentuk nyata dari nilai Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya
dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. ITP ingin menanamkan bahwa teknologi
dan inovasi saja tidak cukup, tanpa disertai nilai kemanusiaan dan empati.
"ITP
Bersedekah" adalah awal dari gerakan besar yang melibatkan seluruh elemen
kampus. Dengan semangat kolaborasi, program ini dirancang untuk terus
berkembang dan menjadi bagian dari identitas ITP sebagai kampus yang tak hanya
unggul di bidang akademik, tapi juga peduli dan berbagi.
Sebagai
penutup, Prof. Ade menegaskan bahwa sedekah bukan hanya tentang memberi, tapi
juga tentang membangun karakter. Melalui "ITP Bersedekah", ITP
berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tapi juga siap
berempati.
"Mari
kita mulai dari hal kecil, dengan semangat besar, demi perubahan yang bermakna.
Semoga program ini berkah dan terus membawa manfaat luas untuk semua,"
tutup beliau.
Created
By Widia/Humas ...