Image

Sentra HAKI ITP Jadi Langkah Strategis, Tindak Lanjut PKS Bersama Kemenkum Sumbar

Penguatan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di lingkungan perguruan tinggi terus menjadi perhatian serius. Hal ini diwujudkan melalui langkah konkret pasca penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Kemenkum Sumbar, yang kini ditindaklanjuti dengan pengembangan Sentra HAKI sebagai pusat layanan dan pendampingan karya akademik dosen. Kepala LPPM Institut Teknologi Padang, Mastariyanto Perdana, M.Eng, dalam wawancara menyampaikan bahwa HAKI merupakan bentuk penghargaan atas seluruh luaran dosen. Menurutnya, hasil penelitian, pengajaran, hingga pengabdian kepada masyarakat harus diakui secara hukum melalui sistem Kementerian Hukum agar memiliki nilai perlindungan yang jelas. Ia menjelaskan bahwa keberadaan Sentra HAKI menjadi solusi percepatan dalam proses pengajuan hak cipta, paten, hingga publikasi ilmiah. Dengan adanya kerja sama bersama Kemenkum Sumbar, proses administrasi menjadi lebih efektif, sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap karya yang dihasilkan sivitas akademika. Lebih lanjut, Mastariyanto menekankan bahwa Sentra HAKI tidak hanya sebatas pengurusan paten atau buku, tetapi membuka wawasan baru bagi dosen. Seluruh luaran Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat di-“HAKI”-kan, sehingga setiap karya memiliki peluang untuk diakui secara hukum dan dimanfaatkan lebih luas. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong peningkatan jumlah HAKI sebagai bagian dari strategi institusi. Menurutnya, semakin banyak karya yang terdaftar, maka semakin besar peluang kampus untuk dilirik industri serta memperluas jejaring kerja sama riset di tingkat nasional. Dari sisi dosen, Sentra HAKI memberikan dampak signifikan terhadap pemenuhan kinerja. Karya yang telah terdaftar tidak hanya meningkatkan nilai akademik, tetapi juga berpotensi untuk dikomersialisasikan, sehingga mampu menambah income serta mempercepat proses kenaikan jabatan fungsional dosen secara berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa peningkatan jumlah HAKI berkontribusi langsung terhadap akreditasi institusi. Dengan dukungan penuh dari Kemenkum Sumbar, ITP optimistis mampu memperkuat posisi sebagai kampus inovatif, di mana karya dosen tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu tampil di panggung nasional. Hal ini turut diperkuat dengan peran Anisya, M.Kom, sebagai Ketua Sentra HAKI ITP dalam mendorong percepatan serta penguatan pengelolaan kekayaan intelektual di lingkungan kampus. Created By Widia/Humas ...
06 Mei 2026 #pendidikan #penelitian #pengabdian-masyarakat #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics
Image

ITP Teken Kerja Sama Strategis Perlindungan Kekayaan Intelektual Bersama Kemenkum Sumbar

Momentum peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2026 dimanfaatkan sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam pengelolaan inovasi. Kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama digelar pada Senin, (27/04) bertempat di Aula Lantai 3 Gedung LLDIKTI Wilayah X, bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Barat (Sumbar). Dalam forum tersebut, Institut Teknologi Padang tampil sebagai salah satu institusi yang menunjukkan keseriusan tinggi dalam penguatan ekosistem Kekayaan Intelektual. Kehadiran Rektor Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., didampingi Kepala LPPM Mastariyanto Perdana, M.Eng., menjadi simbol komitmen kuat institusi terhadap perlindungan dan pengelolaan inovasi. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pelindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual menjadi langkah konkret dalam memperkuat tata kelola hasil riset. Kesepakatan ini diarahkan untuk membangun sinergi lintas pihak dalam menciptakan sistem yang mampu melindungi, mengelola, serta mengoptimalkan nilai ekonomi dari karya intelektual.Secara tegas, ITP menegaskan komitmennya dalam membangun kerja sama yang produktif, efektif dan sinergis sebagai fondasi utama pengembangan inovasi berkelanjutan. Komitmen ini tidak hanya menjadi pernyataan formal, tetapi diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam kolaborasi strategis yang mendorong peningkatan kualitas riset dan daya saing institusi.Ketua pelaksana kegiatan, Lista Widyastuti, SH, MH, dalam laporannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menyebutkan pentingnya pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di perguruan tinggi guna memperkuat perlindungan dan pemanfaatan hasil penelitian secara optimal. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya Sentra Kekayaan Intelektual di perguruan tinggi, meningkatkan perlindungan hasil riset, serta memperkuat koordinasi antara Kemenkum, LLDIKTI, dan PTS,” ujar Lista dalam sambutannya di hadapan peserta kegiatan tersebut. Lebih dari sekadar perlindungan hukum, Kekayaan Intelektual kini dipandang sebagai instrumen penting dalam hilirisasi dan komersialisasi inovasi. Dengan sinergi yang semakin kuat, termasuk peran aktif ITP, diharapkan lahir inovasi unggul yang tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar. Created By Widia/Humas ...
05 Mei 2026 #institut-teknologi-padang #kerja-sama #pendidikan #penelitian #pengabdian-masyarakat #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics
Image

Jurnal Teknoif Teknik Informatika Naik Peringkat ke SINTA 3, Bukti Mutu Riset ITP Terus Menguat

Kabar membanggakan datang dari dunia publikasi ilmiah bidang teknologi informasi. Jurnal Teknoif Teknik Informatika resmi meningkat peringkat dari SINTA 4 ke SINTA 3, menandai pengakuan nasional atas kualitas pengelolaan, konsistensi penerbitan, serta kontribusi ilmiah yang terus berkembang. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan budaya riset dan publikasi akademik yang kredibel.   Peningkatan peringkat SINTA tersebut bukanlah proses instan, melainkan hasil kerja panjang yang melibatkan tata kelola jurnal yang profesional, proses editorial yang ketat, serta komitmen terhadap etika publikasi ilmiah. Setiap artikel yang diterbitkan melalui tahapan seleksi dan penelaahan sejawat guna memastikan mutu ilmiah dan relevansi terhadap perkembangan teknologi informasi terkini.   Ketua Program Studi Teknik Informatika, Eko Kurniawanto Putra, S.Pd., M.T., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pengelola Jurnal Teknoif. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang patut dibanggakan. Menurutnya, keberhasilan naik ke SINTA 3 menjadi motivasi kuat untuk terus meningkatkan kualitas jurnal secara berkelanjutan.   Capaian ini turut memperkuat peran jurnal ilmiah sebagai pilar penting dalam ekosistem akademik. Kehadiran jurnal bereputasi tidak hanya mendorong produktivitas riset, tetapi juga meningkatkan daya saing institusi dalam ranah nasional. Jurnal Teknoif dinilai mampu menjawab tantangan tersebut melalui komitmen pada kualitas dan relevansi keilmuan.   Ke depan, peningkatan peringkat ini diharapkan menjadi langkah awal menuju capaian yang lebih tinggi. Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, Jurnal Teknoif Teknik Informatika diharapkan terus berkembang sebagai media publikasi ilmiah yang unggul, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam kemajuan teknologi informasi di Indonesia, sekaligus memperkuat peran Institut Teknologi Padang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat yang konsisten mendorong pengembangan riset dan publikasi ilmiah berkualitas.   Created By Widia/Humas     ...
04 Februari 2026 #dosen #institut-teknologi-padang #penelitian #prestasi #publikasi #teknik-informatika #webometrics
Image

Teknologi Anak Bangsa, Inovasi Drone Hexacopter ITP Siap Dukung Operasi SAR dan Mitigasi Bencana

Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan teknologi terapan untuk kepentingan kemanusiaan dan kebencanaan. Melalui Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) Fakultas Vokasi, ITP menawarkan inovasi drone hexacopter kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) Padang sebagai solusi teknologi dalam mendukung operasi penyelamatan dan mitigasi bencana di lapangan.    Penjajakan kerja sama diawali dengan demonstrasi langsung penggunaan drone hexacopter yang digelar di Kampus II ITP, Aie Pacah, Padang, pada Senin (14/7). Dalam kegiatan tersebut, pihak Kantor SAR Padang hadir menyaksikan manuver teknologi yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa TRIL ITP. Potensi drone dalam mendukung kegiatan mitigasi bencana secara cepat dan tepat sasaran menjadi daya tarik tersendiri dari teknologi hasil pengembangan lokal ini.    Kepala Seksi Sumber Daya Kantor SAR Padang, Sukamto, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang ditawarkan ITP. Menurutnya, drone tersebut sangat potensial untuk digunakan dalam misi penyelamatan dan mitigasi, khususnya di wilayah Sumatera Barat yang rentan terhadap bencana.    “Kami menyambut baik inovasi teknologi dari ITP ini karena memiliki potensi besar untuk kami aplikasikan langsung dalam tugas-tugas kemanusiaan. Drone hexacopter ITP sangat relevan dan membuka peluang kolaborasi strategis antara lembaga SAR dan perguruan tinggi,” ujar beliau.   Salah seorang tim dosen pengembang drone, Aswir Premadi, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa desain drone hexacopter ini mengutamakan kestabilan dan adaptasi terhadap cuaca ekstrem. Dengan enam baling-baling dan struktur bodi yang kokoh, drone ini mampu bertahan terbang dalam berbagai kondisi medan. Tujuan utamanya adalah menjangkau wilayah bencana dengan cepat, efisien, dan tetap aman secara operasional.    Menariknya, drone ini juga dibekali fitur suara aktif, berupa speaker yang dapat digunakan untuk menyampaikan instruksi evakuasi langsung kepada masyarakat, ini menjadikannya bukan hanya alat pantau visual, tetapi juga alat komunikasi kritis. Kepala Prodi TRIL, Asnal Effendi, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menyebutkan bahwa spesifikasi drone ini sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan SAR secara teknis.    Tak hanya terbatas untuk kebutuhan bencana, pengembangan drone hexacopter ini juga diarahkan untuk membantu pertanian modern. Drone ini dapat difungsikan untuk penyemprotan pestisida dan pemupukan tanaman secara otomatis. Pengembangan lebih lanjut juga menyasar kebutuhan rekayasa cuaca, seperti hujan buatan dan pemantauan kondisi udara.    Di sisi lain, Prodi TRIL ITP juga memperluas inovasi ke teknologi perairan. Mereka kini tengah mengembangkan kapal tanpa awak (unmanned surface vehicle) untuk operasi SAR di laut dan sungai. Kolaborasi antara ITP dan Kantor SAR Padang menjadi teladan sinergi produktif antara pendidikan tinggi dan lembaga layanan public, inisiatif ini membuka ruang luas bagi pengembangan teknologi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.    ITP terus menegaskan posisinya sebagai kampus teknik vokasi yang adaptif, ITP membuktikan bahwa mahasiswa dan dosennya mampu menghasilkan karya nyata. Inovasi drone hexacopter dan kapal tanpa awak adalah bagian dari visi besar untuk menjadikan teknologi buatan anak bangsa sebagai garda depan dalam kemanusiaan, keberlanjutan, dan pembangunan daerah.  Created By Widia/Humas   ...
15 Juli 2025 #diktiberdampak #dosen #fakultas-vokasi #institut-teknologi-padang #kerja-sama #mahasiswa #penelitian #pengabdian-masyarakat #publikasi #teknologi-rekayasa-instalasi-listrik #webometrics
Image

ITP Tampil Strategis di APL 2025, Diplomasi Akademik Indonesia di Panggung Dunia

Institut Teknologi Padang (ITP) menegaskan langkah strategisnya di kancah internasional dengan didapuk sebagai Co-Host dalam penyelenggaraan The 13th Asia-Pacific International Conference on Lightning (APL 2025). Konferensi bergengsi ini akan berlangsung pada 17 hingga 20 Juni 2025 di Bintang Bali Resort, Indonesia.    Kegiatan ini diselenggarakan oleh ERIC Fakultas Teknik UGM, dengan dukungan penuh dari Institut Teknologi Padang (ITP), CIGRE (International Council on Large Electric Systems), dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) sebagai co-organizer. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi untuk mendorong terobosan di bidang keteknikan dan energi masa depan.   Lebih dari sekadar forum ilmiah, penyelenggaraan ini juga mendapat sokongan dari organisasi dan komunitas teknik global, seperti IEEE Indonesia Section, IEEE Power & Energy Society (PES), dan penerbit ilmiah internasional MDPI. Kehadiran sponsor-sponsor ternama ini semakin memperkuat reputasi forum sebagai salah satu agenda penting dalam kalender akademik dan industri  yang makin kompleks dan strategis.    Sebagai Co-Host, ITP tak hanya memberikan dukungan logistik, namun juga berkontribusi nyata melalui keikutsertaan para dosen dalam kepanitiaan inti. Di antaranya, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM dipercaya sebagai General Co-Chair. Sementara itu, Ir. Antonov, S.T., M.T., IPM bersama Sitti Amalia, M.T. dan Anna Syahrani, M.Eng. berperan sebagai Technical Program Chair. Registration Committee digawangi oleh Andi Muhammad Nur Putra, M.T., serta Hamdi Habdillah, M.Kom. yang bertugas sebagai webmaster.   Capaian ini tak lepas dari kepercayaan internasional terhadap reputasi akademik ITP yang terus tumbuh. APL 2025 menerima total 134 paper, dengan tingkat penerimaan mencapai 74,6 persen. Sebanyak 100 paper dinyatakan lolos seleksi ketat, yang mencerminkan tingginya kualitas ilmiah yang dibawa oleh peserta dari berbagai negara.    Distribusi penulis paper menunjukkan dominasi kawasan Asia-Pasifik, mencapai 93,2 persen. Sementara Eropa, Timur Tengah dan Afrika menyumbang 5,2 persen, serta Amerika Serikat 1,6 persen. Dari Indonesia sendiri, tercatat 34 penulis berpartisipasi, dengan 10 paper berasal dari penulis utama Indonesia.    Tak kalah penting adalah kehadiran pembicara kunci yang memiliki pengaruh besar di dunia ketenagalistrikan. Di antaranya Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN,  Jisman Hutajulu, Dirjen Ketenagalistrikan, Evy Haryadi, Direktur Transmisi PLN, Indonesia dan Reynaldo Zoro dari ITB.    Dari mancanegara hadir nama-nama seperti Prof. He Jinliang dari Tsinghua University, Muhammad Saufi dari UTHM Malaysia, Michiro Matsui dari JLDN Jepang, serta Dieter Poelman (KNMI, Belanda). Para tokoh ini diharapkan membawa perspektif strategis dalam pengembangan riset dan kebijakan energi masa depan.   Peran ITP sebagai Co-Host juga membuka jalan luas untuk penguatan diplomasi akademik. Melalui forum ini ITP tak hanya memperluas jaringan internasional, namun juga memperkenalkan potensi riset Indonesia dalam sektor strategis seperti mitigasi petir dan teknologi isolasi.    Dengan segala persiapan dan partisipasi aktifnya, ITP tidak hanya menyandang peran administratif semata dalam APL 2025. Kampus ini kini telah menapaki jalur strategis untuk memperkuat eksistensinya di ranah global, sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan siap berperan aktif dalam membentuk masa depan energi dunia.        Created By Widia/Humas   ...
02 Juni 2025 #dosen #fakultas-teknik #institut-teknologi-padang #penelitian #publikasi #teknik-elektro #webometrics