Institut Teknologi Padang (ITP) baru-baru ini
menyelenggarakan sosialisasi program doktoral yang bertujuan untuk meningkatkan
kualifikasi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan akademisnya pada Kamis
(07/11). Kegiatan ini menghadirkan narasumber ternama, Assoc. Prof. Dr. Mohd
Shahizan Bin Othman, Head of Intelligent Informatics Research Group, Faculty of
Computing UTM.
Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Utama ITP ini juga
dihadiri oleh Apri Junaidi, S.Kom., M.Kom., MCS, seorang Research Assistant
dari UTM, yang mendampingi Prof. Shahizan untuk memberikan pemaparan lebih
lanjut terkait peluang program doktoral. Kegiatan ini diadakan untuk memberikan
informasi mendalam kepada dosen-dosen ITP mengenai kesempatan melanjutkan
pendidikan ke jenjang doktoral.
Sosialisasi ini diharapkan dapat membuka wawasan bagi para
dosen ITP tentang program doktoral, baik yang tersedia di dalam negeri maupun
yang dapat diakses melalui kolaborasi internasional. Prof. Shahizan memaparkan
berbagai aspek penting dalam melanjutkan studi doktoral, termasuk manfaat
akademik, penelitian, dan peluang pengembangan karier bagi para dosen.
Kedatangan beliau disambut dengan hangat oleh Rektor ITP, Dr.
Ir. Hendri Nofrianto, M.T., IPM. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan
pentingnya program doktoral sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas
pengajaran dan penelitian di ITP, serta memperkuat reputasi kampus dalam dunia
pendidikan tinggi.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Rektor I ITP, Firmansyah
David, S.T., M.Eng., Ph.D. dan Wakil Rektor II ITP, Dr. Eng. Ir. Yusreni Warmi,
S.T., M.T., IPM, juga turut berbicara tentang pentingnya peningkatan kualitas
SDM dosen melalui pendidikan lanjut. Menurutnya, peningkatan kompetensi dosen
melalui program doktoral akan berpengaruh besar pada kualitas pembelajaran dan
riset yang dilakukan oleh mahasiswa.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari seluruh peserta
yang hadir, terutama para dosen yang tertarik melanjutkan studi doktoral. Para
dosen mengapresiasi kesempatan untuk mendengar langsung pengalaman dan
pandangan dari pakar internasional yang telah berpengalaman dalam bidang
teknologi informasi dan komputer, serta riset canggih di UTM.
Pada sesi tanya jawab, Prof. Shahizan dan Apri Junaidi
memberikan penjelasan lebih rinci tentang bagaimana dosen dapat terlibat dalam
program riset bersama, baik di UTM maupun di universitas-universitas lain di
kawasan ASEAN. Narasumber menekankan pentingnya kerjasama internasional dalam
memperkaya pengalaman akademik dan penelitian.
Dalam sambutannya, Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Promosi
ITP, Anna Syahrani, M.Eng., menyampaikan harapannya agar kegiatan sosialisasi
ini bisa menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan kerjasama antara ITP
dan UTM. Selain itu, ini juga diharapkan menjadi pintu gerbang bagi para dosen
untuk mengeksplorasi peluang beasiswa dan program kolaboratif lainnya.
Sosialisasi program doktoral ini juga mencakup informasi
mengenai prosedur pendaftaran, beasiswa, serta keuntungan yang dapat diperoleh
dosen setelah menyelesaikan program doktoral. ITP berharap agar lebih banyak
dosen yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
demi kemajuan kampus dan dunia pendidikan Indonesia.
Sebagai penutup, Prof. Shahizan mengingatkan para dosen ITP
bahwa melanjutkan pendidikan doktoral adalah investasi yang sangat berharga,
baik untuk pengembangan pribadi maupun kemajuan institusi. Kegiatan ini
diharapkan dapat mendorong lebih banyak dosen untuk mengejar pendidikan
doktoral guna meningkatkan kontribusi mereka di dunia akademik dan riset.
Created By Widia/Humas ...
Himpunan Mahasiswa Teknologi Rekayasa
Instalasi Listrik (TRIL) Institut Teknologi Padang (ITP) menggelar kunjungan ke
SMKN 5 Padang pada Senin (01/11). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan
sosialisasi serta demontrasi teknologi terbaru berupa Hexacopter, hasil riset
dari Program Studi (Prodi) TRIL D4 ITP. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh
Ketua Himpunan, Muhammad Fariz Hidayatullah, bersama tim.
Sosialisasi teknologi Hexacopter ini
merupakan salah satu upaya Himpunan Mahasiswa TRIL untuk memperkenalkan inovasi
teknologi terbaru kepada pelajar di tingkat SMK. Fariz Hidayatullah
mengungkapkan bahwa Hexacopter adalah hasil riset yang dikembangkan oleh
mahasiswa dan dosen Prodi TRIL bersama mitra DUDI yakni PT. Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (Frogs Indonesia)
dalam kerangka Hibah Matching Fund, yang bertujuan untuk mendukung kemajuan
teknologi di bidang instalasi listrik dan elektronik.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat
dari pihak SMKN 5 Padang. Para siswa sangat antusias menyaksikan demo langsung
dari Hexacopter, yang merupakan salah satu produk inovatif dari hasil riset di
ITP. Fariz menjelaskan, bahwa alat ini memiliki banyak manfaat, termasuk untuk
memantau jaringan listrik atau melakukan survei pada area yang sulit dijangkau.
Para siswa yang hadir pun diberi
kesempatan untuk mengoperasikan Hexacopter secara langsung, yang menjadi
pengalaman berharga dalam mengenal teknologi drone. Selain itu, mereka juga
mendapat penjelasan lebih lanjut tentang cara kerja Hexacopter serta
aplikasinya dalam dunia industri dan teknologi modern, khususnya di bidang
listrik dan elektronika.
Selama sesi tanya jawab, siswa-siswa SMKN
5 Padang tampak sangat tertarik dengan potensi penggunaan Hexacopter di
berbagai bidang. Para mahasiswa TRIL ITP pun dengan sabar memberikan penjelasan
yang lebih mendalam mengenai pengembangan perangkat tersebut, serta tantangan
yang dihadapi dalam proses riset dan pengembangannya.
Fariz Hidayatullah juga menekankan
pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam
pengembangan kompetensi siswa. "Kami berharap melalui kegiatan ini, para
siswa SMKN 5 Padang bisa lebih tertarik untuk melanjutkan studi di bidang
teknologi dan rekayasa, serta mengembangkan kemampuan mereka dalam dunia
teknologi yang terus berkembang," ujar Fariz.
Kunjungan ini juga merupakan bentuk
pengabdian masyarakat oleh Himpunan Mahasiswa TRIL ITP, yang bertujuan untuk
mengenalkan dunia teknologi lebih dekat kepada siswa-siswa SMK. Dengan
mengenalkan teknologi tinggi seperti Hexacopter, mereka diharapkan dapat
memperoleh wawasan yang lebih luas tentang dunia industri yang semakin maju.
Para guru di SMKN 5 Padang juga
menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Mereka berharap,
kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan untuk memberikan wawasan
dan motivasi kepada para siswa agar lebih siap memasuki dunia kerja atau
melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sebagai bagian dari acara tersebut, pihak
Himpunan Mahasiswa TRIL juga menawarkan kesempatan bagi siswa SMKN 5 Padang
untuk berkunjung langsung ke kampus ITP guna melihat lebih jauh fasilitas dan
riset yang sedang dikembangkan. Ini diharapkan bisa memotivasi siswa untuk
tertarik melanjutkan pendidikan di bidang teknik dan teknologi.
Dengan suksesnya kegiatan sosialisasi
ini, Himpunan Mahasiswa TRIL ITP berharap dapat mempererat hubungan antara
kampus dan sekolah, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi
teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal
untuk lebih banyak lagi kolaborasi serupa yang melibatkan siswa dan mahasiswa
di masa depan.
Created By Widia/Humas ...
Dalam rangka memperluas jejaring akademis
global, Institut Teknologi Padang (ITP) menerima kunjungan kemitraan dari Apri
Junaidi, S.Kom., M.Kom., MCS, Research Assistant dari Universiti Teknologi
Malaysia (UTM) pada Rabu, (30/10) bertempat di Ruang Rapat Pimpinan ITP.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas potensi kolaborasi dalam berbagai
bidang akademik, termasuk pertukaran mahasiswa, penelitian, dan pengembangan
program bersama yang bermanfaat bagi kedua institusi.
Kedatangan beliau disambut dengan hangat
oleh Rektor ITP, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T., IPM, didampingi oleh Wakil
Rektor I, Firmansyah David, S.T, M.Eng, Ph.D, Wakil Rektor II ITP, Dr.Eng. Ir.
Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM, Ketua Program Studi Teknik Informatika ITP, Eva
Yulianti, M.Cs, serta Kepala Biro Humas, Kerja Sama, Promosi ITP, Anna
Syahrani, M.Eng.
Rektor ITP, Dr. Hendri Nofrianto, M.T.,
IPM, dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungan Apri Junaidi dan pihak UTM
merupakan langkah positif untuk memperluas kolaborasi internasional yang lebih
luas. "Kami berharap berbagai kegiatan kolaboratif ini dapat meningkatkan
daya saing akademik ITP, serta memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa dan
dosen dalam berbagai aspek pendidikan," ujarnya.Dengan adanya kesepakatan kerja sama ini,
ITP dan UTM berharap dapat membuka peluang baru bagi pengembangan pendidikan
tinggi yang lebih baik. Kolaborasi internasional seperti ini akan menjadi model
bagi perguruan tinggi lain dalam memperkenalkan program-program unggulan yang
dapat memberikan manfaat langsung bagi akademisi dan masyarakat luas.
Dalam pertemuan tersebut, pihak UTM dan
ITP mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dijalankan bersama di
masa depan. Beberapa rencana kerja sama yang diusulkan mencakup pertukaran
mahasiswa, matching grant research, community service, student mobility, serta
guest lecturer. Ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademik dan
memperluas jaringan internasional bagi mahasiswa dan dosen.
LoI (Letter of Intent) menjadi landasan
awal dari kesepakatan antara ITP dan UTM, yang menandai komitmen kedua belah
pihak untuk melaksanakan berbagai program kolaborasi. Sebelum penandatanganan
MoU (Memorandum of Understanding) lebih lanjut, aktivitas bersama seperti
pertukaran mahasiswa dan summer school akan menjadi fokus utama dalam membangun
hubungan yang lebih kuat antar kedua universitas.Diskusi juga mencakup berbagai kursus
online yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik, terutama dalam hal
penulisan artikel ilmiah. Salah satu program yang disepakati adalah
penyelenggaraan kursus penulisan artikel yang terbuka untuk mahasiswa dan dosen
dari kedua belah pihak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas
publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh para akademisi.
Pihak ITP mengungkapkan antusiasme
terhadap inisiatif inbound dan outbound student exchanges, yang akan memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensinya di luar negeri,
serta memperkenalkan budaya akademik di Indonesia. Student mobility menjadi
salah satu aspek penting yang akan memperkaya wawasan mahasiswa serta
memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi di kawasan ASEAN.
Tak hanya mahasiswa, dosen ITP juga akan
memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam program guest lecturer yang
akan memperkaya proses pembelajaran di ITP. Para dosen UTM diharapkan dapat
memberikan kuliah tamu di ITP, berbagi pengetahuan, dan pengalaman dalam
berbagai bidang ilmu, terutama di sektor teknologi dan ilmu komputer.
Sebagai tindak lanjut dari diskusi
tersebut, ITP akan mengadakan workshop penulisan artikel ilmiah yang diikuti
oleh seluruh dosen ITPa. Workshop ini akan dilaksanakan pada 7 November 2024,
dan menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan keterampilan praktis
dalam menulis artikel ilmiah yang memenuhi standar internasional. Hal ini
sangat relevan mengingat pentingnya publikasi sebagai bagian dari kemajuan
akademik.
Created By Widia/Humas
...
Institut Teknologi Padang (ITP) kembali
menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada
masyarakat melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Hibah
Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahap Kedua Tahun Anggaran 2024
Pada Selasa (29/10). Program ini bertajuk "Pendampingan Masyarakat
Berkelanjutan Kelompok Tani Guo Mandiri dalam Penerapan Teknologi Tepat Guna
Pembuatan Biogas dari Kotoran Ternak", yang dipimpin oleh Dr. Herix Sonata
MS, M.Si.
Proyek pengabdian ini bertujuan untuk
memberikan solusi berkelanjutan kepada masyarakat Kelompok Tani Guo Mandiri,
dengan memperkenalkan teknologi biogas sebagai alternatif pengolahan limbah
ternak yang ramah lingkungan. Dengan penerapan teknologi tepat guna ini,
masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan kotoran ternak untuk menghasilkan
energi yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak atau
penerangan.
Pelaksanaan monev dilakukan oleh tim
reviewer yang terdiri dari para ahli di bidangnya. Salah satu reviewer yang
memberikan penilaian adalah Prof. Dr. Hj. Suryani, M.Si., seorang pakar dalam
bidang teknologi dan pengabdian masyarakat. Prof. Suryani memberikan tinjauan
yang mendalam terhadap progres program ini, serta melihat potensi pengembangan
lebih lanjut di masa depan. Proses monev ini sangat penting untuk memastikan
bahwa proyek berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Dr. Herix Sonata, ketua tim pengabdian, program ini merupakan bentuk kontribusi nyata ITP dalam mendukung pengembangan masyarakat, terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang teknologi biogas, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional yang lebih mahal.
Hasil dari sesi monev menunjukkan bahwa
proyek ini berjalan dengan sangat baik. Reviewer menilai bahwa implementasi
teknologi biogas di Kelompok Tani Guo Mandiri sudah menunjukkan hasil yang
positif. Masyarakat terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan dan sudah mulai
menggunakan biogas untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, mereka mengungkapkan
kepuasan terhadap perubahan yang terjadi setelah teknologi ini diterapkan.
Dalam laporan hasil monev, Prof. Dr. Hj.
Suryani menekankan bahwa program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan
lebih lanjut, terutama dalam meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat
tersebut dalam mengelola teknologi biogas secara mandiri. Beliau juga
menyarankan adanya pelatihan lanjutan dan pendampingan agar program ini dapat
berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Projek ini sangat relevan dengan
kebutuhan masyarakat saat ini, di mana mereka membutuhkan solusi praktis dan
ramah lingkungan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras tim pengabdian dan
berharap teknologi ini bisa berkembang lebih luas lagi, tidak hanya di Kelompok
Tani Guo Mandiri, tetapi juga ke kelompok masyarakat lainnya,” ujar Prof.
Suryani dalam sesi penutupan monev.
Dengan hasil positif ini, ITP berencana
untuk terus melakukan evaluasi dan pendampingan secara berkala agar
implementasi teknologi biogas dapat terus ditingkatkan. Selain itu,
pengembangan program ini juga akan melibatkan berbagai pihak terkait, baik dari
sektor pemerintah maupun masyarakat itu sendiri, untuk menjamin keberlanjutan
dan dampak yang lebih luas.
Pengabdian kepada masyarakat merupakan
salah satu fokus utama dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan ITP
berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam memberikan solusi nyata bagi
masalah yang dihadapi masyarakat. Melalui program seperti ini, ITP tidak hanya
mencetak lulusan yang berkualitas, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan
perubahan positif di lingkungan sekitar.
Created By Widia/Humas
...
Satu lagi kabar menggembirakan yang
menambah daftar panjang prestasi Institut Teknologi Padang (ITP). Hadir pertama
kali pada tahun 2023 lalu, sebuah inovasi dikembangkan oleh tim peneliti dari
Program Studi Teknik Lingkungan yang diketuai oleh Dr.Herix Sonata MS, M.Si
yang sekaligus menjabat Ketua Prodi Teknik Lingkungan ITP.Melalui pengembangan Teknologi Tepat
Guna Pembuatan Biogas dari Kotoran Ternak sebagai alternatif energi terbarukan
di Desa Guo, Kelurahan Kuranji, Kota Padang. Tim peneliti Prodi Teknik Lingkungan
ITP menggelar Pendampingan Masyarakat Berkelanjutan Kelompok Tani Guo Mandiri
pada Minggu (06/10).Kegiatan ini merupakan tindak lanjut
dari rangkaian pelaksanaan program hibah yang berhasil diraih oleh tim peneliti
melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2024.
Dengan dukungan hibah ini, kegiatan tersebut dirancang untuk memberdayakan para
petani dengan menggabungkan pendekatan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat.Melalui program ini, limbah yang sering
dianggap tak bernilai kini diolah menjadi biogas, yang menjadi alternatif
solusi tepat guna yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berdampak langsung pada
masyarakat pedesaan. Inovasi ini tidak hanya membantu mengatasi permasalahan
limbah, tetapi juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil
yang kian mahal.Kelompok Tani Guo Mandiri, yang dipimpin
oleh Jamaris, A.Md., berperan sebagai mitra utama dalam kegiatan ini. Sebanyak
20 anggota kelompok tani turut serta, aktif berkolaborasi dengan dosen dan mahasiswa
dari Teknik Lingkungan ITP. Program ini menggabungkan pelatihan teknis dengan
penerapan langsung pembuatan tangki digester, yaitu alat untuk menghasilkan
biogas dari limbah ternak.Limbah Kotoran Ternak memiliki potensi
menjadi alternatif energi terbarukan sebagai bahan utama dalam proses
fermentasi anaerobik di dalam tangki digester. Proses ini menghasilkan gas
metana yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, menjadikannya
sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan bagi warga desa.Pengembangan teknologi biogas ini
melibatkan pembuatan biodigester sederhana namun efektif, di mana kotoran
ternak dicampur dengan air dan bahan tambahan seperti bioaktivator EM4 dan
molase. Setelah difermentasi selama sekitar 20 hari dalam kondisi tanpa
oksigen, digester menghasilkan gas metana yang siap digunakan untuk kebutuhan
sehari-hari. Teknologi ini juga memungkinkan masyarakat memanfaatkan residu
sebagai pupuk organik, sehingga menghasilkan manfaat tambahan untuk sektor
pertanian.Selain itu, dengan penggunaan biogas
yang ramah lingkungan, Desa Guo telah membantu mengurangi jejak karbon dan
menyumbang pada penurunan polusi udara di daerah sekitarnya. Biogas yang
dihasilkan memungkinkan warga desa untuk menghemat pengeluaran energi dan
menciptakan siklus yang berkelanjutan: kotoran ternak diubah menjadi energi,
dan residunya dimanfaatkan kembali dalam bentuk pupuk yang berguna bagi
pertanian lokal.Keberhasilan pengembangan biogas di Desa
Guo ini menjadi contoh nyata bahwa teknologi tepat guna dapat diterapkan oleh
masyarakat pedesaan dengan dampak positif yang luas. Dengan dukungan akademisi,
masyarakat, dan pemerintah, teknologi energi terbarukan seperti biogas membuka
peluang besar bagi desa-desa di Indonesia untuk mencapai kemandirian energi.Inovasi ini menandai langkah besar
menuju pemanfaatan energi terbarukan di tingkat lokal dan menjadi bukti nyata
bahwa limbah pun dapat diubah menjadi energi yang bermanfaat. Bagi Desa Guo dan
banyak wilayah lain di Indonesia, biogas dari limbah ternak bukan hanya solusi
energi yang berkelanjutan, tetapi juga simbol dari kemajuan dan kemandirian
energi yang dapat dicapai bersama.
Created By Widia/Humas
...