Institut Teknologi Padang (ITP) melalui
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) kembali menegaskan
komitmennya terhadap pengembangan penelitian dan inovasi akademik. Kali ini
diwujudkan dengan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pendanaan
Penelitian Ditjen DIKTI dan DIKSI di ruang sidang utama ITP, pada Selasa
(08/10).
Kegiatan Monev ini dibuka secara resmi
oleh Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc, IPM, ASEAN Eng, APEC Eng, selaku Ketua LP2M
ITP. Dalam sambutannya, Dr. Nofriady menegaskan kegiatan ini merupakan langkah
strategis ITP untuk memantau progres penelitian serta mengevaluasi luaran yang
dihasilkan oleh para dosen penerima hibah penelitian.
Tujuan dari pelaksanaan Monev ini adalah untuk
memastikan bahwa program pendanaan penelitian menghasilkan luaran berkualitas
dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta pengembangan
teknologi di Indonesia.
Dalam sesi tersebut, para dosen penerima
program pendanaan penelitian fundamental reguler tahun anggaran 2024 turut
hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Prof. Dr. Ir. Maidiawati, S.T, M.Eng,
IPM, Dr. Eng. Ir. M. Ridwan, M.T, IPM., dan Ir. Zulkarnaini, M.T. Mereka
menyampaikan progress dari penelitian yang mereka lakukan, termasuk capaian
yang telah diraih serta tantangan yang dihadapi di lapangan.
Tidak hanya itu, penerima program
pendanaan penelitian terapan penugasan (Baterai Listrik) dan penelitian produk
vokasi (P2V) Batch II Tahun Anggaran 2024, yakni Al, M.T., Aswir Premadi,
M.Sc., dan Alfith, M.Pd., juga turut melaporkan progres penelitian mereka.
Penelitian ini difokuskan pada
pengembangan teknologi terapan yang dapat diaplikasikan di sektor industri dan
masyarakat. Fokus penelitian mereka pada pengembangan baterai listrik
dan produk-produk vokasi dianggap memiliki potensi besar dalam mendukung
kemajuan industri energi terbarukan dan sektor pendidikan vokasi di Indonesia.
Dalam pelaksanaan Monev ini turut hadir Fajrin,
M.Si, sebagai penerima Hibah Institusi ITP Tahun 2024, beliau juga memberikan
paparan mengenai hasil penelitian yang telah dicapai. Hibah ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas
riset di lingkungan institusi yang berpotensi memberikan dampak langsung kepada
perkembangan akademik dan teknologi di lingkungan ITP.
Untuk menjamin kualitas dan efektivitas
penelitian yang dilakukan, LP2M ITP juga mengundang reviewer eksternal dari
Universitas Andalas (UNAND), Prof. Dr. Eng. H. Gunawarman, M.T. Prof.
Gunawarman memberikan perspektif baru serta masukan yang konstruktif bagi para
peneliti dalam meningkatkan kualitas penelitian mereka.
Dalam sesi evaluasi, Prof. Gunawarman
mengapresiasi hasil penelitian yang telah dicapai oleh para peneliti ITP, beliau
juga memberikan beberapa catatan penting terkait kemajuan dan luaran penelitian
yang dihasilkan oleh para dosen ITP. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam
penelitian agar hasilnya dapat memiliki nilai tambah dan kontribusi nyata
terhadap pengembangan teknologi di Indonesia.
Dengan adanya kegiatan Monitoring dan
Evaluasi ini, ITP semakin menunjukkan komitmennya untuk mendorong riset
berkualitas dan inovasi berkelanjutan, yang diharapkan dapat memperkuat posisi
ITP sebagai salah satu institusi pendidikan terdepan dalam bidang penelitian
dan teknologi di Indonesia.
Komitmen ITP dalam meningkatkan kualitas
penelitian tidak hanya terbatas pada internal kampus, tetapi juga melalui
kemitraan dengan institusi lain serta dukungan penuh dari pemerintah melalui
berbagai program hibah.
Created By Widia/ Humas
...
Dalam rangka memperkuat keunggulan dan
mutu ITP dalam pengembangan inovasi, riset, dan publikasi, Senin, 30 September
2024 Institut Teknologi Padang menjadi saksi atas momen bersejarah saat Prof.
Ade Indra, S.T., M.T, IPM berhasil mendapat penghargaan yang sangat prestisius dari
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.
Penghargaan tersebut berupa Surat
Keputusan (SK) Guru Besar, yang diserahkan secara langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah
X, Afdalisma, SH, M.Pd disaksikan oleh pejabat dan staf
LLDikti Wilayah X, Rektor ITP, dan beberapa pimpinan perguruan tinggi di
lingkungan LLDikti Wilayah X bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 LLDikti Wilayah
X.
Dalam sambutannya, Rektor ITP, Dr. Ir.
Hendri Nofrianto, M.T., IPM, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas
pencapaian dan prestasi ini. Prof. Ade Indra menjadi inspirasi bagi
banyak orang dengan pencapaiannya yang luar biasa. Beliau menegaskan dalam
waktu hanya tiga tahun setelah menyelesaikan studi S3, Prof. Ade berhasil
meraih gelar profesor.
"Ini adalah sesuatu yang sangat
spesial bagi ITP, ketika kami menerima informasi dari LLDikti Wilayah X, saya
merasa haru. Prestasi ini bukan hanya luar biasa, tetapi juga menunjukkan
ketekunan dan fokus yang dimiliki oleh Prof. Ade, prestasi ini adalah hasil
dari perjuangan luar biasa dan membanggakan ," ungkap beliau.
Rektor ITP, dalam sambutannya,
mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada LLDikti Wilayah X. Menurutnya
penyerahan SK ini tidak terlepas dari bimbingan dan motivasi yang diberikan
oleh LLDikti Wilayah X, dukungan LLDikti Wilayah X sangat berarti bagi ITP dalam
mencetak dosen-dosen berkualitas yang siap berkontribusi di dunia pendidikan.
Beliau juga menyampaikan terima kasih
atas undangan yang diberikan untuk hadir dalam acara tersebut. Rektor berharap
semoga LLDikti Wilayah X semakin berjaya dan menekankan pentingnya kolaborasi antara
semua elemen pendidikan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang
lebih baik dan berkualitas.
Kepala LLDikti Wilayah X mengawali sambutan
dengan ucapan syukur dan ungkapan rasa bangga, beliau mengucapkan selamat kepada Prof.
Ade Indra atas pencapaian yang diraih. juga mengungkapkan
rasa terima kasih atas kebersamaan yang terjalin selama proses pengusulan
hingga penyerahan SK.
“Alhamdulillah, kami sangat senang
dapat menyaksikan momen bersejarah ini. Kami selalu berkomitmen untuk
meningkatkan jumlah guru besar di perguruan tinggi. Alhamdulillah, hari ini
kami dapat merayakan pencapaian Prof. Ade. Ini merupakan langkah maju dalam
transformasi pendidikan tinggi," ucapnya dengan semangat yang tinggi.
Beliau berharap agar semua institusi dapat
bersinergi dalam mencapai tujuan bersama, dan mengungkapkan komitmennya untuk
terus mendukung perguruan tinggi swasta (PTS) di lingkungan LLDikti Wilayah X dalam
meningkatkan kualitas dan mutu di berbagai aspek.
Acara ini tidak hanya menandai keberhasilan
individu, tetapi juga mencerminkan upaya kolektif dalam memajukan dunia
pendidikan tinggi di Indonesia. Prof. Ade Indra bukan hanya sekadar
mendapatkan gelar Guru Besar, tetapi juga menjadi simbol harapan dan kemajuan
dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Mari kita terus dukung upaya
peningkatan kualitas pendidikan demi masa depan yang lebih baik.
Created By Widia/ Humas
...
Tim TOBACCO ALARM Institut Teknologi
Padang (ITP) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah Nasional. kali ini,
tim PKM kebanggan ITP ini berhasil terpilih sebagai Kelompok Mahasiswa
Terkreatif dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa - Kewirausahaan (PKM-KC)
untuk klaster V Di Ajang PKM Award Tahun 2024. Keberhasilan ini bukan hanya
menjadi kebanggaan bagi tim tersebut, tetapi juga menambah deretan prestasi ITP
di tingkat nasional.
Tim yang dipimpin oleh Zahara Julen ini
menciptakan inovasi yang tak hanya menarik, tetapi juga memiliki dampak besar
dalam masyarakat. Dikenal dengan nama TOBACCO ALARM, tim ini mengembangkan
sebuah alat berbasis teknologi yang dapat mendeteksi dan memberikan peringatan
dini terkait bahaya paparan asap rokok.
“Saya merasa sangat bangga bisa membawa
nama ITP ke kancah nasional melalui inovasi ini. Kami ingin membuktikan bahwa
mahasiswa ITP, khususnya di Prodi Teknik Elektro, mampu bersaing di tingkat
yang lebih tinggi dengan ide-ide kreatif yang berdampak positif bagi
masyarakat,” ujar Zahara dengan semangat.
Selain Zahara Julen yang menjabat sebagai
ketua, tim ini juga beranggotakan Nurul Ramadhan, Agus Tri Wahyudi, dan
Muhammad Fikri Rizki Antomi, yang turut berperan aktif dalam mengembangkan
proyek inovatif ini. Di bawah bimbingan dosen Andi Muhammad Nur Putra, M.T.,
tim ini berhasil menunjukkan kekompakan, ide kreatif, serta kemampuan teknis
dalam mengembangkan Tobacco Alarm menjadi solusi yang tepat guna.
Keberhasilan tim ini menjadi bukti bahwa
semangat berinovasi dan berkreasi dapat membawa hasil yang luar biasa.
Pencapaian ini tidak hanya membanggakan bagi tim Tobacco Alarm, tetapi juga
menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika ITP untuk terus berkarya dan
berinovasi.
Menurut Zahara, kemenangan ini juga
memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kerjasama tim dan kemampuan
untuk bertahan di tengah tantangan. Ia menyadari bahwa setiap ide besar pasti
dihadapkan pada rintangan, namun dengan saling mendukung dan kompak, tantangan
tersebut bisa diatasi.
“Setiap ide besar pasti memiliki
tantangannya sendiri, namun jika kita tetap kompak dan saling mendukung, tidak
ada yang tidak mungkin.Kerja sama yang solid dan semangat pantang menyerah
adalah kunci untuk mengubah ide menjadi kenyataan yang berdampak luas,"
ujarnya dengan penuh keyakinan ,” tambahnya.
Tim TOBACCO ALARM kini tengah
mempersiapkan langkah berikutnya untuk melanjutkan pengembangan alat ini lebih
jauh lagi. Mereka berharap dapat membawa inovasi ini ke masyarakat lebih luas
dengan bantuan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, dunia industri,
dan masyarakat umum.
Prestasi ini juga membuka mata banyak
pihak akan potensi mahasiswa ITP dalam mengembangkan solusi yang kreatif dan
aplikatif di dunia nyata. Dengan semangat yang terus menggelora, ITP berharap
dapat melahirkan lebih banyak inovator muda yang siap menghadapi tantangan
zaman dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Keberhasilan Tim TOBACCO ALARM tentunya
tidak hanya menjadi milik mereka, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi ITP dan
seluruh masyarakat kampus. Melalui program seperti PKM-KC, mahasiswa ITP
didorong untuk terus berpikir kreatif dan memberikan solusi nyata bagi masalah
sosial yang ada.
Inovasi mereka adalah contoh nyata bahwa
pendidikan tinggi tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang bagaimana
mengaplikasikan ilmu untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi dunia.
Created By Cyntia Lase/Humas
...
Tak
pernah menyerah dan terus belajar adalah prinsip yang selalu dipegang teguh
oleh Prof. Dr. Ade Indra, S.T., M.T., IPM.
Jalan berliku ia lewati untuk menjadi pakar sekaligus Guru Besar Ilmu Material
Teknik di Institut Teknologi Padang, perjalanan beliau menuju pencapaian ini
penuh dengan dedikasi dan kerja keras yang patut diacungi jempol.
Setiap perjalanan dimulai dengan sebuah
impian, bagi Prof. Ade, impian itu muncul saat beliau menyelesaikan pendidikan
S3, beliau tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga menetapkan
strategi yang terukur. Prof. Ade mulai merancang strategi, fokus dalam
penelitian dan publikasi adalah kunci utama dalam perjalanannya.
“Dengan target yang jelas, saya
sudah mengatur strategi untuk mengajukan jabatan Guru Besar dalam waktu tiga
tahun setelah menyelesaikan pendidikan S3. Untuk mencapai target ini, saya
konsisten untuk membuat riset-riset penelitian dan setiap tahun diisi dengan
publikasi berkualitas ,” ujar beliau dengan semangat.
Dengan ketekunan, beliau berhasil
menciptakan tiga publikasi setiap tahun untuk jurnal internasional dan nasional
bereputasi. “Target Dikti satu publikasi, saya hasilkan tiga publikasi ,”
tambahnya. Hal ini menunjukkan betapa kerja keras dan konsistensi adalah kunci
dalam mencapai cita-cita.
Pria kelahiran Payakumbuh, 27 Oktober 1974
menyebutkan perjalanan ini tidak hanya tentang pencapaian individu, Prof. Ade
juga aktif menggandeng rekan-rekan dosen untuk saling berkolaborasi dalam
penelitian dan penulisan artikel ilmiah. Beliau percaya, kolaborasi adalah
kekuatan dan kunci dalam dunia akademis.
Kerja sama ini tidak hanya terjalin di
antara dosen ITP, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi mitra serta Research
Group dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam kelompok riset ini, Prof.
Ade berperan sebagai tenaga ahli dalam pengembangan manufaktur, khususnya dalam
menciptakan scaffold untuk aplikasi teknik mesin.
Tanggung jawab sebagai akademisi menjadi
landasan bagi Prof. Ade untuk tidak hanya fokus pada publikasi, tetapi juga
pada pengabdian kepada masyarakat. Harapannya, riset yang lahir dari ITP tidak
hanya menjadi karya ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata di
industri.
"Saya ingin hasil riset dan karya yang lahir dari ITP dapat
berkontribusi pada masyarakat dan menjadi income generator bagi ITP. Sehingga
dapat memperkuat posisi institusi di mata publik , " katanya,
menunjukkan visinya yang luas.
Tidak ada perjalanan yang mudah, nasehat bijak
dari orang tua selalu menginspirasi Prof. Ade “Jangan berhenti belajar”,
adalah mantra yang terus beliau pegang. Setiap tantangan yang ada
dipandangnya sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh. “Ada jalan yang akan
memudahkan kita,” ujarnya optimis, menegaskan pentingnya sikap positif dalam
menghadapi berbagai rintangan.
Rektor ITP, Dr. Ir. H. Hendri Nofrianto,
M.T., IPM, menambahkan bahwa pencapaian Prof. Ade adalah cerminan konsistensi
dan dedikasi. Pencapaian Prof. Ade menjadi motivasi tambahan bagi
dosen-dosen lainnya untuk terus berkarya.
“Ini adalah contoh yang sangat baik bagi
rekan-rekan dosen lainnya untuk terus berkarya. Dengan kerja keras dan pemetaan
yang baik, siapa pun bisa mencapai apa yang diimpikan. Aktualisasi diri yang
dilakukan Pak Ade menunjukkan bahwa semua bisa diraih dengan tekad dan kerja
keras ,” ungkap beliau.
Kebanggaan ITP pun semakin bertambah
dengan lahirnya Prof. Ade sebagai guru besar ketiga di lingkungan akademis ITP.
Dengan segala pencapaian ini, harapannya adalah ITP akan terus menciptakan
generasi insinyur yang siap menghadapi tantangan global dan mampu menjaga
atmosfer akademik yang baik, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selamat kepada Prof. Dr. Ade Indra atas
pencapaian luar biasa ini! Semoga perjalanan dan karya beliau terus menginspirasi
banyak orang dan memberikan kontribusi positif bagi dunia akademis dan industri
di Indonesia.
Created By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP) melalui
Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) baru-baru ini
melakukan kunjungan ke PT. Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (Frogs
Indonesia) dalam kerangka hibah Matching Fund pada 10 hingga 11 September 2024.
Kunjungan ini bertujuan untuk membangun interaksi sekaligus keberlanjutan
inovasi melalui perkuatan jejaring akademik.
Kolaborasi antara Prodi TRIL ITP dengan
PT. Frogs Indonesia merupakan bukti nyata dari misi ITP yakni memajukan peradaban
manusia melalui inovasi teknologi. Dalam jalinan kerja sama ini Prodi TRIL ITP
bersama PT. Frogs Indonesia mengembangkan pesawat tanpa awak yang disebut
dengan Hexacopter dalam pengambilan Fotogrametri.
Kunjungan kemitraan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi
TRIL, Asnal Effendi, S.T., M.T., IPM, ASEAN. Eng bertujuan untuk
membahas pengembangan Tri Dharma perguruan tinggi, dengan fokus pada penelitian
Hexacopter dan program magang industri bagi mahasiswa.
Dalam pertemuan tersebut, diskusi
berjalan sangat produktif, menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi
dan industri dalam mendukung pengembangan pendidikan yang inklusif. Langkah ini
menjadi bagian dari milestone percepatan penghiliran hasil inovasi dengan
pendekatan Industry Driven melalui program Matching Fund.“Saat ini program Matching Fund
memperkuat upaya perguruan tinggi untuk memperluas jejaring kemitraan dengan industri
dalam rangka percepatan penghiliran. Program ini menjadi wahana berbasis riset
dan inovasi yang bersinergi dengan industri dan pemerintah ,” ujar Ka. Prodi
TRIL ITP.
Penelitian Hexacopter menjadi salah satu
topik utama, dengan harapan dapat menciptakan inovasi baru yang relevan di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, diskusi mengenai program
magang industri bertujuan untuk memberikan mahasiswa pengalaman praktis,
meningkatkan keterampilan mereka, dan mempersiapkan mereka untuk tantangan di
dunia kerja.
Melalui program ini, ITP berharap dapat
meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, sekaligus mendukung mahasiswa
dalam membangun karier yang lebih baik di masa depan. Dengan langkah ini, ITP
terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan yang responsif dan adaptif
terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.
“Harapannya Program Matching Fund ini
akan menjadi sebuah ruang yang dapat mewujudkan kolaborasi industri dan
perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi-inovasi yang berdampak pada kemajuan
perekonomian Indonesia dan penguatan daya saing-daya tangguh bangsa,”
tutup beliau.
Dalam kunjungan ini, Ka. Prodi TRIL turut
didampingi oleh oleh perwakilan dosen ITP, yakni Dasman, M.T., Al, M.T, Aswir
Premadi, M.Sc, dan Ir. Andi Syofian, S.T, M.T, IPM., serta Kepala Biro Pusat
Layanan Terpadu BLT ITP, Hamdi Habdillah, M.Kom dan Kabag. Perlengkapan dan Rumah
Tangga, Wiko Afitra, S.Kom.
Created By Widia/Humas ...