Upaya menghadirkan inovasi yang
memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terus diperkuat melalui kegiatan
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Mahasiswa Berdampak. Kegiatan hibah
bertema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra ini
dilaksanakan pada Jumat (24/04) bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Gedung D, Kampus
I Institut Teknologi Padang.
Kegiatan tersebut mengangkat
inovasi bertajuk “Teknologi Pengolahan Air Bersih dan Aquaponic Berbasis
Ekonomi Hijau dengan Energi Matahari”. Program ini menjadi bentuk kontribusi
akademik dalam menghadirkan solusi teknologi ramah lingkungan untuk membantu
masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya secara
berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan monev, Ketua
Tim Hibah Hafni, S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T.,
mempresentasikan perkembangan program dan capaian kegiatan. Keduanya didampingi
Kepala LPPM Institut Teknologi Padang, Mastariyanto Perdana, M.Eng., sebagai bagian
dari upaya memastikan pelaksanaan hibah berjalan sesuai target dan memberikan
dampak nyata.
Proses evaluasi dilakukan oleh
dua asesor, yaitu Prof. Dr. Rika Ampuh Hadiguna, S.T., M.T., Guru Besar
Departemen Teknik Industri Universitas Andalas, serta Prof. Dr. Ir. Muhammad
Yahya, M.Sc., Guru Besar Teknik Mesin ITP. Tim asesor melakukan validasi dan
verifikasi terhadap dokumen, pelaksanaan kegiatan, serta luaran yang dihasilkan
dari program tersebut.
Sebagai salah satu Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong inovasi
mahasiswa dan dosen agar mampu menjawab persoalan masyarakat. Program ini
menjadi bukti nyata komitmen ITP dalam mengembangkan teknologi terapan yang
menggabungkan energi terbarukan, pemberdayaan masyarakat, dan konsep ekonomi
hijau.
Setelah proses evaluasi, tim
monev melanjutkan kegiatan dengan kunjungan lapangan ke lokasi penerapan
teknologi di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo. Kegiatan tersebut turut
didampingi staf LPPM Monica Fitria, S.Kom., Staf Publikasi Widia Afrianti,
S.Si., serta dua mahasiswa Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik yang terlibat
dalam implementasi program.
Melalui kegiatan hibah ini, ITP
terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang hadir
memberikan solusi bagi masyarakat. Pengembangan teknologi air bersih dan
aquaponik berbasis energi matahari diharapkan menjadi langkah strategis dalam
pemulihan pascabencana sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang
berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...
Di
balik berdirinya infrastruktur penting di Kota Padang, terdapat sosok Ir.
Antonov, ST, MT, IPM, seorang pendidik sekaligus tenaga ahli yang telah
mendedikasikan hidupnya pada bidang ketenagalistrikan. Perannya dalam proyek
instalasi listrik pada pembangunan Kantor Walikota dan DPRD Kota Padang menjadi
salah satu kontribusi nyata yang berdampak langsung pada pelayanan publik dan
operasional pemerintahan. Tidak
hanya itu, kiprahnya juga mencakup berbagai proyek strategis lain yang
menyentuh kebutuhan masyarakat luas. Mulai dari pengawasan dan perencanaan
sistem MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) untuk fasilitas pendidikan
seperti Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, hingga proyek
pembangunan rumah susun di Sumatera Barat yang mendukung penyediaan hunian
layak bagi masyarakat. Salah
satu pengalaman yang menonjol adalah keterlibatannya dalam rehabilitasi dan
rekonstruksi pasca gempa bumi Sumatera Barat. Dalam proyek tersebut, beliau
berkontribusi pada perencanaan sistem kelistrikan yang aman dan andal,
memastikan bangunan yang dibangun kembali tidak hanya berfungsi, tetapi juga
lebih tangguh terhadap bencana. Pengalaman panjangnya di dunia
profesional berjalan seiring dengan pengabdiannya sebagai dosen di Institut Teknologi Padang, yang dikenal sebagai
salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat dalam pengembangan
pendidikan berbasis teknologi dan rekayasa. Bagi beliau, dunia pendidikan bukan
sekadar tempat mentransfer ilmu, melainkan ruang untuk membentuk karakter
generasi muda. Ia dikenal sebagai sosok yang mencintai profesinya sebagai
pendidik dengan sepenuh hati, menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teknis
tetapi juga bernilai kehidupan. Dalam
setiap kesempatan, beliau selalu menyampaikan pesan sederhana namun kuat kepada
mahasiswa: pentingnya kejujuran dan kerja keras. Baginya, dua nilai tersebut
adalah fondasi utama untuk bertahan dan berkembang di dunia profesional yang
terus berubah. Ke
depan, tantangan sektor energi di Sumatera Barat akan semakin besar. Proyeksi
menunjukkan bahwa kebutuhan daya listrik di wilayah ini akan meningkat hingga
sekitar ±5.564 MW pada tahun 2050. Lonjakan ini berarti hampir tiga kali lipat
dari kondisi saat ini, yang secara langsung akan mendorong peningkatan
kebutuhan tenaga kerja di sektor ketenagalistrikan. Transformasi
energi yang mengarah pada pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) serta
digitalisasi sistem kelistrikan membuka peluang besar bagi generasi muda,
khususnya lulusan teknik. Potensi lapangan kerja diperkirakan mencapai puluhan
ribu hingga tahun 2050, menjadikan sektor ini sebagai salah satu bidang strategis
di masa depan. Dalam
konteks tersebut, peran beliau menjadi semakin relevan. Ia tidak hanya
berkontribusi melalui proyek-proyek yang berdampak bagi masyarakat, tetapi juga
melalui perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan
energi masa depan.
Created
By Widia/Humas ...
Semangat
emansipasi kembali menemukan maknanya dalam sosok Maidiawati, yang kini
memimpin Institut Teknologi Padang periode 2026–2029. Di bawah kepemimpinannya,
kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera
Barat ini terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang
inklusif dan berkualitas. Dalam momentum Hari Kartini, kisahnya menjadi
refleksi bahwa pendidikan membuka jalan setara bagi siapa pun, tanpa memandang
gender dan latar belakang.
Lahir
di Pesisir Selatan pada 1972, perjalanan hidupnya tidak dirancang untuk menjadi
pemimpin kampus. Ia bergabung pada 2001, memulai langkah panjang di dunia
akademik. Sejak 2013 setelah menyelesaikan studi doktoralnya di Toyohashi
University of Technology, ia semakin fokus mengembangkan kapasitas
akademik, hingga akhirnya sukses meraih gelar guru besar pada tahun 2024
melalui dedikasi pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Tidak
ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam pendidikan. Semua punya
peluang yang sama untuk maju, asalkan mau berusaha,” ujar beliau. Pernyataan
tersebut menjadi pesan kunci yang menggambarkan perubahan zaman, di mana akses
pendidikan kini semakin terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk masa depan lebih
baik.
Perjalanan
kariernya menunjukkan transformasi nyata. Dari dosen, ia dipercaya menjadi
ketua jurusan, kemudian dekan, hingga menjabat Wakil Rektor I bidang akademik
dan kemahasiswaan. Kini, ia mencatat sejarah sebagai rektor perempuan pertama
sejak 1973, menandai babak baru kepemimpinan di kampus teknik tersebut.
Menurutnya,
dahulu posisi pimpinan kampus identik dengan laki-laki. Namun kini, perempuan
semakin banyak mengambil peran strategis di perguruan tinggi. Di Sumatera
Barat, kiprah perempuan bahkan menjadi kekuatan sosial yang diakui. Tidak ada
lagi batasan, karena kompetensi menjadi ukuran utama dalam menentukan peran.
Di
lingkungan kampus, prinsip kesetaraan telah lama diterapkan. Tidak ada perbedaan
dalam kebijakan maupun aturan. Kehadiran pemimpin perempuan justru memperkuat
pesan bahwa bidang teknik pun terbuka luas. Mahasiswa perempuan kini memiliki
teladan nyata bahwa mereka mampu memimpin dan berprestasi.
Semangat
itu sejalan dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang sejak dulu
memperjuangkan hak perempuan dalam pendidikan. Jika dahulu akses begitu
terbatas, kini peluang terbuka lebar. Tinggal bagaimana generasi muda
memanfaatkannya untuk berkembang, berkarya, dan mencapai posisi tertinggi.
Di
balik semua peran, keseimbangan tetap dijaga. Keluarga yang solid dan tim
kampus yang kompak menjadi fondasi utama. Pesan beliau sederhana namun kuat
“Generasi muda, khususnya perempuan, harus terus bersemangat mengejar
pendidikan, karena di sanalah masa depan dibentuk dan peluang besar menanti
untuk diwujudkan”.
Created
By Widia/Humas ...
Prestasi
akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Institut
Teknologi Padang melalui keberhasilan sejumlah dosen meraih pendanaan
Program Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Riset Konsorsium dan
Inovasi Seni Nusantara. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera
Barat, capaian ini semakin menegaskan komitmen kuat Institut Teknologi Padang
dalam mendorong riset yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan.
Pendanaan
tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap kualitas gagasan yang diusulkan
para dosen. Selain itu, dukungan ini membuka ruang lebih luas bagi pengembangan
penelitian aplikatif yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai
dari aspek sosial, lingkungan, hingga penguatan ekonomi berbasis inovasi
berkelanjutan di berbagai sektor strategis.
Sejumlah
dosen yang berhasil meraih pendanaan tersebut antara lain Prof. Dr. Ir M.
Yahya, M.Sc,
Asmara Yanto, M.T, Drs. Al, M.T, Sri Hartuti, Ph.D, Fauzan Ismail, Ph.D, Prof.
Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, , S.T., M.T., IPM, dan Ir Leli Honesti, Ph.D.
Nama-nama ini mencerminkan kekuatan sumber daya manusia yang produktif dan
inovatif.
Melalui
program penelitian dan pengabdian, para dosen diharapkan mampu menghasilkan
luaran yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga
implementasi nyata di tengah masyarakat. Pendekatan ini menjadi penting untuk
memastikan bahwa ilmu pengetahuan dapat memberikan manfaat langsung secara
berkelanjutan dan relevan.
Keterlibatan
dalam riset konsorsium dan inovasi seni nusantara juga memperkuat jejaring
kolaborasi lintas disiplin. Sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemangku
kepentingan lainnya menjadi faktor kunci dalam menciptakan inovasi yang
adaptif, kreatif, serta mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang
secara dinamis.
Capaian
ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lainnya untuk
terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian. Semangat kolaborasi dan
inovasi yang terbangun akan memperkuat budaya akademik yang produktif,
sekaligus mendorong lahirnya solusi-solusi baru yang berdampak luas bagi
masyarakat dan pembangunan.
Melalui
keberhasilan ini, Institut Teknologi Padang kembali menegaskan perannya sebagai
institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan ilmu
pengetahuan, inovasi, dan kontribusi nyata. Riset tidak hanya menjadi kewajiban
akademik, tetapi juga jembatan untuk menghadirkan perubahan positif bagi
masyarakat luas.
Created By Widia/Humas
...
Program inovatif bertajuk Gema
Ramadhan yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Padang
(ITP) hadir menyemarakkan bulan suci dengan menghadirkan
ceramah singkat berdurasi satu menit yang dikemas dalam format video pendek. Program
ini menghadirkan pesan dakwah yang relevan dengan kehidupan masyarakat,
khususnya generasi muda, selama 30 hari penuh bulan suci.
Setiap episode menghadirkan ceramah dengan
tema yang beragam, mulai dari nilai keimanan, refleksi diri, hingga motivasi
menjalani Ramadan secara produktif. Seluruh konten disajikan dengan bahasa
ringan dan mudah dipahami agar dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Program ini ditayangkan melalui
platform digital TikTok dan Instagram dengan latar pengambilan gambar di
lingkungan Kampus I dan Kampus II ITP. Pendekatan visual tersebut diharapkan
mampu menghadirkan nuansa religius sekaligus memperkenalkan suasana akademik
kampus kepada publik luas.Dalam program ini tampil dua ustadz
kebanggaan kampus, yakni Ustad Ismet Eka Putra, S.T., M.T., dan Ustad Rozi
Saferi, M.T., yang dikenal aktif menyampaikan dakwah kepada mahasiswa dan
masyarakat Kota Padang. Kehadiran keduanya memberikan warna tersendiri dalam
menyampaikan pesan keislaman yang inspiratif.
Selain itu, program Gema Ramadhan
juga menghadirkan sejumlah ustadz kenamaan Kota Padang, seperti Ustad Kamarul
Zaman, M.A., Ustad Radno Novriyanto, S.T., M.M., Ustad Adrianto Malin Marajo,
S.H., serta Ust. Thaheransyah, S.Sos.I., M.A., yang turut berbagi pesan Ramadan
melalui video singkat.Menariknya, program ini juga
melibatkan mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKM KI),
yaitu Satria Zaky, Romi Andryan, dan Mardoni. Keterlibatan mahasiswa menjadi
bagian dari upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk ikut berdakwah
secara kreatif.
Melalui program Gema Ramadhan, diharapkan pesan-pesan kebaikan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui media digital. Kehadiran konten dakwah singkat ini diharapkan mampu menjadi pengingat harian sekaligus inspirasi bagi generasi muda menjalani Ramadan dengan lebih bermakna, sekaligus memperkuat peran Institut Teknologi Padang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga aktif dalam menyebarkan nilai-nilai positif dan keagamaan di tengah masyarakat.
Created By Widia/Humas
...