Image

Hadir sebagai Narasumber, Ir. Anisya, M. Kom Bagikan Strategi Membangun dan Menumbuhkan Jurnal Ilmiah di Lingkungan LLDIKTI Wilayah X

Pengelolaan jurnal ilmiah tidak berhenti pada terbitnya artikel. Di balik setiap edisi, terdapat tata kelola, alur editorial, sumber daya manusia, infrastruktur, hingga kebijakan yang menentukan keberlanjutan jurnal. Hal tersebut menjadi fokus Bimbingan Teknis Pengelolaan Jurnal Ilmiah Terakreditasi Nasional dan Internasional yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah X, Rabu (30/09), di Hotel Mercure Padang. Kegiatan yang diikuti pengelola jurnal dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah X, mencakup Sumatera Barat dan Jambi, ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelola jurnal ilmiah. Salah satu pembicara yang hadir adalah Ir. Anisya, M. Kom, dosen Teknik Informatika Institut Teknologi Padang (ITP).Dalam kegiatan tersebut, Ir. Anisya membawakan materi bertajuk “Membangun Jurnal Ilmiah dari Nol: Fondasi, Tata Kelola, SDM, Infrastruktur, OJS, dan Kebijakan Editorial”. Materi ini mengajak peserta melihat pengelolaan jurnal secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari sisi penerbitan, tetapi juga bagaimana membangun sistem yang mampu menjaga kualitas publikasi secara konsisten. Salah satu perhatian utama yang dibahas adalah pentingnya menjaga workflow editorial melalui Open Journal Systems (OJS) secara konsisten. Setiap tahapan perlu memiliki alur yang jelas, mulai dari penerimaan naskah, proses review, pengelolaan editor, hingga penerbitan. Konsistensi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas hasil penelitian dari setiap penulis atau author secara berkelanjutan. Selain workflow, pengelola jurnal juga perlu memahami fondasi kelembagaan dan infrastruktur, termasuk surat keputusan, publisher, domain, cloud atau hosting, ISSN, DOI, email, serta OJS. Pemahaman terhadap struktur organisasi, pembagian peran, pemilihan editor dan reviewer, serta keberlanjutan sumber daya manusia turut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola jurnal yang kuat.Sebagai keluaran pembelajaran, kegiatan ini menghasilkan blueprint pengelolaan jurnal yang dapat menjadi acuan implementasi di perguruan tinggi. Blueprint tersebut merangkum kebutuhan, tahapan, serta fondasi pengelolaan jurnal, sehingga peserta memiliki gambaran lebih terarah untuk membangun sistem pengelolaan yang transparan, konsisten, terukur, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan institusi. Penguatan kapasitas pengelola jurnal menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem penelitian yang berkualitas. Bagi Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, pengelolaan jurnal yang tertata bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi juga ruang untuk memastikan karya ilmiah dikelola secara profesional, mudah ditelusuri, dan memiliki peluang berkembang menuju visibilitas yang lebih luas. Created By Widia/Humas ...
30 September 2026 #diktiberdampak #dosen #fakultas-teknik #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-informatika #webometrics
Image

Bukti Riset Kampus Makin Aplikatif, 7 Inovasi Dosen ITP Kantongi Paten Sederhana DJKI

Tujuh inovasi karya dosen Institut Teknologi Padang (ITP) berhasil memperoleh sertifikat Paten Sederhana dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Capaian tersebut menjadi bag Search: ian dari perkembangan riset kampus yang diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan karya akademik, tetapi juga menciptakan inovasi bernilai guna bagi masyarakat dan dunia industri. Ketujuh paten sederhana tersebut lahir dari kolaborasi dosen lintas bidang keilmuan, mulai dari kesehatan, pangan fungsional, energi terbarukan, hingga teknologi tepat guna. Sertifikat perlindungan kekayaan intelektual yang diperoleh memberikan landasan hukum bagi setiap invensi sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui hilirisasi dan kerja sama dengan mitra industri. Drs. Al, M.T. menjadi salah satu inventor dengan dua invensi yang berhasil memperoleh paten sederhana. Keduanya yakni Sistem Penyemprotan Tanaman pada Wahana Heksakopter dan Tanki Teknologi Modifikasi Cuaca. Dua inovasi tersebut menunjukkan pengembangan teknologi yang diarahkan pada kebutuhan aplikatif dan pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor. Sementara itu, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM. memperoleh paten melalui invensi Metode Pelapisan Ganda Nanokomposit RTV-TiO2/RTV-SiO2 pada Isolator Keramik 150 kV. Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D. juga memperoleh paten melalui Sistem Layanan Pelanggan Berbasis Chatbot dengan Model Hybrid Human-AI System. Inovasi lainnya hadir dari Dr. Dedi Wardianto melalui Alat Pengering Ikan Menggunakan Energi Surya dan Energi Biomassa. Kemudian, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. memperoleh paten melalui Metode Pembuatan Briket Berbahan Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Bahan Pendukung Cangkang Kemiri. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong budaya penelitian yang menghasilkan inovasi aplikatif dan memiliki perlindungan kekayaan intelektual. Rektor Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. turut menjadi inventor melalui invensi Metode Perkuatan Dinding Masonry dengan Plastic Stretch Film, yang juga berhasil memperoleh paten sederhana. Keberhasilan meraih tujuh paten sederhana menjadi bukti berkembangnya budaya riset di lingkungan ITP. Rektor mengapresiasi para inventor dan berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas penelitian, memperbanyak inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, serta membuka peluang implementasi teknologi melalui kolaborasi dengan dunia industri dan berbagai mitra. Created By Widia/Humas   ...
07 September 2026 #diktiberdampak #dosen #penelitian #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics
Image

Kembali Tembus Panggung Riset Nasional, Prof. Ade Indra Bawa Inovasi Bone Scaffold untuk Implan Tulang

Kebutuhan akan teknologi implan tulang yang semakin aman dan sesuai kebutuhan medis mendorong lahirnya berbagai inovasi material biomaterial. Prof. Dr. Ade Indra, S.T., M.T., IPM., berhasil terpilih dalam Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 BRIN melalui penelitian pengembangan metode baru pembuatan bone scaffold komposit PMMA/HA untuk aplikasi cancellous bone implants. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan bone scaffold atau perancah tulang berbahan komposit PMMA/HA. Material ini diarahkan untuk aplikasi cancellous bone implants, yakni implan yang digunakan pada bagian tulang berstruktur berongga. Pengembangan metode baru pembuatan menjadi fokus penting penelitian untuk menghasilkan produk yang memiliki potensi mendukung kebutuhan teknologi implan tulang. Melalui penelitian ini, pengembangan material tidak berhenti pada pemilihan bahan, tetapi diarahkan pada proses pembuatan produk bone scaffold komposit. Kombinasi PMMA dan HA menjadi bagian utama inovasi yang dikaji Prof. Ade Indra untuk menghasilkan pendekatan baru dalam pengembangan material implan tulang. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus memperluas kontribusinya melalui penguatan penelitian dan inovasi. Keterlibatan dosen dalam Program RIIM BRIN menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem riset perguruan tinggi terus diarahkan untuk menghasilkan gagasan yang memiliki nilai strategis, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas bidang keilmuan. Program RIIM BRIN sendiri menjadi salah satu wadah penting dalam mendorong penelitian inovatif yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional. Melalui program ini, penelitian Prof. Ade Indra diharapkan dapat memberikan landasan bagi pengembangan lebih lanjut teknologi bone scaffold komposit PMMA/HA serta memperkuat kapasitas riset biomaterial di Indonesia. Pencapaian tersebut menjadi momentum bagi sivitas akademika ITP untuk semakin aktif menghasilkan riset yang kompetitif dan relevan dengan tantangan masa depan. Pengembangan bone scaffold komposit PMMA/HA menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi dapat hadir dari berbagai disiplin, sekaligus membuka peluang lahirnya teknologi baru yang mendukung kemajuan kesehatan dan kemandirian teknologi nasional. Created By Widia/Humas ...
29 Agustus 2026 #diktiberdampak #dosen #fakultas-teknik #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #prestasi #publikasi #teknik-mesin #webometrics
Image

Fauzan Ismail, Ph.D, Dosen Teknik Elektro ITP Kembangkan Teknologi Listrik Cerdas Berbasis Energi Terbarukan

Kebutuhan energi yang semakin besar menuntut sistem kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga efisien dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tantangan tersebut menjadi ruang riset bagi Fauzan Ismail, Ph.D, dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Padang, yang mengembangkan teknologi listrik cerdas untuk mendukung sistem energi berkelanjutan. Ketertarikan Fauzan Ismail terhadap dunia teknik tumbuh sejak bangku SMP dan SMA. Minat tersebut semakin kuat ketika menempuh S1 Teknik Elektro di Universitas Andalas dan dipercaya menjadi Asisten Laboratorium Kendali. Pengalaman di laboratorium menjadi titik awal yang membentuk rasa ingin tahu, budaya eksplorasi, dan ketertarikannya terhadap dunia penelitian. Perjalanan akademiknya kemudian berkembang ke tingkat internasional. Pada 2011, beliau menyelesaikan pendidikan Electrical Engineering di Universiti Malaya, Malaysia, sebelum meraih gelar PhD pada 2024 di UM Power Energy Dedicated Advanced Centre, Universiti Malaya. Saat ini, beliau melanjutkan kiprah riset sebagai Postdoctoral Research Fellow dengan fokus pada inverter berteknologi Gallium Nitride (GaN).Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong dosen untuk menghasilkan penelitian yang menjawab kebutuhan teknologi masa depan. Salah satu fokus riset Fauzan Ismail adalah elektronika daya, sistem kendali, smart grid, serta pemanfaatan semikonduktor GaN untuk menciptakan sistem konversi energi yang lebih efisien dan stabil. Penelitian beliau juga diarahkan pada pengembangan teknologi mikroinverter berbasis fotovoltaik. Teknologi ini memungkinkan energi dari panel surya dikonversi secara lebih efisien untuk kemudian disalurkan ke jaringan listrik secara stabil. Riset tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem energi yang lebih adaptif sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan. Dedikasi terhadap riset turut mengantarkan Fauzan Ismail dipercaya memimpin berbagai hibah penelitian nasional serta menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi, termasuk IEEE Access. Bagi beliau, penelitian bukan sekadar menghasilkan publikasi, melainkan proses untuk menghadirkan solusi teknologi yang dapat menjawab persoalan efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan energi. Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi lahir dari rasa ingin tahu yang terus dipelihara. Fauzan Ismail mendorong generasi muda untuk berani memulai riset dari persoalan sederhana, membangun kebiasaan membaca dan berpikir kritis, serta menjadikan kegagalan eksperimen sebagai bagian dari proses belajar. Dari ruang riset, teknologi listrik cerdas terus dikembangkan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Created By Widia/Humas ...
28 Agustus 2026 #dosen #fakultas-teknik #publikasi #teknik-elektro #webometrics
Image

Jejak Profesional Ir. Agus, M.Sc., Dari Praktisi Konstruksi hingga Mendidik Insinyur Muda di ITP

Dunia teknik sipil tidak hanya berbicara tentang beton, baja, gambar kerja, atau hitungan struktur. Di balik setiap bangunan yang berdiri kokoh, ada tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan dan kebermanfaatannya. Prinsip inilah yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan Ir. Agus, M.Sc., IPM., ASEAN Eng., sebagai dosen sekaligus praktisi teknik sipil. Pengalaman profesionalnya dimulai sejak berada di bangku perguruan tinggi dan terus berkembang melalui berbagai proyek strategis. Ia pernah dipercaya menjadi Team Leader manajemen konstruksi, perencana, pengawas, hingga tenaga ahli dalam sejumlah proyek di Sumatera Barat. Rekam jejak tersebut mencakup pembangunan fasilitas pendidikan, pemerintahan, laboratorium, rumah susun, hingga infrastruktur pelayanan publik. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah keterlibatannya dalam pemulihan pascabencana gempa Sumatera Barat. Dalam situasi penuh tekanan, ia bersama tim harus memastikan proses rekonstruksi berjalan cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan. Setiap evaluasi struktur menuntut ketelitian tinggi, sebab kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap keamanan masyarakat. Bagi Ir. Agus, pengalaman lapangan tidak berhenti ketika proyek selesai. Pengetahuan yang diperoleh justru menjadi bekal penting untuk dibagikan kepada generasi berikutnya. Selama lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai akademisi, ia memadukan pengalaman sebagai konsultan dengan proses pembelajaran di Institut Teknologi Padang, membentuk mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir praktis. Komitmen tersebut berjalan seiring dengan kiprahnya dalam pengembangan profesi. Ia dipercaya sebagai Tim Profesi Ahli Bangunan Gedung di sejumlah daerah, sekaligus aktif dalam organisasi profesi dan sertifikasi kompetensi. Semangat menghadirkan standar keahlian tersebut menjadi bagian dari karakter pendidikan di Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, yang mendorong mahasiswa memiliki fondasi akademik kuat sekaligus kesiapan menghadapi dunia kerja. Menurut Ir. Agus, menjadi insinyur tidak cukup hanya dengan menguasai rumus. Industri membutuhkan lulusan yang memahami konsep, mampu membaca persoalan, memiliki logika berpikir kuat, serta menjunjung tinggi etika profesi. Karena itu, pendidikan teknik harus mampu melahirkan manusia yang siap menghadapi persoalan nyata, bukan sekadar menyelesaikan soal di ruang kelas. Pesan itu terangkum dalam filosofi yang terus ia pegang: “Mata Guru, Roha Sisian.” Baginya, setiap pengalaman adalah ruang untuk belajar dan setiap keputusan harus dipertimbangkan dengan hati nurani. Sebab sebelum membangun struktur yang tinggi, seorang calon insinyur harus terlebih dahulu membangun dirinya. Setiap bangunan membutuhkan fondasi, begitu pula masa depan. Created By Widia/Humas   ...
24 Agustus 2026 #dosen #fakultas-teknik #publikasi #teknik-sipil #webometrics