Upaya
pemulihan pascabanjir di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, terus
bergerak melalui sentuhan teknologi tepat guna. Tim Program Mahasiswa Berdampak
Institut Teknologi Padang hadir langsung ke lokasi untuk melakukan konsolidasi
bersama perangkat kelurahan dan warga pada Rabu (28/01).
Tim
yang dipimpin Hafni, S.T., M.T., didampingi Asnal Effendi, S.T., M.T., dan
Aswir Premadi, M.Sc., menggelar dialog terbuka dengan aparatur kelurahan.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas rencana teknis, tetapi juga menggali
persoalan yang dihadapi warga pascabencana.
Selain
konsolidasi, tim juga melakukan survei titik lokasi yang akan menjadi tempat
pengaplikasian teknologi. Observasi dilakukan untuk memastikan instalasi
penerangan surya dan sistem pengolahan air bersih dapat berjalan optimal.
Program
ini dirancang sebagai solusi terpadu berbasis energi terbarukan. Penerangan
tenaga surya diharapkan membantu aktivitas warga pada malam hari, sementara
alat pengolahan air bersih menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak
banjir.
Hafni menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan menempatkan masyarakat
sebagai mitra utama dalam proses perencanaan. Setiap masukan warga menjadi
dasar dalam perancangan alat di laboratorium. Menurutnya, teknologi yang
dihadirkan harus adaptif terhadap kondisi lapangan agar manfaatnya dapat
dirasakan dalam jangka panjang dan berkelanjutan.
Langkah
konsolidasi ini menjadi awal perjalanan panjang pemulihan berbasis inovasi.
Kolaborasi antara tim akademisi dan masyarakat Gurun Laweh diharapkan
melahirkan solusi nyata yang berdampak langsung.
Program
Mahasiswa Berdampak ITP diharapkan membawa semangat bahwa teknologi dapat
menjadi bagian penting dalam membangun kembali harapan pascabencana.
Created
By Widia/Humas
...
Prestasi
membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Teknologi Padang
melalui keberhasilan meraih pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan
Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Capaian ini menjadi bukti
bahwa ide-ide yang tumbuh di lingkungan akademik mampu menjawab persoalan riil
masyarakat secara konkret dan berkelanjutan.
Apresiasi
tinggi layak diberikan kepada tim penerima pendanaan yang berhasil merancang
pendekatan pemulihan pascabencana berbasis kebutuhan warga. Fokus utama
diarahkan pada pemulihan akses air bersih dan penguatan ketahanan ekonomi
masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya merespons kondisi darurat, tetapi juga
menyiapkan fondasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup warga
terdampak.
Tim
ini dipimpin oleh Hafni, S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T. dan Dr.
Herix Sonata MS, M.Si., dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas organisasi
kemahasiswaan. Seluruh aktivitas mahasiswa dikoordinatori oleh Ade Ryan
Mustaqim dari BEM ITP, memastikan sinergi ide, tenaga, dan aksi berjalan
terstruktur serta berdampak maksimal.
Keberhasilan
meraih hibah ini tidak lepas dari kekuatan konsep yang diusung. Program
menghadirkan teknologi pengolahan air bersih dan sistem aquaponic berbasis
ekonomi hijau dengan dukungan energi matahari. Inovasi tersebut diproyeksikan
menjadi solusi pemulihan pascabencana yang aplikatif, ramah lingkungan, dan
mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Pencapaian
ini sekaligus menegaskan kualitas sumber daya manusia ITP yang adaptif terhadap
tantangan sosial dan lingkungan. Mahasiswa dan dosen tidak hanya berperan
sebagai akademisi, tetapi juga sebagai problem solver yang menghadirkan ilmu
pengetahuan untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Lebih
dari sekadar raihan pendanaan, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh
sivitas akademika untuk terus melahirkan program-program berdampak. Dengan
semangat kolaborasi dan kepedulian, ITP terus menegaskan komitmennya sebagai
kampus yang menghadirkan ilmu, menggerakkan aksi, dan menumbuhkan harapan bagi
masa depan yang berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...
Institut
Teknologi Padang (ITP) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan
teknologi terapan untuk kepentingan kemanusiaan dan kebencanaan. Melalui
Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) Fakultas Vokasi, ITP
menawarkan inovasi drone hexacopter kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan
(Search and Rescue/SAR) Padang sebagai solusi teknologi dalam mendukung operasi
penyelamatan dan mitigasi bencana di lapangan.
Penjajakan
kerja sama diawali dengan demonstrasi langsung penggunaan drone hexacopter yang
digelar di Kampus II ITP, Aie Pacah, Padang, pada Senin (14/7). Dalam kegiatan
tersebut, pihak Kantor SAR Padang hadir menyaksikan manuver teknologi yang
dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa TRIL ITP. Potensi drone dalam mendukung
kegiatan mitigasi bencana secara cepat dan tepat sasaran menjadi daya tarik
tersendiri dari teknologi hasil pengembangan lokal ini.
Kepala
Seksi Sumber Daya Kantor SAR Padang, Sukamto, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas
inovasi yang ditawarkan ITP. Menurutnya, drone tersebut sangat potensial untuk
digunakan dalam misi penyelamatan dan mitigasi, khususnya di wilayah Sumatera
Barat yang rentan terhadap bencana.
“Kami
menyambut baik inovasi teknologi dari ITP ini karena memiliki potensi besar
untuk kami aplikasikan langsung dalam tugas-tugas kemanusiaan. Drone hexacopter
ITP sangat relevan dan membuka peluang kolaborasi strategis antara lembaga SAR
dan perguruan tinggi,” ujar beliau.
Salah
seorang tim dosen pengembang drone, Aswir Premadi, S.T., M.T., IPM.,
menjelaskan bahwa desain drone hexacopter ini mengutamakan kestabilan dan
adaptasi terhadap cuaca ekstrem. Dengan enam baling-baling dan struktur bodi
yang kokoh, drone ini mampu bertahan terbang dalam berbagai kondisi medan.
Tujuan utamanya adalah menjangkau wilayah bencana dengan cepat, efisien, dan
tetap aman secara operasional.
Menariknya,
drone ini juga dibekali fitur suara aktif, berupa speaker yang dapat digunakan
untuk menyampaikan instruksi evakuasi langsung kepada masyarakat, ini
menjadikannya bukan hanya alat pantau visual, tetapi juga alat komunikasi
kritis. Kepala Prodi TRIL, Asnal Effendi, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.,
menyebutkan bahwa spesifikasi drone ini sangat fleksibel dan bisa disesuaikan
dengan kebutuhan SAR secara teknis.
Tak
hanya terbatas untuk kebutuhan bencana, pengembangan drone hexacopter ini juga
diarahkan untuk membantu pertanian modern. Drone ini dapat difungsikan untuk
penyemprotan pestisida dan pemupukan tanaman secara otomatis. Pengembangan
lebih lanjut juga menyasar kebutuhan rekayasa cuaca, seperti hujan buatan dan
pemantauan kondisi udara.
Di
sisi lain, Prodi TRIL ITP juga memperluas inovasi ke teknologi perairan. Mereka
kini tengah mengembangkan kapal tanpa awak (unmanned surface vehicle) untuk
operasi SAR di laut dan sungai. Kolaborasi antara ITP dan Kantor SAR Padang
menjadi teladan sinergi produktif antara pendidikan tinggi dan lembaga layanan public,
inisiatif ini membuka ruang luas bagi pengembangan teknologi yang benar-benar
dibutuhkan masyarakat.
ITP
terus menegaskan posisinya sebagai kampus teknik vokasi yang adaptif, ITP
membuktikan bahwa mahasiswa dan dosennya mampu menghasilkan karya nyata.
Inovasi drone hexacopter dan kapal tanpa awak adalah bagian dari visi besar
untuk menjadikan teknologi buatan anak bangsa sebagai garda depan dalam
kemanusiaan, keberlanjutan, dan pembangunan daerah.
Created By Widia/Humas
...
Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menunjukkan
eksistensinya di kancah internasional, lewat partisipasi aktif dalam program Studi
Tiru dan Pengabdian Masyarakat Internasional ke Malaysia pada 19–21 Juni 2025.
Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh KPN (Koperasi Pegawai Negeri) LLDikti
Wilayah X, ITP mengirimkan delegasi dosen sebagai representasi kampus teknik
unggulan dari Sumatera Barat yang siap berkontribusi dalam penguatan jejaring
akademik dan koperasi lintas negara.
Delegasi ITP terdiri atas tiga dosen, yakni Prof.
Dr. Ir. Maidawati, M.Eng. selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan ITP, Drs. Al, M.T. dosen Program Studi Teknologi Rekayasa
Instalasi Listrik Sarjana Terapan ITP, dan Ir. Leli Honesti, M.T., Ph.D . dosen
Teknik Sipil Sarjana ITP.
Kehadiran Delegasi ITP ini menunjukkan komitmen ITP
dalam memperluas kemitraan internasional yang selaras dengan visi kampus
sebagai institusi berbasis teknologi dan inovasi. Terutama dalam bidang
pengabdian masyarakat, kewirausahaan kampus, serta kolaborasi pendidikan lintas
institusi.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan kunjungan ke Koperasi
KAGUMI di Melaka, sebuah koperasi rujukan nasional yang sukses membina sektor
UMKM berbasis komunitas. Delegasi ITP bersama peserta lainnya disambut hangat
oleh pengurus KAGUMI dan diajak berdiskusi mengenai transformasi koperasi
menuju model bisnis yang adaptif terhadap perkembangan digital. Kunjungan dilanjutkan ke Koperasi ANGKASA di Kuala
Lumpur, sebuah federasi koperasi nasional yang memiliki cakupan luas dan
pengaruh besar dalam dunia perkoperasian Malaysia. Dalam pertemuan ini, dibahas
rencana kolaborasi strategis seperti pertukaran pelajar (student exchange),
pelatihan UMKM, serta inisiatif digitalisasi koperasi lintas negara.
Dalam agenda akademik, delegasi ITP mendapat
kesempatan mengikuti kegiatan visiting lecturer di Universiti Teknologi MARA
(UiTM). Pada sesi ini, para dosen berbagi wawasan keilmuan dan riset kepada
mahasiswa dan dosen lintas disiplin ilmu, khususnya di Fakultas Ekonomi dan
Bisnis. Kehadiran ITP dalam kegiatan ini menjadi langkah penting dalam
memperkuat kerja sama riset, pertukaran akademik, dan program magang internasional
bagi mahasiswa ITP ke depannya.
Delegasi ITP juga terlibat dalam penjajakan
penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Institut Teknologi
Padang dengan UiTM Malaysia. Kesepakatan ini mencakup rencana kerja sama jangka
panjang dalam hal pengembangan SDM, program pertukaran dosen dan mahasiswa,
serta pengabdian lintas negara.
Hal ini selaras dengan semangat internasionalisasi
yang terus dikembangkan ITP dalam menjawab tantangan global di dunia pendidikan
tinggi. Delegasi ITP memanfaatkan momentum ini untuk membangun jejaring baru
dengan rekan-rekan dosen dari berbagai perguruan tinggi dan mitra koperasi di
Malaysia, memperluas spektrum kolaborasi yang mungkin dijalin pasca
kegiatan.
Partisipasi ITP dalam forum internasional ini
menjadi bukti nyata atas komitmen kampus mendukung pengembangan tridarma
perguruan tinggi secara global. Dengan membawa semangat kolaborasi dan inovasi,
ITP siap memperluas cakrawala kerja sama global yang tidak hanya memperkaya
pengalaman dosen dan mahasiswa. Sebuah langkah strategis yang tak hanya
memperkuat jejaring akademik, tetapi juga menjadi pijakan bagi transformasi
pendidikan tinggi Indonesia.
Created By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP) kembali mengukuhkan
posisinya dipanggung akademik global, kampus teknik terkemuka di Sumatera ini
resmi didapuk sebagai co-host dalam penyelenggaraan The 13th Asia-Pacific
International Conference on Lightning (APL 2025). Forum ilmiah prestisius
ini berlangsung mulai dari tanggal 17 hingga 20 Juni 2025 di Bintang Bali
Resort, Indonesia.
Bertindak sebagai co-host, ITP memberikan dukungan
penuh bersama Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), dan Masyarakat
Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) melalui keikutsertaan para dosen dalam
kepanitiaan inti dan dukungan logistik.
Diselenggarakan oleh Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM, kolaborasi lintas
institusi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar lembaga pendidikan dan
organisasi profesional sangat diperlukan untuk merespons tantangan global di
bidang energi. Kegiatan ini juga menunjukkan keseriusan Indonesia sebagai tuan
rumah dalam memperkuat posisi strategis di forum ilmiah internasional.
Dalam pembukaannya, APL 2025 akan dipandu oleh dua
sosok sentral yang telah lama berkecimpung di dunia akademik dan keteknikan.
Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU dari UGM ditunjuk sebagai General Chair
APL 2025, sementara Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, ST, MT, IPM dari ITP
dipercaya sebagai General Co-Chair. Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah bobot
intelektual dan kredibilitas konferensi yang telah berlangsung rutin di kawasan
Asia-Pasifik ini sejak lebih dari satu dekade terakhir.
ITP sendiri tidak hanya terlibat sebagai co-host
secara administratif, tetapi juga aktif menyumbang keilmuan dalam agenda utama
APL 2025. Dua dosen teknik elektro ITP, Sitti Amalia, M.T dan Andi Muhammad Nur
Putra, M.T, mendapat kepercayaan penting sebagai Session Chair dan Co Session Chair
pada sesi Parallel Paper Presentation hari pertama. Ini menandakan bahwa
sumber daya akademik ITP telah diakui di tingkat internasional dalam bidang
kelistrikan dan proteksi petir.
Sebagai bagian dari forum ilmiah bergengsi ini, ITP
juga menandatangani dokumen Implementation Arrangement bersama
Organizing APL 2025 dari UGM dan Fakultas Teknik dan Informatika Undiknas.
Penandatanganan ini menandai komitmen jangka panjang dalam kerja sama riset,
publikasi, serta pengembangan kurikulum teknik yang berbasis pada kebutuhan
industri masa depan dan perkembangan teknologi terbaru.
Konferensi APL 2025 menjadi peluang emas bagi ITP
untuk memperluas jaringan akademik dan profesional, sekaligus mempromosikan
riset-riset unggulan yang tengah dikembangkan di lingkungan kampus.
Keberhasilan ITP menjadi bagian penting dari APL 2025 adalah bukti bahwa
institusi pendidikan tinggi di luar Pulau Jawa juga mampu tampil dalam
percaturan akademik dunia.
Dengan segala kesiapan dan partisipasi aktifnya,
ITP telah menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan sains tidak mengenal batas
geografis. Melalui APL 2025, kampus ini tidak hanya membawa nama Padang ke
panggung internasional, tetapi juga mewakili semangat Indonesia untuk terus
berkontribusi dalam membentuk masa depan energi yang lebih aman dan
berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...