Image

Kembali Tembus Panggung Riset Nasional, Prof. Ade Indra Bawa Inovasi Bone Scaffold untuk Implan Tulang

Kebutuhan akan teknologi implan tulang yang semakin aman dan sesuai kebutuhan medis mendorong lahirnya berbagai inovasi material biomaterial. Prof. Dr. Ade Indra, S.T., M.T., IPM., berhasil terpilih dalam Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 BRIN melalui penelitian pengembangan metode baru pembuatan bone scaffold komposit PMMA/HA untuk aplikasi cancellous bone implants. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan bone scaffold atau perancah tulang berbahan komposit PMMA/HA. Material ini diarahkan untuk aplikasi cancellous bone implants, yakni implan yang digunakan pada bagian tulang berstruktur berongga. Pengembangan metode baru pembuatan menjadi fokus penting penelitian untuk menghasilkan produk yang memiliki potensi mendukung kebutuhan teknologi implan tulang. Melalui penelitian ini, pengembangan material tidak berhenti pada pemilihan bahan, tetapi diarahkan pada proses pembuatan produk bone scaffold komposit. Kombinasi PMMA dan HA menjadi bagian utama inovasi yang dikaji Prof. Ade Indra untuk menghasilkan pendekatan baru dalam pengembangan material implan tulang. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus memperluas kontribusinya melalui penguatan penelitian dan inovasi. Keterlibatan dosen dalam Program RIIM BRIN menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem riset perguruan tinggi terus diarahkan untuk menghasilkan gagasan yang memiliki nilai strategis, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas bidang keilmuan. Program RIIM BRIN sendiri menjadi salah satu wadah penting dalam mendorong penelitian inovatif yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional. Melalui program ini, penelitian Prof. Ade Indra diharapkan dapat memberikan landasan bagi pengembangan lebih lanjut teknologi bone scaffold komposit PMMA/HA serta memperkuat kapasitas riset biomaterial di Indonesia. Pencapaian tersebut menjadi momentum bagi sivitas akademika ITP untuk semakin aktif menghasilkan riset yang kompetitif dan relevan dengan tantangan masa depan. Pengembangan bone scaffold komposit PMMA/HA menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi dapat hadir dari berbagai disiplin, sekaligus membuka peluang lahirnya teknologi baru yang mendukung kemajuan kesehatan dan kemandirian teknologi nasional. Created By Widia/Humas ...
29 Agustus 2026 #diktiberdampak #dosen #fakultas-teknik #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #prestasi #publikasi #teknik-mesin #webometrics
Image

Fauzan Ismail, Ph.D, Dosen Teknik Elektro ITP Kembangkan Teknologi Listrik Cerdas Berbasis Energi Terbarukan

Kebutuhan energi yang semakin besar menuntut sistem kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga efisien dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tantangan tersebut menjadi ruang riset bagi Fauzan Ismail, Ph.D, dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Padang, yang mengembangkan teknologi listrik cerdas untuk mendukung sistem energi berkelanjutan. Ketertarikan Fauzan Ismail terhadap dunia teknik tumbuh sejak bangku SMP dan SMA. Minat tersebut semakin kuat ketika menempuh S1 Teknik Elektro di Universitas Andalas dan dipercaya menjadi Asisten Laboratorium Kendali. Pengalaman di laboratorium menjadi titik awal yang membentuk rasa ingin tahu, budaya eksplorasi, dan ketertarikannya terhadap dunia penelitian. Perjalanan akademiknya kemudian berkembang ke tingkat internasional. Pada 2011, beliau menyelesaikan pendidikan Electrical Engineering di Universiti Malaya, Malaysia, sebelum meraih gelar PhD pada 2024 di UM Power Energy Dedicated Advanced Centre, Universiti Malaya. Saat ini, beliau melanjutkan kiprah riset sebagai Postdoctoral Research Fellow dengan fokus pada inverter berteknologi Gallium Nitride (GaN).Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong dosen untuk menghasilkan penelitian yang menjawab kebutuhan teknologi masa depan. Salah satu fokus riset Fauzan Ismail adalah elektronika daya, sistem kendali, smart grid, serta pemanfaatan semikonduktor GaN untuk menciptakan sistem konversi energi yang lebih efisien dan stabil. Penelitian beliau juga diarahkan pada pengembangan teknologi mikroinverter berbasis fotovoltaik. Teknologi ini memungkinkan energi dari panel surya dikonversi secara lebih efisien untuk kemudian disalurkan ke jaringan listrik secara stabil. Riset tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem energi yang lebih adaptif sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan. Dedikasi terhadap riset turut mengantarkan Fauzan Ismail dipercaya memimpin berbagai hibah penelitian nasional serta menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi, termasuk IEEE Access. Bagi beliau, penelitian bukan sekadar menghasilkan publikasi, melainkan proses untuk menghadirkan solusi teknologi yang dapat menjawab persoalan efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan energi. Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi lahir dari rasa ingin tahu yang terus dipelihara. Fauzan Ismail mendorong generasi muda untuk berani memulai riset dari persoalan sederhana, membangun kebiasaan membaca dan berpikir kritis, serta menjadikan kegagalan eksperimen sebagai bagian dari proses belajar. Dari ruang riset, teknologi listrik cerdas terus dikembangkan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Created By Widia/Humas ...
28 Agustus 2026 #dosen #fakultas-teknik #publikasi #teknik-elektro #webometrics
Image

Jejak Profesional Ir. Agus, M.Sc., Dari Praktisi Konstruksi hingga Mendidik Insinyur Muda di ITP

Dunia teknik sipil tidak hanya berbicara tentang beton, baja, gambar kerja, atau hitungan struktur. Di balik setiap bangunan yang berdiri kokoh, ada tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan dan kebermanfaatannya. Prinsip inilah yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan Ir. Agus, M.Sc., IPM., ASEAN Eng., sebagai dosen sekaligus praktisi teknik sipil. Pengalaman profesionalnya dimulai sejak berada di bangku perguruan tinggi dan terus berkembang melalui berbagai proyek strategis. Ia pernah dipercaya menjadi Team Leader manajemen konstruksi, perencana, pengawas, hingga tenaga ahli dalam sejumlah proyek di Sumatera Barat. Rekam jejak tersebut mencakup pembangunan fasilitas pendidikan, pemerintahan, laboratorium, rumah susun, hingga infrastruktur pelayanan publik. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah keterlibatannya dalam pemulihan pascabencana gempa Sumatera Barat. Dalam situasi penuh tekanan, ia bersama tim harus memastikan proses rekonstruksi berjalan cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan. Setiap evaluasi struktur menuntut ketelitian tinggi, sebab kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap keamanan masyarakat. Bagi Ir. Agus, pengalaman lapangan tidak berhenti ketika proyek selesai. Pengetahuan yang diperoleh justru menjadi bekal penting untuk dibagikan kepada generasi berikutnya. Selama lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai akademisi, ia memadukan pengalaman sebagai konsultan dengan proses pembelajaran di Institut Teknologi Padang, membentuk mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir praktis. Komitmen tersebut berjalan seiring dengan kiprahnya dalam pengembangan profesi. Ia dipercaya sebagai Tim Profesi Ahli Bangunan Gedung di sejumlah daerah, sekaligus aktif dalam organisasi profesi dan sertifikasi kompetensi. Semangat menghadirkan standar keahlian tersebut menjadi bagian dari karakter pendidikan di Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, yang mendorong mahasiswa memiliki fondasi akademik kuat sekaligus kesiapan menghadapi dunia kerja. Menurut Ir. Agus, menjadi insinyur tidak cukup hanya dengan menguasai rumus. Industri membutuhkan lulusan yang memahami konsep, mampu membaca persoalan, memiliki logika berpikir kuat, serta menjunjung tinggi etika profesi. Karena itu, pendidikan teknik harus mampu melahirkan manusia yang siap menghadapi persoalan nyata, bukan sekadar menyelesaikan soal di ruang kelas. Pesan itu terangkum dalam filosofi yang terus ia pegang: “Mata Guru, Roha Sisian.” Baginya, setiap pengalaman adalah ruang untuk belajar dan setiap keputusan harus dipertimbangkan dengan hati nurani. Sebab sebelum membangun struktur yang tinggi, seorang calon insinyur harus terlebih dahulu membangun dirinya. Setiap bangunan membutuhkan fondasi, begitu pula masa depan. Created By Widia/Humas   ...
24 Agustus 2026 #dosen #fakultas-teknik #publikasi #teknik-sipil #webometrics
Image

Ir. Wilton Wahab, M. Eng, Insinyur Senior ITP di Garis Depan Proyek Strategis Sumbar

Pengalaman panjang di tengah proyek infrastruktur membuat sosok Ir. Wilton Wahab, M.Eng., IPM, memahami bahwa teknik sipil bukan sekadar hitungan, melainkan soal keselamatan dan kepercayaan. Alumni Institut Teknologi Padang ini menapaki berbagai proyek strategis Sumatera Barat, dari pembangunan fasilitas publik hingga penanganan darurat bencana yang menuntut ketelitian profesional yang beragam.Jejak profesional beliau terbentuk sejak menyelesaikan S1 Teknik Sipil di ITP pada 1994, yang saat itu dikenal sebagai STTP. Ia kemudian melanjutkan S2 Teknik Sipil bidang Transportasi di University of Technology Malaysia pada 2001. Kini, perjalanan akademiknya berlanjut melalui studi doktoral Teknik Sipil di Universitas Andalas, memperkuat kompetensi keilmuannya terus.Berbagai proyek strategis pernah dipercayakan kepada beliau, mulai dari pembangunan fasilitas kesehatan, perencanaan jalan dan jembatan, hingga manajemen konstruksi. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa profesi insinyur tidak sekadar berkutat dengan hitungan, tetapi menyangkut kualitas, keselamatan, dan kepentingan masyarakat.Beliau juga terlibat dalam penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor pada ruas Padang Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem.Salah satu pengalaman paling menantang terjadi saat beliau terlibat dalam penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor pada ruas Padang Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem. Ketika akses jalan kembali aman dan dapat dilalui masyarakat, bagi beliau, keberhasilan pekerjaan bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan bentuk pengabdian nyata.Pengalaman di lapangan kemudian dibawa beliau ke ruang akademik. Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar beliau tidak hanya berbagi teori, tetapi juga menghadirkan realitas proyek kepada mahasiswa. Pengalaman menghadapi persoalan konstruksi, menjaga kualitas pekerjaan, dan mengutamakan keselamatan menjadi bekal berharga bagi calon engineer.Beliau menekankan bahwa dunia teknik sipil membutuhkan pribadi yang jujur, teliti, berintegritas, dan tidak takut menghadapi tantangan di lapangan. Menurutnya, kompetensi profesional juga perlu diperkuat melalui sertifikasi. Beliau tercatat memiliki sertifikasi Ahli Utama Jenjang 9 pada bidang Manajemen Konstruksi dan Teknik Jalan, serta lisensi sebagai Asesor Kompetensi BNSP. Lebih dari sekadar membangun infrastruktur, perjalanan beliau menunjukkan bagaimana seorang engineer dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jalan yang kembali berfungsi, fasilitas publik yang berdiri kokoh, hingga pengalaman yang diwariskan kepada mahasiswa menjadi bagian dari pengabdian. Dari lapangan menuju ruang kelas, ilmu terus dibagikan untuk menyiapkan generasi engineer masa depan.Created By Widia/Humas ...
10 Agustus 2026 #diktiberdampak #dosen #fakultas-teknik #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-sipil #webometrics
Image

Monev Hibah Program Mahasiswa Berdampak, ITP Pastikan Capaian Kegiatan Berjalan Optimal

Upaya menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terus diperkuat melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Mahasiswa Berdampak. Kegiatan hibah bertema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra ini dilaksanakan pada Jumat (24/04) bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Gedung D, Kampus I Institut Teknologi Padang. Kegiatan tersebut mengangkat inovasi bertajuk “Teknologi Pengolahan Air Bersih dan Aquaponic Berbasis Ekonomi Hijau dengan Energi Matahari”. Program ini menjadi bentuk kontribusi akademik dalam menghadirkan solusi teknologi ramah lingkungan untuk membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaan monev, Ketua Tim Hibah Hafni, S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T., mempresentasikan perkembangan program dan capaian kegiatan. Keduanya didampingi Kepala LPPM Institut Teknologi Padang, Mastariyanto Perdana, M.Eng., sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan hibah berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata. Proses evaluasi dilakukan oleh dua asesor, yaitu Prof. Dr. Rika Ampuh Hadiguna, S.T., M.T., Guru Besar Departemen Teknik Industri Universitas Andalas, serta Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Sc., Guru Besar Teknik Mesin ITP. Tim asesor melakukan validasi dan verifikasi terhadap dokumen, pelaksanaan kegiatan, serta luaran yang dihasilkan dari program tersebut. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong inovasi mahasiswa dan dosen agar mampu menjawab persoalan masyarakat. Program ini menjadi bukti nyata komitmen ITP dalam mengembangkan teknologi terapan yang menggabungkan energi terbarukan, pemberdayaan masyarakat, dan konsep ekonomi hijau. Setelah proses evaluasi, tim monev melanjutkan kegiatan dengan kunjungan lapangan ke lokasi penerapan teknologi di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo. Kegiatan tersebut turut didampingi staf LPPM Monica Fitria, S.Kom., Staf Publikasi Widia Afrianti, S.Si., serta dua mahasiswa Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik yang terlibat dalam implementasi program. Melalui kegiatan hibah ini, ITP terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Pengembangan teknologi air bersih dan aquaponik berbasis energi matahari diharapkan menjadi langkah strategis dalam pemulihan pascabencana sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Created By Widia/Humas   ...
24 April 2026 #diktiberdampak #dosen #kerja-sama #penelitian #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics