Berita / Berita /
Rektor ITP Prof. Maidiawati : Inspirasi Kartini Modern, Pendidikan Tanpa Batas
Humas | 21 April 2026
Foto : Humas ITP - Umar Hanafi Khalid

Semangat emansipasi kembali menemukan maknanya dalam sosok Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., yang kini memimpin Institut Teknologi Padang periode 2026–2029. Dalam momentum Hari Kartini, kisahnya menjadi refleksi bahwa pendidikan membuka jalan setara bagi siapa pun, tanpa memandang gender dan latar belakang.

 

Lahir di Pesisir Selatan pada 1972, perjalanan hidupnya tidak dirancang untuk menjadi pemimpin kampus. Ia bergabung pada 2001, memulai langkah panjang di dunia akademik. Sejak 2013 setelah menyelesaikan studi doktoralnya di Toyohashi University of Technology,  ia semakin fokus mengembangkan kapasitas akademik, hingga akhirnya sukses meraih gelar guru besar pada tahun 2024 melalui dedikasi pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

“Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam pendidikan. Semua punya peluang yang sama untuk maju, asalkan mau berusaha,” ujar beliau. Pernyataan tersebut menjadi pesan kunci yang menggambarkan perubahan zaman, di mana akses pendidikan kini semakin terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk masa depan lebih baik.



 

Perjalanan kariernya menunjukkan transformasi nyata. Dari dosen, ia dipercaya menjadi ketua jurusan, kemudian dekan, hingga menjabat Wakil Rektor I bidang akademik dan kemahasiswaan. Kini, ia mencatat sejarah sebagai rektor perempuan pertama sejak 1973, menandai babak baru kepemimpinan di kampus teknik tersebut.

 

Menurutnya, dahulu posisi pimpinan kampus identik dengan laki-laki. Namun kini, perempuan semakin banyak mengambil peran strategis di perguruan tinggi. Di Sumatera Barat, kiprah perempuan bahkan menjadi kekuatan sosial yang diakui. Tidak ada lagi batasan, karena kompetensi menjadi ukuran utama dalam menentukan peran.

 

Di lingkungan kampus, prinsip kesetaraan telah lama diterapkan. Tidak ada perbedaan dalam kebijakan maupun aturan. Kehadiran pemimpin perempuan justru memperkuat pesan bahwa bidang teknik pun terbuka luas. Mahasiswa perempuan kini memiliki teladan nyata bahwa mereka mampu memimpin dan berprestasi.

 

Semangat itu sejalan dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang sejak dulu memperjuangkan hak perempuan dalam pendidikan. Jika dahulu akses begitu terbatas, kini peluang terbuka lebar. Tinggal bagaimana generasi muda memanfaatkannya untuk berkembang, berkarya, dan mencapai posisi tertinggi.

 

Di balik semua peran, keseimbangan tetap dijaga. Keluarga yang solid dan tim kampus yang kompak menjadi fondasi utama. Pesan beliau sederhana namun kuat “Generasi muda, khususnya perempuan, harus terus bersemangat mengejar pendidikan, karena di sanalah masa depan dibentuk dan peluang besar menanti untuk diwujudkan”.



Created By Widia/Humas