Semangat
emansipasi kembali menemukan maknanya dalam sosok Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati,
S.T., M.Eng., IPM., yang kini memimpin Institut Teknologi Padang periode
2026–2029. Dalam momentum Hari Kartini, kisahnya menjadi refleksi bahwa
pendidikan membuka jalan setara bagi siapa pun, tanpa memandang gender dan
latar belakang.
Lahir
di Pesisir Selatan pada 1972, perjalanan hidupnya tidak dirancang untuk menjadi
pemimpin kampus. Ia bergabung pada 2001, memulai langkah panjang di dunia
akademik. Sejak 2013 setelah menyelesaikan studi doktoralnya di Toyohashi
University of Technology, ia semakin fokus mengembangkan kapasitas
akademik, hingga akhirnya sukses meraih gelar guru besar pada tahun 2024
melalui dedikasi pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam pendidikan. Semua punya peluang yang sama untuk maju, asalkan mau berusaha,” ujar beliau. Pernyataan tersebut menjadi pesan kunci yang menggambarkan perubahan zaman, di mana akses pendidikan kini semakin terbuka dan dapat dimanfaatkan untuk masa depan lebih baik.

Perjalanan
kariernya menunjukkan transformasi nyata. Dari dosen, ia dipercaya menjadi
ketua jurusan, kemudian dekan, hingga menjabat Wakil Rektor I bidang akademik
dan kemahasiswaan. Kini, ia mencatat sejarah sebagai rektor perempuan pertama
sejak 1973, menandai babak baru kepemimpinan di kampus teknik tersebut.
Menurutnya,
dahulu posisi pimpinan kampus identik dengan laki-laki. Namun kini, perempuan
semakin banyak mengambil peran strategis di perguruan tinggi. Di Sumatera
Barat, kiprah perempuan bahkan menjadi kekuatan sosial yang diakui. Tidak ada
lagi batasan, karena kompetensi menjadi ukuran utama dalam menentukan peran.
Di
lingkungan kampus, prinsip kesetaraan telah lama diterapkan. Tidak ada perbedaan
dalam kebijakan maupun aturan. Kehadiran pemimpin perempuan justru memperkuat
pesan bahwa bidang teknik pun terbuka luas. Mahasiswa perempuan kini memiliki
teladan nyata bahwa mereka mampu memimpin dan berprestasi.
Semangat
itu sejalan dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang sejak dulu
memperjuangkan hak perempuan dalam pendidikan. Jika dahulu akses begitu
terbatas, kini peluang terbuka lebar. Tinggal bagaimana generasi muda
memanfaatkannya untuk berkembang, berkarya, dan mencapai posisi tertinggi.
Di
balik semua peran, keseimbangan tetap dijaga. Keluarga yang solid dan tim
kampus yang kompak menjadi fondasi utama. Pesan beliau sederhana namun kuat
“Generasi muda, khususnya perempuan, harus terus bersemangat mengejar
pendidikan, karena di sanalah masa depan dibentuk dan peluang besar menanti
untuk diwujudkan”.
Created
By Widia/Humas