Image

HIMATRIL ITP Gelar Kunjungan ke SMKN 5 Padang, Perkenalkan Teknologi Hexacopter untuk Masa Depan Pendidikan Teknologi

Himpunan Mahasiswa Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) Institut Teknologi Padang (ITP) menggelar kunjungan ke SMKN 5 Padang pada Senin (01/11). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi serta demontrasi teknologi terbaru berupa Hexacopter, hasil riset dari Program Studi (Prodi) TRIL D4 ITP. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Himpunan, Muhammad Fariz Hidayatullah, bersama tim. Sosialisasi teknologi Hexacopter ini merupakan salah satu upaya Himpunan Mahasiswa TRIL untuk memperkenalkan inovasi teknologi terbaru kepada pelajar di tingkat SMK. Fariz Hidayatullah mengungkapkan bahwa Hexacopter adalah hasil riset yang dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Prodi TRIL bersama mitra DUDI yakni PT. Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (Frogs Indonesia) dalam kerangka Hibah Matching Fund, yang bertujuan untuk mendukung kemajuan teknologi di bidang instalasi listrik dan elektronik. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak SMKN 5 Padang. Para siswa sangat antusias menyaksikan demo langsung dari Hexacopter, yang merupakan salah satu produk inovatif dari hasil riset di ITP. Fariz menjelaskan, bahwa alat ini memiliki banyak manfaat, termasuk untuk memantau jaringan listrik atau melakukan survei pada area yang sulit dijangkau. Para siswa yang hadir pun diberi kesempatan untuk mengoperasikan Hexacopter secara langsung, yang menjadi pengalaman berharga dalam mengenal teknologi drone. Selain itu, mereka juga mendapat penjelasan lebih lanjut tentang cara kerja Hexacopter serta aplikasinya dalam dunia industri dan teknologi modern, khususnya di bidang listrik dan elektronika. Selama sesi tanya jawab, siswa-siswa SMKN 5 Padang tampak sangat tertarik dengan potensi penggunaan Hexacopter di berbagai bidang. Para mahasiswa TRIL ITP pun dengan sabar memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai pengembangan perangkat tersebut, serta tantangan yang dihadapi dalam proses riset dan pengembangannya. Fariz Hidayatullah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam pengembangan kompetensi siswa. "Kami berharap melalui kegiatan ini, para siswa SMKN 5 Padang bisa lebih tertarik untuk melanjutkan studi di bidang teknologi dan rekayasa, serta mengembangkan kemampuan mereka dalam dunia teknologi yang terus berkembang," ujar Fariz. Kunjungan ini juga merupakan bentuk pengabdian masyarakat oleh Himpunan Mahasiswa TRIL ITP, yang bertujuan untuk mengenalkan dunia teknologi lebih dekat kepada siswa-siswa SMK. Dengan mengenalkan teknologi tinggi seperti Hexacopter, mereka diharapkan dapat memperoleh wawasan yang lebih luas tentang dunia industri yang semakin maju. Para guru di SMKN 5 Padang juga menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Mereka berharap, kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada para siswa agar lebih siap memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebagai bagian dari acara tersebut, pihak Himpunan Mahasiswa TRIL juga menawarkan kesempatan bagi siswa SMKN 5 Padang untuk berkunjung langsung ke kampus ITP guna melihat lebih jauh fasilitas dan riset yang sedang dikembangkan. Ini diharapkan bisa memotivasi siswa untuk tertarik melanjutkan pendidikan di bidang teknik dan teknologi. Dengan suksesnya kegiatan sosialisasi ini, Himpunan Mahasiswa TRIL ITP berharap dapat mempererat hubungan antara kampus dan sekolah, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk lebih banyak lagi kolaborasi serupa yang melibatkan siswa dan mahasiswa di masa depan.   Created By Widia/Humas ...
01 November 2024 #fakultas-vokasi #penelitian #pengabdian-masyarakat #publikasi #teknologi-rekayasa-instalasi-listrik #webometrics
Image

ITP Terima Kunjungan Kemitraan dari UTM, Langkah Strategis Perluas Kerja Sama Pendidikan Global

Dalam rangka memperluas jejaring akademis global, Institut Teknologi Padang (ITP) menerima kunjungan kemitraan dari Apri Junaidi, S.Kom., M.Kom., MCS, Research Assistant dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada Rabu, (30/10) bertempat di Ruang Rapat Pimpinan ITP. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas potensi kolaborasi dalam berbagai bidang akademik, termasuk pertukaran mahasiswa, penelitian, dan pengembangan program bersama yang bermanfaat bagi kedua institusi. Kedatangan beliau disambut dengan hangat oleh Rektor ITP, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T., IPM, didampingi oleh Wakil Rektor I, Firmansyah David, S.T, M.Eng, Ph.D, Wakil Rektor II ITP, Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM, Ketua Program Studi Teknik Informatika ITP, Eva Yulianti, M.Cs, serta Kepala Biro Humas, Kerja Sama, Promosi ITP, Anna Syahrani, M.Eng. Rektor ITP, Dr. Hendri Nofrianto, M.T., IPM, dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungan Apri Junaidi dan pihak UTM merupakan langkah positif untuk memperluas kolaborasi internasional yang lebih luas. "Kami berharap berbagai kegiatan kolaboratif ini dapat meningkatkan daya saing akademik ITP, serta memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa dan dosen dalam berbagai aspek pendidikan," ujarnya.Dengan adanya kesepakatan kerja sama ini, ITP dan UTM berharap dapat membuka peluang baru bagi pengembangan pendidikan tinggi yang lebih baik. Kolaborasi internasional seperti ini akan menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam memperkenalkan program-program unggulan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi akademisi dan masyarakat luas. Dalam pertemuan tersebut, pihak UTM dan ITP mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dijalankan bersama di masa depan. Beberapa rencana kerja sama yang diusulkan mencakup pertukaran mahasiswa, matching grant research, community service, student mobility, serta guest lecturer. Ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademik dan memperluas jaringan internasional bagi mahasiswa dan dosen. LoI (Letter of Intent) menjadi landasan awal dari kesepakatan antara ITP dan UTM, yang menandai komitmen kedua belah pihak untuk melaksanakan berbagai program kolaborasi. Sebelum penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) lebih lanjut, aktivitas bersama seperti pertukaran mahasiswa dan summer school akan menjadi fokus utama dalam membangun hubungan yang lebih kuat antar kedua universitas.Diskusi juga mencakup berbagai kursus online yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik, terutama dalam hal penulisan artikel ilmiah. Salah satu program yang disepakati adalah penyelenggaraan kursus penulisan artikel yang terbuka untuk mahasiswa dan dosen dari kedua belah pihak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh para akademisi. Pihak ITP mengungkapkan antusiasme terhadap inisiatif inbound dan outbound student exchanges, yang akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensinya di luar negeri, serta memperkenalkan budaya akademik di Indonesia. Student mobility menjadi salah satu aspek penting yang akan memperkaya wawasan mahasiswa serta memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Tak hanya mahasiswa, dosen ITP juga akan memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam program guest lecturer yang akan memperkaya proses pembelajaran di ITP. Para dosen UTM diharapkan dapat memberikan kuliah tamu di ITP, berbagi pengetahuan, dan pengalaman dalam berbagai bidang ilmu, terutama di sektor teknologi dan ilmu komputer. Sebagai tindak lanjut dari diskusi tersebut, ITP akan mengadakan workshop penulisan artikel ilmiah yang diikuti oleh seluruh dosen ITPa. Workshop ini akan dilaksanakan pada 7 November 2024, dan menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan keterampilan praktis dalam menulis artikel ilmiah yang memenuhi standar internasional. Hal ini sangat relevan mengingat pentingnya publikasi sebagai bagian dari kemajuan akademik.     Created By Widia/Humas ...
30 Oktober 2024 #institut-teknologi-padang #kerja-sama #pendidikan #penelitian #pengabdian-masyarakat #publikasi #webometrics
Image

ITP Gelar Monev Program Pengabdian Masyarakat, Dorong Solusi Ramah Lingkungan untuk Masyarakat Berkelanjutan

Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Hibah Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahap Kedua Tahun Anggaran 2024 Pada Selasa (29/10). Program ini bertajuk "Pendampingan Masyarakat Berkelanjutan Kelompok Tani Guo Mandiri dalam Penerapan Teknologi Tepat Guna Pembuatan Biogas dari Kotoran Ternak", yang dipimpin oleh Dr. Herix Sonata MS, M.Si. Proyek pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi berkelanjutan kepada masyarakat Kelompok Tani Guo Mandiri, dengan memperkenalkan teknologi biogas sebagai alternatif pengolahan limbah ternak yang ramah lingkungan. Dengan penerapan teknologi tepat guna ini, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan kotoran ternak untuk menghasilkan energi yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak atau penerangan. Pelaksanaan monev dilakukan oleh tim reviewer yang terdiri dari para ahli di bidangnya. Salah satu reviewer yang memberikan penilaian adalah Prof. Dr. Hj. Suryani, M.Si., seorang pakar dalam bidang teknologi dan pengabdian masyarakat. Prof. Suryani memberikan tinjauan yang mendalam terhadap progres program ini, serta melihat potensi pengembangan lebih lanjut di masa depan. Proses monev ini sangat penting untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dr. Herix Sonata, ketua tim pengabdian, program ini merupakan bentuk kontribusi nyata ITP dalam mendukung pengembangan masyarakat, terutama dalam hal pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang teknologi biogas, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional yang lebih mahal. Hasil dari sesi monev menunjukkan bahwa proyek ini berjalan dengan sangat baik. Reviewer menilai bahwa implementasi teknologi biogas di Kelompok Tani Guo Mandiri sudah menunjukkan hasil yang positif. Masyarakat terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan dan sudah mulai menggunakan biogas untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, mereka mengungkapkan kepuasan terhadap perubahan yang terjadi setelah teknologi ini diterapkan. Dalam laporan hasil monev, Prof. Dr. Hj. Suryani menekankan bahwa program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, terutama dalam meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat tersebut dalam mengelola teknologi biogas secara mandiri. Beliau juga menyarankan adanya pelatihan lanjutan dan pendampingan agar program ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas. “Projek ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, di mana mereka membutuhkan solusi praktis dan ramah lingkungan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras tim pengabdian dan berharap teknologi ini bisa berkembang lebih luas lagi, tidak hanya di Kelompok Tani Guo Mandiri, tetapi juga ke kelompok masyarakat lainnya,” ujar Prof. Suryani dalam sesi penutupan monev. Dengan hasil positif ini, ITP berencana untuk terus melakukan evaluasi dan pendampingan secara berkala agar implementasi teknologi biogas dapat terus ditingkatkan. Selain itu, pengembangan program ini juga akan melibatkan berbagai pihak terkait, baik dari sektor pemerintah maupun masyarakat itu sendiri, untuk menjamin keberlanjutan dan dampak yang lebih luas. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu fokus utama dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan ITP berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam memberikan solusi nyata bagi masalah yang dihadapi masyarakat. Melalui program seperti ini, ITP tidak hanya mencetak lulusan yang berkualitas, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.   Created By Widia/Humas ...
29 Oktober 2024 #fakultas-teknik #kerja-sama #penelitian #pengabdian-masyarakat #publikasi #teknik-lingkungan #webometrics
Image

Dari Limbah Menjadi Energi, Prodi Teknik Lingkungan ITP Berdayakan Kelompok Tani Desa Guo Mandiri Energi dengan Teknologi Biogas

Satu lagi kabar menggembirakan yang menambah daftar panjang prestasi Institut Teknologi Padang (ITP). Hadir pertama kali pada tahun 2023 lalu, sebuah inovasi dikembangkan oleh tim peneliti dari Program Studi Teknik Lingkungan yang diketuai oleh Dr.Herix Sonata MS, M.Si yang sekaligus menjabat Ketua Prodi Teknik Lingkungan ITP.Melalui pengembangan Teknologi Tepat Guna Pembuatan Biogas dari Kotoran Ternak sebagai alternatif energi terbarukan di Desa Guo, Kelurahan Kuranji, Kota Padang. Tim peneliti Prodi Teknik Lingkungan ITP menggelar Pendampingan Masyarakat Berkelanjutan Kelompok Tani Guo Mandiri pada Minggu (06/10).Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian pelaksanaan program hibah yang berhasil diraih oleh tim peneliti melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2024. Dengan dukungan hibah ini, kegiatan tersebut dirancang untuk memberdayakan para petani dengan menggabungkan pendekatan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat.Melalui program ini, limbah yang sering dianggap tak bernilai kini diolah menjadi biogas, yang menjadi alternatif solusi tepat guna yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berdampak langsung pada masyarakat pedesaan. Inovasi ini tidak hanya membantu mengatasi permasalahan limbah, tetapi juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil yang kian mahal.Kelompok Tani Guo Mandiri, yang dipimpin oleh Jamaris, A.Md., berperan sebagai mitra utama dalam kegiatan ini. Sebanyak 20 anggota kelompok tani turut serta, aktif berkolaborasi dengan dosen dan mahasiswa dari Teknik Lingkungan ITP. Program ini menggabungkan pelatihan teknis dengan penerapan langsung pembuatan tangki digester, yaitu alat untuk menghasilkan biogas dari limbah ternak.Limbah Kotoran Ternak memiliki potensi menjadi alternatif energi terbarukan sebagai bahan utama dalam proses fermentasi anaerobik di dalam tangki digester. Proses ini menghasilkan gas metana yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, menjadikannya sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan bagi warga desa.Pengembangan teknologi biogas ini melibatkan pembuatan biodigester sederhana namun efektif, di mana kotoran ternak dicampur dengan air dan bahan tambahan seperti bioaktivator EM4 dan molase. Setelah difermentasi selama sekitar 20 hari dalam kondisi tanpa oksigen, digester menghasilkan gas metana yang siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Teknologi ini juga memungkinkan masyarakat memanfaatkan residu sebagai pupuk organik, sehingga menghasilkan manfaat tambahan untuk sektor pertanian.Selain itu, dengan penggunaan biogas yang ramah lingkungan, Desa Guo telah membantu mengurangi jejak karbon dan menyumbang pada penurunan polusi udara di daerah sekitarnya. Biogas yang dihasilkan memungkinkan warga desa untuk menghemat pengeluaran energi dan menciptakan siklus yang berkelanjutan: kotoran ternak diubah menjadi energi, dan residunya dimanfaatkan kembali dalam bentuk pupuk yang berguna bagi pertanian lokal.Keberhasilan pengembangan biogas di Desa Guo ini menjadi contoh nyata bahwa teknologi tepat guna dapat diterapkan oleh masyarakat pedesaan dengan dampak positif yang luas. Dengan dukungan akademisi, masyarakat, dan pemerintah, teknologi energi terbarukan seperti biogas membuka peluang besar bagi desa-desa di Indonesia untuk mencapai kemandirian energi.Inovasi ini menandai langkah besar menuju pemanfaatan energi terbarukan di tingkat lokal dan menjadi bukti nyata bahwa limbah pun dapat diubah menjadi energi yang bermanfaat. Bagi Desa Guo dan banyak wilayah lain di Indonesia, biogas dari limbah ternak bukan hanya solusi energi yang berkelanjutan, tetapi juga simbol dari kemajuan dan kemandirian energi yang dapat dicapai bersama. Created By Widia/Humas ...
26 Oktober 2024 #dosen #kemahasiswaan #mahasiswa-baru #penelitian #pengabdian-masyarakat #prestasi #publikasi #spmb #teknik-lingkungan #webometrics
Image

Monev Program Matching Fund 2024, Prodi TRIL ITP Mantapkan Langkah dengan Inovasi Hexacopter TMC

Institut Teknologi Padang (ITP) terus perkuat eksistensinya di bidang riset dan penelitian teknologi, salah satunya pengembangan Hexacopter (pesawat tanpa awak). Menjadi salah satu penerima Program Dana Padanan (Matching Fund) Batch II 2024, Direktorat Jenderal Vokasi mengadakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pengembangan Hexacopter dalam Penggunaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Ruang Sidang Utama ITP, Selasa (08/10). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara ITP dan PT. Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (PT. Frogs Indonesia), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi transportasi inovatif. Acara dibuka oleh Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc, IPM, ASEAN. Eng, APEC Eng, selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) ITP. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menciptakan inovasi teknologi yang relevan bagi masyarakat. "Hexacopter ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan permasalahan lingkungan lainnya. Harapannya dengan adanya kegiatan Monev ini, apabila terdapat kendala dan hambatan, diharapkan langkah-langkah perbaikan dan dukungan dapat disampaikan kepada tim peneliti melalui evaluasi ini," ungkapnya. Rektor ITP, Dr. Ir. H. Hendri Nofrianto, M.T., IPM, juga memberikan sambutan hangat kepada para tim penilai dari Ditjen Vokasi yang berpartisipasi dalam evaluasi ini. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pengembangan riset ini. ““Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dari Ditjen Vokasi, dan saya sangat bangga dengan komitmen dan dedikasi tim peneliti Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) ITP dalam pengembangan alat ini. Kolaborasi ini sejalan dengan visi ITP untuk terus berinovasi dan menghasilkan teknologi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat luas,” ujar beliau dalam pidato sambutan.Ir. Joko Susila, M.T, salah satu assessor dari Ditjen Vokasi, juga turut mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat dari pihak ITP. Dalam kesempatan ini memperkenalkan tim penilai yang terdiri dari Ade Suryatman Margana, S.T., M.Eng sebagai reviewer, serta didampingi tiga perwakilan dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (APTV) yaitu Bayu Sadewo, Heru Sriwidodo, dan Untung. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memotret dan mengevaluasi progres perencanaan dan pelaksanaan program pengembangan riset hingga saat ini. Beliau juga mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa riset yang ada sudah sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Sementara itu, Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM, selaku Wakil Rektor II ITP, menegaskan komitmen ITP dalam penelitian dan inovasi teknologi. Ia juga optimis dengan potensi keberhasilan program hibah Matching Fund ini. "Saat ini, progres matching fund sudah mencapai 60% dari aspek keuangan dan 80% dari aspek fisik. Kami berharap keberhasilan ini membuka peluang lain untuk hibah penelitian di masa depan dan memperluas inovasi teknologi," jelasnya. Program Matching Fund ITP ini digawangi oleh Tim Prodi TRIL ITP, yang diketuai oleh Drs. Al, M.T. dengan anggota Asnal Effendi, S.T., M.T., IPM, ASEAN. Eng, Aswir Premadi, M.Sc, dan Ir. Andi Syofian, S.T., M.T., IPM, serta Dasman, M.T., menjelaskan bahwa pengembangan Hexacopter untuk Modifikasi Cuaca dimulai dengan merancang drone menggunakan perangkat lunak CAD dan pemodelan 3D. Proses ini dilanjutkan dengan perakitan drone dari komponen-komponen yang disiapkan secara teliti. Tahap berikutnya adalah pengujian menyeluruh untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik sebelum drone diintegrasikan dengan modul TMC. Modul TMC ini akan berfungsi sebagai alat penyemai awan, yang diharapkan mampu mempengaruhi pola cuaca dan membantu upaya mitigasi perubahan iklim di berbagai wilayah Indonesia. Selain pengembangan teknologi drone dan modul TMC, aspek legalitas dan regulasi juga menjadi bagian penting dari program ini. ITP dan mitra berupaya memastikan bahwa seluruh kegiatan pengembangan mengikuti standar keamanan dan regulasi yang berlaku. Progres pengembangan Hexacopter TMC saat ini mencakup pengujian, perizinan, perakitan Modul TMC, serta perancangan drone dan purwarupa Hexacopter TMC. Dengan integrasi alat penyemai awan, Hexacopter ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam program modifikasi cuaca yang telah diimplementasikan di beberapa wilayah Indonesia. Sebagai luaran utama dari penelitian ini, desain Hexacopter TMC akan dipublikasikan sebagai salah satu inovasi teknologi unggulan di bidang rekayasa lingkungan. Selain itu, hasil penelitian ini juga akan disajikan dalam jurnal internasional International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS), menandai bahwa proyek ini tidak hanya berkontribusi bagi Indonesia, tetapi juga bagi komunitas ilmiah global. Melalui pengembangan Hexacopter TMC, ITP dan PT. Frogs Indonesia berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam hal penanganan perubahan iklim dan mitigasi bencana. Program ini juga membuka peluang lebih luas bagi ITP untuk mendapatkan hibah penelitian lebih lanjut, sekaligus memperkuat reputasi kampus sebagai pusat inovasi teknologi. Created By Widia/Humas ...
09 Oktober 2024 #dosen #fakultas-vokasi #institut-teknologi-padang #penelitian #prestasi #publikasi #teknologi-rekayasa-instalasi-listrik #webometrics