• Ir. Antonov, ST, MT, IPM, Ahli Elektrikal ITP Di balik Proyek Infrastruktur Sumbar
- 22 April 2026
Di
balik berdirinya infrastruktur penting di Kota Padang, terdapat sosok Ir.
Antonov, ST, MT, IPM, seorang pendidik sekaligus tenaga ahli yang telah
mendedikasikan hidupnya pada bidang ketenagalistrikan. Perannya dalam proyek
instalasi listrik pada pembangunan Kantor Walikota dan DPRD Kota Padang menjadi
salah satu kontribusi nyata yang berdampak langsung pada pelayanan publik dan
operasional pemerintahan. Tidak
hanya itu, kiprahnya juga mencakup berbagai proyek strategis lain yang
menyentuh kebutuhan masyarakat luas. Mulai dari pengawasan dan perencanaan
sistem MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) untuk fasilitas pendidikan
seperti Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, hingga proyek
pembangunan rumah susun di Sumatera Barat yang mendukung penyediaan hunian
layak bagi masyarakat. Salah
satu pengalaman yang menonjol adalah keterlibatannya dalam rehabilitasi dan
rekonstruksi pasca gempa bumi Sumatera Barat. Dalam proyek tersebut, beliau
berkontribusi pada perencanaan sistem kelistrikan yang aman dan andal,
memastikan bangunan yang dibangun kembali tidak hanya berfungsi, tetapi juga
lebih tangguh terhadap bencana. Pengalaman
panjangnya di dunia profesional berjalan seiring dengan pengabdiannya sebagai dosen
di Institut Teknologi Padang sejak 2014. Bagi beliau, dunia pendidikan bukan
sekadar tempat mentransfer ilmu, melainkan ruang untuk membentuk karakter
generasi muda. Ia dikenal sebagai sosok yang mencintai profesinya sebagai
pendidik dengan sepenuh hati, menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teknis
tetapi juga bernilai kehidupan. Dalam
setiap kesempatan, beliau selalu menyampaikan pesan sederhana namun kuat kepada
mahasiswa: pentingnya kejujuran dan kerja keras. Baginya, dua nilai tersebut
adalah fondasi utama untuk bertahan dan berkembang di dunia profesional yang
terus berubah. Ke
depan, tantangan sektor energi di Sumatera Barat akan semakin besar. Proyeksi
menunjukkan bahwa kebutuhan daya listrik di wilayah ini akan meningkat hingga
sekitar ±5.564 MW pada tahun 2050. Lonjakan ini berarti hampir tiga kali lipat
dari kondisi saat ini, yang secara langsung akan mendorong peningkatan
kebutuhan tenaga kerja di sektor ketenagalistrikan. Transformasi
energi yang mengarah pada pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) serta
digitalisasi sistem kelistrikan membuka peluang besar bagi generasi muda,
khususnya lulusan teknik. Potensi lapangan kerja diperkirakan mencapai puluhan
ribu hingga tahun 2050, menjadikan sektor ini sebagai salah satu bidang strategis
di masa depan. Dalam
konteks tersebut, peran beliau menjadi semakin relevan. Ia tidak hanya
berkontribusi melalui proyek-proyek yang berdampak bagi masyarakat, tetapi juga
melalui perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan
energi masa depan.
Created
By Widia/Humas ...