ITP Hadirkan Inovasi Pengering Ikan Tenaga Surya, Dukung Penguatan Perikanan Kota Padang

- 22 Mei 2026

Pengembangan teknologi tepat guna untuk masyarakat pesisir terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Sc., bersama Wali Kota Padang, H. Fadly Amran, B.B.A., melakukan kunjungan ke Sentral Pengeringan Ikan di bawah Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang pada (20/05). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung potensi pengembangan teknologi pengeringan ikan yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pengolahan hasil perikanan masyarakat pesisir sekaligus mendukung peningkatan ekonomi nelayan melalui penerapan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Dalam kesempatan itu, Institut Teknologi Padang menghadirkan inovasi Alat Pengering Rumah Kaca Hemat Energi dan Berkualitas Tinggi berbasis tenaga surya. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu proses pengeringan hasil perikanan agar lebih higienis, hemat energi, dan mampu menjaga kualitas produk meskipun dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Sc., dikenal sebagai akademisi yang memiliki fokus penelitian pada Energi Baru dan Terbarukan serta sumber energi alternatif. Berbagai penelitian yang dikembangkannya diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk implementasi energi terbarukan dalam proses pengolahan hasil perikanan guna mendukung ekonomi berkelanjutan masyarakat pesisir. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk mengoptimalkan UPTD Sentral Pengolahan Perikanan sebagai pusat pengolahan andal bagi nelayan di pesisir barat Kota Padang. Pemko Padang juga menggandeng Prof. Yahya dari ITP dalam penerapan teknologi pengolahan yang tepat guna bagi masyarakat nelayan.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. ITP siap mendukung program-program Pemerintah Kota Padang terkait Padang Juara melalui produk inovasi yang mampu membantu peningkatan kualitas produksi dan daya saing hasil perikanan lokal. Didukung fasilitas koperasi nelayan, gudang bahan baku, dan unit pembekuan, optimalisasi Sentral Pengolahan Perikanan akan dimulai melalui penyelesaian berbagai persoalan mendasar yang sedang dipetakan pemerintah daerah. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat potensi perikanan sekaligus melahirkan produk olahan lokal sebagai komoditas unggulan baru Kota Padang.   Created By Widia/Humas   ...

Berita Terbaru
Image

Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan sosialisasi teknis penghunian asrama mahasiswa kampus 2 ITP, Kamis (26/1/2023).Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor ITP  Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T.  beserta segenap Pimpinan dan pejabat struktural di lingkungan ITP dan juga Engineer Muda ITP. Rusunawa ITP, yang disampaikan dalam sosialisasi ini oleh Ka PLT Hamdi Habdillah, M.Kom, memiliki fasilitas yang lengkap dan menunjang aktifitas Enginermuda. Terdapat tempat tidur dilengkapi kasur, lemari, meja belajar, wastafel, toilet, kipas angin dan tempat sampah pada masing-masing kamar. Adapun fasilitas pendukung yang didapatkan yaitu akses internet, free laundry 10 kg, kantin dan minimarket, lahan parkir dan area belajar mahasiswa. Biaya sewa yang dibebankan pun sangat ekonomis, yakni RP 350.000-/orang/bulan sudah termasuk laundry 10 kg/bulan/orang.  Selain itu juga ada rencana untuk pembangunan fasilitas lapangan olah raga Voli di Kampus 2.Rektor ITP berharap, asrama ini dapat menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan disiplin kepada Engineermuda dan juga sebagai wadah penumbuhan Karakter bagi Engineermuda yang berada di asrama nantinya melalui berbagai kegiatan.Yuk bagi kamu mahasiswa ITP bagi yang berminat bisa daftar dari sekarang ya, jangan sampai kehabisan kuota ya. Caranya gampang kok tinggal isi  dan lengkapi dokumen pada link berikut  Pendaftaran Asrama Kampus 2 ITP ...

26 Januari 2023 #institut-teknologi-padang #publikasi #webrometric
Image

Institut Teknologi Padang -  Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Padang Pariaman (BAPELITBANGDA) dan Institut Teknologi Padang sepakat untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kabupaten Padang Pariaman, (9/1/2023).Sebelumnya memang belum ada kerja sama antara Institut Teknologi Padang dengan Pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman. Kedatangan BAPELITBANGDA langsung dihadiri oleh Bapak Drs. Azwarman,M.M. selaku kepala BAPELITBANGDA beserta tim. Beliau menyampaikan peluang kerja sama yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Salah satu potensi yang ada di Kabupaten Padang Pariaman yaitu di bidang industri seperti olahan hasil unggulan padi, kelapa, jambu biji dan jagung.Wakil Rektor I Bapak Firmansyah David, Ph.D., Wakil Rektor II Ibu Yusreni Warmi, Dr.Eng, Dekan Fakultas Teknik Ibu Maidiawati, Dr.Eng, Ka. Prodi di Lingkungan ITP, Ka. Humas, Kerja Sama dan Promosi dan Ka.LP2M menyambut baik maksud dan tujuan dari BAPELITBANGDA dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mengingat kemitraan ini akan banyak manfaat bagi masyarakat. BAPELITBANG Kab. Padang Pariaman akan mendampingi ITP dalam setiap tahap penyusunan proposal, mulai dari proses pengumpulan data di masyarakat dan kebutuhan administrasi lainnya dalam proses kerja sama ini. Dalam pertemuan ini juga dibahas skema kolaborasi ITP dengan Bapelitbang Kab. Padang Pariaman mengikuti skema yang ada di hibah kementerian terkait penelitian/pengabdian masyarakat. Sehingga memungkinkan adanya kolaborasi multidisplin ilmu dalam satu topik proposalnya.(elsa/humas) ...

09 Januari 2023 #fakultas-teknik #institut-teknologi-padang #kerja-sama #nagari #webrometric
Image

Langkah nyata Institut Teknologi Padang (ITP) dalam mendukung kecerdasan bangsa kembali terlihat melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini, Program Studi Teknik Informatika memperkenalkan aplikasi inovatif bernama RiceTag kepada warga Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis pada Sabtu (26/11)   Kegiatan ini melibatkan dosen serta mahasiswa yang tergabung dalam kelompok bidang keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Suasana hangat terlihat sejak pagi saat warga, terutama petani, antusias hadir mengikuti kegiatan. Pengabdian masyarakat ini menjadi bukti komitmen ITP dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat di akar rumput.    RiceTag dikembangkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengenali kualitas beras. Aplikasi ini hadir sebagai solusi cerdas bagi petani dan masyarakat dalam mengenali berbagai jenis beras yang beredar di pasaran, dengan memanfaatkan perangkat smartphone sebagai sarana utama. Mayoritas masyarakat di daerah ini bekerja sebagai petani, sehingga aplikasi RiceTag diharapkan mampu langsung memberikan dampak pada kehidupan mereka. Dalam kegiatan tersebut, para petani dijadikan ahli yang menguji ketepatan aplikasi berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka, sementara warga lainnya berperan sebagai pengguna yang menguji aplikasi secara langsung.   Kegiatan ini dipandu langsung oleh Firmansyah David, Ph.D., selaku pemateri utama. Ia menjelaskan latar belakang, tujuan, serta manfaat RiceTag dalam mendukung sektor pertanian. Menurutnya, aplikasi ini bukan hanya alat bantu, tetapi juga jembatan antara pengetahuan tradisional petani dan teknologi modern.   “Kami ingin teknologi yang dikembangkan di kampus tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.   Selain Firmansyah David, beberapa dosen Teknik Informatika lainnya juga turut mendampingi warga dalam praktik penggunaan aplikasi. Anisya, M.Kom, bersama Ganda Yoga Swara, M.Kom, Dara Berlian Sukma, dan Ansel Caprico, membantu masyarakat dalam proses mengunduh dan menginstal RiceTag melalui Google PlayStore. Tim lain yang terdiri dari Dede Wira Trise Putra, M.Kom, Minarni, M.Si, Sisca Wulandari, Ahmad Alfaishal, serta Aulia Yasmin Zulhendrik, fokus mendampingi warga dalam penggunaan aplikasi sesuai petunjuk. Mereka memastikan fitur-fitur dalam aplikasi dipahami dengan baik, mulai dari cara memindai beras hingga membaca hasil yang muncul. Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Petani merasa terbantu dengan hadirnya teknologi ini, sementara warga lainnya menyatakan bahwa RiceTag memberi wawasan baru tentang kualitas beras yang mereka konsumsi sehari-hari.    Bagi ITP, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan cerminan komitmen untuk menghadirkan solusi nyata melalui pengabdian masyarakat. RiceTag menjadi simbol bahwa kampus teknik tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada penerapan ilmu yang membumi.    Created By Widia/Humas   ...

27 November 2022
Image

Program Studi Teknik Lingkungan ITP sarjana, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peduli Sungai Batang Arau Padang. Sosialisasi ini ditujukan kepada sekolah-sekolah yang ada di sepanjang bantaran sungai. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 29 Oktober 2022 ini, terlaksana atas prakarsa berbagai pihak, diantaranya,  German Cooperation, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH Jerman, Stadt Hildesheim Jerman, Pemerintah Kota Padang, Arbeitkreis Padang, dan pastinya Teknik Lingkungan ITP.Penelitian yang dilakukan oleh Tim ekspedisi Sungai Nusantara dan Walhi Sumbar terhadap Sungai Batang Arau pada tanggal 5 Mei 2022 lalu telah menemukan 410 mikroplastik per 100 liter air sungai. Sungai-sungai yang tercemar oleh mikroplastik dapat mengakibatkan ikan-ikan dan hewan perairan lainnya juga mengandung mikroplastik. Ikan dan hewan yang mengandung zat pencemar jika dikonsumsi oleh manusia dapat mengakibatkan kanker. Michell Rohmann, Expert lingkungan dari GIZ Jerman dan Stadt Hildesheim, dalam kunjungan ke ITP menyampaikan bahwa, Masalah sampah plastik di Kota Padang sangat mengkhawatirkan. Banyak masyarakat yang belum sadar akan bahaya yang dilakukan ketika membuang sampah terutama plastik secara sembarangan. Dan juga, penggunaan plastik yang sangat tinggi di Kota Padang. Pengunaan plastik di benda sehari sehari, agar sudah mulai dikurangi dan kalau bisa tidak digunakan lagi atau disubtitusi dengan bahan yang ramah lingkungan.Kandungan mikroplastik di Sungai Batang Arau disebabkan terjadinya penguraian sampah plastik yang dibuang oleh masyarakat. Masyarakat sudah terbiasa membuang sampah ke sungai tanpa menyadari dampak yang diakibatkan. Sampah plastik yang dibuang ke sungai juga membahayakan ekosistem laut. Banyak ikan-ikan mati karena memakan plastik tersebut. Sungai Batang Harau merupakan hilirisasi di sungai yang ada di Hulu. Akitiftas pembuangan sampah baik yang dimulai dari hulu dan nanti di hilir, membuat sampah tertumpuk di akhir.Pemerintah Kota Padang harus mulai melihat ini sebagai salah satu masalah yang harus dibenahi. Jika dibiarkan secara terus-menerus, bukan hanya kualitas sungai, kualitas lingkungan juga akan berkurang, dan akan berdampak keberbagai aspek kehidupan lainnya. Harus ada tindak lanjut nyata terhadap kondisi lingkungan dalam hal ini baik dari penggunaan plastik, hingga pengolahan sampah plastik. Pada sosialisasi ini juga diberikan simulasi tentang mengembalikan fungsi sungai, dan juga simulasi tentang pengurangan penggunaan Kantong Plastik. Menurut Dr. Herix Sonata, M.Si, salah satu yang juga jadi masalah lingkungan yang ada di Kota Padang, adalah sampah yang tidak terolah. Sampah akan menjadi tidak terkendali jika tidak ada kesadaran dari masyarakat. Sampah yang sudah tertumpuk sebenernya bisa dimanfaatkan untuk beberapa hal, seperti penggunaan untuk EcoBrick, namun masih banyak yang belum tahu bahwa sampah bisa diolah menjadi hal-hal yang bermanfaat kembali kepada masyarakat. Salah satu pemilihan siswa sekolah untuk sosialiasi ini adalah karena siswa merupakan umur yang bisa kita bentuk, baik pengertian dan pemahaman, terkait bahaya sampah plastik, dan pengaruhnya kepada kehidupan. Admi Landri Schluter salah satu tim dari GIZ menyampaikan, sudah saatnya kita agar kita lebih peduli terhadap lingkungan sendiri. karena kita sendiri yang akan menggunakan alam yang ada disekitar kita. Masalah lingkungan bukan masalah yang bisa diselesaikan oleh salah satu pihak saja. Semua elemen masyarakat, dan juga pemerintah kota padang dan juga instansi terkait lainnya, haris bersinergi, bekerja sama dalam mennyelesaikan masalah ini.Yuk! Rawat dan jaga alam !Kamu bisa mulai dengan langkah pengurangan penggunaan terhadap penggunaan plastik. ...

02 November 2022 #DIKTI #Akademik #fakultas-teknik #kegiatan #mbkm #teknik-lingkungan
Image

Tim Futsal UKO ITP berhasil meraih Juara 1 pada Turnamen Futsal Hima Matematika Universitas Eka Sakti antar PTN/PTS Se-Sumatera Barat.Tim Futsal ITP berhasil meraih juara setelah melaksanakan Final Segitiga, dengan 3 tim lainnya pada Selasa 25 Oktober 2022 di Lapangan Futsal Family Jati.Supporter yang hadir juga sangat antusias dalam mendukung Tim ITP pada Final yang Lalu Terima kasih atas prestasinya dan semoga semakin meningkat kedepannya. Amin. ...

26 Oktober 2022 #fakultas-teknik #mahasiswa #prestasi #teknik-geodesi #teknik-informatika #teknik-mesin #teknik-sipil