Student Mobility di Malaysia, Engineer Muda Teknik Sipil ITP Aktif di INTI World Physioday 2026

- 18 September 2026

Pengalaman internasional kembali mewarnai perjalanan empat Engineer Muda Teknik Sipil Institut Teknologi Padang (ITP) selama mengikuti program di Malaysia. Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza turut ambil bagian dalam INTI World Physioday (IWPD) 15.0 yang berlangsung pada 1 hingga 2 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk berinteraksi langsung dalam agenda internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang. Keempat Engineer Muda ITP turut mengikuti sejumlah assessment yang diselenggarakan panitia. Aktivitas ini memberikan pengalaman baru sekaligus mendorong mereka untuk berani berpartisipasi dalam kegiatan berskala internasional. Keterlibatan dalam IWPD15.0 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru. Mengikuti assessment bersama peserta lainnya membuat mereka dapat merasakan atmosfer kegiatan internasional secara langsung, sekaligus memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan individu dari latar belakang yang beragam.Tidak hanya mengikuti agenda kegiatan, keempat mahasiswa juga terlibat aktif dalam aktivitas pembelajaran di kelas. Mereka belajar bersama teman-teman internasional lainnya, sehingga pengalaman akademik yang dijalani selama berada di Malaysia semakin beragam. Interaksi tersebut membuka ruang pertukaran pengalaman dan memperluas pertemanan lintas negara. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di lingkungan internasional. Program seperti ini menjadi kesempatan bagi Engineer Muda untuk mengenal suasana pembelajaran yang berbeda, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan adaptasi di tengah lingkungan global.Bagi Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza, keterlibatan dalam IWPD15.0 menjadi bagian dari perjalanan mereka selama mengikuti program di Malaysia. Pengalaman di luar kelas berjalan beriringan dengan aktivitas akademik, menghadirkan cerita baru yang memperkaya proses pembelajaran sebagai mahasiswa Teknik Sipil. Perjalanan student mobility tersebut masih terus berlangsung. Setelah mengikuti kegiatan internasional dan berinteraksi bersama mahasiswa dari berbagai negara, para Engineer Muda ITP memiliki kesempatan untuk terus memperluas pengalaman selama berada di Malaysia. Setiap aktivitas menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri, jejaring, dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional yang semakin global.     Created By Widia/Humas   ...

Berita Terbaru
Image

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Institut Teknologi Padang menggelar sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sijunjung, Selasa (14/07). Kegiatan ini membuka peluang bagi aparatur sipil negara untuk melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan tugas kedinasan. Sosialisasi dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Marketing Institut Teknologi Padang, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., didampingi Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB Dr. Herix Sonata MS, M.Si., bersama tim akademik. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sijunjung, Dainis Suryani, S.T., M.T., serta diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memenuhi Aula PUPR Kabupaten Sijunjung. Dalam pemaparannya, tim ITP memperkenalkan berbagai skema pendidikan yang dirancang fleksibel bagi para profesional, khususnya Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil. Melalui program ini, pengalaman kerja dan kompetensi yang dimiliki peserta dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran, sehingga memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumatera Barat Institut Teknologi Padang terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kapasitas aparatur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan program pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah serta penguatan kompetensi sumber daya manusia di berbagai sektor. Program RPL dan Magister Teknik Sipil diharapkan menjadi solusi bagi ASN dan tenaga profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus memperkuat kompetensi di bidang infrastruktur dan pembangunan. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, peserta dapat menempuh pendidikan tanpa mengganggu tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.Melalui kegiatan ini, Institut Teknologi Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Barat. Sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. Created By Widia/Humas   ...

15 Juli 2026 #diktiberdampak #kerja-sama #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics
Image

Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga kepedulian dan gotong royong berbagai pihak. Semangat tersebut diwujudkan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang bersama APTISI Wilayah X Sumbar berupa bantuan bedah rumah parsial bagi warga terdampak banjir bandang di Tabing Banda Gadang, Kota Padang, Rabu (15/07). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan setelah menghadapi bencana. Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X Sumbar berkolaborasi memberikan bantuan perbaikan pada bagian rumah yang mengalami dampak akibat banjir bandang. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Program Studi Teknik Sipil ITP, Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., bersama jajaran dosen. Kehadiran tim akademik tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga menunjukkan peran keilmuan Teknik Sipil dalam memberikan kontribusi terhadap pemulihan kondisi hunian masyarakat, khususnya melalui pendekatan teknis yang tepat dan sesuai kebutuhan.Turut hadir Ketua APTISI Wilayah X Sumbar, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T., IPM. Kehadiran pimpinan APTISI memperkuat semangat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam merespons persoalan sosial di tengah masyarakat. Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan akademik dapat diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Bantuan bedah rumah parsial ini diharapkan dapat membantu memperbaiki bagian hunian yang terdampak sehingga keluarga penerima manfaat dapat kembali menempati rumah dengan kondisi yang lebih layak dan aman. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran sosial bagi sivitas akademika untuk memahami bahwa ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam menjawab persoalan nyata.Komitmen pengabdian tersebut menjadi bagian dari upaya ITP sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kontribusi yang berdampak. Pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu di lingkungan kampus, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan solusi dan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kolaborasi Teknik Sipil ITP dan APTISI Wilayah X Sumbar diharapkan dapat terus berkembang dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. Bantuan bedah rumah ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan gotong royong berbagai pihak. Dari kampus, kepedulian diwujudkan melalui aksi nyata untuk membantu masyarakat kembali bangkit. Created By Widia/Humas   ...

15 Juli 2026 #diktiberdampak #pengabdian-masyarakat #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-sipil #webometrics
Image

Dunia industri terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi dan kebutuhan tenaga profesional yang kompeten. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Teknik Institut Teknologi Padang menggelar Kuliah Umum 2026 bertema "Introduction to TIC Service in Oil & Gas, Civil Engineering and Environmental Sectors" sebagai wadah mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri berpengalaman, Kamis (26/06/2026). Kuliah umum menghadirkan Wahyudi Arief, Vice President of Asset and Renewable Energy PT Sucofindo (Persero), Jakarta, yang juga merupakan alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Padang angkatan 2000. Kehadirannya menjadi inspirasi bagi mahasiswa melalui berbagi pengalaman profesional, wawasan industri, serta peluang karier di sektor Testing, Inspection, and Certification (TIC), Oil & Gas, teknik sipil, hingga lingkungan. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., yang hadir bersama jajaran pimpinan kampus. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi lulusan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. "Kuliah umum seperti ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa. Melalui pengalaman langsung dari para praktisi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami kebutuhan dunia kerja sehingga mampu mempersiapkan diri menjadi lulusan yang profesional, kompetitif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan," ujar Prof. Maidiawati saat membuka kegiatan. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra industri guna menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Kehadiran alumni yang telah sukses berkarier di tingkat nasional menjadi bukti bahwa lulusan ITP memiliki daya saing tinggi dan mampu menempati posisi strategis di berbagai sektor industri. Dalam pemaparannya, Wahyudi Arief mengulas peran layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dalam menjamin kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan berbagai proyek di sektor Oil & Gas, konstruksi, serta lingkungan. Ia juga membagikan perjalanan kariernya sejak menempuh pendidikan di ITP hingga dipercaya memimpin bidang Asset and Renewable Energy di PT Sucofindo (Persero), sekaligus memotivasi mahasiswa agar terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika dunia kerja. Kuliah umum tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga membuka kesempatan mahasiswa berdialog langsung dengan alumni yang telah berhasil meniti karier di tingkat nasional. Berbagai pengalaman nyata, mulai dari membangun kompetensi sejak kuliah hingga strategi menghadapi persaingan industri, menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam merancang perjalanan karier profesional mereka. Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc, IPM, ASEAN. Eng, APEC Eng. beserta sivitas akademika menyampaikan apresiasi atas kesediaan Wahyudi Arief kembali ke kampus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kehadiran alumni sebagai pembicara diharapkan semakin memperkuat hubungan antara kampus dan dunia industri, sekaligus menumbuhkan motivasi mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan akademik maupun keterampilan profesional. Created By Widia/Humas   ...

09 Juli 2026 #diktiberdampak #fakultas-teknik #kerja-sama #kuliah #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics
Image

Penguatan budaya mutu menjadi langkah penting dalam memastikan peningkatan kualitas perguruan tinggi berjalan secara konsisten. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop PPEPP yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) pada 7 hingga 9 Juli 2026 di Ruang Sidang Utama. Kegiatan mengangkat tema “Penguatan Implementasi PPEPP dalam Mewujudkan Budaya Mutu Berkelanjutan di ITP”. Workshop ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman dan implementasi Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) sebagai siklus utama dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal. Penerapan siklus tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Kegiatan dipandu Ketua LPMI, Dr. Quinoza Guvil, M.Si., CIIQA, yang mengarahkan jalannya workshop agar peserta dapat memahami pentingnya penerapan PPEPP dalam berbagai proses pengelolaan institusi. Forum ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antarunit dalam membangun sistem mutu yang lebih efektif.Workshop turut menghadirkan Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., bersama jajaran pimpinan. Kehadiran pimpinan menunjukkan dukungan terhadap penguatan sistem penjaminan mutu sebagai bagian integral dari tata kelola perguruan tinggi. Kolaborasi pimpinan dan unit kerja menjadi faktor penting dalam memastikan budaya mutu tumbuh secara menyeluruh. Implementasi PPEPP memiliki peran penting dalam memastikan setiap program dan kegiatan berjalan berdasarkan standar yang telah ditetapkan, kemudian dievaluasi untuk menemukan ruang perbaikan. Hasil evaluasi selanjutnya menjadi dasar pengendalian dan peningkatan. Dengan pola tersebut, mutu tidak dipandang sebagai tujuan sesaat, melainkan proses yang terus bergerak mengikuti kebutuhan institusi.Langkah penguatan mutu ini menjadi bagian dari upaya ITP sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Budaya mutu yang kuat diharapkan mampu mendorong setiap unsur sivitas akademika untuk memiliki kesadaran terhadap standar, kinerja, evaluasi, serta perbaikan berkelanjutan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Melalui Workshop PPEPP selama tiga hari tersebut, LPMI mendorong terciptanya pemahaman yang semakin kuat mengenai pentingnya penjaminan mutu sebagai budaya bersama. Implementasi yang konsisten diharapkan mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja setiap unit, serta memastikan seluruh proses akademik dan nonakademik terus berkembang menuju standar mutu yang lebih baik.   Created By Widia/Humas ...

07 Juli 2026 #diktiberdampak #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics
Image

Pengalaman belajar di dunia industri menjadi bagian penting dalam memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap persoalan lingkungan. Hal tersebut dilakukan mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Padang melalui kunjungan industri ke PT Semen Padang, Selasa (07/07). Kegiatan ini menjadi bagian pembelajaran yang menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik di lapangan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Pencemaran Udara dan Kebisingan, Teknologi Pengendalian Pencemaran Udara dan Kebisingan, serta Pengelolaan Limbah Industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi dan sistem pengelolaan lingkungan dalam kegiatan industri, khususnya pada sektor produksi semen. Tim Teknik Lingkungan ITP dalam kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Program Studi Teknik Lingkungan, Vina Azatri, M.T. Kehadiran dosen dan mahasiswa di lingkungan industri menjadi momentum untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa dapat mengamati langsung berbagai proses sekaligus memahami tantangan pengelolaan lingkungan yang dihadapi industri. Salah satu materi yang menjadi perhatian mahasiswa adalah proses produksi semen, pengelolaan limbah industri, serta penerapan Alternative Fuel and Raw Material (AFR). Materi tersebut disampaikan oleh Mustaqim Nasra, M.T., Senior Manager AFR PT Semen Padang. Pemaparan memberikan wawasan mengenai pemanfaatan AFR dalam mendukung pengelolaan material dan operasional industri yang lebih berkelanjutan. Interaksi langsung dengan praktisi industri memberikan perspektif berbeda bagi mahasiswa dalam memahami pengendalian pencemaran udara dan kebisingan. Konsep yang sebelumnya dipelajari secara teoritis di ruang kelas dapat dikaitkan dengan kondisi nyata di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membangun kompetensi mahasiswa sebagai calon profesional di bidang lingkungan. Kegiatan pembelajaran di dunia industri juga memperkuat komitmen ITP sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi dengan industri membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal teknologi, standar operasional, tantangan lingkungan, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan sektor industri. Kunjungan industri ke PT Semen Padang diharapkan menjadi pengalaman akademik yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa. Program Studi Teknik Lingkungan ITP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Semen Padang atas sambutan hangat, kesempatan belajar, serta pengetahuan yang telah dibagikan. Sinergi pendidikan dan industri diharapkan terus berkembang untuk mencetak lulusan berkompeten dan berwawasan lingkungan. Created By Widia/Humas   ...

07 Juli 2026 #diktiberdampak #kerja-sama #pendidikan #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-lingkungan #webometrics