ITP Sosialisasikan RPL dan Magister di Dinas PUPR Kabupaten Sijunjung 2026, Targetkan Peningkatan Kapasitas ASN

- 15 Juli 2026

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Institut Teknologi Padang menggelar sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sijunjung, Selasa (14/07). Kegiatan ini membuka peluang bagi aparatur sipil negara untuk melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan tugas kedinasan. Sosialisasi dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Marketing Institut Teknologi Padang, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., didampingi Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB Dr. Herix Sonata MS, M.Si., bersama tim akademik. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sijunjung, Dainis Suryani, S.T., M.T., serta diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memenuhi Aula PUPR Kabupaten Sijunjung. Dalam pemaparannya, tim ITP memperkenalkan berbagai skema pendidikan yang dirancang fleksibel bagi para profesional, khususnya Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil. Melalui program ini, pengalaman kerja dan kompetensi yang dimiliki peserta dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran, sehingga memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumatera Barat Institut Teknologi Padang terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kapasitas aparatur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan program pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah serta penguatan kompetensi sumber daya manusia di berbagai sektor. Program RPL dan Magister Teknik Sipil diharapkan menjadi solusi bagi ASN dan tenaga profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus memperkuat kompetensi di bidang infrastruktur dan pembangunan. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, peserta dapat menempuh pendidikan tanpa mengganggu tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.Melalui kegiatan ini, Institut Teknologi Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Barat. Sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. Created By Widia/Humas   ...

Berita Terbaru
Image

Upaya pemulihan pascabanjir di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, terus bergerak melalui sentuhan teknologi tepat guna. Tim Program Mahasiswa Berdampak Institut Teknologi Padang hadir langsung ke lokasi untuk melakukan konsolidasi bersama perangkat kelurahan dan warga pada Rabu (28/01).   Tim yang dipimpin Hafni, S.T., M.T., didampingi Asnal Effendi, S.T., M.T., dan Aswir Premadi, M.Sc., menggelar dialog terbuka dengan aparatur kelurahan. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas rencana teknis, tetapi juga menggali persoalan yang dihadapi warga pascabencana.    Selain konsolidasi, tim juga melakukan survei titik lokasi yang akan menjadi tempat pengaplikasian teknologi. Observasi dilakukan untuk memastikan instalasi penerangan surya dan sistem pengolahan air bersih dapat berjalan optimal.    Program ini dirancang sebagai solusi terpadu berbasis energi terbarukan. Penerangan tenaga surya diharapkan membantu aktivitas warga pada malam hari, sementara alat pengolahan air bersih menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Hafni menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam proses perencanaan. Setiap masukan warga menjadi dasar dalam perancangan alat di laboratorium. Menurutnya, teknologi yang dihadirkan harus adaptif terhadap kondisi lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan berkelanjutan.    Langkah konsolidasi ini menjadi awal perjalanan panjang pemulihan berbasis inovasi. Kolaborasi antara tim akademisi dan masyarakat Gurun Laweh diharapkan melahirkan solusi nyata yang berdampak langsung.    Program Mahasiswa Berdampak ITP diharapkan membawa semangat bahwa teknologi dapat menjadi bagian penting dalam membangun kembali harapan pascabencana.    Created By Widia/Humas     ...

29 Januari 2026 #dosen #mahasiswa #prestasi #publikasi #webometrics
Image

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Teknologi Padang melalui keberhasilan meraih pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Capaian ini menjadi bukti bahwa ide-ide yang tumbuh di lingkungan akademik mampu menjawab persoalan riil masyarakat secara konkret dan berkelanjutan.    Apresiasi tinggi layak diberikan kepada tim penerima pendanaan yang berhasil merancang pendekatan pemulihan pascabencana berbasis kebutuhan warga. Fokus utama diarahkan pada pemulihan akses air bersih dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya merespons kondisi darurat, tetapi juga menyiapkan fondasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup warga terdampak.    Tim ini dipimpin oleh Hafni, S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T. dan Dr. Herix Sonata MS, M.Si., dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas organisasi kemahasiswaan. Seluruh aktivitas mahasiswa dikoordinatori oleh Ade Ryan Mustaqim dari BEM ITP, memastikan sinergi ide, tenaga, dan aksi berjalan terstruktur serta berdampak maksimal.    Keberhasilan meraih hibah ini tidak lepas dari kekuatan konsep yang diusung. Program menghadirkan teknologi pengolahan air bersih dan sistem aquaponic berbasis ekonomi hijau dengan dukungan energi matahari. Inovasi tersebut diproyeksikan menjadi solusi pemulihan pascabencana yang aplikatif, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.   Pencapaian ini sekaligus menegaskan kualitas sumber daya manusia ITP yang adaptif terhadap tantangan sosial dan lingkungan. Mahasiswa dan dosen tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai problem solver yang menghadirkan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.   Lebih dari sekadar raihan pendanaan, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus melahirkan program-program berdampak. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, ITP terus menegaskan komitmennya sebagai kampus yang menghadirkan ilmu, menggerakkan aksi, dan menumbuhkan harapan bagi masa depan yang berkelanjutan.   Created By Widia/Humas     ...

29 Januari 2026 #diktiberdampak #dosen #mahasiswa #prestasi #webometrics
Image

Institut Teknologi Padang (ITP) menerima kunjungan edukatif dari SMA Plus Golden Madani Kota Solok dalam rangka kegiatan campus visit. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen ITP untuk membuka akses informasi pendidikan tinggi sejak dini, sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik dan budaya kampus kepada calon mahasiswa potensial di bidang sains dan teknologi.   Rombongan terdiri dari satu orang guru pendamping dan enam siswa, yang disambut langsung oleh Pejabat Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., bersama jajaran pimpinan. Penyambutan ini mencerminkan keterbukaan ITP dalam membangun komunikasi dua arah dengan sekolah menengah sebagai mitra strategis pendidikan berkelanjutan.  Kegiatan diawali dengan diskusi dan pengenalan kampus yang memaparkan profil institusi, program studi, serta arah pengembangan ITP. Pada sesi ini, siswa diajak berdialog secara aktif untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, sistem pembelajaran, serta peluang pengembangan kompetensi dan karier lulusan di masa depan.   Selanjutnya, peserta mengikuti campus tour untuk melihat secara langsung fasilitas pendukung pembelajaran. ITP memperkenalkan ruang perkuliahan, sarana akademik, dan lingkungan kampus yang dirancang untuk menunjang proses belajar yang kondusif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri serta masyarakat.   Kunjungan berlanjut dengan visiting laboratory, di mana siswa diajak mengenal laboratorium-laboratorium yang menjadi pusat kegiatan praktik dan riset. Melalui sesi ini, ITP memberikan gambaran nyata tentang pembelajaran berbasis praktik, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kompetensi mahasiswa sesuai bidang keilmuan masing-masing.   Melalui kegiatan campus visit ini, ITP berharap siswa SMA Plus Golden Madani memperoleh wawasan dan motivasi dalam merencanakan studi lanjut. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya ITP membangun jejaring pendidikan, menumbuhkan minat generasi muda terhadap pendidikan tinggi teknologi, serta menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Created By Widia/Humas   ...

27 Januari 2026 #webometrics
Image

Momentum penting tercipta di bantaran Sungai Batang Kandis, Sawah Liek, saat dilakukan proses serah terima pekerjaan dinding saluran sebagai bagian dari penanganan darurat pascabanjir bandang. Kegiatan ini menandai berakhirnya tahap awal penguatan infrastruktur sementara yang bertujuan melindungi warga dari ancaman banjir susulan serta memulihkan rasa aman di kawasan terdampak.   Serah terima pekerjaan dinding saluran tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd. (Rajo Mangkuto). Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap inisiatif kolaboratif yang digerakkan oleh ITPeduli bersama Kitabisa.com dan berbagai pihak lainnya dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat Sawah Liek.Pekerjaan dinding saluran ini dirancang sebagai konstruksi tanggul sementara dengan peningkatan volume timbunan hingga setara badan jalan. Upaya tersebut berfungsi menahan aliran air sungai dan meminimalkan potensi kerusakan lanjutan. Meski bersifat darurat, pengerjaan dilakukan dengan pendekatan teknis yang mempertimbangkan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan sekitar.   Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci terwujudnya pekerjaan ini. ITPeduli bersama Kitabisa.com melalui Salamsetara Foundation menggandeng sivitas akademika Institut Teknologi Padang, dosen, relawan, serta dukungan alat berat ekskavator dari PT Nindya Karya. Partisipasi aktif warga RW 03 Kelurahan Kampung Olo turut memperkuat semangat gotong royong di lapangan.   Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara perguruan tinggi, platform kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi contoh penanganan bencana yang efektif, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan riil warga terdampak.   Lebih dari sekadar serah terima fisik bangunan, momen ini menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi masyarakat Sawah Liek. Dinding saluran yang telah dibangun bukan hanya pelindung dari aliran air, tetapi juga penanda bahwa kepedulian dan kerja bersama mampu menguatkan kembali kehidupan warga pascabencana. Created By Widia/Humas     ...

19 Januari 2026 #diktiberdampak #webometrics
Image

Harapan mulai tumbuh di bantaran Sungai Batang Kandis, Sawah Liek, setelah akses jalan yang rusak akibat banjir bandang mulai diperbaiki. Melalui kolaborasi ITPeduli dan Kitabisa.com, langkah pemulihan ini menjadi sinyal kuat bahwa warga tidak sendiri menghadapi dampak bencana. Hari pertama kegiatan difokuskan pada pembukaan jalur yang sebelumnya terputus, agar aktivitas warga perlahan kembali berjalan.   Proses perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan tenaga ahli Institut Teknologi Padang, tokoh masyarakat setempat, serta mahasiswa. Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan antara keahlian teknis dan kepedulian sosial. Setiap tahapan dikerjakan dengan kehati-hatian, mengingat kondisi tanah di bantaran sungai masih labil pascabanjir bandang.   Hari pertama kegiatan difokuskan pada pembukaan kembali akses jalan yang terdampak parah. Bersama tenaga ahli dari Institut Teknologi Padang, tokoh masyarakat setempat, serta mahasiswa, proses perbaikan dilakukan secara gotong royong. Kolaborasi lintas elemen ini memastikan setiap langkah teknis mempertimbangkan aspek keamanan, kebutuhan warga, dan kondisi alam di sekitar bantaran sungai.   Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan intensitas yang lebih terukur. Program ITPeduli bersama Kitabisa.com tidak hanya memperbaiki jalur akses, tetapi juga melakukan penguatan tanggul sebagai langkah mitigasi darurat. Upaya ini penting untuk mengurangi risiko kerusakan lanjutan apabila terjadi peningkatan debit air di Sungai Batang Kandis.   Progres perbaikan mulai terlihat signifikan. Jalur yang sebelumnya terputus kini perlahan kembali dapat dilalui. Sebagai perlindungan sementara, dilakukan pemasangan jumbo bag di sepanjang bantaran sungai. Metode ini dipilih sebagai solusi cepat dan efektif untuk menahan erosi serta memperkuat struktur tanah di area rawan longsor.   Dari total 1.000 jumbo bag yang direncanakan, pemasangan sepanjang kurang lebih 103 meter telah mulai terealisasi di sisi sungai. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir susulan sembari menunggu penanganan permanen. Kehadiran mahasiswa dalam proses ini juga menjadi wujud nyata pengabdian dan pembelajaran langsung di tengah masyarakat.   Bagi warga Sawah Liek, perbaikan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya harapan pascabencana. Sinergi antara dunia pendidikan, platform kemanusiaan, dan masyarakat lokal membuktikan bahwa pemulihan dapat berjalan lebih cepat ketika dilakukan bersama. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju pemulihan yang berkelanjutan dan lebih aman ke depan.   Created By Widia/Humas     ...

19 Januari 2026 #diktiberdampak #webometrics