Langkah konkret menghadirkan solusi
teknologi tepat guna mulai terlihat melalui perakitan Afro Water Treatment
untuk pengolahan air bersih dan modul surya berkapasitas 4 x 550 WP. Hal ini
merupakan titik fondasi dari Program Mahasiswa Berdampak yang menitikberatkan
pada pemulihan dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.
Ketua tim Hafni, S.T., M.T., dan Asnal
Effendi, S.T., M.T., secara aktif mengarahkan mahasiswa dalam setiap tahapan
pengerjaan. Mulai dari diskusi desain hingga teknis perakitan, para dosen
memberikan pendampingan intensif agar proses berjalan sesuai standar akademik
dan kebutuhan implementasi lapangan.
Diskusi desain Afro Water Treatment menjadi tahap krusial sebelum masuk proses produksi. Mahasiswa diarahkan untuk menganalisis sistem filtrasi, skema aliran air, serta pemilihan material yang tepat.

Tahap berikutnya berlanjut pada
penyusunan rangka utama alat. Rangka dirancang kokoh untuk menopang seluruh
sistem filtrasi sekaligus mempertimbangkan efisiensi struktur. Ketelitian
menjadi kunci agar instalasi dapat bertahan dalam berbagai kondisi
operasional.
Selain fokus pada sistem pengolahan air, perakitan modul surya 4 x 550 WP turut menjadi perhatian utama. Sistem tenaga matahari ini diproyeksikan sebagai sumber energi mandiri untuk mendukung operasional alat. Integrasi teknologi air bersih dan energi terbarukan menjadi keunggulan utama program, menghadirkan solusi ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan.

Hafni menekankan bahwa keterlibatan
mahasiswa dalam proyek ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis dampak
nyata. Melalui arahan dan supervisi langsung, mahasiswa tidak hanya mengasah
kemampuan teknis, tetapi juga memahami pentingnya inovasi yang berpihak pada
kebutuhan masyarakat.
Created By Widia/Humas