Decky Seprianto, Alumni Teknik Mesin ITP Raih Paten DJKI Lewat Inovasi Mesin Perontok Gabah

- 22 September 2026

Inovasi teknologi kembali lahir dari alumni Teknik Mesin Institut Teknologi Padang (ITP). Decky Seprianto, S.T., berhasil memperoleh paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui invensi berjudul “Mesin Perontok Gabah Selesai dalam Satu Proses”, yang menjadi capaian sekaligus bukti pemanfaatan ilmu teknik secara aplikatif. Paten tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Decky sebagai alumni Teknik Mesin ITP. Invensi yang dihasilkan mengangkat teknologi pengolahan gabah sebagai objek pengembangan, dengan gagasan mesin yang dapat menyelesaikan proses perontokan dalam satu tahapan. Karya ini menunjukkan bagaimana keilmuan teknik dapat diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang memiliki nilai guna. Perolehan paten dari DJKI memberikan perlindungan kekayaan intelektual terhadap invensi yang dihasilkan. Bagi seorang inventor, sertifikat paten tidak hanya menjadi pengakuan atas karya teknologi, tetapi juga membuka peluang agar inovasi dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pemanfaatan, pengembangan teknologi, maupun kerja sama dengan berbagai pihak. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong budaya inovasi dan penerapan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat nyata. Jejak Decky sebagai alumni Teknik Mesin menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menjadi fondasi bagi lahirnya karya teknologi yang kemudian berkembang dan memperoleh perlindungan kekayaan intelektual. Meski informasi yang tersedia belum merinci spesifikasi teknis, kapasitas, maupun mekanisme kerja mesin tersebut, judul invensi menunjukkan fokus pada penyelesaian proses perontokan gabah dalam satu proses. Pengembangan teknologi seperti ini memiliki keterkaitan dengan kebutuhan sektor pertanian, khususnya pada tahapan pengolahan hasil panen setelah gabah dipanen. Capaian Decky juga menambah catatan kontribusi alumni ITP dalam menghasilkan inovasi berbasis teknologi. Paten yang diperoleh menjadi bagian dari perjalanan profesional sekaligus menunjukkan bahwa karya alumni dapat berkembang melampaui lingkungan akademik dan mendapatkan perlindungan resmi melalui sistem kekayaan intelektual nasional. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni ITP untuk terus mengembangkan gagasan menjadi karya yang memiliki nilai guna. Dari ruang pembelajaran Teknik Mesin hingga memperoleh paten DJKI, perjalanan Decky Seprianto memperlihatkan bahwa inovasi dapat menjadi langkah lanjutan untuk membawa ilmu teknik hadir dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari. Jejak inovasi Decky sebenarnya telah terlihat sejak masih menjadi mahasiswa Teknik Mesin ITP. Pada 2025, ia bersama tim berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta melalui karya “Brina: Analisis Biobriket Non Adhesive dari Pemanfaatan Limbah Serat TKKS dan Cangkang Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan”. Tim tersebut menjadi satu-satunya perwakilan ITP yang lolos seleksi nasional dari ribuan proposal yang masuk ke Kemendiktisaintek. Created By Widia/Humas ...

Berita Terbaru
Image

Empat mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang resmi dilepas untuk mengikuti Program ITP Goes to Asia di INTI International University, Malaysia. Pelepasan ini menjadi bagian dari komitmen ITP dalam memberikan pengalaman akademik internasional sekaligus mendorong mahasiswa berani melangkah keluar dari ruang kelas menuju pengalaman global.Keempat mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Mereka akan membawa nama ITP dalam lingkungan akademik internasional, sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, dan lingkungan baru selama mengikuti rangkaian program di Malaysia.Keberangkatan mahasiswa didampingi Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap langkah mahasiswa dalam memperluas pengalaman dan jejaring di tingkat internasional.Sementara itu, proses pelepasan mahasiswa turut dihadiri Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana, Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., Kepala Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Ir. Nelvidawati, M.T., serta Staf Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Monica Fitria, S.Kom. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum menjalani pengalaman akademik di luar negeri.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui pengalaman akademik dan jejaring internasional. Program ITP Goes to Asia menjadi salah satu langkah untuk memperluas perspektif mahasiswa, membangun keberanian berinteraksi lintas budaya, serta mengenalkan potensi engineer muda ITP di lingkungan global.Bagi para peserta, perjalanan menuju Malaysia bukan sekadar kesempatan untuk mengikuti program di perguruan tinggi luar negeri. Pengalaman ini menjadi ruang untuk belajar beradaptasi, membangun komunikasi dengan lingkungan baru, memperluas koneksi, dan mendapatkan perspektif berbeda yang dapat menjadi bekal dalam perjalanan akademik maupun profesional.Dengan semangat membawa nama kampus ke panggung internasional, empat engineer muda Teknik Sipil ITP kini siap memulai perjalanan baru di INTI International University. Dari Padang menuju Malaysia, langkah mereka menjadi bagian dari upaya membangun generasi engineer yang semakin terbuka, percaya diri, dan siap menghadapi dunia yang semakin terhubung. Created By Widia/Humas   ...

18 Agustus 2026 #diktiberdampak #fakultas-teknik #internasional #mahasiswa #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-sipil #webometrics
Image

Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh menjadi salah satu perhatian dalam mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di berbagai kondisi medan. Hal tersebut mendorong Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan audiensi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Kamis (13/08), untuk berkonsultasi mengenai modifikasi kendaraan All Terrain Vehicle (ATV). Audiensi berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara sivitas akademika ITP dan jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang untuk membahas kebutuhan serta konsultasi teknis terkait modifikasi ATV yang digunakan dalam mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan. Delegasi ITP dipimpin Ketua Program Studi TRIL ITP, Aswir Premadi, M.Sc., didampingi Dosen TRIL ITP, Ir. Antonov, S.T., M.T., IPM., serta Ketua Program Studi D3 Teknik Mesin ITP, Dr. Dedi Wardianto. Kehadiran lintas bidang tersebut menunjukkan keterlibatan keilmuan teknik dalam menjajaki solusi terhadap kebutuhan operasional di lapangan. Dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, audiensi dihadiri Kepala Kantor Abdul Malik, S.Sos., Kepala Seksi Operasi dan Siaga Hendri, S.Sos., Kepala Seksi Sumber Daya Inarwan, S.Sos., Yudi Riva, S.A.P., Afdal Dinil Haq, serta Ryan Agus. Pertemuan berlangsung sebagai bagian dari konsultasi mengenai kebutuhan modifikasi ATV. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka ruang kolaborasi yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Konsultasi modifikasi ATV menjadi salah satu bentuk interaksi yang memungkinkan keilmuan teknik mesin dan teknologi rekayasa diarahkan untuk mendukung kebutuhan lembaga pencarian dan pertolongan. Melalui audiensi ini, pembahasan modifikasi ATV diharapkan dapat menjadi awal pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi teknis tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kompetensi dosen serta pengembangan pengalaman akademik mahasiswa melalui persoalan nyata. Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pelayanan publik dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi. ITP berkomitmen mendorong penerapan ilmu keteknikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan institusi, termasuk melalui pengembangan teknologi yang dapat mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di lapangan.   Created By Widia/Humas   ...

14 Agustus 2026 #diktiberdampak #fakultas-vokasi #kerja-sama #penelitian #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-mesin-diii- #teknologi-rekayasa-instalasi-listrik #webometrics
Image

Kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks mendorong pemerintah dan perguruan tinggi memperkuat kolaborasi berbasis keahlian dan riset. Dalam semangat tersebut, Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat bersama jajaran pimpinan akademik. Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Biro Kerja Sama dan Tracer Study Fajrin, M.Si., Ketua Program Studi Teknik Sipil Magister Ir. Leli Honesti, Ph.D., serta Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc. Pertemuan diarahkan untuk menjajaki peluang kerja sama strategis dalam bidang infrastruktur, teknologi pemetaan, tata ruang, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Rektor ITP menyampaikan kesiapan kampus dalam mendukung kebutuhan pembangunan daerah melalui kepakaran dosen, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta kompetensi mahasiswa. Potensi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan fisik, pemetaan wilayah, dan penataan ruang yang membutuhkan dukungan teknologi serta sumber daya manusia kompeten.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong agar keilmuan di perguruan tinggi dapat terhubung dengan kebutuhan pembangunan daerah. Kolaborasi dengan Dinas BMCKTR Sumbar juga membuka peluang penguatan pendidikan bagi aparatur melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil, sehingga peningkatan kualifikasi dapat berjalan seiring dengan aktivitas profesional. Ruang kerja sama juga mencakup pengembangan pengalaman praktis mahasiswa melalui program magang dan praktik kerja di lingkungan Dinas BMCKTR Sumbar. Selain memberikan pemahaman langsung mengenai pelaksanaan pembangunan infrastruktur, skema ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal proses perencanaan, pengawasan, pemetaan, hingga pengelolaan proyek di lapangan. Kolaborasi tersebut juga dapat mendukung kebutuhan pengembangan kompetensi dan membuka peluang penyerapan lulusan ITP di sektor konstruksi.Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, S.T., M.T., bersama sekretaris dan jajaran menyambut positif kunjungan ITP. Sinergi antara pemerintah dan akademisi dinilai penting untuk mendukung perencanaan infrastruktur yang lebih efisien, pemanfaatan data spasial yang akurat, serta peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi kebutuhan pembangunan daerah. Sebagai langkah lanjutan, ITP dan Dinas BMCKTR Sumbar sepakat menyiapkan draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dokumen tersebut akan menjadi landasan untuk menerjemahkan peluang kolaborasi yang dibahas menjadi program konkret di bidang infrastruktur, pendidikan, riset, magang, serta pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Barat. Created By Widia/Humas   ...

14 Agustus 2026 #diktiberdampak #kerja-sama #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics
Image

Kesempatan magang yang semula menjadi ruang untuk menambah pengalaman justru membuka pintu karier bagi empat mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Padang (ITP). Agus Tri Wahyudi, Mohamad Syafiq, Muhammad Ihsan Hakiki, dan Thio Agustian Pratama berhasil direkrut PT Nava Powerindo setelah menuntaskan program magang di perusahaan tersebut. Keempat mahasiswa tersebut sebelumnya menjalani magang sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar kampus. Selama berada di lingkungan industri, mereka tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga belajar memahami ritme kerja profesional, beradaptasi dengan lingkungan perusahaan, serta menunjukkan kemampuan yang dibutuhkan dalam bidang ketenagalistrikan. Kesempatan itu kemudian berkembang menjadi langkah awal menuju dunia profesional. Kinerja dan kemampuan yang ditunjukkan selama magang mendapat perhatian dari PT. Nava Powerindo. Setelah program magang selesai, perusahaan memberikan kesempatan kepada keempat mahasiswa tersebut untuk melanjutkan perjalanan mereka sebagai bagian dari dunia industri. Agus Tri Wahyudi, Mohamad Syafiq, Muhammad Ihsan Hakiki, dan Thio Agustian Pratama menjadi gambaran bahwa pengalaman di bangku kuliah dapat menjadi modal penting ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan kebutuhan industri. Proses tersebut juga menunjukkan pentingnya keberanian untuk belajar, bekerja dalam tim, dan membuktikan kemampuan melalui pengalaman nyata. Bagi Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, pengalaman mahasiswa yang berlanjut hingga rekrutmen menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Magang tidak lagi sekadar kewajiban akademik, tetapi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi sekaligus memperkenalkan potensi dirinya kepada perusahaan. Kisah keempat mahasiswa Teknik Elektro ITP tersebut sekaligus menjadi pesan bagi mahasiswa lain agar menjadikan program magang sebagai kesempatan untuk berkembang. Memilih tempat magang bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman, tetapi juga mencari lingkungan yang dapat mengasah kemampuan, memperluas jejaring, dan membuka peluang karier setelah menyelesaikan masa studi. Keberhasilan empat Engineer Muda Teknik Elektro ITP direkrut PT. Nava Powerindo menjadi kebanggaan bagi almamater sekaligus bukti bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk masuk ke dunia industri sejak masih berada dalam proses pendidikan. Dari ruang kuliah, pengalaman magang, hingga dunia kerja, langkah mereka menjadi inspirasi untuk terus belajar dan menunjukkan kemampuan terbaik. Created By Widia/Humas ...

13 Agustus 2026 #diktiberdampak #kerja-sama #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #prestasi #publikasi #teknik-elektro #webometrics
Image

Persoalan limbah dan kebutuhan energi bersih menjadi tantangan yang semakin penting di tengah perkembangan industri. Dari pengalaman melihat dinamika kawasan industri Dumai sejak kecil, Sri Hartuti, Ph.D., dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Padang, memilih jalur riset untuk mencari solusi. Fokusnya mengarah pada pengelolaan limbah sekaligus pengembangan energi terbarukan. Lahir dan besar di Dumai, Sri Hartuti menyaksikan langsung perkembangan industri beserta persoalan lingkungan yang menyertainya. Kondisi tersebut menumbuhkan tekad untuk tidak sekadar menjadi penonton. Pendidikan kemudian menjadi jalan yang ditempuhnya, mulai dari Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang, Universitas Andalas, hingga Gifu University, Jepang, tempat ia menyelesaikan pendidikan magister, doktor, dan postdoctoral. Perjalanan akademiknya di Jepang turut membentuk ketangguhan sebagai peneliti. Eksperimen panjang di laboratorium menuntut waktu dan ketekunan, termasuk menjalani riset intensif selama masa studi. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga menjalani fase sebagai seorang ibu. Pengalaman akademik dan kehidupan itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam membangun konsistensi di dunia penelitian.Selama lebih dari 11 tahun, Sri Hartuti mengembangkan riset terkait pengelolaan abu terbang batu bara atau fly ash. Penelitiannya mencakup karakteristik kimia, stabilisasi, hingga pemanfaatannya sebagai pendukung katalis TiO₂. Melalui proses fotokatalisis dengan bantuan sinar matahari, material tersebut dikembangkan untuk membantu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan hidrogen sebagai sumber energi bersih. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong riset yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan. Perjalanan riset Sri Hartuti menjadi salah satu gambaran bagaimana penelitian di bidang keteknikan dapat diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi berkelanjutan.Konsistensi tersebut turut membawanya memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Fundamental Reguler dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus pada pengembangan teknologi energi berkelanjutan. Baginya, penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai publikasi. Riset perlu memiliki kebaruan, menjawab persoalan penting, terjangkau, serta memiliki peluang memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri. Perjalanan Sri Hartuti menyampaikan satu pesan penting bagi generasi muda: perkembangan zaman menuntut kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Menjadi peneliti bukan hanya tentang menghasilkan karya ilmiah, tetapi menemukan persoalan yang penting, menawarkan kebaruan, dan menghadirkan manfaat nyata. Dari limbah, riset terus bergerak menuju peluang energi bersih masa depan. Created By Widia/Humas   ...

13 Agustus 2026 #diktiberdampak #fakultas-teknik #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-lingkungan #webometrics