Rapat Dewan Dosen ITP Persiapan Semester Gasal Tahun Akademik 2023/2024 Menuju Transformasi Pendidikan Berkualitas dan Profesional

Rapat Dewan Dosen merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Institut Teknologi Padang (ITP) dalam mempersiapkan perkuliahan dan juga evaluasi pembelajaran tiap semester. Pada semester ganjil Tahun Akademik 2023/2024, Rapat Dewan Dosen digelar bertempat di Aula Gedung D Kampus 1 ITP, Senin (18/09) dan dihadiri oleh Jajaran Pimpinan, Pejabat Struktural, Ketua Program Studi, dan seluruh dosen ITP.Kegiatan rapat dibuka langsung oleh Rektor ITP, Dr. Ir. H. Hendri Nofrianto. MT., IPM, dalam sambutannya Rektor memaparkan visi dan arah strategis ITP dalam menjalankan pembelajaran Tahun Akademik 2023/2024. Rektor menekankan pentingnya kualitas pembejaran dan pelaksanaan metode pembelajaran dua arah dalam rangka menggali potensi dan kompetensi mahasiswa.“Dalam transformasi pendidikan saat ini para dosen perlu mengembangkan metode pembelajaran inovatif, merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, serta memberikan perhatian dalam pengembangan kompetensi mahasiswa di luar ruang kelas ,” papar Rektor.Kegiatan Rapat Dewan Dosen semerter gasal Tahun Akademik 2023/2024 dipimpin Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Firmansyah David, Ph.D, ia menjelaskan bebera hal di bidang Akademik dan Kemahasiswaan, meliputi perkuliahan, kalender akademik, dan pencapaian IKU Bidang 1. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan dari  Wakil Rektor 2 Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana, Yusreni Warmi, Dr. Eng terkait informasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur penunjang pembelajaran yang ada di ITP. Selanjutnya Dekan Fakultas Teknik ITP, Prof. Maidiawati, Dr. Eng serta Dekan Fakultas Vokasi ITP, Mulyati, M.T  memaparkan program-program yang telah diselenggarakan oleh Fakultas Teknik dan Fakultas Vokasi ITP, serta rancangan program yang akan dilaksanakan pada semester berikutnya.Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) ITP, Wenda Nofera, S.T, M.Sc memaparkan rancangan pengembangan sistem penjaminan mutu dan audit mutu akademik internal di ITP.  Rancangan sistem penjaminan mutu ini diselenggarakan sebagai sarana menciptakan iklim dan perangkat jaminan mutu yang senantiasa mengembangkan semangat unggul menuju transformasi pendidikan yang berkualitas dan professional.Terakhir Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) ITP, Dr. Nofriady Handra, M.Sc mengimbau seluruh dosen untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, riset penelitian, sitasi, dan luaran penelitian lainnya dalam rangka peningkatan reputasi akademik ITP baik di tingkat Nasional maupun Internasional.Usai paparan Ketua LP2M ITP, para dosen berkesempatan untuk memberikan pertanyaan, saran, dan masukan dalam menapaki perkuliahan semester ganjil Tahun akademik 2023/2024. Diharapkan perkuliahan semester ini dapat berjalan sesuai yang sudah di rencanakan serta kegiatan akademik maupun non akademik juga dapat terlaksana sesuai dengan rancangan yang sudah ada sehingga dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang bermutu tinggi bagi mahasiswa.Created By Widia/Humas ...
03 Oktober 2023 #dosen #institut-teknologi-padang #kegiatan #mbkm #publikasi #webometrics

Dukung Penuh Pendidikan Vokasi, ITP Perkuat Kemitraan dengan PATKI Ciptakan Tenaga Listrik Bersertifikasi Siap Kerja

Institut Teknologi Padang menjadi saksi penting langkah baru dalam dunia pendidikan teknik ketenagalistrikan di Indonesia. Dalam acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Asesor Teknik Ketenagalistrikan Indonesia (PATKI), Asnal Effendi, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng., yang juga Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) D4 di ITP, resmi terpilih sebagai salah satu dewan pengurus baru PATKI. Terpilihnya salah seorang dosen ITP dalam kegiatan yang berlangsung  di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Senin (28/08), menandai peran strategis ITP dalam memperkuat sertifikasi kompetensi di bidang ketenagalistrikan di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting di dunia teknik ketenagalistrikan dan pejabat pemerintah daerah, yang menyaksikan langsung pelantikan pengurus baru PATKI. Salah satu agenda utama acara ini adalah penandatanganan dokumen kerja sama antara PATKI dan beberapa institusi pendidikan, termasuk ITP.Kerja sama ini bertujuan memperkuat pendidikan vokasi dan mendukung pengembangan kompetensi lulusan teknik di bidang kelistrikan, yang semakin relevan di tengah tingginya kebutuhan tenaga ahli bersertifikasi di sektor ini. Dekan Fakultas Vokasi ITP, Mulyati, M.T., menyampaikan harapannya atas terpilihnya Asnal Effendi, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng. dalam kepengurusan PATKI. Ia menegaskan pentingnya sinergi ini bagi masa depan lulusan ITP, menurutnya, posisi ini adalah kesempatan bagi ITP untuk menjadi bagian dari ekosistem pengujian dan sertifikasi tenaga kerja bidang ketenagalistrikan. "Kami berharap dengan kehadiran Pak Asnal sebagai pengurus, ITP bisa semakin aktif mendukung lulusan kami agar mendapatkan sertifikasi kompetensi ketenagalistrikan, sehingga mereka siap bersaing di dunia kerja," ujarnya. Bagi Program Studi TRIL D4 ITP, keterlibatan dalam PATKI ini membuka peluang lebih luas dalam mendukung asesmen keterampilan kelistrikan. Sebagai penyelenggara sertifikasi yang diakui, ITP akan dapat memberikan nilai tambah kepada lulusannya dengan menyediakan program sertifikasi yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Langkah ini diyakini akan meningkatkan daya saing lulusan ITP di pasar kerja nasional dan regional. Selain itu, program sertifikasi ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan industri ketenagalistrikan akan tenaga kerja yang memiliki kompetensi spesifik yang terstandarisasi. PATKI sebagai lembaga yang mengelola asesor dan tempat uji kompetensi nasional memiliki jaringan luas dengan berbagai perusahaan ketenagalistrikan, yang tentunya dapat membuka kesempatan kerja bagi lulusan bersertifikasi dari ITP. Dalam jangka panjang, keterlibatan ITP sebagai mitra PATKI diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya memahami teori kelistrikan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang sudah diverifikasi melalui sertifikasi. Dengan demikian, mereka akan lebih siap untuk berkontribusi dalam proyek-proyek infrastruktur nasional yang memerlukan standar kompetensi tinggi di bidang teknik ketenagalistrikan. Momen ini menjadi tonggak baru bagi ITP dan para mahasiswa Prodi TRIL D4 ITP, yang kini memiliki akses lebih dekat untuk meraih sertifikasi yang sangat diakui industri. Dengan adanya dukungan penuh dari ITP dan kehadiran Ka. Prodi TRIL D4 ITP dalam jajaran pengurus PATKI, besar harapan bahwa lulusan teknik ketenagalistrikan dari ITP akan semakin siap dan memiliki daya saing yang kuat untuk menjawab tantangan dunia kerja modern.   Created By Widia/Humas   ...
28 Agustus 2023 #dosen #fakultas-vokasi #kerja-sama #publikasi #teknologi-rekayasa-instalasi-listrik #webometrics

Selamat dan Sukses atas Pencapaian Prof. Maidiawati, Dr.Eng., Guru Besar Fakultas Teknik ITP

Yayasan Pendidikan Teknologi Padang dan segenap civitas akademika Institut Teknologi Padang mengucapkan selamat atas pencapaian jabatan fungsional Guru Besar bidang ilmu Struktur Beton kepada Dekan Fakultas Teknik ITP, Prof. Maidiawati, Dr.Eng.    Pencapaian ini sekaligus menandai lahirnya Guru Besar Perempuan pertama Institut Teknologi Padang. Semoga Prof. Maidiawati, Dr.Eng dapat terus mengabdikan ilmunya demi mencerdaskan generasi bangsa untuk kemajuan Fakultas Teknik, ITP, dan Indonesia. Selamat dan sukses, Prof. ...
15 Agustus 2023 #dosen #fakultas-teknik #institut-teknologi-padang #prestasi #publikasi #webometrics

Tanamkan Sikap Peduli Lingkungan dan Akselerasi Mitigasi Bencana Banjir, Tim Pengabdian Masyarakat ITP Edukasi Masyarakat Penerapan Teknologi Biopori

Tanamkan sikap peduli lingkungan dan akselerasi mitigasi bencana banjir tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi Padang (ITP) melalui Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan dan Teknik Sipil (ITP) terjun langsung bersama mahasiswa menggelar kegiatan pengabdian  masyarakat di lingkungan Kampus II ITP pada Sabtu (29/07).  Tim pengabdian masyarakat ITP berfokus pada pembuatan sumur resapan biopori guna menangani masalah genangan air dan mengurangi timbulan sampah organik.Ketua Prodi Teknik Lingkungan dan plt Ka.Prodi Teknik Sipil ITP, Dr.Herix Sonata, M.S., M.Si menjelaskan kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Ia menambahkan kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk pengabdian dosen sebagai insan akademik mengimplementasikan dan mengaktualisasikan kompetensi keilmuan yang dimilikinya kepada masyarakat, bisa dalam bentuk pelatihan, penyuluhan, dan tenaga ahli dalam sebuah proyek. “Pembuatan sumur resapan biopori ini merupakan bentuk edukasi dan solusi inovatif dari perguruan tinggi dalam menjawab isu-isu permasalahan lingkungan dan upaya mitigasi bencana. Sehingga pada pengabdian masyarakat ini terdapat dua bentuk kegiatan yakni penyuluhan pembuatan sumur resapan biopori dan praktek pembuatan biopori dengan peserta masyarakat yang tinggal disekitar Kampus II ITP, “ ujar Ka. Prodi Teknik Lingkungan, Senin (31/07).Ia menjelaskan pemateri yang memberikan materi terkait sumur resapan biopori adalah Agus, M.Sc merupakan salah satu dosen Teknik Sipil ITP, pemateri menyampaikan materi tentang pengertian sumur resapan biopori, tujuan pembuatan, alat dan media bahan pembuatan sumur resapan biopori, dan bagaimana cara pembuatan sumur resapan biopori. Dalam hal ini Dekan Fakultas Teknik ITP, Maidiawati, Dr. Eng menambahkan informasi terkait pentingnya pemanfaatan sumur resapan biopori bagi masyarakat.Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pemanfaatan sumur resapan dari aspek lingkungan, beberapa dosen Teknik Lingkungan ITP dengan  kompetensi keahlian di bidang manajemen pengelolaan persampahan yaitu Rizki Ananda, M.T dan Nelvidawati, M.T. menyampaikan pengaplikasiaan sumur resapan biopori dari aspek lingkungan berguna dalam hal mengurangi jumlah sampah organik dan dapat menyuburkan lahan disekitar sumur resapan biopori.Acara dilanjutkan dengan agenda utama dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu pembuatan sumur biopori pada taman kampus II ITP, menurut Ka. Prodi Teknik Lingkungan ITP pemilihan lokasi kawasan kampus II ITP sebagai lokasi pengabdian karena daerah ini memenuhi kategori daerah pembuatan sumur resapan biopori yaitu merupakan daerah yang memiliki permukaan air yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.“Terdapat 15 titik biopori yang dibuat dengan tiap titik biopori memiliki kedalaman 80 cm, untuk membuat lubang atau saluran sumur resapan tim pengabdian masyarakat ITP memanfaatkan pipa. Secara keilmuan lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal kedalam tanah dan menggunakan media yang terdiri dari bahan-bahan organik diantaranya batu kerikil dan sampah organik, pada pengaplikasian sumur resapan dikampus II ITP, tim menggunakan ijuk sebagai bahan organik dan media filtrasi karena dinilai mudah untuk dibersihkan, “ jelas ia. Tim pengabdian masyarakat ITP juga melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pembuatan biopori ini, mahasiswa bertanggung jawab dalam membuat lubang sumur resapan menggunakan hand bor sebagai bentuk praktek langsung materi mekanika tanah yang sudah mereka dapatkan diperkuliahan. Menurut Ka. Prodi Teknik Lingkungan masyarakat sangat antusias dan menyambut baik  pengabdian masyarakat dari ITP, masyarakat menyebutkan selama ini mereka tidak mengetahui informasi terkait sumur resapan biopori ini, dengan adanya pengabdian masyarakat ini masyarakat mendapatkan tambahan wawasan dan alternatif solusi untuk menangani berbagai isu lingkungan.“Masyarakat meminta pada kegiatan selanjutnya lokasi pembuatan sumur resapan ini diaplikasikan pada lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat untuk memberikan jangkauan informasi lebih luas lagi, kita harus berfikir secara global dimulai dengan langkah secara lokal dilingkungan sekitar kita. Hal ini selaras dengan program pemerintah khususnya pada Kementrian PUPR yang menghimbau setiap rumah membuat sumur resapan biopori, apabila setiap rumah membuat sumur resapan biopori maka akan berdampak signifikan dalam mengatasi genangan air, “ ungkap ia. Harapannya dengan adanya pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Prodi Teknik Lingkungan dan Teknik Sipil ITP ini, memacu dan membangkitkan semangat para dosen untuk dapat mengaplikasikan kompetensi keilmuannya yang sangat beragam demi menjawab berbagai isu dan fenomena dimasyarakat. Bagi mahasiswa yang terlibat dengan adanya pengabdian masyarakat bersama dosen ini, mahasiswa  mendapatkan tambahan pengalaman yang bersifat aktualisasi keilmuan bersama dosen.   Created By Widia/Humas     ...
04 Agustus 2023 #dosen #fakultas-teknik #institut-teknologi-padang #nagari #ppid #publikasi #teknik-lingkungan #teknik-sipil #webometrics

Pakar ITP : Banjir pada Sejumlah Daerah di Sumbar Akibat Curah Hujan Tinggi dan Pasang Air Laut, Perlu Mitigasi Pengendalian Banjir Terpadu dan Terintegrasi

Intensitas curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu mengakibatkan sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Hujan deras yang terus berlanjut dari Kamis malam (13/07) hingga Jum’at (14/07) pagi membuat beberapa wilayah di Sumbar dilanda bencana banjir, akibatnya sejumlah akses jalan terputus karena genangan air menutupi badan jalan. Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumbar ini juga mengakibatkan ratusan unit rumah masyarakat terendam, termasuk sekolah, pertokoan, dan fasilitas umum lainnya. Bencana banjir juga mengakibatkan adanya korban jiwa, kerugian secara materil, kerusakan lingkungan, dan berdampak pada aktivitas perekonomian masyarakat. Pakar Hidrologi yang merupakan dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Padang (ITP), Ir.Drs.H.Maizir.M.T. menyampaikan banjir yang merendam beberapa wilayah pesisir di Provinsi Sumbar diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi serta kenaikan pasang air laut yang tinggi. Ia menyebutkan fenomena banjir yang terjadi ini kedepannya pasti akan terulang lagi karena ini merupakan fenomena alamiah. “Fenomena banjir seperti saat ini pernah terjadi beberapa tahun lalu, namun fenomena tersebut akan berbeda pada setiap periode waktunya. Intensitas curah hujan tinggi didaratan, diikuti dengan kenaikan pasang air laut yang masuk kedaratan mengakibatkan genangan di beberapa daerah pinggiran pantai, seperti di Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, dan Kabupaten Pasaman yang menjadi wilayah terdampak pasang air laut, “ ujar ia, Sabtu (15/07). Menurutnya lembaga pemerintah dalam hal ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui media telah memberikan peringatan dini terkait informasi akan terjadinya hujan ekstrem di wilayah barat Indonesia. Ia mengungkap pentingnya melatih kepekaan publik terhadap informasi cuaca dan iklim yg disampaikan oleh BMKG, agar ketika terjadi cuaca ekstrem masyarakat dapat lebih siap. Kejadian hujan dan cuaca ekstim ini umum terjadi pada setiap pergantian musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Ia mengungkapkan langkah preventif yang bisa dilakukan pada daerah pinggiran pantai adalah pembangunan tanggul pengaman yang mampu menahan gelombang pasang dilaut untuk mengatasi dan meminimalisir naiknya pasang air laut kedaratan. Dan untuk mengatasi terjadinya banjir akibat curah hujan, dapat dilakukan dengan membuat sumur resapan dan menyempurnakan seluruh jaringan drainase. Disisi lain, untuk daerah yang jauh dari tepian pantai perlu adanya perbaikan terhadap infrastruktur drainasenya, meliputi kapasitas dan konstruksi dari drainasenya. “Langkah mitigasi banjir untuk daerah pemukiman, direkomendasi setiap rumah membangun sumur resapan. Sumur resapan pada masing-masing rumah berfungsi untuk mengurangi aliran permukaan dan mencegah atau mengurangi terjadinya genangan air, “ ungkapnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan ITP, Dr.Herix Sonata,M.S.,M.Si, ia menyampaikan banjir yang melanda beberapa titik wilayah di Provinsi Sumbar disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dengan periode waktu yang cukup lama, serta bertepatan dengan pasang air laut. Sungai sebagai tempat bermuara air tidak dapat menampung debit air yang tinggi, sehingga mengakibatkan genangan pada daratan. “Pada tahun 2016 banjir seperti ini pernah terjadi di Kota Padang, rata-rata seluruh wilayah di Kota Padang digenangi oleh air. Berdasarkan informasi tersebut, terdapat kesamaan kondisi antara banjir tahun 2016 dengan bencana banjir beberapa waktu lalu, sehingga dapat dipastikan fenomena ini merupakan fenomena alamiah, “ jelasnya, Senin (17/07). Ka.Prodi Teknik Lingkungan ITP menuturkan selain curah hujan yang tinggi, banjir dapat disebabkan oleh infrastuktur drainase yang bermasalah seperti dimensi drainase dengan aliran air yang tidak sesuai dan infrastruktur drainase yang tidak saling terintegrasi antara drainase primer, sekunder dan tersier. Selain itu peruntukan suatu wilayah juga perlu diperhatikan, seperti daerah yang telah diperuntukan sebagai daerah penampungan air tidak boleh dialih fungsi menjadi daerah pemukiman dan perkantoran. Menurutnya, perubahan peruntukan fungsi lahan berdampak pada lingkungan, ditambah lagi dengan fenomena isu pemanasan global, salah satunya disebabkan oleh penebangan hutan. Fungsi hutan untuk menjaga ekosistem suplay oksigen dan memastikan ketersediaan air dialih fungsikan, sehingga terjadi perubahan secara global. “Perubahan drastis terhadap lingkungan berpengaruh pada perubahan siklus alam, ditandai dengan perubahan iklim yang drastis. Cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi merupakan akumulasi aktivitas manusia yang tidak menjaga alam, sehingga keseimbangan alam terganggu,” tutur ia. Beberapa langkah mitigasi yang disampaikan Ka.Prodi Teknik Lingkungan ITP adalah mitigasi individu dengan menaikkan elevasi bangunan agar berada diatas permukaan jalan, selanjutnya adanya drainase pada kiri-kanan jalan, normalisasi sungai sebagai tempat bermuaranya air pada periode waktu tertentu, dan sistem pengendalian banjir berupa kanal banjir.   Created By Widia/Humas ...
20 Juli 2023 #dosen #institut-teknologi-padang #publikasi #teknik-sipil #webometrics