Institut
Teknologi Padang (ITP) kembali menegaskan eksistensinya sebagai perguruan
tinggi swasta unggulan di Sumatera Barat dengan torehan membanggakan. Dalam
ajang bergengsi “Malam Anugerah LLDikti Wilayah X Tahun 2025” yang digelar
Senin (26/05) di Grand Ballroom The ZHM Premier Hotel, Padang, ITP berhasil
menyabet empat penghargaan strategis.
Capaian
ini sekaligus menjadi bukti konkret atas komitmen ITP dalam tata kelola
informasi, humas, dan kerja sama kelembagaan yang berorientasi mutu dan
transparansi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah X,
Afdhalisma Afdalisma, S.H., M.Pd., kepada Rektor ITP, Prof. Dr. Ade
Indra, S.T., M.T., IPM.
Keempat
penghargaan yang berhasil diraih ITP yakni, Bronze Winner untuk kategori Humas
PTS Terbaik Sub Kategori Media Sosial, Silver Winner pada Sub Kategori
Pengelolaan Laman, dan Gold Winner dalam Kategori Keterbukaan Informasi Publik
PTS Provinsi Sumatera Barat.
Selain
itu, penghargaan khusus juga diberikan untuk Kinerja Pelaporan Kerja Sama PTS
Terbaik melalui Sistem Aplikasi Laporan Kerma Tahun 2025. Pengakuan ini
mencerminkan kemajuan signifikan ITP dalam pengelolaan data, relasi publik, dan
manajemen kerja sama institusional.
Pada
malam penuh apresiasi itu, Prof. Ade Indra tampak didampingi oleh Bendahara
Yayasan Pendidikan Teknologi Padang, Donny Hardia, S.IP., serta dua perwakilan tim Humas dan
Marketing ITP, Umar Hanafi Khalid, S.Kom., dan Widia Afrianti, S.Si. Keempat penghargaan yang diboyong
menjadi simbol kolaborasi solid di tubuh institusi.
Kepala
LLDikti Wilayah X dalam sambutannya menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan
bentuk pengakuan atas kerja keras dan konsistensi perguruan tinggi dalam
menjalankan fungsi tridharma serta membangun transparansi kelembagaan. “Kami
memberi apresiasi bagi kampus-kampus yang terus berinovasi dan menghadirkan
praktik baik dalam tata kelola pendidikan tinggi,” ujar beliau.
Sementara
itu, Prof. Ade Indra dalam wawancara usai acara menyampaikan rasa syukur dan
bangga atas pencapaian yang diperoleh. Ia menekankan bahwa prestasi ini adalah
hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika ITP, termasuk dukungan dari
Yayasan dan unit-unit pendukung.
Malam
penghargaan ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga momentum
refleksi bagi ITP dan kampus-kampus lain untuk terus memperbaiki kualitas
layanan pendidikan. Dengan membawa pulang empat penghargaan sekaligus, ITP tidak
hanya tampil sebagai juara, tetapi juga sebagai inspirasi.
Komitmen
terhadap kualitas, keterbukaan, dan sinergi menjadi benang merah perjalanan ITP
menuju perguruan tinggi berdaya saing global. Dengan semangat kolaboratif dan
visi transformasi digital, ITP membuktikan bahwa keberhasilan bukan semata soal
lokasi, melainkan tentang dedikasi, inovasi, dan ketulusan dalam melayani
bangsa melalui pendidikan.
Created By Widia/Humas
...
Institut
Teknologi Padang (ITP) menegaskan langkah strategisnya di kancah internasional
dengan didapuk sebagai Co-Host dalam penyelenggaraan The 13th Asia-Pacific
International Conference on Lightning (APL 2025). Konferensi bergengsi ini akan
berlangsung pada 17 hingga 20 Juni 2025 di Bintang Bali Resort,
Indonesia.
Kegiatan
ini diselenggarakan oleh ERIC Fakultas Teknik UGM, dengan dukungan penuh dari Institut
Teknologi Padang (ITP), CIGRE (International Council on Large Electric Systems),
dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) sebagai co-organizer.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi untuk
mendorong terobosan di bidang keteknikan dan energi masa depan.
Lebih
dari sekadar forum ilmiah, penyelenggaraan ini juga mendapat sokongan dari
organisasi dan komunitas teknik global, seperti IEEE Indonesia Section, IEEE
Power & Energy Society (PES), dan penerbit ilmiah internasional MDPI.
Kehadiran sponsor-sponsor ternama ini semakin memperkuat reputasi forum sebagai
salah satu agenda penting dalam kalender akademik dan industri yang makin
kompleks dan strategis.
Sebagai
Co-Host, ITP tak hanya memberikan dukungan logistik, namun juga berkontribusi
nyata melalui keikutsertaan para dosen dalam kepanitiaan inti. Di antaranya,
Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM dipercaya sebagai General
Co-Chair. Sementara itu, Ir. Antonov, S.T., M.T., IPM bersama Sitti Amalia,
M.T. dan Anna Syahrani, M.Eng. berperan sebagai Technical Program Chair.
Registration Committee digawangi oleh Andi Muhammad Nur Putra, M.T., serta
Hamdi Habdillah, M.Kom. yang bertugas sebagai webmaster.
Capaian
ini tak lepas dari kepercayaan internasional terhadap reputasi akademik ITP
yang terus tumbuh. APL 2025 menerima total 134 paper, dengan tingkat penerimaan
mencapai 74,6 persen. Sebanyak 100 paper dinyatakan lolos seleksi ketat, yang
mencerminkan tingginya kualitas ilmiah yang dibawa oleh peserta dari berbagai
negara.
Distribusi
penulis paper menunjukkan dominasi kawasan Asia-Pasifik, mencapai 93,2 persen.
Sementara Eropa, Timur Tengah dan Afrika menyumbang 5,2 persen, serta Amerika
Serikat 1,6 persen. Dari Indonesia sendiri, tercatat 34 penulis berpartisipasi,
dengan 10 paper berasal dari penulis utama Indonesia.
Tak
kalah penting adalah kehadiran pembicara kunci yang memiliki pengaruh besar di
dunia ketenagalistrikan. Di antaranya Darmawan Prasodjo, Direktur Utama
PLN, Jisman Hutajulu, Dirjen Ketenagalistrikan, Evy Haryadi, Direktur
Transmisi PLN, Indonesia dan Reynaldo Zoro dari ITB.
Dari
mancanegara hadir nama-nama seperti Prof. He Jinliang dari Tsinghua University,
Muhammad Saufi dari UTHM Malaysia, Michiro Matsui dari JLDN Jepang, serta
Dieter Poelman (KNMI, Belanda). Para tokoh ini diharapkan membawa perspektif
strategis dalam pengembangan riset dan kebijakan energi masa depan.
Peran
ITP sebagai Co-Host juga membuka jalan luas untuk penguatan diplomasi akademik.
Melalui forum ini ITP tak hanya memperluas jaringan internasional, namun juga
memperkenalkan potensi riset Indonesia dalam sektor strategis seperti mitigasi
petir dan teknologi isolasi.
Dengan
segala persiapan dan partisipasi aktifnya, ITP tidak hanya menyandang peran
administratif semata dalam APL 2025. Kampus ini kini telah menapaki jalur
strategis untuk memperkuat eksistensinya di ranah global, sebagai institusi
pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan siap berperan aktif dalam
membentuk masa depan energi dunia.
Created
By Widia/Humas
...
Delegasi
Institut Teknologi Padang (ITP) menegaskan eksistensinya di panggung
internasional melalui partisipasinya dalam "4th Biennial Conference of
Comparative Education Society of Cambodia (CESCam") yang diselenggarakan
di CamTech University, Phnom Penh, Kamboja. Acara ini merupakan bagian dari
rangkaian Program "ITP Goes to Asia, yang bertujuan membangun konektivitas
akademik lintas negara.
Konferensi
dua tahunan CESCam menjadi titik temu penting bagi para akademisi, peneliti,
dan pengambil kebijakan dari berbagai negara di Asia Tenggara. Pada hari kedua,
23 Mei 2023, atmosfer akademik di CamTech University terasa semakin dinamis
saat sesi panel diskusi bertajuk "What is Knowledge in the Context of
Generative AI?" digelar.
Wakil
Rektor Bidang Kerja Sama dan Marketing ITP, Firmansyah David, Ph.D yang
terpilih menjadi salah satu panelis pada ajang bergengsi tersebut, bersama para
pemikir internasional. Di antaranya, Dr. Susan Hagadorn dari Pannasastra
University of Cambodia, Mr. Neil Ia Uy dari Paragon International University,
serta dua konsultan independen, Dr. Tineke Water dan Dr. Sopheak Song.
Kehadiran
ITP sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia dalam panel tersebut menuai
perhatian khusus dari peserta konferensi. Momentum ini dimanfaatkan ITP untuk
menampilkan pemikiran segar seputar pendidikan, teknologi, dan masa depan
pengetahuan.
Sesi
diskusi ini tak hanya menjadi ajang tukar pikiran, tetapi juga membuka peluang
kerja sama riset dan mobilitas akademik. Keikutsertaan ITP dalam forum
internasional ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang
terus dikembangkan.
Rangkaian
ITP Goes to Asia yang berlangsung di Kamboja ini menjadi langkah nyata kampus
dalam menembus batas geografis dan membangun jejaring strategis. Setelah sukses
tampil di CESCam, delegasi ITP dijadwalkan melanjutkan agenda akademik di
Camtech University selama beberapa hari kedepan.
Melalui
kegiatan ini, ITP berharap dapat memperluas kolaborasi internasional yang
berorientasi pada riset terapan, inovasi digital, dan pengembangan sumber daya
manusia yang berdaya saing. Dengan semangat kolaborasi dan visi global, ITP
membuktikan bahwa ITP mampu tampil di panggung dunia.
Lewat
forum seperti CESCam, ITP tak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menyuarakan
perspektif Indonesia dalam membentuk masa depan pendidikan yang inklusif,
adaptif, dan berbasis teknologi. Sebuah langkah strategis yang tak hanya
memperkuat reputasi institusi, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda
Indonesia untuk lebih percaya diri di ranah internasional.
Created By Widia/Humas ...
Dalam rangka meningkatkan kualitas mutu
pendidikan di lingkungan Institut Teknologi Padang (ITP), Lembaga Penjamin Mutu
Internal (LPMI) ITP menyelenggarakan sosialisasi PPEPP (Perencanaan,
Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) pada Rabu hingga Jumat 21
hingga 23 Mei 2025.
Sosialisasi ini diikuti oleh Rektor
beserta jajaran pimpinan ITP, bersama Kepala Biro, dan Ketua Program Studi
dilingkungan ITP. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam
terkait penerapan siklus PPEPP sebagai pondasi dalam menjaga mutu pendidikan
secara berkelanjutan.
Hal menunjukkan keseriusan ITP dalam
mengintegrasikan sistem penjaminan mutu ke seluruh lapisan organisasi akademik.
Sinergi ini diharapkan memperkuat komitmen institusi dalam menerapkan standar
tinggi yang konsisten.
Kepala LPMI ITP, Quinoza Guvil, M.Si, CIIQA memimpin sosialisasi dengan menguraikan pentingnya siklus PPEPP sebagai alat
strategis untuk memastikan kualitas pembelajaran berjalan efektif. Siklus ini
meliputi perencanaan matang, pelaksanaan sistematis, evaluasi yang objektif,
pengendalian yang ketat, serta peningkatan berkelanjutan yang menjadi pilar
utama penjaminan mutu pendidikan di ITP.
Penerapan PPEPP tidak hanya menjadi
formalitas, melainkan langkah konkret agar seluruh proses akademik dan
non-akademik terukur dan relevan. Dengan siklus ini, ITP mampu mengidentifikasi
kelemahan dan kekuatan dalam sistemnya secara berkelanjutan.
Sosialisasi ini juga menjadi ajang untuk
berbagi pengetahuan dan memperkuat kesadaran seluruh sivitas akademika ITP
tentang pentingnya kualitas dalam pendidikan. Melalui kegiatan ini, dosen dan
staf akademik didorong untuk aktif berpartisipasi dalam proses penjaminan mutu
sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif institusi.
Selain aspek internal, penguatan sistem
penjaminan mutu di ITP juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan.
Dengan kualitas pendidikan yang terjaga, alumni ITP siap bersaing di pasar
kerja nasional dan internasional serta memberikan kontribusi signifikan bagi
pembangunan daerah dan bangsa.
Kegiatan selama tiga hari tersebut
dirancang interaktif dengan diskusi mendalam dan workshop terkait penerapan
PPEPP dalam berbagai program studi. Pendekatan ini memfasilitasi transfer
pengetahuan yang aplikatif dan memberikan ruang bagi peserta untuk bertanya
serta berbagi pengalaman dalam mengelola mutu pendidikan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi,
ITP melalui LPMI memperkuat pondasi mutu pendidikan melalui siklus PPEPP.
Langkah ini bukan hanya menjaga standar akademik, tetapi juga menjadi bukti
nyata komitmen ITP dalam mencetak lulusan unggul yang siap menghadapi tantangan
masa depan.
Created By Widia/Humas
...
Institut Teknologi
Padang (ITP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan
pembelajaran berbasis praktik dengan menggandeng profesional bidang Geografis
Informasi Sistem (GIS). Pada 20 Mei lalu, Program Studi Teknik Informatika ITP
mengadakan kuliah tamu bertajuk “Membangun dari Data, Bertindak dari Peta.”
Acara ini
menghadirkan Timtim Deby Purnasebta, A.Md. GIS, praktisi dari Kantor Pertanahan
Padang Pariaman yang berbagi wawasan dan pengalaman langsung terkait
pengelolaan data spasial dan pemetaan. Melalui pendekatan yang berbasis pada
pengalaman lapangan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis,
tetapi juga dapat melihat bagaimana data spasial diaplikasikan dalam
pembangunan nyata.
Menurut Timtim Deby
Purnasebta, GIS adalah alat penting yang kini tak terpisahkan dari berbagai
bidang, mulai dari tata ruang, pembangunan infrastruktur, hingga pengelolaan
sumber daya alam. Ia menekankan pentingnya keakuratan data spasial sebagai
dasar pengambilan keputusan yang tepat dan efektif.
Teknologi GIS yang
dibahas dalam kuliah tamu juga relevan dengan perkembangan teknologi digital
terkini. Data spasial yang terintegrasi dalam sistem komputer memberikan
kemudahan dalam visualisasi peta, analisis lokasi, dan perencanaan pembangunan
yang berbasis bukti.
Kegiatan kuliah tamu
ini merupakan bagian dari mata kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) yang
diampu oleh Bu Anisya, M.Kom. Ia menyatakan bahwa menghadirkan praktisi secara
langsung adalah strategi untuk menambah dimensi pembelajaran yang selama ini
lebih banyak berbasis teori.
Melalui kuliah tamu
ini, mahasiswa dapat memahami seluk-beluk pekerjaan profesional GIS secara
langsung dari ahlinya. Dengan pengalaman nyata yang dibagikan, mahasiswa
diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis sekaligus wawasan praktis di
bidang pemetaan.
Lebih dari itu,
kolaborasi antara ITP dan Kantor Pertanahan Padang Pariaman ini juga membuka
peluang jejaring profesional bagi mahasiswa. Jalinan komunikasi dengan praktisi
memungkinkan mereka mendapatkan gambaran lebih luas tentang prospek karir di
bidang GIS serta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Dengan adanya
kegiatan seperti ini, Program Studi Teknik Informatika ITP menegaskan
komitmennya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap
pakai. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik dengan menghadirkan profesional
dari industri memberikan nilai tambah signifikan bagi kualitas pendidikan dan
kesiapan lulusan menghadapi dinamika pekerjaan di era modern.
Created By Widia/Humas ...