Belajar teknik sipil tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa Program
Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang mendapat kesempatan melihat
langsung proses konstruksi melalui kunjungan industri ke Proyek Pembangunan
Gedung Bea Cukai Teluk Bayur, Sabtu (16/05). Kegiatan ini menjadi ruang belajar
untuk memahami kondisi proyek secara nyata.
Selama kunjungan, mahasiswa mengamati berbagai aspek penting dalam
pelaksanaan konstruksi, mulai dari manajemen proyek, penerapan keselamatan dan
kesehatan kerja (K3), hingga pengendalian mutu. Pengalaman tersebut memberikan
gambaran mengenai bagaimana proses pembangunan dikelola secara terencana,
sekaligus memperlihatkan tantangan yang dihadapi tenaga profesional ketika
bekerja di lapangan.
Kegiatan didampingi dosen Teknik Sipil ITP, Ir. Agus, M.Sc., IPM., ASEAN
Eng., dan Yunus Abdurrasyid, S.T., M.T. Pendampingan diberikan untuk membantu
mahasiswa memahami keterkaitan antara konsep yang dipelajari selama perkuliahan
dengan penerapannya dalam proyek konstruksi. Mahasiswa juga mendapat ruang
untuk mengamati dan memahami proses kerja secara langsung.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus menghadirkan pengalaman pembelajaran yang mendekatkan
mahasiswa dengan dunia profesional. Kunjungan lapangan menjadi bagian penting
dalam membangun pemahaman mahasiswa terhadap standar kerja, pengelolaan proyek,
keselamatan, serta kualitas konstruksi yang menjadi bagian dari kompetensi
seorang engineer.Bagi mahasiswa, kesempatan berada di lingkungan proyek memberikan
pengalaman yang berbeda dari pembelajaran teoritis. Mereka dapat melihat
bagaimana berbagai disiplin pekerjaan berjalan secara bersamaan, memahami
pentingnya koordinasi, serta mengenali penerapan prosedur di lapangan. Pengalaman
tersebut menjadi bekal untuk menghadapi lingkungan kerja konstruksi setelah
menyelesaikan pendidikan.
Program Studi Teknik Sipil ITP menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim
Proyek Pembangunan Gedung Bea Cukai Teluk Bayur atas sambutan dan kesempatan belajar
yang diberikan kepada mahasiswa. Interaksi langsung dengan lingkungan proyek
diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan kesiapan mahasiswa
memasuki dunia kerja.Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengamati proses
pembangunan, tetapi juga memahami pentingnya ketelitian, keselamatan,
koordinasi, dan tanggung jawab dalam pekerjaan konstruksi. Dari lapangan,
mereka belajar bahwa menjadi engineer profesional membutuhkan perpaduan antara
pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan menerapkan ilmu secara tepat.
Created By Widia/Humas
...
Persiapan
memasuki dunia kerja dan menyelesaikan studi menjadi perhatian mahasiswa Teknik
Mesin. Untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman yang lebih terarah, Program
Studi Teknik Mesin Sarjana Institut Teknologi Padang menggelar Coaching Kerja
Praktik dan Tugas Akhir pada Selasa (12/05), sebagai ruang pembekalan akademik
dan teknis bagi mahasiswa.
Kegiatan
dibuka oleh Ketua Program Studi Teknik Mesin Sarjana, Nurzal, Ph.D. Dalam
coaching tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan Kerja
Praktik dan Tugas Akhir yang disampaikan Asmara Yanto, M.T. Materi diarahkan
untuk membantu mahasiswa memahami tahapan dan hal-hal penting yang perlu
dipersiapkan selama proses penyelesaian studi.
Selain
pembekalan akademik, aspek teknis pendaftaran magang turut menjadi bagian
kegiatan. Afif Zirwan, M.Kom., dari Bagian Informasi Teknologi dan Komunikasi,
memberikan pemaparan mengenai tata cara pendaftaran magang melalui sistem.
Penjelasan ini membantu mahasiswa memahami proses administrasi secara lebih
praktis dan terstruktur.Sebagai
salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus
mendorong mahasiswa memperoleh pembekalan yang relevan sebelum menjalani
tahapan akademik maupun pengalaman di dunia kerja. Coaching menjadi salah satu
upaya untuk memastikan mahasiswa memiliki informasi yang cukup dalam
mempersiapkan Kerja Praktik, magang, dan Tugas Akhir.
Pembekalan
tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami bahwa keberhasilan
menyelesaikan studi membutuhkan persiapan sejak awal. Pemahaman terhadap
prosedur, perencanaan kegiatan, serta pemanfaatan sistem informasi menjadi
bagian penting yang perlu dikuasai mahasiswa agar setiap tahapan dapat
dijalankan secara lebih efektif.Melalui
kegiatan Coaching Kerja Praktik dan Tugas Akhir, Program Studi Teknik Mesin
Sarjana ITP menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada
aspek akademik, tetapi juga kesiapan mahasiswa menghadapi proses profesional.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat membantu mahasiswa menjalani
tahapan studi dengan lebih siap dan terarah.
Kegiatan
ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Teknik Mesin Sarjana dalam
mendampingi mahasiswa menuju penyelesaian pendidikan sekaligus mempersiapkan
pengalaman kerja. Dengan bekal informasi dan pemahaman yang lebih baik,
mahasiswa diharapkan mampu menjalani Kerja Praktik, magang, dan Tugas Akhir
secara bertanggung jawab.
Created By Widia/Humas
...
Semangat
hidup sehat dan sport tourism semakin terasa menjelang pelaksanaan ITP Run 2026
yang akan digelar pada Minggu, 21 Juni 2026. Event lari resmi dalam rangka Dies
Natalis ke-53 Institut Teknologi Padang ini diproyeksikan menjadi salah satu
ajang olahraga bergengsi yang memadukan semangat kebugaran, networking, dan
atmosfer kampus modern.
Tidak
sekadar menjadi agenda olahraga, ITP Run 2026 hadir sebagai ruang kolaborasi
antara dunia pendidikan, masyarakat, dan komunitas olahraga. Peserta nantinya
tidak hanya menikmati pengalaman berlari, tetapi juga merasakan suasana kampus
yang aktif, inovatif, dan penuh semangat generasi muda yang produktif serta
kreatif di Kota Padang.
Persiapan
pelaksanaan terus dimatangkan melalui konsolidasi lintas pihak, termasuk
pembahasan teknis rute bersama Satlantas Polresta Padang yang berlangsung pada
Selasa, (11/06), di Ruang Sidang Utama ITP. Pertemuan tersebut dihadiri
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Daya, Prof. Dr.Eng. Ir.
Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM., Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Marketing,
Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., serta jajaran panitia Dies Natalis ITP
ke-53.
Ketua
Pelaksana Dies Natalis ITP ke-53, Dr. Herix Sonata MS, M.Si., bersama
Koordinator ITP Run 2026, Afif Zirwan, M.Kom., turut hadir dalam pembahasan
tersebut. Koordinasi ini menjadi langkah penting guna memastikan keamanan,
kenyamanan, dan kelancaran jalannya event yang diperkirakan akan diikuti
ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai daerah.
Dukungan
penuh juga datang dari Kepala Unit Brigade Motor (BM) Satlantas Polresta Padang,
Ipda Andes Junaidi. Ia menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap
pelaksanaan ITP Run 2026. Menurutnya, event seperti ini tidak hanya mendorong
gaya hidup sehat, tetapi juga mampu memperkuat hubungan positif antara kampus
dan masyarakat luas.
Sebagai
salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus
menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga
membangun ekosistem kampus yang aktif dan kolaboratif. ITP Run 2026 menjadi
bukti nyata komitmen kampus dalam menghadirkan kegiatan inspiratif yang
berdampak positif bagi generasi muda dan masyarakat.
Dengan dukungan Satlantas Polresta
Padang serta persiapan yang terus dimatangkan, ITP Run 2026 diyakini akan
menjadi momentum besar yang menyatukan semangat olahraga, edukasi, dan
kebersamaan. Event ini sekaligus memperkuat citra kampus sebagai institusi
modern yang aktif membangun koneksi, gaya hidup sehat, dan pengalaman positif
bagi masyarakat luas.
Created By Widia/Humas ...
Momentum peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2026
dimanfaatkan sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas institusi
dalam pengelolaan inovasi. Kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama
digelar pada Senin, (27/04) bertempat di Aula Lantai 3 Gedung LLDIKTI Wilayah
X, bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Barat
(Sumbar).
Dalam forum
tersebut, Institut Teknologi Padang tampil sebagai salah satu institusi yang
menunjukkan keseriusan tinggi dalam penguatan ekosistem Kekayaan Intelektual.
Kehadiran Rektor Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., didampingi
Kepala LPPM Mastariyanto Perdana, M.Eng., menjadi simbol komitmen kuat
institusi terhadap perlindungan dan pengelolaan inovasi.
Penandatanganan
Perjanjian Kerja Sama tentang Pelindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual
menjadi langkah konkret dalam memperkuat tata kelola hasil riset. Kesepakatan
ini diarahkan untuk membangun sinergi lintas pihak dalam menciptakan sistem
yang mampu melindungi, mengelola, serta mengoptimalkan nilai ekonomi dari karya
intelektual.Secara tegas,
ITP menegaskan komitmennya dalam membangun kerja sama yang produktif, efektif
dan sinergis sebagai fondasi utama pengembangan inovasi berkelanjutan. Komitmen
ini tidak hanya menjadi pernyataan formal, tetapi diwujudkan melalui
keterlibatan aktif dalam kolaborasi strategis yang mendorong peningkatan
kualitas riset dan daya saing institusi.Ketua
pelaksana kegiatan, Lista Widyastuti, SH, MH, dalam laporannya menekankan bahwa
kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar memperkuat kolaborasi lintas
sektor. Ia menyebutkan pentingnya pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di
perguruan tinggi guna memperkuat perlindungan dan pemanfaatan hasil penelitian
secara optimal.
“Melalui
kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya Sentra Kekayaan
Intelektual di perguruan tinggi, meningkatkan perlindungan hasil riset, serta
memperkuat koordinasi antara Kemenkum, LLDIKTI, dan PTS,” ujar Lista dalam
sambutannya di hadapan peserta kegiatan tersebut.
Lebih dari
sekadar perlindungan hukum, Kekayaan Intelektual kini dipandang sebagai
instrumen penting dalam hilirisasi dan komersialisasi inovasi. Dengan sinergi
yang semakin kuat, termasuk peran aktif ITP, diharapkan lahir inovasi unggul
yang tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi
masyarakat dan dunia industri, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu
Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar.
Created By Widia/Humas ...
Di
balik berdirinya infrastruktur penting di Kota Padang, terdapat sosok Ir.
Antonov, ST, MT, IPM, seorang pendidik sekaligus tenaga ahli yang telah
mendedikasikan hidupnya pada bidang ketenagalistrikan. Perannya dalam proyek
instalasi listrik pada pembangunan Kantor Walikota dan DPRD Kota Padang menjadi
salah satu kontribusi nyata yang berdampak langsung pada pelayanan publik dan
operasional pemerintahan. Tidak
hanya itu, kiprahnya juga mencakup berbagai proyek strategis lain yang
menyentuh kebutuhan masyarakat luas. Mulai dari pengawasan dan perencanaan
sistem MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) untuk fasilitas pendidikan
seperti Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, hingga proyek
pembangunan rumah susun di Sumatera Barat yang mendukung penyediaan hunian
layak bagi masyarakat. Salah
satu pengalaman yang menonjol adalah keterlibatannya dalam rehabilitasi dan
rekonstruksi pasca gempa bumi Sumatera Barat. Dalam proyek tersebut, beliau
berkontribusi pada perencanaan sistem kelistrikan yang aman dan andal,
memastikan bangunan yang dibangun kembali tidak hanya berfungsi, tetapi juga
lebih tangguh terhadap bencana. Pengalaman panjangnya di dunia
profesional berjalan seiring dengan pengabdiannya sebagai dosen di Institut Teknologi Padang, yang dikenal sebagai
salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat dalam pengembangan
pendidikan berbasis teknologi dan rekayasa. Bagi beliau, dunia pendidikan bukan
sekadar tempat mentransfer ilmu, melainkan ruang untuk membentuk karakter
generasi muda. Ia dikenal sebagai sosok yang mencintai profesinya sebagai
pendidik dengan sepenuh hati, menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teknis
tetapi juga bernilai kehidupan. Dalam
setiap kesempatan, beliau selalu menyampaikan pesan sederhana namun kuat kepada
mahasiswa: pentingnya kejujuran dan kerja keras. Baginya, dua nilai tersebut
adalah fondasi utama untuk bertahan dan berkembang di dunia profesional yang
terus berubah. Ke
depan, tantangan sektor energi di Sumatera Barat akan semakin besar. Proyeksi
menunjukkan bahwa kebutuhan daya listrik di wilayah ini akan meningkat hingga
sekitar ±5.564 MW pada tahun 2050. Lonjakan ini berarti hampir tiga kali lipat
dari kondisi saat ini, yang secara langsung akan mendorong peningkatan
kebutuhan tenaga kerja di sektor ketenagalistrikan. Transformasi
energi yang mengarah pada pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) serta
digitalisasi sistem kelistrikan membuka peluang besar bagi generasi muda,
khususnya lulusan teknik. Potensi lapangan kerja diperkirakan mencapai puluhan
ribu hingga tahun 2050, menjadikan sektor ini sebagai salah satu bidang strategis
di masa depan. Dalam
konteks tersebut, peran beliau menjadi semakin relevan. Ia tidak hanya
berkontribusi melalui proyek-proyek yang berdampak bagi masyarakat, tetapi juga
melalui perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan
energi masa depan.
Created
By Widia/Humas ...