Hubungan
internasional Institut Teknologi Padang (ITP) kembali memasuki babak baru.
Dalam rangkaian Program ITP Goes to Asia, Fakultas Teknik ITP dan INTI
International University Malaysia resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama
(PKS) yang membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan,
penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia, Selasa (18/08).
Penandatanganan
kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik ITP, Dr. Ir. Nofriady Handra,
M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng., bersama Dean of Faculty of Engineering and
Quantity Surveying INTI International University, Assoc. Prof. Ir. Dr. Chuah
Keng Hoo. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring
akademik ITP di tingkat internasional.Kegiatan
tersebut turut didampingi Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Marketing ITP,
Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Dr. Siti Khadijah Mohd Nasrah
selaku Regional Head di International Relations and Collaborations Centre
(IRCC) INTI International University.
Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan
akademik kedua institusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas
di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Diskusi
yang berlangsung juga membahas implementasi program student mobility,
pertukaran pelajar, serta kerja sama riset lintas negara.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari
komitmen menghadirkan pendidikan berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan
INTI International University, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk
mengembangkan kompetensi akademik dalam lingkungan internasasional.Momentum ini juga menjadi awal perjalanan empat mahasiswa Teknik
Sipil ITP yang mengikuti Program ITP Goes to Asia, yakni Muhammad Rizky Efendi,
Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Selama berada di
Malaysia, mereka akan mengikuti kegiatan akademik, memperluas wawasan budaya,
serta membangun jejaring bersama mahasiswa internasional.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada
penandatanganan dokumen, melainkan berkembang menjadi berbagai program nyata
yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Pertukaran pelajar, riset
bersama, hingga pengembangan inovasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat
posisi ITP sebagai kampus yang aktif berkolaborasi di tingkat global.
Melalui Program ITP Goes to Asia 2026, Institut Teknologi Padang
kembali menegaskan visinya untuk mencetak engineer yang tidak hanya unggul
secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif internasional, kemampuan
adaptasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional
yang semakin terhubung secara global.
Created By Widia/Humas
...
Empat mahasiswa
Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang resmi dilepas untuk
mengikuti Program ITP Goes to Asia di INTI International University, Malaysia.
Pelepasan ini menjadi bagian dari komitmen ITP dalam memberikan pengalaman
akademik internasional sekaligus mendorong mahasiswa berani melangkah keluar
dari ruang kelas menuju pengalaman global.Keempat
mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih
Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Mereka akan membawa
nama ITP dalam lingkungan akademik internasional, sekaligus memanfaatkan
kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, dan lingkungan baru selama
mengikuti rangkaian program di Malaysia.Keberangkatan
mahasiswa didampingi Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap langkah mahasiswa dalam memperluas pengalaman dan jejaring di tingkat internasional.Sementara itu,
proses pelepasan mahasiswa turut dihadiri Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana, Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., Kepala Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Ir. Nelvidawati, M.T., serta Staf Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Monica Fitria, S.Kom. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum menjalani pengalaman akademik di luar negeri.Sebagai salah
satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus menghadirkan ruang bagi
mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui pengalaman akademik dan jejaring
internasional. Program ITP Goes to Asia menjadi salah satu langkah untuk
memperluas perspektif mahasiswa, membangun keberanian berinteraksi lintas
budaya, serta mengenalkan potensi engineer muda ITP di lingkungan global.Bagi para
peserta, perjalanan menuju Malaysia bukan sekadar kesempatan untuk mengikuti
program di perguruan tinggi luar negeri. Pengalaman ini menjadi ruang untuk
belajar beradaptasi, membangun komunikasi dengan lingkungan baru, memperluas
koneksi, dan mendapatkan perspektif berbeda yang dapat menjadi bekal dalam
perjalanan akademik maupun profesional.Dengan semangat
membawa nama kampus ke panggung internasional, empat engineer muda Teknik Sipil
ITP kini siap memulai perjalanan baru di INTI International University. Dari
Padang menuju Malaysia, langkah mereka menjadi bagian dari upaya membangun
generasi engineer yang semakin terbuka, percaya diri, dan siap menghadapi dunia
yang semakin terhubung.
Created By Widia/Humas
...
Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh menjadi salah satu
perhatian dalam mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di berbagai
kondisi medan. Hal tersebut mendorong Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan
audiensi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Kamis (13/08),
untuk berkonsultasi mengenai modifikasi kendaraan All Terrain Vehicle (ATV).
Audiensi berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara sivitas akademika ITP dan
jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang untuk membahas
kebutuhan serta konsultasi teknis terkait modifikasi ATV yang digunakan dalam
mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan.
Delegasi ITP dipimpin Ketua Program Studi TRIL ITP, Aswir Premadi,
M.Sc., didampingi Dosen TRIL ITP, Ir. Antonov, S.T., M.T., IPM., serta Ketua
Program Studi D3 Teknik Mesin ITP, Dr. Dedi Wardianto. Kehadiran lintas bidang
tersebut menunjukkan keterlibatan keilmuan teknik dalam menjajaki solusi
terhadap kebutuhan operasional di lapangan.
Dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, audiensi dihadiri
Kepala Kantor Abdul Malik, S.Sos., Kepala Seksi Operasi dan Siaga Hendri,
S.Sos., Kepala Seksi Sumber Daya Inarwan, S.Sos., Yudi Riva, S.A.P., Afdal Dinil
Haq, serta Ryan Agus. Pertemuan berlangsung sebagai bagian dari konsultasi
mengenai kebutuhan modifikasi ATV.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka
ruang kolaborasi yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata
di lapangan. Konsultasi modifikasi ATV menjadi salah satu bentuk interaksi yang
memungkinkan keilmuan teknik mesin dan teknologi rekayasa diarahkan untuk mendukung
kebutuhan lembaga pencarian dan pertolongan.
Melalui audiensi ini, pembahasan modifikasi ATV diharapkan dapat menjadi
awal pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional Kantor
Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Kolaborasi antara perguruan tinggi
dan instansi teknis tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kompetensi dosen
serta pengembangan pengalaman akademik mahasiswa melalui persoalan nyata.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan
tinggi dan lembaga pelayanan publik dalam menghadirkan solusi berbasis
teknologi. ITP berkomitmen mendorong penerapan ilmu keteknikan yang relevan
dengan kebutuhan masyarakat dan institusi, termasuk melalui pengembangan
teknologi yang dapat mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di
lapangan.
Created By Widia/Humas
...
Kesempatan
magang yang semula menjadi ruang untuk menambah pengalaman justru membuka pintu
karier bagi empat mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Padang (ITP).
Agus Tri Wahyudi, Mohamad Syafiq, Muhammad Ihsan Hakiki, dan Thio Agustian
Pratama berhasil direkrut PT Nava Powerindo setelah menuntaskan program magang
di perusahaan tersebut.
Keempat
mahasiswa tersebut sebelumnya menjalani magang sebagai bagian dari proses pembelajaran
di luar kampus. Selama berada di lingkungan industri, mereka tidak hanya
memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga belajar memahami ritme kerja
profesional, beradaptasi dengan lingkungan perusahaan, serta menunjukkan
kemampuan yang dibutuhkan dalam bidang ketenagalistrikan.
Kesempatan itu
kemudian berkembang menjadi langkah awal menuju dunia profesional. Kinerja dan
kemampuan yang ditunjukkan selama magang mendapat perhatian dari PT. Nava
Powerindo. Setelah program magang selesai, perusahaan memberikan kesempatan
kepada keempat mahasiswa tersebut untuk melanjutkan perjalanan mereka sebagai
bagian dari dunia industri.
Agus Tri
Wahyudi, Mohamad Syafiq, Muhammad Ihsan Hakiki, dan Thio Agustian Pratama
menjadi gambaran bahwa pengalaman di bangku kuliah dapat menjadi modal penting
ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan kebutuhan industri. Proses tersebut
juga menunjukkan pentingnya keberanian untuk belajar, bekerja dalam tim, dan
membuktikan kemampuan melalui pengalaman nyata.
Bagi Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, pengalaman mahasiswa yang berlanjut hingga rekrutmen
menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang menghubungkan pembelajaran
akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Magang tidak lagi sekadar kewajiban
akademik, tetapi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi
sekaligus memperkenalkan potensi dirinya kepada perusahaan.
Kisah keempat
mahasiswa Teknik Elektro ITP tersebut sekaligus menjadi pesan bagi mahasiswa
lain agar menjadikan program magang sebagai kesempatan untuk berkembang.
Memilih tempat magang bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman, tetapi juga
mencari lingkungan yang dapat mengasah kemampuan, memperluas jejaring, dan
membuka peluang karier setelah menyelesaikan masa studi.
Keberhasilan
empat Engineer Muda Teknik Elektro ITP direkrut PT. Nava Powerindo menjadi
kebanggaan bagi almamater sekaligus bukti bahwa mahasiswa memiliki peluang
besar untuk masuk ke dunia industri sejak masih berada dalam proses pendidikan.
Dari ruang kuliah, pengalaman magang, hingga dunia kerja, langkah mereka
menjadi inspirasi untuk terus belajar dan menunjukkan kemampuan terbaik.
Created By Widia/Humas ...
Persoalan limbah
dan kebutuhan energi bersih menjadi tantangan yang semakin penting di tengah
perkembangan industri. Dari pengalaman melihat dinamika kawasan industri Dumai
sejak kecil, Sri Hartuti, Ph.D., dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi
Padang, memilih jalur riset untuk mencari solusi. Fokusnya mengarah pada
pengelolaan limbah sekaligus pengembangan energi terbarukan.
Lahir dan besar
di Dumai, Sri Hartuti menyaksikan langsung perkembangan industri beserta
persoalan lingkungan yang menyertainya. Kondisi tersebut menumbuhkan tekad
untuk tidak sekadar menjadi penonton. Pendidikan kemudian menjadi jalan yang
ditempuhnya, mulai dari Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang, Universitas
Andalas, hingga Gifu University, Jepang, tempat ia menyelesaikan pendidikan
magister, doktor, dan postdoctoral.
Perjalanan
akademiknya di Jepang turut membentuk ketangguhan sebagai peneliti. Eksperimen
panjang di laboratorium menuntut waktu dan ketekunan, termasuk menjalani riset
intensif selama masa studi. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga menjalani
fase sebagai seorang ibu. Pengalaman akademik dan kehidupan itu menjadi bagian
dari perjalanan panjangnya dalam membangun konsistensi di dunia penelitian.Selama lebih
dari 11 tahun, Sri Hartuti mengembangkan riset terkait pengelolaan abu terbang
batu bara atau fly
ash. Penelitiannya mencakup karakteristik kimia, stabilisasi,
hingga pemanfaatannya sebagai pendukung katalis TiO₂. Melalui proses
fotokatalisis dengan bantuan sinar matahari, material tersebut dikembangkan untuk
membantu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan hidrogen sebagai sumber
energi bersih.
Sebagai salah
satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus
mendorong riset yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan
tantangan lingkungan. Perjalanan riset Sri Hartuti menjadi salah satu gambaran
bagaimana penelitian di bidang keteknikan dapat diarahkan tidak hanya untuk
menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi
berkelanjutan.Konsistensi
tersebut turut membawanya memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Fundamental
Reguler dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus
pada pengembangan teknologi energi berkelanjutan. Baginya, penelitian tidak
seharusnya berhenti sebagai publikasi. Riset perlu memiliki kebaruan, menjawab
persoalan penting, terjangkau, serta memiliki peluang memberikan manfaat bagi
masyarakat dan industri.
Perjalanan Sri
Hartuti menyampaikan satu pesan penting bagi generasi muda: perkembangan zaman
menuntut kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Menjadi peneliti bukan
hanya tentang menghasilkan karya ilmiah, tetapi menemukan persoalan yang
penting, menawarkan kebaruan, dan menghadirkan manfaat nyata. Dari limbah,
riset terus bergerak menuju peluang energi bersih masa depan.
Created By Widia/Humas
...