Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi
dan pemerintah daerah terus menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas
sumber daya manusia serta menjawab tantangan lingkungan. Pada Rabu (26/08),
Institut Teknologi Padang melakukan kunjungan kemitraan ke Dinas Lingkungan
Hidup Provinsi Sumatera Barat untuk membahas peluang kerja sama strategis dan
pengembangan kapasitas aparatur.
Delegasi ITP dipimpin Wakil Rektor III
Bidang Kerja Sama dan Marketing, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D.,
didampingi Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan PMB, Dr. Herix Sonata MS, M.Si.,
Ketua Program Studi Teknik Lingkungan, Vina Azatri, M.T., serta Staf Publikasi,
Widia Afrianti, S.Si. Kehadiran tim menjadi bagian dari upaya memperluas
jejaring kemitraan ITP.
Rombongan ITP disambut Kepala Dinas
Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, Tasliatul Fuaddi, S.Hut., M.H.,
didampingi Kepala Bidang Tata Lingkungan, Andi Irawan, S.T., M.T. Pertemuan
berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas berbagai potensi sinergi
yang dapat dikembangkan antara ITP dan DLH Sumbar, khususnya dalam bidang
lingkungan dan pengembangan sumber daya manusia.Salah satu agenda yang menjadi
perhatian dalam pertemuan tersebut adalah peluang studi lanjut bagi aparatur
sipil negara di lingkungan DLH Sumbar. ITP memperkenalkan kesempatan
peningkatan kualifikasi akademik melalui program pendidikan yang relevan,
sehingga ASN dapat mengembangkan kompetensi dan kapasitas profesional untuk
mendukung pelaksanaan tugas di bidang lingkungan.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi
Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus membuka ruang kolaborasi
dengan pemerintah daerah untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan dengan
kompetensi akademik. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong penguatan
sumber daya manusia sekaligus membuka peluang penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam menjawab persoalan lingkungan daerah.
Kunjungan ini juga menjadi momentum
untuk memperkenalkan potensi Program Studi Teknik Lingkungan ITP dalam
mendukung kebutuhan sektor lingkungan. Melalui kolaborasi yang terarah,
perguruan tinggi dapat berperan dalam pengembangan pengetahuan, peningkatan
kompetensi aparatur, serta menghadirkan gagasan dan solusi yang relevan dengan
tantangan pengelolaan lingkungan.Tidak hanya berdiskusi di ruang pertemuan,
delegasi ITP juga diajak melihat secara langsung sejumlah program pengelolaan
sampah yang dikembangkan DLH Provinsi Sumatera Barat. Beberapa di antaranya
berupa pengolahan sampah menggunakan komposter serta budidaya maggot. Kunjungan
ini memberikan gambaran nyata mengenai upaya pengurangan dan pemanfaatan sampah
dari sumbernya.
Kegiatan tersebut sekaligus membuka
ruang pertukaran pengetahuan antara ITP dan DLH Sumbar, khususnya dalam
pengembangan teknologi dan inovasi pengelolaan lingkungan. Praktik pengelolaan
sampah yang telah dikembangkan dapat menjadi referensi untuk memperkuat riset,
pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan teknologi tepat guna yang
relevan dengan kebutuhan daerah.
Created By Widia/Humas
...
Dunia teknik sipil tidak hanya berbicara tentang beton, baja, gambar
kerja, atau hitungan struktur. Di balik setiap bangunan yang berdiri kokoh, ada
tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan dan kebermanfaatannya. Prinsip
inilah yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan Ir. Agus,
M.Sc., IPM., ASEAN Eng., sebagai dosen sekaligus praktisi teknik sipil.
Pengalaman profesionalnya dimulai sejak berada di bangku perguruan
tinggi dan terus berkembang melalui berbagai proyek strategis. Ia pernah
dipercaya menjadi Team Leader manajemen konstruksi, perencana, pengawas, hingga
tenaga ahli dalam sejumlah proyek di Sumatera Barat. Rekam jejak tersebut
mencakup pembangunan fasilitas pendidikan, pemerintahan, laboratorium, rumah
susun, hingga infrastruktur pelayanan publik.
Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah keterlibatannya dalam
pemulihan pascabencana gempa Sumatera Barat. Dalam situasi penuh tekanan, ia
bersama tim harus memastikan proses rekonstruksi berjalan cepat, tepat, dan
tetap mengutamakan keselamatan. Setiap evaluasi struktur menuntut ketelitian
tinggi, sebab kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap keamanan
masyarakat.
Bagi Ir. Agus, pengalaman lapangan tidak berhenti ketika proyek selesai.
Pengetahuan yang diperoleh justru menjadi bekal penting untuk dibagikan kepada
generasi berikutnya. Selama lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai akademisi,
ia memadukan pengalaman sebagai konsultan dengan proses pembelajaran di
Institut Teknologi Padang, membentuk mahasiswa agar tidak hanya memahami teori,
tetapi juga mampu berpikir praktis.
Komitmen tersebut berjalan seiring dengan kiprahnya dalam pengembangan
profesi. Ia dipercaya sebagai Tim Profesi Ahli Bangunan Gedung di sejumlah
daerah, sekaligus aktif dalam organisasi profesi dan sertifikasi kompetensi.
Semangat menghadirkan standar keahlian tersebut menjadi bagian dari karakter
pendidikan di Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, yang mendorong mahasiswa
memiliki fondasi akademik kuat sekaligus kesiapan menghadapi dunia kerja.
Menurut Ir. Agus, menjadi insinyur tidak cukup hanya dengan menguasai
rumus. Industri membutuhkan lulusan yang memahami konsep, mampu membaca
persoalan, memiliki logika berpikir kuat, serta menjunjung tinggi etika
profesi. Karena itu, pendidikan teknik harus mampu melahirkan manusia yang siap
menghadapi persoalan nyata, bukan sekadar menyelesaikan soal di ruang kelas.
Pesan itu terangkum dalam filosofi yang terus ia pegang: “Mata Guru,
Roha Sisian.” Baginya, setiap pengalaman adalah ruang untuk belajar dan setiap
keputusan harus dipertimbangkan dengan hati nurani. Sebab sebelum membangun
struktur yang tinggi, seorang calon insinyur harus terlebih dahulu membangun
dirinya. Setiap bangunan membutuhkan fondasi, begitu pula masa depan.
Created By Widia/Humas
...
Penguatan kemitraan antarlembaga pendidikan menjadi langkah
penting untuk memperluas manfaat akademik dan menjawab kebutuhan dunia
industri. Pada Jumat (21/8/2026), delegasi Institut Teknologi Padang melakukan
kunjungan kemitraan ke Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang untuk
membahas peluang kerja sama strategis antara kedua institusi.
Delegasi ITP dipimpin Dekan Fakultas
Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng., didampingi
Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan PMB, Dr. Herix Sonata MS, M.Si. Turut hadir
Ketua Program Studi Teknik Lingkungan, Vina Azatri, M.T., serta dua dosen
Teknik Lingkungan, Nurmeizon Saleh, M.Si., dan Ir. Nelvidawati, M.T.
Rombongan ITP disambut oleh Direktur
Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang, Dr. Isra Mouludi, M.Kom., beserta
jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka sebagai ruang untuk
bertukar gagasan sekaligus membahas peluang pengembangan kerja sama yang dapat
memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua institusi.
Pembahasan kerja sama strategis tersebut menjadi bagian dari
upaya memperluas jejaring pendidikan tinggi di Kota Padang. Kolaborasi
antarlembaga diharapkan dapat membuka ruang pengembangan kegiatan akademik,
peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta berbagai program lain yang
relevan dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan industri.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi
Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus membangun kemitraan dengan
berbagai institusi pendidikan dan dunia industri. Langkah ini menjadi bagian
dari komitmen ITP untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif, memperluas
jejaring akademik, serta mendorong terciptanya peluang kolaborasi yang
berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.
Kunjungan kemitraan ini juga menjadi
momentum untuk mempertemukan berbagai kompetensi yang dimiliki kedua institusi.
Dengan latar belakang pendidikan teknologi dan keteknikan, peluang sinergi
dapat dikembangkan melalui program yang mendukung pembelajaran, pengembangan
keilmuan, serta peningkatan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia
kerja.
Pertemuan ITP dan Politeknik Akademi Teknologi Industri
Padang diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret dan
berkelanjutan. Sinergi antarlembaga pendidikan diharapkan mampu memperkuat
ekosistem pendidikan teknologi di Sumatera Barat sekaligus menghadirkan manfaat
yang lebih luas bagi mahasiswa, dosen, industri, dan masyarakat.
Created By Widia/Humas
...
Hubungan
internasional Institut Teknologi Padang (ITP) kembali memasuki babak baru.
Dalam rangkaian Program ITP Goes to Asia, Fakultas Teknik ITP dan INTI
International University Malaysia resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama
(PKS) yang membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan,
penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia, Selasa (18/08).
Penandatanganan
kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik ITP, Dr. Ir. Nofriady Handra,
M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng., bersama Dean of Faculty of Engineering and
Quantity Surveying INTI International University, Assoc. Prof. Ir. Dr. Chuah
Keng Hoo. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring
akademik ITP di tingkat internasional.Kegiatan
tersebut turut didampingi Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Marketing ITP,
Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Dr. Siti Khadijah Mohd Nasrah
selaku Regional Head di International Relations and Collaborations Centre
(IRCC) INTI International University.
Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan
akademik kedua institusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas
di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Diskusi
yang berlangsung juga membahas implementasi program student mobility,
pertukaran pelajar, serta kerja sama riset lintas negara.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari
komitmen menghadirkan pendidikan berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan
INTI International University, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk
mengembangkan kompetensi akademik dalam lingkungan internasasional.Momentum ini juga menjadi awal perjalanan empat mahasiswa Teknik
Sipil ITP yang mengikuti Program ITP Goes to Asia, yakni Muhammad Rizky Efendi,
Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Selama berada di
Malaysia, mereka akan mengikuti kegiatan akademik, memperluas wawasan budaya,
serta membangun jejaring bersama mahasiswa internasional.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada
penandatanganan dokumen, melainkan berkembang menjadi berbagai program nyata
yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Pertukaran pelajar, riset
bersama, hingga pengembangan inovasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat
posisi ITP sebagai kampus yang aktif berkolaborasi di tingkat global.
Melalui Program ITP Goes to Asia 2026, Institut Teknologi Padang
kembali menegaskan visinya untuk mencetak engineer yang tidak hanya unggul
secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif internasional, kemampuan
adaptasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional
yang semakin terhubung secara global.
Created By Widia/Humas
...
Empat mahasiswa
Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang resmi dilepas untuk
mengikuti Program ITP Goes to Asia di INTI International University, Malaysia.
Pelepasan ini menjadi bagian dari komitmen ITP dalam memberikan pengalaman
akademik internasional sekaligus mendorong mahasiswa berani melangkah keluar
dari ruang kelas menuju pengalaman global.Keempat
mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih
Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Mereka akan membawa
nama ITP dalam lingkungan akademik internasional, sekaligus memanfaatkan
kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, dan lingkungan baru selama
mengikuti rangkaian program di Malaysia.Keberangkatan
mahasiswa didampingi Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap langkah mahasiswa dalam memperluas pengalaman dan jejaring di tingkat internasional.Sementara itu,
proses pelepasan mahasiswa turut dihadiri Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana, Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., Kepala Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Ir. Nelvidawati, M.T., serta Staf Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Monica Fitria, S.Kom. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum menjalani pengalaman akademik di luar negeri.Sebagai salah
satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus menghadirkan ruang bagi
mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui pengalaman akademik dan jejaring
internasional. Program ITP Goes to Asia menjadi salah satu langkah untuk
memperluas perspektif mahasiswa, membangun keberanian berinteraksi lintas
budaya, serta mengenalkan potensi engineer muda ITP di lingkungan global.Bagi para
peserta, perjalanan menuju Malaysia bukan sekadar kesempatan untuk mengikuti
program di perguruan tinggi luar negeri. Pengalaman ini menjadi ruang untuk
belajar beradaptasi, membangun komunikasi dengan lingkungan baru, memperluas
koneksi, dan mendapatkan perspektif berbeda yang dapat menjadi bekal dalam
perjalanan akademik maupun profesional.Dengan semangat
membawa nama kampus ke panggung internasional, empat engineer muda Teknik Sipil
ITP kini siap memulai perjalanan baru di INTI International University. Dari
Padang menuju Malaysia, langkah mereka menjadi bagian dari upaya membangun
generasi engineer yang semakin terbuka, percaya diri, dan siap menghadapi dunia
yang semakin terhubung.
Created By Widia/Humas
...