Berita / Akademik /
Dies Natalis ke-53 ITP Resmi Digelar, Orasi Ilmiah hingga ITP Run Siap Meriahkan Tahun 2026
Humas | 06 April 2026
Foto : Humas ITP - Umar Hanafi Khalid

Perayaan Dies Natalis ke-53 Institut Teknologi Padang menjadi momentum penting dalam perjalanan panjang dunia pendidikan tinggi, dengan rangkaian kegiatan yang tidak sekadar seremonial. Rangkaian kegiatan diawali dengan rapat senat terbuka sebagai agenda utama, ITP Run, hingga Porseni disiapkan sebagai penanda langkah maju menghadirkan inovasi dan dedikasi bagi masyarakat luas. 

 

Agenda Sidang Rapat Senat terbuka akan digelar pada 8 April 2026, pada momen tersebut juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan ATR/BPN Wilayah Sumatera Barat sebagai langkah str

ategis dalam memperluas kerja sama kelembagaan dan mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.


Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., menjelaskan bahwa peringatan tahun ini dikemas lebih dinamis dengan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers didampingi Wakil Rektor, Firmansyah David, Kepala Biro Humas, Promosi & PMB, Herix Sonata, Kepala Biro Kerjasama & Tracer Study Fajrin, Kabag Media Digital & Creative Content Umar Hanafi Khalid, serta staf publikasi Widia Afrianti. 



 

Salah satu kegiatan unggulan adalah ITP Run yang terbuka untuk masyarakat luas, menghadirkan semangat kebersamaan lintas usia dalam suasana kompetitif dan sehat. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang interaksi positif antara kampus dan masyarakat, sekaligus mendorong gaya hidup sehat yang inklusif.


Mengusung tema “Melesat Berdampak Global”, perayaan ini menjadi simbol optimisme menuju masa depan. Dengan melibatkan sivitas akademika dan masyarakat, Dies Natalis ke-53 diharapkan mampu memperkuat peran Institut Teknologi Padang sebagai institusi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

 

Selain itu, kegiatan Porseni menjadi agenda internal yang diikuti sekitar 500 mahasiswa. Berbagai cabang olahraga seperti bola voli, basket, tenis meja, dan bulutangkis dipertandingkan sebagai bagian dari implementasi mata kuliah olahraga dan kesenian, yang dirancang untuk membangun karakter serta meningkatkan kerja sama tim mahasiswa.

 

Tak hanya olahraga, lomba seni seperti kompetisi menyanyi dan master of ceremony turut digelar. Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Ajang tersebut diharapkan mampu menghidupkan unit kegiatan mahasiswa, sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas dan potensi non-akademik di lingkungan kampus.

 

Menurut Prof. Maidiawati, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun soft skill dan memperkuat suasana akademik yang lebih hidup. Ia juga menyoroti capaian mahasiswa yang telah berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional, khususnya pada cabang olahraga silat.

 

Created By Widia/Humas