Institut Teknologi Padang (ITP), melalui
Program Studi Teknik Geodesi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalin
kolaborasi pendidikan, dengan menerima kunjungan dari SMK N 2 Payakumbuh pada
Rabu, (12/11). Kunjungan ini dilaksanakan di Kampus II ITP, menghadirkan
pengalaman edukatif yang tak terlupakan bagi para siswa dan guru SMK N 2
Payakumbuh.
Rombongan
guru dan siswa disambut oleh Kepala Biro Humas, Kerja sama, Promosi ITP, Anna
Syahrani, M.Eng., Ketua Prodi Teknik Geodesi, Dwi Arini, M.T., serta jajaran
dosen Prodi Teknik Geodesi ITP dengan penuh kehangatan.
Dalam sambutannya, Ka. Biro Humas, Kerja sama , Promosi ITP menekankan pentingnya kolaborasi
antara institusi pendidikan untuk memperkuat jaringan dan memperluas wawasan
siswa. Pada sesi ini, ia juga mengenalkan ITP kepada para siswa dan
guru, sehingga delegasi SMK N 2 Payakumbuh mendapatkan informasi mendalam tentang
struktur akademik, kurikulum, serta berbagai fasilitas unggulan yang dimiliki
oleh ITP.
Pada kesempatan ini, Ka. Podi Teknik
Geodesi memaparkan keunggulan dan potensi Program Studi Teknik Geodesi ITP,
membangkitkan semangat dan antusiasme para siswa untuk mengejar pendidikan
tinggi.
Acara semakin meriah dengan pembagian
doorprize menarik yang disiapkan oleh panitia. Doorprize ini bukan hanya
sekadar hadiah, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme dan
partisipasi aktif dari para siswa dan guru.
Usai sesi formal, rombongan diajak
berkeliling kampus untuk melihat langsung fasilitas yang ada. Mulai dari
laboratorium, ruang kelas, dan semua fasilitas dirancang untuk mendukung proses
belajar mengajar yang optimal bagi mahasiswa ITP.
Highlight dari kunjungan ini adalah
pengenalan alat-alat survei canggih yang dimiliki oleh Program Studi Teknik
Geodesi ITP. Para siswa berkesempatan untuk melihat dan mencoba langsung
teknologi yang digunakan dalam bidang geodesi, menambah pengetahuan praktis
mereka.
Kunjungan ini menjadi momentum penting
bagi para siswa SMK N 2 Payakumbuh. Siswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru,
tetapi juga termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi, khususnya di ITP.
Kunjungan ini diharapkan mempererat
kemitraan strategis antara ITP dan SMK N 2 Payakumbuh. Kolaborasi semacam ini
diharapkan dapat terus berlanjut, membuka peluang-peluang baru dalam dunia
pendidikan.
Sebagai penutup, kunjungan ini tidak
hanya memberikan manfaat edukatif, tetapi juga memperkuat jaringan antara
institusi pendidikan. ITP terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam
mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.
Created
By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP) telah
banyak melakukan kolaborasi serta melahirkan inovasi bermanfaat untuk
masyarakat luas. Beberapa waktu lalu, ITP melalui Program Studi Sarjana Terapan
Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) ITP, bersama Dunia Usaha dan Dunia
Industri (DUDI) yakni PT. Frogs Indonesia telah melakukan uji coba operasional
teknologi drone dalam sektor pertanian di Bukit Cambai, Kelurahan Sungai Nanam,
Kabupaten Solok pada Sabtu (16/11).
Tujuan utama kegiatan ini adalah
memperkenalkan dan mengaplikasikan teknologi drone dalam sektor pertanian lokal
guna meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan pertanian masyarakat.
Tim dari PT. Frogs Indonesia yang
dipimpin oleh Reo Yudhono, Chief Technology Officer Frogs Indonesia, beserta
tim peneliti Hexacopter Prodi TRIL ITP, yakni Al, M.T, Aswir Premadi, M.Sc, dan
Hafni, S.T, M.T, turut serta dalam program ini. Mereka bekerja sama dengan
mahasiswa Ketua HMTRIL ITP, Muhammad Fariz Hidayatullah dan tim mahasiswa untuk
mewujudkan program tersebut.
Kegiatan ini melibatkan penerjunan satu
unit drone Sekar Agri berkapasitas 10 liter, yang akan digunakan untuk
penyemprotan pestisida pada lahan pertanian bawang milik masyarakat. Penggunaan
drone ini memungkinkan proses penyemprotan yang lebih cepat dan efisien, dengan
memanfaatkan fitur auto spray yang dimiliki oleh drone Sekar Agri, guna
memastikan hasil yang lebih optimal.
Kolaborasi ini bukan hanya tentang
pengenalan teknologi, tetapi juga langkah penting dalam mendorong transformasi
pertanian tradisional di Sumatera Barat. Dengan bantuan teknologi drone, para
petani diharapkan dapat beralih ke metode pertanian yang lebih modern,
mengurangi ketergantungan pada metode manual, dan meningkatkan hasil pertanian
secara signifikan.
Inovasi yang dibawa oleh Frogs Indonesia
dan ITP ini memberikan contoh nyata bagaimana teknologi dapat menjadi solusi
untuk tantangan yang dihadapi sektor pertanian. Para petani kini dapat
memanfaatkan teknologi ini untuk mempercepat proses penyemprotan dan
meningkatkan efektivitas kerja, terutama pada lahan yang cukup luas.
Selain memberikan manfaat langsung bagi
petani, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa ITP untuk terlibat
dalam proyek nyata yang menghubungkan teknologi dengan masyarakat. Keterlibatan
mahasiswa dalam proyek ini memperkaya pengalaman mereka dalam pengaplikasian
teknologi dalam bidang pertanian dan pengabdian masyarakat.
Penerapan teknologi drone dalam kegiatan
pertanian juga mengarah pada pengurangan penggunaan bahan kimia secara
berlebihan. Teknologi auto spray pada drone memungkinkan penyemprotan yang
lebih tepat sasaran, mengurangi pemborosan dan menghindari pencemaran
lingkungan akibat penyemprotan yang tidak terkendali.
Kolaborasi antara Frogs Indonesia dan
ITP diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di daerah-daerah lain dengan
potensi pertanian yang sama. Dengan hasil yang positif dari kegiatan ini,
pihak-pihak terkait dapat mempertimbangkan untuk memperluas penggunaan
teknologi drone dalam sektor pertanian di wilayah Sumatera Barat dan bahkan di
luar wilayah tersebut.
Masyarakat Bukit Cambai, khususnya para
petani bawang, menyambut baik kehadiran teknologi drone ini. Mereka
mengungkapkan rasa antusiasme dan harapan agar teknologi ini dapat membantu
meningkatkan hasil pertanian mereka. Penyemprotan yang lebih efisien dan tepat
sasaran diharapkan dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan
petani.
Dengan keberhasilan pengabdian
masyarakat ini, diharapkan kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan
masyarakat dapat terus terjalin dan berkembang. Kegiatan ini menjadi bukti
nyata bahwa sinergi antara Frogs Indonesia, ITP, dan masyarakat dapat
menghasilkan solusi yang berkelanjutan bagi sektor pertanian di Indonesia.
Created By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP)
menggelar sosialisasi Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024 di Aula Gedung D
Kampus 1 ITP, Rabu (15/11). Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor I ITP,
Firmansyah David, Ph.D., dan dipandu oleh dTim Satgas PPKS ITP, Nelvidawati,
M.T., yang menjelaskan pentingnya perubahan regulasi ini untuk meningkatkan
keamanan di kampus.
Dalam sosialisasi, WR I ITP
menyampaikan bahwa Permendikbudristek terbaru menggantikan Permenristekdikti
No. 30 Tahun 2021. Perubahan ini juga mengubah Satgas Pencegahan dan Penanganan
Kekerasan Seksual (PPKS) menjadi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di
Perguruan Tinggi (PPKPT). Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk
menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.
“Satgas PPKS yang sudah ada akan
disesuaikan menjadi PPKPT. Kampus yang belum memiliki satgas akan mendapatkan
pelatihan,” jelas Firmansyah David, Ph.D. Ia menambahkan bahwa pelatihan khusus
bagi ketua dan sekretaris Satgas PPKPT akan dilakukan agar aturan baru dapat
diterapkan secara efektif.
Menurutnya, tugas Satgas PPKPT
sangat kompleks dan menantang, karena mencakup berbagai bentuk kekerasan,
termasuk fisik, psikis, perundungan, dan diskriminasi. “Kami menyadari bahwa
tugas ini membutuhkan dedikasi dan kompetensi tinggi karena berurusan dengan
isu sensitif dan berdampak besar,” ujarnya.
Nelvidawati, M.T., dari Tim
Satgas PPKS ITP, menjelaskan bahwa cakupan regulasi baru lebih luas
dibandingkan sebelumnya. “Permendikbudristek ini tidak hanya menangani
kekerasan seksual, tetapi juga mencakup perundungan, diskriminasi, intoleransi,
hingga kebijakan yang mengandung unsur kekerasan,” ungkapnya.Ia juga menyoroti bahwa kebijakan
baru ini tidak hanya berlaku di lingkungan kampus, tetapi juga mencakup
kegiatan eksternal seperti KKN dan magang. Perguruan tinggi mitra juga
diwajibkan mendukung upaya penanganan kekerasan, dengan tetap menjaga privasi
korban agar proses berjalan cepat dan tepat.
Untuk memperkuat penanganan
kasus, Satgas PPKPT di setiap kampus akan bermitra dengan komunitas lokal atau
lembaga penegak hukum. “Jika kasus bersifat pidana, Satgas akan merujuknya
kepada aparat hukum yang berwenang,” tambah Nelvidawati, Tim Satgas ITP.
Kemendikbudristek menargetkan
seluruh perguruan tinggi sudah memiliki Satgas PPKPT pada tahun 2025. Target
ini menjadi langkah besar menuju kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk
kekerasan, mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif bagi semua
pihak.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan
dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Sebagai tindak lanjut, ITP akan
membuka rekrutmen anggota Satgas PPKPT untuk memperkuat implementasi regulasi
di kampus. Langkah ini disambut positif oleh peserta yang hadir.
Melalui sosialisasi ini, ITP
menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan regulasi pemerintah.
Pembentukan Satgas PPKPT menjadi bukti nyata bahwa kampus memiliki peran
strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan
berintegritas tinggi.
Created By Widia/Humas
...
Institut Teknologi Padang (ITP) menggelar
kegiatan Laporan Akhir Program Kerja Tahun 2024, dalam rangka melakukan review
dan evaluasi program kerja yang melibatkan seluruh program studi, unit,
lembaga, fakultas, dan rektorat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyesuaikan
program kerja dengan instrumen akreditasi dan Memorandum Akhir Jabatan Rektor ITP Periode 2020-2024.
Kegiatan evaluasi ini berlangsung pada
Sabtu, 9 November 2024, bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung D Kampus 1 ITP.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor ITP, Dr. Ir. H. Hendri Nofrianto, M.T., IPM,
beserta jajarannya, serta tim perumus program kerja ITP untuk tahun 2024.
Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan perumus program kerja menunjukkan
keseriusan dalam mencapai tujuan evaluasi ini.
Rektor ITP, Dr. Hendri Nofrianto, dalam
sambutannya menekankan pentingnya kegiatan pelaporan program kerja yang
dilakukan secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, evaluasi ini bertujuan
untuk memastikan bahwa seluruh program kerja yang dirancang oleh komunitas
akademik di ITP dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana strategis yang telah
disusun sebelumnya, serta mendukung pencapaian visi dan misi kampus.Pada sesi pertama, seluruh Ketua Program
Studi (Ka. Prodi) di ITP diberikan kesempatan untuk memaparkan laporan program
kerja yang telah dilaksanakan. Beberapa hal yang disoroti dalam laporan tersebut
antara lain kegiatan pembelajaran, riset dan penelitian, pengabdian masyarakat,
serta kegiatan kemahasiswaan yang telah terealisasi dengan baik di
masing-masing prodi selama tahun 2024.
Selain itu, setiap Ka. Prodi juga
menyampaikan pencapaian prestasi dan evaluasi program kerja yang telah
dilakukan. Para pimpinan dan tim perumus memberikan masukan yang konstruktif
dan menegaskan bahwa setiap program kerja yang dilaksanakan harus sejalan
dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, agar dapat berkontribusi
terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang kini menjadi fokus utama
pendidikan tinggi di Indonesia.
Sesi kedua laporan melibatkan Kepala
Bagian Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium dan Kepala Unit Pelayanan
Administrasi dan Akademik yang ada di ITP. Seluruh Kepala Unit ini memaparkan
capaian kinerja dan realisasi program kerja mereka selama tahun 2024. Paparan
ini memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa efektif program-program
tersebut dilaksanakan dan apa yang masih perlu diperbaiki.Pimpinan ITP dan tim perumus memberikan
apresiasi terhadap capaian yang telah diraih, namun juga menekankan perlunya
perbaikan yang berkelanjutan, terutama dalam aspek pelayanan administrasi dan
akademik. Para Kepala Unit diminta untuk lebih fokus dalam meningkatkan
efisiensi dan kualitas layanan kepada mahasiswa, agar seluruh proses akademik
berjalan lebih lancar dan transparan.
Selama penyampaian laporan, berbagai tantangan dan
kendala yang dihadapi oleh masing-masing unit juga dibahas secara mendalam.
Beberapa Kepala Unit mengungkapkan kesulitan dalam penyerapan anggaran dan
pelaksanaan program, serta meminta saran dan arahan dari Pimpinan dan tim perumus untuk rekomendasi program kerja di masa mendatang. Hal ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi
perumusan kebijakan yang lebih baik.
Salah satu sorotan utama dalam evaluasi
ini adalah pentingnya penyesuaian program kerja dengan anggaran yang tersedia.
Pimpinan ITP menegaskan bahwa seluruh program kerja yang diusulkan harus
realistis dan dapat dilaksanakan dengan baik, dengan mempertimbangkan alokasi
anggaran yang tepat agar tidak ada pemborosan. Evaluasi anggaran juga menjadi
hal yang krusial dalam mencapai tujuan pembangunan kampus yang berkelanjutan.Di akhir kegiatan, Rektor ITP berharap
agar hasil dari evaluasi ini dapat menjadi landasan untuk memperbaiki dan
mengembangkan program kerja di masa yang akan datang. Harapannya, setiap unit
dan prodi di ITP dapat beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan dunia
pendidikan yang semakin dinamis, serta terus mendukung pencapaian akreditasi
yang lebih baik dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Melalui kegiatan laporan program kerja ini, ITP
berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan program
akademik serta non-akademik. Dengan adanya perbaikan yang sistematis,
diharapkan ITP dapat semakin maju dalam menciptakan lulusan yang berkualitas
dan siap menghadapi tantangan global, serta mewujudkan visi menjadi perguruan
tinggi unggul di Indonesia.
Created By Widia/Humas
...
Institut Teknologi Padang (ITP) baru-baru ini menggelar
diskusi penting dengan perusahaan PT. TOA Jepang melalu Program Studi (Prodi)
Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) mengenai potensi penggunaan
teknologi Hexacopter untuk mitigasi bencana. Pertemuan ini menjadi momen
penting untuk mengembangkan riset dan inovasi di bidang teknologi Hexacopter
sebagai sistem peringatan dini (early warning system) untuk bencana alam.
Diskusi yang berlangsung via daring pada Jumat (08/11) ini
dihadiri oleh Ketua Prodi D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik, Asnal
Effendi, S.T., M.T., IPM, ASEAN. Eng, bersama salah seorang dosen Prodi D4 TRIL
ITP, Al, M.T. Diskusi berlangsung produktif antara pihak ITP dan PT. TOA Japan
serta PT. Galva Prima Karya, yang diwakili oleh Heru Susanto dan timnya,
membahas potensi aplikasi teknologi Hexacopter.
Ka.Prodi D4 TRIL ITP yang memimpin diskusi, menjelaskan
potensi besar Hexacopter dalam melakukan pemantauan kawasan rawan bencana
seperti banjir, longsor, atau kebakaran hutan. Dengan kemampuan terbangnya yang
lincah dan jangkauan yang luas, Hexacopter dapat mengakses area yang sulit dijangkau
oleh metode konvensional, seperti daerah terisolasi atau wilayah dengan
infrastruktur terbatas.
"Hexacopter yang dilengkapi dengan teknologi canggih
dapat memantau dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat serta instansi
terkait. Teknologi ini juga dinilai lebih efisien dan efektif daripada metode
konvensional dalam mitigasi bencana ," ujarnya.
Salah satu topik utama dalam diskusi adalah bagaimana
Hexacopter dapat dilengkapi dengan berbagai sensor dan perangkat pendeteksi
bencana. Sistem ini diharapkan mampu memberikan informasi real-time yang dapat
digunakan untuk mengambil keputusan cepat dalam merespons bencana alam yang
terjadi. PT. TOA Jepang, sebagai perusahaan teknologi terkemuka, menunjukkan
minat besar dalam berkolaborasi untuk mengembangkan teknologi ini.
Dengan dukungan dari PT. TOA Jepang, ITP berharap dapat
melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengembangan Hexacopter sebagai alat
untuk mitigasi bencana. Kolaborasi ini tidak hanya akan menguntungkan ITP,
tetapi juga masyarakat luas yang dapat merasakan manfaat dari sistem peringatan
dini yang lebih akurat dan cepat. Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi
risiko bencana yang mengancam keselamatan dan harta benda.
Hexacopter yang dibahas dalam diskusi ini dapat dilengkapi
dengan berbagai sensor, seperti sensor suhu, kelembapan, serta kamera pemantau
yang mampu mendeteksi pergerakan tanah atau potensi kebakaran. Dengan kemampuan
terbang dan menjangkau area yang sulit dijangkau, Hexacopter berpotensi menjadi
solusi efektif untuk pemantauan bencana di daerah terpencil.
Selain membahas teknologi, diskusi ini juga mengangkat isu
penting mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri.
"Dengan bekerja sama, kami dapat menghasilkan solusi teknologi yang
aplikatif dan dapat segera diterapkan di lapangan," kata Al, M.T., dosen
Prodi D4 TRIL ITP yang turut serta dalam pembahasan. Kolaborasi ini membuka
peluang untuk riset yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan
industri.
Dalam kesempatan tersebut, ITP juga
menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan riset dan inovasi yang tidak
hanya berbasis teknologi, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan dan
keselamatan masyarakat. Hal ini sesuai dengan visi ITP untuk menghasilkan
penelitian yang dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat,
terutama dalam hal mitigasi bencana.
Dengan adanya kolaborasi ini, ITP berkomitmen untuk menjadi
pusat riset unggulan dalam bidang teknologi, khususnya yang berhubungan dengan
mitigasi bencana dan keselamatan masyarakat. Kerja sama ini juga diharapkan
dapat membuka lebih banyak peluang untuk pengembangan riset yang berbasis pada
teknologi terkini dan aplikatif bagi masyarakat Indonesia.
Created By Widia/Humas
...