Teknologi
Geospasial memiliki peranan penting dalam menghadapi tantangan revolusi era industri
4.0 saat ini, misalnya dalam mitigasi bencana. Teknologi Geospasial sangat
dibutuhkan karena dapat menghubungkan dan mengintegrasikan berbagai data serta
teknologi yang menunjang perkembangan industri 4.0 . Perkembangan teknologi ini
tentunya harus diikuti dengan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten
di bidang teknologi geospasial.Dalam
menjawab tantangan kebutuhan SDM ahli geospasial ini, Institut Teknologi Padang
(ITP) melalui Program Studi (Prodi) Teknik Geodesi menyelenggarakan Pengabdian
Masyarakat dengan tema “Peningkatan Skill Guru dan Siswa SMKN 1 Ampek Nagari
dalam Bidang GNSS dan Penginderaan Jauh” pada Sabtu (29/07) di SMKN 1 Ampek
Nagari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi geospasial bagi guru
dan siswa Jurusan Teknik Geomatika SMKN 1 Ampek Nagari.
“Pengabdian masyarakat ini merupakan salah
satu implementasi penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Prodi Teknik
Geodesi ITP. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung pencapaian suatu standar kompetensi
guru dan siswa bidang
Geomatika mencakup yaitu survei pemetaan, penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang memiliki pengakuan secara Nasional. Serta diharapkan dapat membantu
SMKN 1 Ampek Nagari dalam mencetak lulusan yang mempunyai basis teknologi geospasial dalam memacu perwujudan geospasial
modern dan inovatif, “ ujar Ka. Prodi Teknik Geodesi ITP, Dwi Ariani, M.T.Menurut
Ka. Prodi Teknik Geodesi ITP penggunaan teknologi navigasi satelit Global Navigation Satellite System
(GNSS) dan penginderaan jauh telah berkembang pesat dalam berbagai sektor.
Sehingga SMK selaku lembaga pendidikan perlu meningkatkan skill dan pengetahuan
untuk membentuk tenaga kerja yang terampil dan terkoneksi dengan teknologi
modern yang berkembang saat ini.
Tim Prodi Teknik
Geodesi ITP yang diketuai oleh Defwaldi, M.Eng disambut dengan baik oleh Kepala
SMK N 1 Ampek Nagari, Desman, S.Pd.I, M.A dan Ketua Jurusan Geomatika Sri
Astusi, S.Pd, serta para Guru dan siswa peserta pengabdian masyarakat. Pada
kesempatan ini dilaksanakan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara SMK
Negeri 1 Ampek Nagari dan Institut Teknologi Padang yang telah disepakati pada tanggal 26 Juli 2023 dan dokumen
Implementation Agreement dalam rangka Pengabdian Masyarakat pada Sabtu, 29 Juli
2023.
Acara dilanjutkan
dengan penyampaian materi oleh tim pengabdian masyarakat Prodi Teknik Geodesi
ITP, terdapat beberapa materi yang disampaikan oleh dosen Teknik Geodesi ITP
sesuai dengan bidang keahliannya dengan materi pengantar bidang geodesi untuk
Guru Geomatika dan Siswa kelas X, XI, dan XII. Untuk materi pertama pengantar GNSS
disampaikan oleh Dwi Arini, S.T.,M.T, selanjutnya untuk materi Pengantar
Geomatika dan Penginderaan Jauh dijelaskan oleh Fajrin, M.Si, dan terakhir
materi Pengantar Sistem Informasi Geografis disampaikan oleh Dwi Marsiska
Driptufany, M.Si.Pada pengabdian
masyarakat kali ini tim Prodi Teknik Geodesi ITP juga memberikan kesempatan
kepada guru dan siswa untuk praktek langsung penggunaan GPS RTK didampingi oleh
dosen Prodi Teknik Geodesi ITP, Saiyidinal Fikri, M.T., Ilham Armi, M.T.,
Defwaldi, M.Eng. dan 3 orang
mahasiswa semester 6 yang bertindak sebagai instruktur.
Peserta yang terdiri dari Guru dan
siswa Jurusan Teknik Geomatika SMKN 1 Ampek Nagari sangat antusias dalam
mengikuti kegiatan yang pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh tim
Prodi Teknik Geodesi ITP.
Terakhir Ka.Prodi Teknik Geodesi
ITP menuturkan harapannya semoga kegiatan pengabdian
masyarakat yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Geodesi ITP ini bermanfaat
untuk SMKN 1 Ampek Nagari dan dapat
terus berlanjut untuk kegiatan-kegiatan lain yang dapat menunjang pendidikan
terutama dalam bidang geospasial.Created By
Widia/Humas
...
Perkembangan
teknologi 4.0 menuntut tenaga pendidik meningkatkan keterampilan teknologi dan
informasi, hal ini bertujuan untuk menunjang pemahaman tenaga pendidik dalam perkembangan media pembelajaran berbasis
digital. Perguruan Tinggi memiliki peran dalam memberikan informasi terkait
inovasi dan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama
dalam bidang pendidikan.
Sebagai
bentuk nyata komitmen pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Institut
Teknologi Padang (ITP) melalui Program Studi (Prodi) Teknik Informatika
menggelar Pengabdian Masyarakat dalam bentuk “Pelatihan Internet of Things
(IoT) dengan Platform Blynk untuk Guru SMKN 1 Lintau Buo”, Lintau Buo pada
Sabtu (22/07). Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Teknik Informatika ITP
yang diketuai Ganda Yoga Swara, S.Kom., M.Kom terdiri dari dosen Prodi Teknik
Informatika dan dua orang mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2020, dengan
peserta tenaga pendidik jurusan Teknik Informatika, Teknik Instalasi Tenaga
Listrik, Teknik Mesin, dan Teknik Audio Video (TAV).Ketua
Prodi Teknik Informatika ITP, Eva Yulianti, M.Cs dalam sambutannya menyampaikan
kegiatan Pengabdian Masyarakat semester genap Tahun Akademik 2022 Prodi Teknik
Informatika merupakan implementasi keahlian dan keilmuan yang dimiliki tenaga
pendidik Prodi Teknik Informatika kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini
menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama dengan SMKN 1 Lintau Buo yang
telah terjalin sejak 2021. “Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang
hangat dari pihak SMKN 1 Lintau Buo menerima kami dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat
ini. Sebagai mitra yang telah memiliki hubungan yang baik, Prodi Teknik
Informatika ITP memiliki tanggung jawab dalam memberikan informasi terkait
perkembangan Ilmu Pengetahuan, terutama dalam bidang Teknologi Informasi kepada
SMKN 1 Lintau Buo, “ ujar Ka.Prodi, Sabtu (22/07).
Sementara
itu, Kepala sekolah SMKN 1 Lintau Buo,
bapak Anventinius, M.Pd. menyambut baik adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat
dari Prodi Teknik Informatika ITP. Ia juga mengatakan bahwa SMKN 1 Lintau Buo
sangat terbuka terhadap setiap kegiatan kolaborasi dengan ITP, khususnya Prodi
Teknik Informatika.
“Kegiatan
ini selaras dengan program pengembangan
bagi tenaga pendidik SMKN 1 Lintau Buo
untuk mengikuti pelatihan-pelatihan
peningkatan kompetensi, yang biasanya dilaksanakan secara daring. Sehingga,
kehadiran tenaga pendidik Prodi Teknik
Informatika ITP dalam rangka Pengabdian Masyarakat sangat membantu dan tentunya
memberikan manfaat bagi guru Jurusan Teknik Informatika, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Mesin, dan TAV SMKN 1 Lintau Buo, “ ungkap Kepala
sekolah SMKN 1 Lintau Buo.Acara
dilanjutkan dengan agenda utama dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu Pelatihan
Internet of Things (IoT) dengan Platform Blynk untuk Guru SMKN 1 Lintau Buo.
Hadir sebagai pemateri Eko Kurniawanto Putra, M.T. yang merupakan dosen Prodi
Teknik Informatika ITP dengan keahlian bidang kompetensi IoT.Materi yang
pemateri sajikan beragam, mulai dari pengenalan, komponen dasar, hingga
pengaplikasian IoT. Kegiatan ini memberikan pemahaman konsep kerja dan cara
kerja IoT, fungsi dan manfaat IoT, serta memberikan contoh penerapan IoT dalam
bidang pembelajaran praktik. Menurut Eko peserta sangat antusias dan memberikan
respon positif terhadap materi yang disampaikan, peserta juga berharap ada
pelatihan lanjutan terkait materi IoT ini.
“Harapannya
dengan adanya pelatihan IoT ini dapat dimanfaatkan dan diimplementasikan oleh
SMKN 1 Lintau Buo, khususnya untuk jurusan Teknik Informatika, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Mesin, dan TAV ,” tutur ia.Acara
ditutup dengan kegiatan foto bersama, penyerahan cindera mata dan penyerahan tiga paket kit perangkat IoT untuk dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di SMKN 1 Lintau Buo oleh
Prodi Teknik Informatika ITP.
Created
by Widia/Humas ...
Proporsi penduduk lansia terus mengalami peningkatan, menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia adalah sebanyak 22 juta jiwa, angka ini diperkirakan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 40 juta jiwa penduduk usia lanjut pada tahun 2035.Kelompok lansia sangat rentan mengalami permasalahan kesehatan baik fisik maupun mental. Menindaklanjuti hal tersebut Institut Teknologi Padang (ITP) berkolaborasi bersama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk menyelenggarakan webinar kesehatan nasional bertajuk “ Lansia dan Kesehatan Jiwanya” pada Minggu (16/07). Kegiatan webinar ini menghadirkan dua pemateri yaitu dr. Azzaky, SpPD, FINASIM seorang dokter spesialis penyakit dalam RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten yang juga merupakan Tokoh Kesehatan Nasional Indonesia serta Guru Besar dan Konsultan Psikiatri Indonesia Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Medan, Prof. Dr.dr.Elmeida Effendy, M.Ked (KJ), SpKJ(K).Dalam sambutannya Rektor ITP, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T. mengucapkan terima kasih atas kesempatan kolaborasi dan kehadiran para pemateri dalam kegiatan webinar kesehatan nasional ini. Rektor menyampaikan edukasi kesehatan pada lansia ini sangat penting untuk diinformasikan kepada masyarakat untuk mendorong terciptanya kualitas hidup yang baik bagi penduduk usia lanjut ini.“Memasuki usia senja setiap individu tentu mengalami perubahan, baik secara fisik, mental, dan sosial. Harapannya dengan adanya webinar ini dapat memberikan informasi mengenai kiat-kiat menghadapi hari tua bagi para penduduk usia lanjut dan keluarga. Selain itu, penyelenggaraan webinar ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat nasional, terutama pada penduduk usia lanjut, “ jelas Rektor.Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh dr. Azzaky, SpPD, FINASIM, ia menjelaskan bahwa secara alamiah lansia mengalami penurunan fungsi tubuh yang merupakan akumulasi kerusakan pada tingkat seluler dan molekuler, hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan resiko penyakit yang berujung pada kematian. Ia menambahkan lansia sangat rentan terkena penyakit degenerarif seiiring dengan terjadinya penuaan, seperti penyakit ginjal, hipertensi, stroke, dan sebagainya.Proses penuaan terhadap populasi lansia terbagi dua yang pertama penuaan fisiologis merupakan perubahan struktural dan fungsional, menyebabkan organ-organ tubuh mengalami penurunan baik secara anatomis maupun fungsi. Kedua penuaan patologis disertai dengan perkembangan penyakit dan gangguan kesehatan yang lebih seriusIa juga memaparkan tentang geriatri, geriatri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penanganan, diagnosis, serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan yang menyerang lansia. Seorang ahli geriatri bertanggung jawab secara komprehensif menilai fisik pasien, evaluasi fungsi kognitif, dan analisis obat-obatan yang dikonsumsi. “Pada perawatan geriatri tenaga kesehatan terkait harus berkolaborasi dengan tim medis multi disiplin dalam perencanaan perawatan yang optimal dan merancang intervensi yang tepat. Perawatan geriatri meliputi manajemen penyakit kronis, perawatan jangka panjang, rehabilitasi, perawatan paliatif, dukungan kesehatan mental, dukungan untuk gaya hidup sehat, dan aspek perawatan lainnya pada pasien lansia, “ papar ia.Selanjutnya ia juga membahas tentang syndrome geriatri, syndrome geriatri adalah berbagai gejala dan masalah kesehatan yang terjadi pada lansia akibat proses penuaan, jika tidak ditangani dengan baik syndrome ini dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup. ia juga membahas beberapa syndrome geriatri yang menyerang lansia, pertama inkontinensia merupakan kondisi kehilangan kontrol kandung kemih dan pencernaan, bentuk perawatan yang dianjurkan adalah perubahan pola makan, fisioterapi, olahraga, dan pemberian obat.Syndrom geriatri selanjutnya yang dibahas adalah gangguan tidur, solusi yang disarankan adalah membatasi waktu tidur siang dan mengurangi minuman berkafein. Selanjutnya adalah demensia, untuk demensia harus ditangani secara komprehensif dengan pemberian obat kejiwaan seperti anti psikotik dan anti depresan, mengatur pola makan seimbang, fisioterapi, dan stimulasi kognitif. Selanjutnya adalah delirium berupa kondisi penurunan kesadaran yang bersifat akut dan fluktuatif, kemudian gangguan keseimbangan dan terjatuh, dan penyakit osteoporosis.Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof.Dr.dr.Elmeida Effendy, M.Ked (KJ), SpKJ(K), menurutnya perubahan kondisi psikososial seperti memasuki usia pensiun maupun kematian teman atau pasangan sering berdampak pada munculnya rasa kesepian dan tidak berdaya. Perubahan fisik dan psikososial lansia beresiko pada penurunan secara kognitif, emosi, dan konatif serta kualitas kesehatan lansia.Ia menuturkan gangguan mental pada kelompok lansia ini juga didorong oleh kondisi kesehatan yang menurun, serta kebutuhan akan perhatian atau dukungan sosial pada lansia yang cenderung meningkat. Adapun gejala gangguan mental yang menyerang lansia diantaranya mudah marah, gelisah, halusinasi, dan gangguan berfikir. Menurutnya penanganan dari ahli kejiwaan harus disesuaikan dengan kondisi psikis pasien, selain terapi dan psikoterapi, perhatian dari keluarga menjadi salah satu yang dibutuhkan para lansia sehingga mereka merasa nyaman saat memasuki usia senja. Selain itu, lingkungan perlu mewadahi lansia untuk tetap produktif, mandiri, dan sehat.“Interaksi dengan anak-anak, keluarga dan lingkungan sosial diyakini dapat membantu menjaga kesehatan mental penduduk lanjut usia. Interaksi tersebut dapat membantu mengelola kesehatan mental sehingga lansia dapat terhindar dari masalah kecemasan dan depresi ,” tutur ia.Terakhir Prof.Elmeida menegaskan tentang pentingnya terpenuhi kebutuhan lansia mencakup kebutuhan biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Hal ini diharapkan dapat memperpanjang usia harapan hidup dan masa produktifitas lansia, serta terwujudnya kesejahteraan sosial lansia yang meliputi rasa tenang, tentram, bahagia, dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.Created By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP) berkomitmen penuh dalam upaya sinkronisasi antara kompetensi yang dimiliki lulusannya dengan kebutuhan dunia kerja pada era digitalisasi saat ini. Pada era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini mendorong setiap individu untuk adaptif dan inovatif, serta kondisi ini menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki talenta dan kreativitas tinggi yang dapat berdaya saing. Dalam rancangan meningkatkan potensi mahasiswa, salah satu upaya yang dilakukan oleh perguruan tinggi adalah merancang program pengembangan softskill mencakup beragam pendekatan dan metode yang berbeda. Dalam hal ini ITP melalui program studi (prodi) teknik elektro menyelenggarakan mata kuliah studium general yang berfokus pada pengembangan keterampilan softskill mahasiswa. Saat ditemui secara langsung ketua prodi teknik elektro ITP, Andi Muhammad Nur Putra, M.T. menjelaskan tujuan prodi teknik elektro memuat mata kuliah studium general dalam kurikulumnya adalah untuk menjembatani mahasiswa, dalam meningkat kompetensi dirinya selaras dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan karakter. “Studium general lahir dari evaluasi pengembangan kurikulum terhadap profil lulusan, karena yang menjadi momok lulusan baru adalah transformasi dari suasana lingkungan pendidikan berubah menjadi lingkungan professional kerja. Hal ini menuntut kita untuk menghadirkan suatu mata kuliah yang secara khusus bertujuan untuk mengasah softskill mahasiswa yang dapat diambil pada semester 4, “ ujar Ka.Prodi, Selasa (11/07). Ia menjelaskan pada tahun-tahun awal pelaksanaan mata kuliah studium general, prodi teknik elektro menerapkan pola pembelajaran dengan menunjuk satu dosen sebagai pengampu mata kuliah, namun setelah melakukan evaluasi kurikulum pelaksanaan seperti itu dinilai kurang optimal. Sehingga, pada tahun 2021 prodi melakukan inovasi merancang mata kuliah studium general dengan skema satu topik disampaikan oleh satu pemateri yang merupakan ahli dalam bidangnya. Prodi teknik elektro selama dua tahun terakhir mengundang pemateri baik dari akademisi maupun praktisi dari pihak luar yang memiliki pengalaman langsung berkaitan dengan topik yang telah dirancang oleh prodi. Selain itu, pemilihan pemateri ini juga merunut pada pemateri ini merupakan ahli atau pakar pada topik tersebut. Ia menyampaikan ada 8 topik pada mata kuliah studium general yang telah dirancang oleh prodi teknik elektro ITP, pada topik Communication dan presentation skills kita mengundang Anna Syahrani, M. Eng. selaku Ka.Biro Humas, kerja sama, dan promosi ITP yang telah berpengalaman untuk menbangun komunikasi dengan berbagai pihak baik internal maupun eksternal. Selanjutnya untuk topik Self-Management and Leadership kita mengundang Agus, M.Sc. yang merupakan mantan wakil rektor bidang kemahasiswaan ITP yang pernah menjabat selama dua periode. “Prodi teknik elektro mengundang Yusreni Warmi, Dr.Eng selaku wakil rektor II bidang perencanaan, keuangan dan sarana prasarana pada topik Introduction to Life Skills. Selanjutnya pada topik Diversity and Change Management, kami mengundang Wenda Nofera, M.Sc. yang merupakan dosen teknik sipil yang pernah tinggal selama 10 tahun di Amerika Serikat, sehingga memiliki pengalaman untuk berinteraksi dengan berbagai etnis dan lingkungan yang multi cultural, “ kata Ka.Prodi. Ia melanjutkan pada topik Ethic, Integrity, and Professionalism prodi teknik eletro mengundang Andi Syofian, M.T. yang merupakan dosen teknik elektro sekaligus praktisi yang telah memiliki berbagai pengalaman lapangan. Pada topik Vision, Perspective, and Big Picture ia mengundang Firmansyah David, Ph.D. selaku wakil rektor I bidang akademik dan kemahasiswaan. “Selain para akademisi, pada semester ini kami mengundang Manajer Bengkel Listrik dan Instrument PT. Semen Padang, Budi Citra pada topik Problem-Solving and Analytical Thinking, beliau bertanggung jawab pada bagian pemeliharaan dan perbaikan plan-plan yang ada di PT. Semen Padang. Ia memberikan pengetahuan bagaimana cara mengidentifikasi masalah dan bagaimana strategi merumuskan solusinya, terakhir saya selaku ka.prodi bertanggung jawab pada topik penugasan. Seluruh topik yang tercakup pada mata kuliah studium general ini merupakan topik-topik yang dapat memenuhi cakrawala wawasan mahasiswa yang mengarah kepada keterampilan life skills,” terang ia. Ia menuturkan berdasarkan hasil evaluasi dengan memberikan kusioner pada akhir perkuliahan pada mahasiswa, lebih kurang 80% mahasiswa sangat puas dan setuju dengan pola pembelajaran seperti ini. Disamping itu, berdasarkan hasil review mahasiswa yang telah lulus dari mata kuliah studium general menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi dan cara berfikirnya. Hal ini karena dinilai mahasiswa dapat merasakan suasana pembelajaran yang menarik dan mahasiswa dapat menyerap informasi dari pemateri yang hadir. “Terakhir harapannya mata kuliah studium general ini dapat memberikan bekal dan persiapan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif. Topik-topik yang telah diberikan harapannya dapat mengasah keterampilan professional yang dibutuhkan dalam lingkungan pekerjaan dan dapat dikembangkan lagi secara mandiri oleh mahasiswa , “ tutup ia.Created By Widia/Humas ...
Program
Studi (Prodi) Teknik Lingkungan Institut Teknologi Padang (ITP) berkomitmen
penuh dalam menjawab isu-isu permasalahan lingkungan yang ada di Indonesia.
Salah satu bentuk implementasi dari komitmen ITP dalam menyelesaian
permasalahan lingkungan yaitu dengan menyelenggarakan kuliah tamu yang
mengusung tema “Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat” di aula Gedung D
Kampus 1 ITP, Kamis (06/07).
Kegiatan
dibuka oleh Rizki Ananda, M.T. selaku ketua panitia kuliah tamu, ia menyampaikan
bahwa masyarakat perlu mendapatkan pandangan dan prespektif tentang pentingnya
pengelolaan sampah. Hal ini karena setelah dikaji sampah merupakan objek yang
sangat susah terurai, butuh waktu berpuluh tahun untuk mengurai satu sampah plastik,
oleh karena itu penting peran kita sebagai akademisi untuk mengedukasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga tercipta lingkungan yang bersih
dan sehat.
Acara
dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Ketua Prodi Teknik Lingkungan ITP, Dr. Herix Sonata, M.Si, ia menyebutkan bahwa masalah pengelolaan sampah
adalah masalah yang terus menjadi momok bagi kita semua. Sehingga, perlu peran
generasi muda untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam menghasilkan strategi
solutif bagi isu-isu permasalahan lingkungan yang ada.
“Mahasiswa saat ini didorong
sebagai inisiator dan diharapkan mampu menciptakan peluang yang diwujudkan
dalam aksi nyata, diantaranya adalah memunculkan jiwa entrepreneurship dan
merancang kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan. Beberapa kegiatan terkait
aksi nyata tersebut adalah mengelola masalah persampahan dan sumbangsih dari
network bagi pemberdayaan lingkungan ,”
jelas Ka. Prodi Teknik Lingkungan.
Ia
menjelaskan kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan mahasiswa informasi
terbaru berkaitan dengan inovasi penanggulangan masalah lingkungan. Menurutnya mahasiswa
dapat termotivasi memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menyerap informasi,
sehingga ide yang kita ajukan harus sesuai dengan perkembangan zaman.Ia
mengungkapkan kehadiran Ekho Kurniawan,S.T selaku sosok dibalik berdirinya Bank
Sampah Sahabat Alam (BSSA) dan sebagai praktisi muda yang konsen dalam bidang
pengelolaan lingkungan, diharapkan mampu menambah cakrawala pengetahuan manusia
untuk mulai melakukan hal-hal sederhana terhadap lingkungan, namun dapat berdampak
besar bagi masyarakat disekitarnya.
Ka. Prodi Teknik
Lingkungan menyebutkan BSSA telah berhasil menorehkan berbagai prestasi yaitu
Juara 1 PKK Tingkat Kota se-Sumatera Barat dan enjadi Kandidat PROPER EMAS KLHK
Mitra Pertamina DPPU Minangkabau. Selain prestasi ini, BSSA juga telah berhasil
menjawab isu-isu lingkungan yang ada didaerahnya.
“Jadi
pola fikir kita itu harus global, namun action kita harus dimulai dari hal-hal
sederhana namun berdampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitar kita. Dengan
adanya kuliah tamu ini mahasiswa dapat menyerap informasi tentang bagaimana
pengelolaan dan pengembangan BSSA dan dapat merubah mindset mahasiswa bahwa
sampah bukan lagi dibiarkan saja, tetapi dapat diubah menjadi sesuatu yang
berdaya guna, Langkah awalnya dapat dimulai untuk mengembangkan enterpreneur skala
desa,” terang ia.
Acara
dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber Ekho Kurniawan,S.T, ia
menyebutkan bahwa masalah sampah merupakan topik yang menarik baginya,
menurutnya setiap individu pasti akan menghasilkan sebuah sampah tiap harinya. Menurutnya
masalah terbesar dalam pengelolaan sampah itu adalah dari masyarakat sendiri,
dimana masih kesulitan dalam membiasakan diri dalam pengelolaan sampah. Sehingga
hal ini berdampak pada Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) daerah yang selalu over capacity
yang berdampak pada kerusakan lingkungan.
Ekho
menjelaskan fenomena tersebut mendorong ia berinisiatif mengajak masyarakat
untuk membangun BSSA yang memiliki komunitas yang kecil sehingga lebih mudah
dalam pelaksanaannya, menggunakan teknologi yang sederhana, minim biaya, dan
minim tenaga kerja. Dengan tetap berkomitmen dengan empat prinsip tadi Ekho
menyebutkan BSAA berhasil menyelesaikan isu-isu permasalahan lingkungan.
“BSSA
berhasil menyelesaikan isu Sustainable Development Goals (SDGs), Circular
Economy melalui penanganan Food Waste dan Recycling Material, Global Warming
melalui pengurangan Gas Rumah KAca (KRK), dan Green Jobs dengan menciptakan
wirausahawan ramah lingkungan. Seluruh isu ini kami bentuk menjadi
produk-produk yang ramah secara lingkungan dan bernilai komersil ,” jelas Ekho.
Adapun
program-program dari BSSA adalah penciptaan nilai tambah dari sampah makanan
yang diolah menjadi pupuk basah dan pupuk kering, penciptaan nilai tambah dari
sampah daur ulang, penciptaan nilai tambah dari sampah residu, dan kerja sama
penangan sampah pulau konservasi pieh. Ia menambahkan Keseluruhan program ini memberdayakan
masyarakat sekitar pada proses pelaksanaannya.
“Kisah
sukses BSSA ini dapat juga adik-adik ciptakan melalui ide dan kemauan untuk
berkarya bagi masyarakat, karena sejatinya mahasiswa harus berfikir inovatif
dan selalu meningkatkan kualitas diri baik hardskill maupun softskill. Mahasiswa
harus mampu memanfaatkan kesempatan belajar yang difasilitasi kampus untuk
membangun kualitas diri dan relasi, karena ilmu yang dimanfaatkan dalam
pengembangan BSSA ini berasal dari pengalaman yang saya dapat dilapangan ,” tutup Ekho.
Created
By Widia/Humas
...