Dunia industri
terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi dan kebutuhan tenaga
profesional yang kompeten. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Teknik
Institut Teknologi Padang menggelar Kuliah Umum 2026 bertema "Introduction to TIC Service in Oil & Gas, Civil
Engineering and Environmental Sectors" sebagai wadah
mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri berpengalaman, Kamis
(26/06/2026).
Kuliah umum menghadirkan Wahyudi Arief, Vice President of Asset
and Renewable Energy PT Sucofindo (Persero), Jakarta, yang juga merupakan
alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Padang angkatan 2000. Kehadirannya
menjadi inspirasi bagi mahasiswa melalui berbagi pengalaman profesional,
wawasan industri, serta peluang karier di sektor Testing,
Inspection, and Certification (TIC), Oil
& Gas, teknik sipil, hingga lingkungan.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Institut
Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng.
Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., yang hadir bersama
jajaran pimpinan kampus. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa kolaborasi
antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi bagian penting dalam
meningkatkan kompetensi lulusan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar
kerja yang terus berkembang.
"Kuliah umum seperti ini menjadi ruang belajar yang sangat
berharga bagi mahasiswa. Melalui pengalaman langsung dari para praktisi,
mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami
kebutuhan dunia kerja sehingga mampu mempersiapkan diri menjadi lulusan yang
profesional, kompetitif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan," ujar
Prof. Maidiawati saat membuka kegiatan.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi
Padang terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra industri guna
menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kehadiran alumni yang telah sukses berkarier di tingkat nasional menjadi bukti
bahwa lulusan ITP memiliki daya saing tinggi dan mampu menempati posisi
strategis di berbagai sektor industri.
Dalam pemaparannya, Wahyudi Arief mengulas peran layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dalam
menjamin kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan berbagai proyek di sektor Oil & Gas, konstruksi, serta lingkungan. Ia juga
membagikan perjalanan kariernya sejak menempuh pendidikan di ITP hingga
dipercaya memimpin bidang Asset and Renewable Energy di PT Sucofindo (Persero),
sekaligus memotivasi mahasiswa agar terus meningkatkan kompetensi, integritas,
dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika dunia kerja.
Kuliah umum tidak hanya
menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga membuka kesempatan mahasiswa berdialog
langsung dengan alumni yang telah berhasil meniti karier di tingkat nasional.
Berbagai pengalaman nyata, mulai dari membangun kompetensi sejak kuliah hingga
strategi menghadapi persaingan industri, menjadi bekal berharga bagi mahasiswa
dalam merancang perjalanan karier profesional mereka.
Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc, IPM, ASEAN.
Eng, APEC Eng. beserta sivitas akademika menyampaikan apresiasi atas kesediaan
Wahyudi Arief kembali ke kampus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Kehadiran alumni sebagai pembicara diharapkan semakin memperkuat hubungan
antara kampus dan dunia industri, sekaligus menumbuhkan motivasi mahasiswa
untuk terus meningkatkan kemampuan akademik maupun keterampilan profesional.
Created By Widia/Humas
...
Seiring dengan kemajuan teknologi, dunia
konstruksi bertransformasi menjadi lebih profesional, terstruktur, dan
kompetitif. Mendukung semangat tersebut, Institut Teknologi Padang melalui
Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung (TRKBG) D4 menggelar
kuliah tamu istimewa dengan tema "Pekerjaan Struktur Bangunan Gedung"
pada Rabu (23/10) bertempat di Kampus II Institut Teknologi Padang.
Kegiatan ini menghadirkan Ir. Darma
Hendra, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng. yang merupakan Ketua Umum Gataki Sumbar.
Dalam kuliah tamu yang dihadiri mahasiswa serta dosen tersebut, Darma
mengungkapkan integrasi teknologi membuka banyak peluang bagi tenaga ahli, yang
menguasai keahlian teknis dan manajerial dalam memajukan proyek pembangunan
infrastruktur secara berkelanjutan.
Fokus utama kuliah tamu ini adalah
berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan struktur bangunan,
seperti manajemen waktu dan biaya. Ir. Darma Hendra juga menjelaskan bahwa
menguasai perangkat lunak seperti MS Project dan alat pendukung manajemen
konstruksi lainnya kini menjadi keharusan bagi seorang ahli konstruksi.
"Penguasaan tools ini memungkinkan
seorang manajer pelaksana bangunan gedung untuk mengelola waktu, memantau
kemajuan proyek, dan mengatur anggaran secara efisien ," ungkapnya.
Lebih lanjut, Alumni Teknik Sipil ITP
angkatan 2007 ini menjelaskan bahwa salah satu kunci untuk mengatasi
permasalahan ini adalah dengan mendorong tenaga ahli konstruksi, khususnya para
alumni, untuk memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) yang sesuai dengan
bidang keahlian masing-masing.
"SKK bukan hanya dokumen
administratif, tetapi menjadi bukti keahlian yang diakui dan akan sangat
mempengaruhi prospek kerja di pasar tenaga kerja konstruksi. Selain pentingnya
sertifikasi, elemen lain yang tidak kalah penting adalah etika profesi dalam
dunia konstruksi, " jelasnya.
Etika ini menjadi dasar interaksi antara
tenaga ahli dengan rekan kerja, atasan, dan klien, sehingga profesionalisme
tetap terjaga dalam setiap proyek. Beliau juga berbagi pengalaman bahwa menjaga
etika dalam setiap lini pekerjaan mampu membangun reputasi baik serta
kepercayaan dari klien dan pemangku kepentingan.
Di sisi lain, Ketua Prodi TRKBG D4 ITP,
Bapak Misbah, M.T., menyoroti bahwa kehadiran kuliah tamu ini memberikan manfaat
nyata bagi mahasiswa yang tengah belajar teori dan keterampilan konstruksi.
Dengan menghadirkan praktisi yang memiliki pengalaman profesional, mahasiswa
dapat mempelajari langsung cara menerapkan teori dalam praktik lapangan.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya
paham teori, tetapi juga mampu memahami kompleksitas pekerjaan di lapangan dan
mengelola tantangan-tantangan nyata. Dengan memiliki sertifikasi dan
keterampilan yang sesuai, lulusan ITP memiliki peluang besar untuk sukses di
industri ini ,” ujarnya.
Dekan Vokasi ITP, Mulyati, M.T., menutup
acara dengan harapan bahwa kolaborasi antara dunia akademis dan praktisi dapat
terus berlanjut. Menurutnya, program seperti kuliah tamu adalah salah satu
upaya penting untuk menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
Created By Widia/Humas
...
Institut
Teknologi Padang secara rutin mengadakan acara rapat dewan dosen tiap semesternya,
kegiatan ini bertujuan untuk
mempersiapkan semester baru dengan semangat dan strategi yang lebih baik.
Dalam rangka menyambut semester ganjil Tahun Akademik 2024/2025, rapat berlangsung
pada hari Jumat (13/09) bertempat di Aula Gedung D Kampus I ITP, guna melakukan
inovasi dan evaluasi dalam proses perkuliahan ke depan.
Acara
dihadiri oleh Rektor ITP, Dr.
Ir. H. Hendri Nofrianto. MT., IPM. yang didampingi oleh Wakil Rektor I,
Firmansyah David, Ph.D dan Wakil Rektor II, Dr. Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T.,
M.T., IPM. Rapat dimulai dengan pembukaan oleh Rektor ITP, yang
menekankan pentingnya evaluasi terhadap penyelenggaraan pembelajaran semester
lalu.
"Kita perlu mengevaluasi proses
pembelajaran yang telah berjalan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta
merumuskan strategi dan perbaikan untuk semester berikutnya. Diharapkan hasil
dari rapat ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran ke depannya. Sehingga,
ITP terus menciptakan lulusan unggul, profesional dan berkarakter ,” ungkap
beliau.
Rektor ITP menekankan pentingnya
evaluasi berkelanjutan dan pengembangan kapasitas dosen sebagai salah satu
kunci sukses dalam mencapai tujuan akademik. Menurutnya penting untuk
terus mengeksplor potensi diri dan beradaptasi dengan perubahan zaman, serta
memenuhi tuntutan industri yang semakin kompleks.Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Dekan
Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Maidiawati, S.T, M. Eng, IPM., Dekan
Fakultas Vokasi, Mulyati, M.T., dan seluruh dosen di lingkungan akademis
ITP. Kehadiran para dosen menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung pengembangan
kualitas akademik di ITP.
Salah satu fokus utama dari rapat ini
adalah membahas strategi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Diskusi
mencakup berbagai metode pengajaran, penggunaan teknologi, dan cara-cara untuk
membuat pembelajaran lebih interaktif dan menarik bagi mahasiswa.
Menariknya, rapat ini juga menghadirkan
sesi khusus mengenai prestasi penelitian yang berhasil diraih oleh ITP. Ketua
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) ITP, Dr. Ir. Nofriady
Handra, M.Sc, IPM, ASEAN Eng, APEC Eng, deretan prestasi ini mengukuhkan posisi
ITP sebagai perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam menciptakan inovasi dan
teknologi.
Beliau juga menegaskan kolaborasi adalah
kunci untuk menghasilkan penelitian yang berdampak dan relevan. Sesi
penyampaian prestasi ini memberikan motivasi tambahan bagi dosen untuk terus
berinovasi dalam penelitian. Hal ini mencerminkan iklim kerja yang
kondusif dan terbuka, yang diharapkan akan berdampak positif terhadap proses
belajar mengajar.Rapat dewan dosen ini bukan hanya
sekadar forum formal, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi
antar dosen. Melalui kegiatan ini, ITP siap menyambut semester baru dengan
harapan dan semangat baru. Semua yang hadir sepakat untuk terus bekerja keras
dan berinovasi demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi
mahasiswa.
Kita tunggu gebrakan-gebrakan baru dari
ITP di semester yang akan datang, dan semoga langkah-langkah yang diambil dapat
membawa institusi ini semakin maju dan berprestasi. Dengan tekad dan kerja sama
yang kuat, ITP berkomitmen untuk terus menjadi salah satu lembaga pendidikan
tinggi terkemuka di Indonesia.
Created By Widia/Humas
...
Dalam
rangka meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan standar nasional
pendidikan tinggi, Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Padang
menggelar pendampingan penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education
(OBE), bersama Dr. Eng Budi
Rahmadya, M. Eng selaku Tenaga Ahli Kurikulum OBE dari Universitas
Andalas pada Jumat (13/09) bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Kampus I ITP.
Diskusi penguatan kurikulum berbasis OBE
dipimpin oleh Ketua Prodi Teknik Informatika ITP, Eva Yulianti, M.Cs. Beliau
menuturkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas
pendidikan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri. Diskusi yang
dinamis ini membahas langkah-langkah strategis implementasi kurikulum OBE, dengan
fokus pada langkah-langkah konkret untuk mewujudkan program pendidikan yang
sesuai dengan visi prodi.
Kegiatan review kurikulum ini turut
dihadiri oleh perwakilan dosen Teknik Informatika ITP, yakni, Minarni, S. Si,
M.T, Indra Warman, M.Kom, Anisya, M.Kom, Anna Syahrani, M.Eng, Dede Wira Trise
Putra, M.Kom, Ganda Yoga Swara, S.Kom., M.Kom, dan Putri Mandarani, M.T.
Kehadiran dosen ini menunjukkan komitmen Prodi untuk bersama-sama meningkatkan
kualitas pendidikan.
Diskusi dimulai dengan penjelasan dari
Dr. Budi mengenai pentingnya OBE dalam menyusun kurikulum. OBE fokus pada hasil
belajar yang ingin dicapai oleh mahasiswa, sehingga proses pembelajaran dapat
lebih terarah. Dr. Budi menekankan bahwa pendidikan harus mampu menghasilkan
lulusan kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
Ruang lingkup
diskusi mencakup langkah-langkah konkret dalam mewujudkan program OBE. Para
peserta diskusi membahas pentingnya menyelaraskan tujuan pembelajaran dengan
kebutuhan industri serta kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan. Dalam konteks
ini, feedback dari stakeholders dan alumni dianggap sangat berharga.
Ka. Prodi
menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan industri untuk mendapatkan masukan
yang relevan. “Kita perlu memahami tren dan kebutuhan industri agar kurikulum
yang kita susun tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif,” ujarnya.
Para dosen juga berbagi pandangan mereka
mengenai bagaimana cara mengintegrasikan kurikulum dengan praktik nyata di
lapangan. Diskusi ini menjadi ajang tukar pikiran yang konstruktif, di mana
masing-masing dosen memberikan ide-ide inovatif untuk meningkatkan pembelajaran.
Dr. Budi kemudian meminta tim kurikulum
untuk menjelaskan langkah-langkah penyusunan kurikulum. Dosen-dosen menjelaskan
proses mulai dari analisis kebutuhan, pengembangan silabus, hingga evaluasi
kurikulum yang sudah ada. Langkah-langkah ini dirancang agar kurikulum dapat
diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan teknologi dan industri.
Selain itu, peserta diskusi juga membahas
metode evaluasi yang akan diterapkan untuk menilai efektivitas kurikulum OBE.
Dosen-dosen sepakat bahwa evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan,
melibatkan masukan dari mahasiswa, alumni, dan industri, hal ini penting untuk
memastikan bahwa tujuan pembelajaran tercapai.
Akhir diskusi, para peserta sepakat untuk
menyusun tim kecil yang akan bertugas merumuskan draft kurikulum OBE. Tim ini
akan bekerja secara kolaboratif untuk memastikan bahwa semua elemen penting
diperhatikan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum yang baru.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah
awal menuju transformasi pendidikan yang lebih baik di Prodi Teknik Informatika
ITP, sehingga lulusan Prodi Teknik Informatika ITP dapat bersaing di pasar
kerja global. Dengan pendekatan OBE, diharapkan mahasiswa tidak hanya
mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat
diterapkan dalam dunia nyata.
Melalui inisiatif ini, Prodi Teknik
Informatika ITP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan
menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan
masa depan. Kegiatan penyusunan kurikulum ini menjadi langkah awal menuju
transformasi yang lebih baik dalam dunia pendidikan Teknik Informatika.
Created By Widia/Humas
...
Program Studi DIII Teknik Mesin Institut Teknologi Padang
memasuki era baru dalam edukasi kewirausahaan. Prodi yang dikenal unggul dalam
mencetak talenta mekanikal di Sumatera Barat ini kembali menyelenggarakan
kuliah lapangan mata kuliah kewirausahaan ke PT. Kunango Jantan pada Senin
(15/07).
Mengawali kegiatan, peserta kuliah lapangan yang berjumlah 21
orang dan didampingi oleh dua orang dosen dilepas secara resmi oleh Dekan
Fakultas Vokasi, Mulyati, M.T. di lapangan Kampus 2 ITP. Dalam sambutannya, ia
menuturkan kuliah lapangan ini merupakan implementasi program Merdeka Belajar
Kampus Merdeka (MBKM) dengan metode pembelajaran berbasis mentorship fieldword
bersama profesional di dunia usaha.
“Selamat melaksanakan kuliah lapangan, manfaatkan kegiatan
ini untuk memperluas pengetahuan dan wawasannya dalam bidang manajemen
kewirausahaan. Harapannya mahasiswa menjaga etika dan nama baik almamater selama
pelaksanaan kuliah lapangan, tunjukkan karakter mahasiswa Prodi DIII Teknik Mesin
ITP yang kreatif, inovatif, dan adaptif ,” pesan Dekan.Lebih lanjut, beliau berpesan agar menjaga kekompakan antar
peserta lapangan dan mengikuti seluruh aturan yang berlaku diperusahaan. Beliau
juga menambahkan agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan kuliah lapangan ini,
dengan aktif bertanya terkait proses pengembangan dan pengelolaan PT. Kunango
Jantan.
Pada kesempatan yang sama, Sulaiman, M.T., selaku dosen
pengampu mata kuliah kewirausahaan menuturkan kegiatan lapangan memberikan
pengalaman menarik, berupa kunjungan langsung ke perusahaan terkemuka yang
memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan industri manufaktur di Sumbar.
Ia menjelaskan dengan menggabungkan teori dan praktik, kuliah
lapangan ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk melihat secara langsung,
bagaimana konsep-konsep yang dipelajari di kelas diterapkan dalam lingkungan
industri yang nyata.Disamping itu, ini juga peluang bagi mahasiswa mengupas
dinamika perjalanan pengembangan PT. Kunango Jantan, sehingga dapat memotivasi mahasiswa
untuk berani terjun ke dunia wirausaha. Program ini merupakan langkah inovatif
untuk mendorong generasi muda untuk mampu menjadi wirausaha yang unggul dan
berdaya saing.Ketua Prodi DIII Teknik Mesin ITP, Ismet Eka Putra, S.T.,M.T
yang turut mendampingi mahasiswa dalam kuliah lapangan menjelaskan program
kuliah lapangan ini bertujuan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
unggul dalam bidang kewirausahaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk bakti Prodi DIII Teknik Mesin
ITP untuk mewujudkan tujuan kesejahteraan bangsa lewat wirausaha. Kesempatan
untuk memperluas jejaring profesional dengan mitra industri juga membuka pintu
yang terang bagi para inovator muda ITP, “ ungkap beliau.Selanjutnya, mahasiswa langsung menuju PT.Kunango Jantan yang
berlokasi di Jl. By Pass Km. 25, Kabupaten Padang Pariaman dan disambut
langsung oleh tim lapangan PT. Kunango Jantan. Pada awal sesi mahasiswa
diberikan pengenalan tentang company profile dari PT. Kunango Jantan, sebagai
salah satu perusahaan terdepan di Sumatera dalam bidang Manufaktur dan Trading.
Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke area produksi,
sebelum memasuki area produksi mahasiswa diberikan briefing singkat tentang
safety instruction, terkait keselamatan dan aturan yang harus ditaati selama berada
di area produksi.
Kuliah lapangan ini dirancang dengan konsep pengenalan dan
perjalanan perusahaan, memberikan mahasiswa wawasan mendalam tentang bagaimana
PT. Kunango Jantan menjalankan operasionalnya. Selain itu, mereka juga mendapat
kesempatan untuk mengeksplorasi implementasi teknologi mutakhir terkini di
industri manufaktur.
Created By Widia/Humas
...