Memasuki minggu
keenam program Student Mobility di Malaysia, empat Engineer Muda Teknik Sipil
ITP terus memperluas pengalaman di Negeri Jiran. Muhammad Rizky Efendi, Falih
Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza tidak hanya mengikuti
kegiatan akademik, tetapi juga berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi.
Selama mengikuti
program di INTI International University, Malaysia, para mahasiswa ITP terlibat
dalam proses pembelajaran bersama mahasiswa lokal dan internasional. Lingkungan
akademik yang interaktif dan multikultural memberi pengalaman baru bagi
mahasiswa untuk beradaptasi, bertukar perspektif, sekaligus mengenal pola
pembelajaran dalam suasana pendidikan tinggi yang lebih beragam.
Pengalaman selama
Student Mobility menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk melihat dunia
akademik dari perspektif yang lebih luas. Interaksi dengan mahasiswa lintas negara
juga membuka ruang bagi mereka untuk membangun relasi, mengenal lingkungan dan
budaya setempat, serta memahami keberagaman yang menjadi bagian dari pengalaman
belajar di luar negeri.Sebagai Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong mahasiswa mendapatkan pengalaman
yang tidak berhenti di ruang kelas. Program Student Mobility menjadi salah satu
ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan akademik
internasional, sekaligus memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan
komunikasi, adaptasi, dan jejaring global.
Bagi keempat
Engineer Muda Teknik Sipil tersebut, mengikuti Student Mobility bukan sekadar
menjalani aktivitas perkuliahan di Malaysia. Pengalaman berinteraksi dengan
mahasiswa lokal dan internasional menjadi kesempatan untuk memperluas cara
pandang terhadap dinamika global, termasuk perkembangan ekonomi dan bisnis yang
dapat menjadi bagian dari wawasan mahasiswa menghadapi dunia profesional.Keikutsertaan
mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian dari langkah ITP mendorong
internasionalisasi pendidikan. Pengalaman belajar lintas negara memberikan
ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan baru, membangun koneksi
internasional, serta mengembangkan kesiapan menghadapi dunia yang semakin
terhubung dan membutuhkan kemampuan beradaptasi.
Memasuki pekan
keenam, perjalanan Student Mobility di INTI International University terus
menjadi pengalaman berharga bagi Engineer Muda Teknik Sipil ITP. Selain
memperkaya pengalaman akademik, program ini menjadi ruang untuk membangun
relasi dan wawasan global, sekaligus menyiapkan mahasiswa agar mampu berkembang
di tengah masyarakat internasional yang dinamis.
Created By Widia/Humas
...
Persaingan Civil
League: Infrastructure Knowledge Challenge (IKC) 2026 menghadirkan capaian
membanggakan bagi Engineer Muda Teknik Sipil ITP. Tim B yang terdiri atas
Muhammad Farhan, Taufik Hidayat, dan Laudia Safira berhasil melangkah hingga
babak semifinal kategori Civil League Cerdas Cermat.
Kompetisi yang
digelar Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat
pada 23 September 2026 tersebut diikuti mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di
Sumatera Barat. Kemenangan Tim B menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam
menguasai pengetahuan infrastruktur, berpikir cepat, serta menjawab tantangan
kompetisi secara tepat.Sementara itu, Tim A yang diperkuat Ataya Gina Azzuhra, Roid
Pratama, dan Milfi turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kehadiran dua
tim Teknik Sipil ITP menunjukkan semangat mahasiswa untuk menguji kemampuan
sekaligus memperoleh pengalaman kompetitif di bidang infrastruktur bersama
mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat.
Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka
ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui berbagai pengalaman
akademik dan kompetisi. Ajang IKC 2026 menjadi salah satu wadah untuk mengasah
pengetahuan sekaligus mempertemukan mahasiswa dengan tantangan nyata bidang
infrastruktur yang membutuhkan ketelitian, kecepatan berpikir, dan kemampuan
analisis.Tim mahasiswa
tersebut didampingi Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana ITP Angelalia
Roza, S.T., M.Eng.Sc., serta dosen pembimbing Dr. Arman A., S.S.T., M.T dan
Yunus Abdurrasyid, S.T., M.T. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses
pembinaan mahasiswa agar tidak hanya kuat dalam pembelajaran di kelas, tetapi
juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dan menunjukkan kompetensi dalam forum
kompetitif.
Rektor ITP Prof.
Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. menyampaikan apresiasi atas capaian
mahasiswa Teknik Sipil yang berhasil menembus semifinal. Menurut beliau,
pengalaman berkompetisi dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus
mengembangkan kemampuan, mengikuti berbagai ajang, serta menghasilkan karya
yang memberikan kontribusi bagi keilmuan dan pembangunan.Partisipasi dalam IKC 2026 juga sejalan dengan semangat
Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan
Berkualitas, SDG 9 mengenai Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17
tentang Kemitraan. Melalui kompetisi, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar
yang memperkaya kompetensi sekaligus memperluas jejaring di bidang infrastruktur.
Created By Widia/Humas
...
Inovasi teknologi
kembali lahir dari alumni Teknik Mesin Institut Teknologi Padang (ITP). Decky
Seprianto, S.T., berhasil memperoleh paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan
Intelektual (DJKI) melalui invensi berjudul “Mesin Perontok Gabah Selesai dalam
Satu Proses”, yang menjadi capaian sekaligus bukti pemanfaatan ilmu teknik
secara aplikatif.
Paten tersebut
menjadi pencapaian tersendiri bagi Decky sebagai alumni Teknik Mesin ITP.
Invensi yang dihasilkan mengangkat teknologi pengolahan gabah sebagai objek
pengembangan, dengan gagasan mesin yang dapat menyelesaikan proses perontokan
dalam satu tahapan. Karya ini menunjukkan bagaimana keilmuan teknik dapat
diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang memiliki nilai guna.
Perolehan paten
dari DJKI memberikan perlindungan kekayaan intelektual terhadap invensi yang
dihasilkan. Bagi seorang inventor, sertifikat paten tidak hanya menjadi
pengakuan atas karya teknologi, tetapi juga membuka peluang agar inovasi dapat
dikembangkan lebih lanjut melalui pemanfaatan, pengembangan teknologi, maupun
kerja sama dengan berbagai pihak.
Sebagai Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong budaya inovasi dan penerapan ilmu
pengetahuan yang dapat memberikan manfaat nyata. Jejak Decky sebagai alumni
Teknik Mesin menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat
menjadi fondasi bagi lahirnya karya teknologi yang kemudian berkembang dan
memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.
Meski informasi
yang tersedia belum merinci spesifikasi teknis, kapasitas, maupun mekanisme
kerja mesin tersebut, judul invensi menunjukkan fokus pada penyelesaian proses
perontokan gabah dalam satu proses. Pengembangan teknologi seperti ini memiliki
keterkaitan dengan kebutuhan sektor pertanian, khususnya pada tahapan
pengolahan hasil panen setelah gabah dipanen.
Capaian Decky juga
menambah catatan kontribusi alumni ITP dalam menghasilkan inovasi berbasis
teknologi. Paten yang diperoleh menjadi bagian dari perjalanan profesional
sekaligus menunjukkan bahwa karya alumni dapat berkembang melampaui lingkungan
akademik dan mendapatkan perlindungan resmi melalui sistem kekayaan intelektual
nasional.
Keberhasilan
tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni ITP untuk terus
mengembangkan gagasan menjadi karya yang memiliki nilai guna. Dari ruang
pembelajaran Teknik Mesin hingga memperoleh paten DJKI, perjalanan Decky
Seprianto memperlihatkan bahwa inovasi dapat menjadi langkah lanjutan untuk
membawa ilmu teknik hadir dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Jejak inovasi Decky
sebenarnya telah terlihat sejak masih menjadi mahasiswa Teknik Mesin ITP. Pada
2025, ia bersama tim berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas
Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta melalui karya “Brina: Analisis Biobriket
Non Adhesive dari Pemanfaatan Limbah Serat TKKS dan Cangkang Sawit sebagai
Sumber Energi Terbarukan”. Tim tersebut menjadi satu-satunya perwakilan ITP
yang lolos seleksi nasional dari ribuan proposal yang masuk ke
Kemendiktisaintek.
Created By
Widia/Humas ...
Pengalaman
internasional kembali mewarnai perjalanan empat Engineer Muda Teknik Sipil
Institut Teknologi Padang (ITP) selama mengikuti program di Malaysia. Muhammad
Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza
turut ambil bagian dalam INTI World Physioday (IWPD) 15.0 yang berlangsung pada
1 hingga 2 September 2026.
Kegiatan tersebut
menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk berinteraksi langsung dalam agenda
internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang. Keempat
Engineer Muda ITP turut mengikuti sejumlah assessment yang diselenggarakan
panitia. Aktivitas ini memberikan pengalaman baru sekaligus mendorong mereka
untuk berani berpartisipasi dalam kegiatan berskala internasional.
Keterlibatan dalam
IWPD15.0 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan
beradaptasi di lingkungan baru. Mengikuti assessment bersama peserta lainnya
membuat mereka dapat merasakan atmosfer kegiatan internasional secara langsung,
sekaligus memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan
individu dari latar belakang yang beragam.Tidak hanya
mengikuti agenda kegiatan, keempat mahasiswa juga terlibat aktif dalam
aktivitas pembelajaran di kelas. Mereka belajar bersama teman-teman
internasional lainnya, sehingga pengalaman akademik yang dijalani selama berada
di Malaysia semakin beragam. Interaksi tersebut membuka ruang pertukaran
pengalaman dan memperluas pertemanan lintas negara.
Sebagai Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk
memperoleh pengalaman akademik di lingkungan internasional. Program seperti ini
menjadi kesempatan bagi Engineer Muda untuk mengenal suasana pembelajaran yang
berbeda, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan
adaptasi di tengah lingkungan global.Bagi Muhammad Rizky
Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza, keterlibatan
dalam IWPD15.0 menjadi bagian dari perjalanan mereka selama mengikuti program
di Malaysia. Pengalaman di luar kelas berjalan beriringan dengan aktivitas
akademik, menghadirkan cerita baru yang memperkaya proses pembelajaran sebagai
mahasiswa Teknik Sipil.
Perjalanan student
mobility tersebut masih terus berlangsung. Setelah mengikuti kegiatan
internasional dan berinteraksi bersama mahasiswa dari berbagai negara, para
Engineer Muda ITP memiliki kesempatan untuk terus memperluas pengalaman selama
berada di Malaysia. Setiap aktivitas menjadi bagian dari proses membangun
kepercayaan diri, jejaring, dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional yang
semakin global.
Created By
Widia/Humas
...
Memasuki minggu
kedua di Malaysia, empat Engineer Muda Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
(ITP) mulai merasakan pengalaman yang lebih luas selama mengikuti program
student mobility. Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony,
dan Nafila Febriana Diza tidak hanya menjalani aktivitas akademik, tetapi juga
membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Pengalaman tersebut
terlihat ketika keempat mahasiswa berkesempatan menyaksikan agenda balap di
Sirkuit Internasional PETRONAS Sepang, Malaysia. Momen ini menjadi pengalaman
menarik di tengah perjalanan mereka di Negeri Jiran. Selain menikmati suasana
kompetisi, kegiatan tersebut membuka kesempatan untuk mengenal lingkungan dan
pengalaman baru di luar aktivitas akademik.
Tidak berhenti di
sirkuit, interaksi bersama mahasiswa dari berbagai latar belakang juga
terbangun melalui kegiatan olahraga. Keempat Engineer Muda ITP mengikuti
permainan mini soccer bersama teman-teman dari INI dan perguruan tinggi global
lainnya. Suasana santai tersebut menjadi ruang untuk memperluas pertemanan
sekaligus membangun komunikasi lintas budaya.Bagi mahasiswa,
pengalaman seperti ini menjadi bagian dari proses belajar yang tidak selalu
berlangsung di dalam ruang kelas. Pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi memberikan kesempatan untuk bertukar cerita, mengenal
kebiasaan berbeda, serta membangun jejaring. Relasi yang terjalin dapat menjadi
pengalaman berharga selama mengikuti program di Malaysia.
Sebagai Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk
memperoleh pengalaman internasional melalui berbagai program pengembangan
jejaring global. Kehadiran empat mahasiswa Teknik Sipil di Malaysia menjadi
bagian dari perjalanan Engineer Muda dalam mengenal lingkungan akademik dan
sosial yang lebih beragam.Muhammad Rizky
Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza kini
memasuki fase yang semakin berwarna dalam perjalanan mereka di Malaysia.
Setelah sebelumnya beradaptasi dengan lingkungan baru, mereka mulai membangun
hubungan yang lebih luas bersama teman-teman dari institusi dan negara berbeda
melalui berbagai aktivitas bersama.
Perjalanan minggu
kedua ini menjadi bagian dari cerita student mobility yang tidak hanya tentang
akademik, tetapi juga persahabatan dan pengalaman lintas budaya. Dari
menyaksikan agenda balap di Sepang hingga bermain mini soccer bersama mahasiswa
global, keempat Engineer Muda ITP terus mengumpulkan pengalaman yang menjadi
bekal untuk perjalanan akademik dan profesional mereka ke depan.
Created By Widia/Humas
...