Langkah Internasional ITP Berlanjut, Teken Kerja Sama Strategis dengan INTI International University Malaysia

- 18 Agustus 2026

Hubungan internasional Institut Teknologi Padang (ITP) kembali memasuki babak baru. Dalam rangkaian Program ITP Goes to Asia, Fakultas Teknik ITP dan INTI International University Malaysia resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia, Selasa (18/08). Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik ITP, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng., bersama Dean of Faculty of Engineering and Quantity Surveying INTI International University, Assoc. Prof. Ir. Dr. Chuah Keng Hoo. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik ITP di tingkat internasional.Kegiatan tersebut turut didampingi Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Marketing ITP, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Dr. Siti Khadijah Mohd Nasrah selaku Regional Head di International Relations and Collaborations Centre (IRCC) INTI International University. Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan akademik kedua institusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Diskusi yang berlangsung juga membahas implementasi program student mobility, pertukaran pelajar, serta kerja sama riset lintas negara. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan INTI International University, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi akademik dalam lingkungan internasasional.Momentum ini juga menjadi awal perjalanan empat mahasiswa Teknik Sipil ITP yang mengikuti Program ITP Goes to Asia, yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Selama berada di Malaysia, mereka akan mengikuti kegiatan akademik, memperluas wawasan budaya, serta membangun jejaring bersama mahasiswa internasional. Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan berkembang menjadi berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Pertukaran pelajar, riset bersama, hingga pengembangan inovasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi ITP sebagai kampus yang aktif berkolaborasi di tingkat global. Melalui Program ITP Goes to Asia 2026, Institut Teknologi Padang kembali menegaskan visinya untuk mencetak engineer yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif internasional, kemampuan adaptasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin terhubung secara global. Created By Widia/Humas   ...

Berita Terbaru
Image

Hubungan internasional Institut Teknologi Padang (ITP) kembali memasuki babak baru. Dalam rangkaian Program ITP Goes to Asia, Fakultas Teknik ITP dan INTI International University Malaysia resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia, Selasa (18/08). Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik ITP, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng., bersama Dean of Faculty of Engineering and Quantity Surveying INTI International University, Assoc. Prof. Ir. Dr. Chuah Keng Hoo. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik ITP di tingkat internasional.Kegiatan tersebut turut didampingi Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Marketing ITP, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Dr. Siti Khadijah Mohd Nasrah selaku Regional Head di International Relations and Collaborations Centre (IRCC) INTI International University. Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan akademik kedua institusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Diskusi yang berlangsung juga membahas implementasi program student mobility, pertukaran pelajar, serta kerja sama riset lintas negara. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan INTI International University, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi akademik dalam lingkungan internasasional.Momentum ini juga menjadi awal perjalanan empat mahasiswa Teknik Sipil ITP yang mengikuti Program ITP Goes to Asia, yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Selama berada di Malaysia, mereka akan mengikuti kegiatan akademik, memperluas wawasan budaya, serta membangun jejaring bersama mahasiswa internasional. Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan berkembang menjadi berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Pertukaran pelajar, riset bersama, hingga pengembangan inovasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi ITP sebagai kampus yang aktif berkolaborasi di tingkat global. Melalui Program ITP Goes to Asia 2026, Institut Teknologi Padang kembali menegaskan visinya untuk mencetak engineer yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif internasional, kemampuan adaptasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin terhubung secara global. Created By Widia/Humas   ...

18 Agustus 2026 #diktiberdampak #fakultas-teknik #internasional #kerja-sama #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-sipil #webometrics
Image

Empat mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang resmi dilepas untuk mengikuti Program ITP Goes to Asia di INTI International University, Malaysia. Pelepasan ini menjadi bagian dari komitmen ITP dalam memberikan pengalaman akademik internasional sekaligus mendorong mahasiswa berani melangkah keluar dari ruang kelas menuju pengalaman global.Keempat mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Mereka akan membawa nama ITP dalam lingkungan akademik internasional, sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, dan lingkungan baru selama mengikuti rangkaian program di Malaysia.Keberangkatan mahasiswa didampingi Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap langkah mahasiswa dalam memperluas pengalaman dan jejaring di tingkat internasional.Sementara itu, proses pelepasan mahasiswa turut dihadiri Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana, Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., Kepala Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Ir. Nelvidawati, M.T., serta Staf Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Monica Fitria, S.Kom. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum menjalani pengalaman akademik di luar negeri.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui pengalaman akademik dan jejaring internasional. Program ITP Goes to Asia menjadi salah satu langkah untuk memperluas perspektif mahasiswa, membangun keberanian berinteraksi lintas budaya, serta mengenalkan potensi engineer muda ITP di lingkungan global.Bagi para peserta, perjalanan menuju Malaysia bukan sekadar kesempatan untuk mengikuti program di perguruan tinggi luar negeri. Pengalaman ini menjadi ruang untuk belajar beradaptasi, membangun komunikasi dengan lingkungan baru, memperluas koneksi, dan mendapatkan perspektif berbeda yang dapat menjadi bekal dalam perjalanan akademik maupun profesional.Dengan semangat membawa nama kampus ke panggung internasional, empat engineer muda Teknik Sipil ITP kini siap memulai perjalanan baru di INTI International University. Dari Padang menuju Malaysia, langkah mereka menjadi bagian dari upaya membangun generasi engineer yang semakin terbuka, percaya diri, dan siap menghadapi dunia yang semakin terhubung. Created By Widia/Humas   ...

18 Agustus 2026 #diktiberdampak #fakultas-teknik #internasional #mahasiswa #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-sipil #webometrics
Image

Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh menjadi salah satu perhatian dalam mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di berbagai kondisi medan. Hal tersebut mendorong Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan audiensi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Kamis (13/08), untuk berkonsultasi mengenai modifikasi kendaraan All Terrain Vehicle (ATV). Audiensi berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara sivitas akademika ITP dan jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang untuk membahas kebutuhan serta konsultasi teknis terkait modifikasi ATV yang digunakan dalam mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan. Delegasi ITP dipimpin Ketua Program Studi TRIL ITP, Aswir Premadi, M.Sc., didampingi Dosen TRIL ITP, Ir. Antonov, S.T., M.T., IPM., serta Ketua Program Studi D3 Teknik Mesin ITP, Dr. Dedi Wardianto. Kehadiran lintas bidang tersebut menunjukkan keterlibatan keilmuan teknik dalam menjajaki solusi terhadap kebutuhan operasional di lapangan. Dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, audiensi dihadiri Kepala Kantor Abdul Malik, S.Sos., Kepala Seksi Operasi dan Siaga Hendri, S.Sos., Kepala Seksi Sumber Daya Inarwan, S.Sos., Yudi Riva, S.A.P., Afdal Dinil Haq, serta Ryan Agus. Pertemuan berlangsung sebagai bagian dari konsultasi mengenai kebutuhan modifikasi ATV. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka ruang kolaborasi yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Konsultasi modifikasi ATV menjadi salah satu bentuk interaksi yang memungkinkan keilmuan teknik mesin dan teknologi rekayasa diarahkan untuk mendukung kebutuhan lembaga pencarian dan pertolongan. Melalui audiensi ini, pembahasan modifikasi ATV diharapkan dapat menjadi awal pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi teknis tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kompetensi dosen serta pengembangan pengalaman akademik mahasiswa melalui persoalan nyata. Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pelayanan publik dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi. ITP berkomitmen mendorong penerapan ilmu keteknikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan institusi, termasuk melalui pengembangan teknologi yang dapat mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di lapangan.   Created By Widia/Humas   ...

14 Agustus 2026 #diktiberdampak #fakultas-vokasi #kerja-sama #penelitian #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-mesin-diii- #teknologi-rekayasa-instalasi-listrik #webometrics
Image

Kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks mendorong pemerintah dan perguruan tinggi memperkuat kolaborasi berbasis keahlian dan riset. Dalam semangat tersebut, Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat bersama jajaran pimpinan akademik. Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Biro Kerja Sama dan Tracer Study Fajrin, M.Si., Ketua Program Studi Teknik Sipil Magister Ir. Leli Honesti, Ph.D., serta Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc. Pertemuan diarahkan untuk menjajaki peluang kerja sama strategis dalam bidang infrastruktur, teknologi pemetaan, tata ruang, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Rektor ITP menyampaikan kesiapan kampus dalam mendukung kebutuhan pembangunan daerah melalui kepakaran dosen, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta kompetensi mahasiswa. Potensi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan fisik, pemetaan wilayah, dan penataan ruang yang membutuhkan dukungan teknologi serta sumber daya manusia kompeten.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong agar keilmuan di perguruan tinggi dapat terhubung dengan kebutuhan pembangunan daerah. Kolaborasi dengan Dinas BMCKTR Sumbar juga membuka peluang penguatan pendidikan bagi aparatur melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil, sehingga peningkatan kualifikasi dapat berjalan seiring dengan aktivitas profesional. Ruang kerja sama juga mencakup pengembangan pengalaman praktis mahasiswa melalui program magang dan praktik kerja di lingkungan Dinas BMCKTR Sumbar. Selain memberikan pemahaman langsung mengenai pelaksanaan pembangunan infrastruktur, skema ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal proses perencanaan, pengawasan, pemetaan, hingga pengelolaan proyek di lapangan. Kolaborasi tersebut juga dapat mendukung kebutuhan pengembangan kompetensi dan membuka peluang penyerapan lulusan ITP di sektor konstruksi.Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, S.T., M.T., bersama sekretaris dan jajaran menyambut positif kunjungan ITP. Sinergi antara pemerintah dan akademisi dinilai penting untuk mendukung perencanaan infrastruktur yang lebih efisien, pemanfaatan data spasial yang akurat, serta peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi kebutuhan pembangunan daerah. Sebagai langkah lanjutan, ITP dan Dinas BMCKTR Sumbar sepakat menyiapkan draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dokumen tersebut akan menjadi landasan untuk menerjemahkan peluang kolaborasi yang dibahas menjadi program konkret di bidang infrastruktur, pendidikan, riset, magang, serta pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Barat. Created By Widia/Humas   ...

14 Agustus 2026 #diktiberdampak #kerja-sama #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics
Image

Persoalan limbah dan kebutuhan energi bersih menjadi tantangan yang semakin penting di tengah perkembangan industri. Dari pengalaman melihat dinamika kawasan industri Dumai sejak kecil, Sri Hartuti, Ph.D., dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Padang, memilih jalur riset untuk mencari solusi. Fokusnya mengarah pada pengelolaan limbah sekaligus pengembangan energi terbarukan. Lahir dan besar di Dumai, Sri Hartuti menyaksikan langsung perkembangan industri beserta persoalan lingkungan yang menyertainya. Kondisi tersebut menumbuhkan tekad untuk tidak sekadar menjadi penonton. Pendidikan kemudian menjadi jalan yang ditempuhnya, mulai dari Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang, Universitas Andalas, hingga Gifu University, Jepang, tempat ia menyelesaikan pendidikan magister, doktor, dan postdoctoral. Perjalanan akademiknya di Jepang turut membentuk ketangguhan sebagai peneliti. Eksperimen panjang di laboratorium menuntut waktu dan ketekunan, termasuk menjalani riset intensif selama masa studi. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga menjalani fase sebagai seorang ibu. Pengalaman akademik dan kehidupan itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam membangun konsistensi di dunia penelitian.Selama lebih dari 11 tahun, Sri Hartuti mengembangkan riset terkait pengelolaan abu terbang batu bara atau fly ash. Penelitiannya mencakup karakteristik kimia, stabilisasi, hingga pemanfaatannya sebagai pendukung katalis TiO₂. Melalui proses fotokatalisis dengan bantuan sinar matahari, material tersebut dikembangkan untuk membantu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan hidrogen sebagai sumber energi bersih. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong riset yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan. Perjalanan riset Sri Hartuti menjadi salah satu gambaran bagaimana penelitian di bidang keteknikan dapat diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi berkelanjutan.Konsistensi tersebut turut membawanya memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Fundamental Reguler dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus pada pengembangan teknologi energi berkelanjutan. Baginya, penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai publikasi. Riset perlu memiliki kebaruan, menjawab persoalan penting, terjangkau, serta memiliki peluang memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri. Perjalanan Sri Hartuti menyampaikan satu pesan penting bagi generasi muda: perkembangan zaman menuntut kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Menjadi peneliti bukan hanya tentang menghasilkan karya ilmiah, tetapi menemukan persoalan yang penting, menawarkan kebaruan, dan menghadirkan manfaat nyata. Dari limbah, riset terus bergerak menuju peluang energi bersih masa depan. Created By Widia/Humas   ...

13 Agustus 2026 #diktiberdampak #fakultas-teknik #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-lingkungan #webometrics