Keterbukaan
terhadap kolaborasi global menjadi kunci penguatan pendidikan vokasi di era
industri modern. Semangat tersebut tercermin dalam sambutan hangat Institut
Teknologi Padang terhadap kunjungan kemitraan dari Kolej Sei Ryu Sha Malaysia
yang dipimpin oleh Ketua Operasi, Dr. Wan Yusoff bin Wan Ismail, pada Selasa
(03/02), bertempat di Ruang Sidang Utama Institut Teknologi Padang. Kunjungan
tersebut disambut oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T.,
M.T., IPM, didampingi Dekan Fakultas Vokasi Dr. Fajar Nugroho, M.T. Pertemuan
berlangsung dalam suasana dialogis dan kolaboratif, melibatkan dosen Fakultas
Vokasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem akademik berbasis praktik dan
inovasi. Kunjungan
ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pendidikan vokasi berdaya
saing global, sejalan dengan visi ITP dalam menghadirkan pembelajaran terapan
yang relevan dengan kebutuhan industri. Diskusi
menyoroti potensi kerja sama pendidikan vokasi, termasuk pengembangan program
bersama, penyelarasan kompetensi, hingga peluang magang industri. Kedua belah
pihak sepakat bahwa sinergi internasional diperlukan untuk menyiapkan lulusan
yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global, seiring pesatnya
perkembangan teknologi dan transformasi industri. Melalui
kolaborasi internasional, ITP menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan
vokasi yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, sekaligus
memperluas wawasan dosen dalam mengembangkan pembelajaran berbasis industri dan
teknologi terkini. Fakultas
Vokasi ITP terus menjadi garda terdepan dalam menjembatani dunia pendidikan dan
kebutuhan industri. Berbagai inisiatif penguatan kerja sama internasional
dilakukan sebagai upaya memastikan lulusan memiliki kompetensi teknis, karakter
profesional, serta daya saing yang relevan di pasar kerja regional maupun
global. Kunjungan
diakhiri dengan peninjauan Workshop Teknik Mesin sebagai representasi pembelajaran
praktik unggulan. Fasilitas ini menjadi bukti keseriusan kampus dalam
menghadirkan pendidikan vokasi berbasis praktik nyata. Melalui kolaborasi
berkelanjutan, kampus optimistis dapat terus melahirkan inovasi dan kontribusi
nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi vokasi.
Created By Widia/Humas
...
Prestasi
membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Teknologi Padang
melalui keberhasilan meraih pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan
Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Capaian ini menjadi bukti
bahwa ide-ide yang tumbuh di lingkungan akademik mampu menjawab persoalan riil
masyarakat secara konkret dan berkelanjutan.
Apresiasi
tinggi layak diberikan kepada tim penerima pendanaan yang berhasil merancang
pendekatan pemulihan pascabencana berbasis kebutuhan warga. Fokus utama
diarahkan pada pemulihan akses air bersih dan penguatan ketahanan ekonomi
masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya merespons kondisi darurat, tetapi juga
menyiapkan fondasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup warga
terdampak.
Tim
ini dipimpin oleh Hafni, S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T. dan Dr.
Herix Sonata MS, M.Si., dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas organisasi
kemahasiswaan. Seluruh aktivitas mahasiswa dikoordinatori oleh Ade Ryan
Mustaqim dari BEM ITP, memastikan sinergi ide, tenaga, dan aksi berjalan
terstruktur serta berdampak maksimal.
Keberhasilan
meraih hibah ini tidak lepas dari kekuatan konsep yang diusung. Program
menghadirkan teknologi pengolahan air bersih dan sistem aquaponic berbasis
ekonomi hijau dengan dukungan energi matahari. Inovasi tersebut diproyeksikan
menjadi solusi pemulihan pascabencana yang aplikatif, ramah lingkungan, dan
mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Pencapaian
ini sekaligus menegaskan kualitas sumber daya manusia ITP yang adaptif terhadap
tantangan sosial dan lingkungan. Mahasiswa dan dosen tidak hanya berperan
sebagai akademisi, tetapi juga sebagai problem solver yang menghadirkan ilmu
pengetahuan untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Lebih
dari sekadar raihan pendanaan, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh
sivitas akademika untuk terus melahirkan program-program berdampak. Dengan
semangat kolaborasi dan kepedulian, ITP terus menegaskan komitmennya sebagai
kampus yang menghadirkan ilmu, menggerakkan aksi, dan menumbuhkan harapan bagi
masa depan yang berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...
Institut
Teknologi Padang (ITP) menerima kunjungan edukatif dari SMA Plus Golden Madani
Kota Solok dalam rangka kegiatan campus visit. Kunjungan ini menjadi bagian
dari komitmen ITP untuk membuka akses informasi pendidikan tinggi sejak dini,
sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik dan budaya kampus kepada calon
mahasiswa potensial di bidang sains dan teknologi.
Rombongan
terdiri dari satu orang guru pendamping dan enam siswa, yang disambut langsung
oleh Pejabat Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM.,
bersama jajaran pimpinan. Penyambutan ini mencerminkan keterbukaan ITP dalam
membangun komunikasi dua arah dengan sekolah menengah sebagai mitra strategis
pendidikan berkelanjutan.
Kegiatan
diawali dengan diskusi dan pengenalan kampus yang memaparkan profil institusi,
program studi, serta arah pengembangan ITP. Pada sesi ini, siswa diajak
berdialog secara aktif untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, sistem
pembelajaran, serta peluang pengembangan kompetensi dan karier lulusan di masa
depan.
Selanjutnya,
peserta mengikuti campus tour untuk melihat secara langsung fasilitas pendukung
pembelajaran. ITP memperkenalkan ruang perkuliahan, sarana akademik, dan
lingkungan kampus yang dirancang untuk menunjang proses belajar yang kondusif,
inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri serta masyarakat.
Kunjungan
berlanjut dengan visiting laboratory, di mana siswa diajak mengenal
laboratorium-laboratorium yang menjadi pusat kegiatan praktik dan riset.
Melalui sesi ini, ITP memberikan gambaran nyata tentang pembelajaran berbasis
praktik, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kompetensi mahasiswa sesuai
bidang keilmuan masing-masing.
Melalui
kegiatan campus visit ini, ITP berharap siswa SMA Plus Golden Madani memperoleh
wawasan dan motivasi dalam merencanakan studi lanjut. Kegiatan ini sekaligus
menjadi bagian dari upaya ITP membangun jejaring pendidikan, menumbuhkan minat
generasi muda terhadap pendidikan tinggi teknologi, serta menyiapkan sumber
daya manusia unggul dan berdaya saing.
Created By Widia/Humas
...
Momentum penting tercipta di bantaran
Sungai Batang Kandis, Sawah Liek, saat dilakukan proses serah terima pekerjaan
dinding saluran sebagai bagian dari penanganan darurat pascabanjir bandang.
Kegiatan ini menandai berakhirnya tahap awal penguatan infrastruktur sementara
yang bertujuan melindungi warga dari ancaman banjir susulan serta memulihkan
rasa aman di kawasan terdampak.
Serah terima pekerjaan dinding saluran
tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd. (Rajo Mangkuto). Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi
bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap inisiatif kolaboratif yang digerakkan
oleh ITPeduli bersama Kitabisa.com dan
berbagai pihak lainnya dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat Sawah
Liek.Pekerjaan dinding saluran ini dirancang
sebagai konstruksi tanggul sementara dengan peningkatan volume timbunan hingga
setara badan jalan. Upaya tersebut berfungsi menahan aliran air sungai dan
meminimalkan potensi kerusakan lanjutan. Meski bersifat darurat, pengerjaan
dilakukan dengan pendekatan teknis yang mempertimbangkan keselamatan warga dan
keberlanjutan lingkungan sekitar.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci
terwujudnya pekerjaan ini. ITPeduli bersama Kitabisa.com melalui Salamsetara Foundation menggandeng sivitas
akademika Institut Teknologi Padang, dosen, relawan, serta dukungan alat berat
ekskavator dari PT Nindya Karya. Partisipasi aktif warga RW 03 Kelurahan
Kampung Olo turut memperkuat semangat gotong royong di lapangan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota
Padang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara perguruan
tinggi, platform kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya,
kolaborasi seperti ini menjadi contoh penanganan bencana yang efektif, cepat,
dan berorientasi pada kebutuhan riil warga terdampak.
Lebih dari sekadar serah terima fisik
bangunan, momen ini menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi masyarakat Sawah
Liek. Dinding saluran yang telah dibangun bukan hanya pelindung dari aliran
air, tetapi juga penanda bahwa kepedulian dan kerja bersama mampu menguatkan
kembali kehidupan warga pascabencana.
Created By Widia/Humas
...
Harapan mulai tumbuh di bantaran Sungai
Batang Kandis, Sawah Liek, setelah akses jalan yang rusak akibat banjir bandang
mulai diperbaiki. Melalui kolaborasi ITPeduli dan Kitabisa.com, langkah pemulihan ini menjadi sinyal kuat bahwa warga
tidak sendiri menghadapi dampak bencana. Hari pertama kegiatan difokuskan pada
pembukaan jalur yang sebelumnya terputus, agar aktivitas warga perlahan kembali
berjalan.
Proses perbaikan dilakukan secara
gotong royong dengan melibatkan tenaga ahli Institut Teknologi Padang, tokoh
masyarakat setempat, serta mahasiswa. Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan
antara keahlian teknis dan kepedulian sosial. Setiap tahapan dikerjakan dengan
kehati-hatian, mengingat kondisi tanah di bantaran sungai masih labil
pascabanjir bandang.
Hari pertama kegiatan difokuskan pada
pembukaan kembali akses jalan yang terdampak parah. Bersama tenaga ahli dari
Institut Teknologi Padang, tokoh masyarakat setempat, serta mahasiswa, proses
perbaikan dilakukan secara gotong royong. Kolaborasi lintas elemen ini
memastikan setiap langkah teknis mempertimbangkan aspek keamanan, kebutuhan
warga, dan kondisi alam di sekitar bantaran sungai.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut
dengan intensitas yang lebih terukur. Program ITPeduli bersama Kitabisa.com tidak hanya memperbaiki jalur akses, tetapi juga melakukan
penguatan tanggul sebagai langkah mitigasi darurat. Upaya ini penting untuk
mengurangi risiko kerusakan lanjutan apabila terjadi peningkatan debit air di
Sungai Batang Kandis.
Progres perbaikan mulai terlihat
signifikan. Jalur yang sebelumnya terputus kini perlahan kembali dapat dilalui.
Sebagai perlindungan sementara, dilakukan pemasangan jumbo bag di sepanjang
bantaran sungai. Metode ini dipilih sebagai solusi cepat dan efektif untuk
menahan erosi serta memperkuat struktur tanah di area rawan longsor.
Dari total 1.000 jumbo bag yang
direncanakan, pemasangan sepanjang kurang lebih 103 meter telah mulai
terealisasi di sisi sungai. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko
banjir susulan sembari menunggu penanganan permanen. Kehadiran mahasiswa dalam
proses ini juga menjadi wujud nyata pengabdian dan pembelajaran langsung di
tengah masyarakat.
Bagi warga Sawah Liek, perbaikan ini
bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya harapan
pascabencana. Sinergi antara dunia pendidikan, platform kemanusiaan, dan
masyarakat lokal membuktikan bahwa pemulihan dapat berjalan lebih cepat ketika
dilakukan bersama. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju pemulihan
yang berkelanjutan dan lebih aman ke depan.
Created By Widia/Humas
...