Persaingan Civil
League: Infrastructure Knowledge Challenge (IKC) 2026 menghadirkan capaian
membanggakan bagi Engineer Muda Teknik Sipil ITP. Tim B yang terdiri atas
Muhammad Farhan, Taufik Hidayat, dan Laudia Safira berhasil melangkah hingga
babak semifinal kategori Civil League Cerdas Cermat.
Kompetisi yang
digelar Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat
pada 23 September 2026 tersebut diikuti mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di
Sumatera Barat. Kemenangan Tim B menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam
menguasai pengetahuan infrastruktur, berpikir cepat, serta menjawab tantangan
kompetisi secara tepat.Sementara itu, Tim A yang diperkuat Ataya Gina Azzuhra, Roid
Pratama, dan Milfi turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kehadiran dua
tim Teknik Sipil ITP menunjukkan semangat mahasiswa untuk menguji kemampuan
sekaligus memperoleh pengalaman kompetitif di bidang infrastruktur bersama
mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat.
Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka
ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui berbagai pengalaman
akademik dan kompetisi. Ajang IKC 2026 menjadi salah satu wadah untuk mengasah
pengetahuan sekaligus mempertemukan mahasiswa dengan tantangan nyata bidang
infrastruktur yang membutuhkan ketelitian, kecepatan berpikir, dan kemampuan
analisis.Tim mahasiswa
tersebut didampingi Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana ITP Angelalia
Roza, S.T., M.Eng.Sc., serta dosen pembimbing Dr. Arman A., S.S.T., M.T dan
Yunus Abdurrasyid, S.T., M.T. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses
pembinaan mahasiswa agar tidak hanya kuat dalam pembelajaran di kelas, tetapi
juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dan menunjukkan kompetensi dalam forum
kompetitif.
Rektor ITP Prof.
Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. menyampaikan apresiasi atas capaian
mahasiswa Teknik Sipil yang berhasil menembus semifinal. Menurut beliau,
pengalaman berkompetisi dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus
mengembangkan kemampuan, mengikuti berbagai ajang, serta menghasilkan karya
yang memberikan kontribusi bagi keilmuan dan pembangunan.Partisipasi dalam IKC 2026 juga sejalan dengan semangat
Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan
Berkualitas, SDG 9 mengenai Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17
tentang Kemitraan. Melalui kompetisi, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar
yang memperkaya kompetensi sekaligus memperluas jejaring di bidang infrastruktur.
Created By Widia/Humas
...
Kolaborasi
perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu ruang strategis untuk
mendorong pembangunan Sumatera Barat. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan
silaturahmi Tim PT Semen Padang ke Institut Teknologi Padang (ITP) pada Rabu
(23/09), dengan pembahasan peluang kerja sama untuk memaksimalkan produk lokal
serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Rektor ITP,
Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. bersama jajaran pimpinan
menyambut peluang tersebut. Beliau menyampaikan kesiapan ITP mendukung program
PT Semen Padang sekaligus menjalankan amanat Kementerian melalui kolaborasi
lintas sektor. Pertemuan turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi
Padang, Ampri Satyawan, S.E., M.M., serta Bendahara Yayasan, Donny Hardia,
S.IP.
Kepala Seksi
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social
Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Edi Fahrizal, S.E., menyampaikan
pentingnya menggandeng perguruan tinggi untuk membangun negeri. Menurutnya,
kolaborasi dapat diarahkan pada pelaksanaan Tri Dharma, pemberdayaan
masyarakat, peningkatan potensi wilayah, serta upaya meningkatkan taraf hidup
masyarakat di Sumatera Barat.Beliau juga menuturkan bahwa ITP memiliki peluang
untuk menjadi trendsetter dalam menghadirkan
inovasi lingkungan di lingkungan perguruan tinggi. Salah satunya melalui
gagasan kampus zero waste yang tidak hanya
menempatkan pengelolaan sampah sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga
sebagai ruang untuk melahirkan teknologi, inovasi, dan model pengelolaan yang
dapat diterapkan secara lebih luas. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan
kebutuhan menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan bagi Sumatera Barat.
Sebagai
Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP memiliki sejumlah potensi yang dapat
dikembangkan bersama industri. Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T.,
M.Eng., Ph.D., mengulas peluang tindak lanjut kerja sama sebelumnya, termasuk
riset, kemitraan, pembaruan dokumen kerja sama, peluang studi lanjut bagi
karyawan Semen Padang, hingga keterlibatan dalam pengembangan program bersama.Salah satu
pembahasan yang mendapat perhatian ialah isu lingkungan dan tantangan dalam
menghadirkan teknologi pengelolaan sampah, khususnya kebutuhan menghadirkan
mesin pengolahan sampah anorganik berkapasitas 1 ton per jam. Menjawab
tantangan tersebut, ITP siap mengembangkan inovasi melalui karya Prof. Dr. Ir.
Muhammad Yahya, M.Sc. Inovasi tersebut diarahkan untuk pengembangan berskala
industri dan berpotensi mendukung pengurangan limbah serta penerapan konsep green industry.
Potensi
kolaborasi juga mencakup bidang Teknik Lingkungan, praktikum laboratorium,
serta pengembangan sumber daya manusia. Sales Promotion Officer SIG, Arfan
Asmara Putra menyampaikan dukungan terhadap kegiatan praktikum di laboratorium
ITP. Sementara itu, Wakil Rektor II, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T.,
M.T., IPM. membahas peluang RPL dan keterlibatan dosen praktisi.
Pembahasan turut
mencakup peluang kuliah tamu, penerimaan mahasiswa baru Magister Teknik Sipil,
serta pengembangan kerja sama lainnya. Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB, Dr.
Herix Sonata MS, M.Si., Kepala Prodi Magister Teknik Sipil, Ir. Leli Honesti,
Ph.D., Dekan Fakultas Vokasi, Dr. Fajar Nugroho, M.T., dan Kepala Laboratorium
Teknik Sipil Sarjana, Dr. Hamdeni Medriosa, M.T. turut mengikuti diskusi yang
dipandu Kepala Biro Layanan Terpadu, Hamdi Habdillah, M.Kom.
Created By Widia/Humas
...
Inovasi teknologi
kembali lahir dari alumni Teknik Mesin Institut Teknologi Padang (ITP). Decky
Seprianto, S.T., berhasil memperoleh paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan
Intelektual (DJKI) melalui invensi berjudul “Mesin Perontok Gabah Selesai dalam
Satu Proses”, yang menjadi capaian sekaligus bukti pemanfaatan ilmu teknik
secara aplikatif.
Paten tersebut
menjadi pencapaian tersendiri bagi Decky sebagai alumni Teknik Mesin ITP.
Invensi yang dihasilkan mengangkat teknologi pengolahan gabah sebagai objek
pengembangan, dengan gagasan mesin yang dapat menyelesaikan proses perontokan
dalam satu tahapan. Karya ini menunjukkan bagaimana keilmuan teknik dapat
diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang memiliki nilai guna.
Perolehan paten
dari DJKI memberikan perlindungan kekayaan intelektual terhadap invensi yang
dihasilkan. Bagi seorang inventor, sertifikat paten tidak hanya menjadi
pengakuan atas karya teknologi, tetapi juga membuka peluang agar inovasi dapat
dikembangkan lebih lanjut melalui pemanfaatan, pengembangan teknologi, maupun
kerja sama dengan berbagai pihak.
Sebagai Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong budaya inovasi dan penerapan ilmu
pengetahuan yang dapat memberikan manfaat nyata. Jejak Decky sebagai alumni
Teknik Mesin menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat
menjadi fondasi bagi lahirnya karya teknologi yang kemudian berkembang dan
memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.
Meski informasi
yang tersedia belum merinci spesifikasi teknis, kapasitas, maupun mekanisme
kerja mesin tersebut, judul invensi menunjukkan fokus pada penyelesaian proses
perontokan gabah dalam satu proses. Pengembangan teknologi seperti ini memiliki
keterkaitan dengan kebutuhan sektor pertanian, khususnya pada tahapan
pengolahan hasil panen setelah gabah dipanen.
Capaian Decky juga
menambah catatan kontribusi alumni ITP dalam menghasilkan inovasi berbasis
teknologi. Paten yang diperoleh menjadi bagian dari perjalanan profesional
sekaligus menunjukkan bahwa karya alumni dapat berkembang melampaui lingkungan
akademik dan mendapatkan perlindungan resmi melalui sistem kekayaan intelektual
nasional.
Keberhasilan
tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni ITP untuk terus
mengembangkan gagasan menjadi karya yang memiliki nilai guna. Dari ruang
pembelajaran Teknik Mesin hingga memperoleh paten DJKI, perjalanan Decky
Seprianto memperlihatkan bahwa inovasi dapat menjadi langkah lanjutan untuk
membawa ilmu teknik hadir dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Jejak inovasi Decky
sebenarnya telah terlihat sejak masih menjadi mahasiswa Teknik Mesin ITP. Pada
2025, ia bersama tim berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas
Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta melalui karya “Brina: Analisis Biobriket
Non Adhesive dari Pemanfaatan Limbah Serat TKKS dan Cangkang Sawit sebagai
Sumber Energi Terbarukan”. Tim tersebut menjadi satu-satunya perwakilan ITP
yang lolos seleksi nasional dari ribuan proposal yang masuk ke
Kemendiktisaintek.
Created By
Widia/Humas ...
Pengalaman
internasional kembali mewarnai perjalanan empat Engineer Muda Teknik Sipil
Institut Teknologi Padang (ITP) selama mengikuti program di Malaysia. Muhammad
Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza
turut ambil bagian dalam INTI World Physioday (IWPD) 15.0 yang berlangsung pada
1 hingga 2 September 2026.
Kegiatan tersebut
menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk berinteraksi langsung dalam agenda
internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang. Keempat
Engineer Muda ITP turut mengikuti sejumlah assessment yang diselenggarakan
panitia. Aktivitas ini memberikan pengalaman baru sekaligus mendorong mereka
untuk berani berpartisipasi dalam kegiatan berskala internasional.
Keterlibatan dalam
IWPD15.0 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan
beradaptasi di lingkungan baru. Mengikuti assessment bersama peserta lainnya
membuat mereka dapat merasakan atmosfer kegiatan internasional secara langsung,
sekaligus memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan
individu dari latar belakang yang beragam.Tidak hanya
mengikuti agenda kegiatan, keempat mahasiswa juga terlibat aktif dalam
aktivitas pembelajaran di kelas. Mereka belajar bersama teman-teman
internasional lainnya, sehingga pengalaman akademik yang dijalani selama berada
di Malaysia semakin beragam. Interaksi tersebut membuka ruang pertukaran
pengalaman dan memperluas pertemanan lintas negara.
Sebagai Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk
memperoleh pengalaman akademik di lingkungan internasional. Program seperti ini
menjadi kesempatan bagi Engineer Muda untuk mengenal suasana pembelajaran yang
berbeda, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan
adaptasi di tengah lingkungan global.Bagi Muhammad Rizky
Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza, keterlibatan
dalam IWPD15.0 menjadi bagian dari perjalanan mereka selama mengikuti program
di Malaysia. Pengalaman di luar kelas berjalan beriringan dengan aktivitas
akademik, menghadirkan cerita baru yang memperkaya proses pembelajaran sebagai
mahasiswa Teknik Sipil.
Perjalanan student
mobility tersebut masih terus berlangsung. Setelah mengikuti kegiatan
internasional dan berinteraksi bersama mahasiswa dari berbagai negara, para
Engineer Muda ITP memiliki kesempatan untuk terus memperluas pengalaman selama
berada di Malaysia. Setiap aktivitas menjadi bagian dari proses membangun
kepercayaan diri, jejaring, dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional yang
semakin global.
Created By
Widia/Humas
...
Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)
Institut Teknologi Padang (ITP) 2026 akhirnya sampai di penghujung cerita pada
Kamis (17/09). Sejak pagi hingga sore, para Engineer Muda tetap menunjukkan
energi terbaik, mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pembekalan,
kreativitas, hiburan, serta kebersamaan.
Hari terakhir dibuka dengan sesi Minat Bakat dan ITP Berkaroke. Suasana
kegiatan membuktikan bahwa calon Engineer Muda ITP tidak hanya memiliki
ketertarikan pada teknologi dan bidang teknik, tetapi juga menyimpan beragam
talenta. Panggung menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk tampil percaya diri,
menunjukkan kreativitas, sekaligus menikmati momen bersama teman-teman
seperjuangan.
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai Anti Kekerasan di
Perguruan Tinggi dan LGBT yang disampaikan Hj. Eva Yenita, M.Kes. Materi
tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembekalan mahasiswa baru sebelum
memasuki kehidupan perkuliahan. Berbagai pengetahuan yang diberikan diharapkan
menjadi bekal dalam membangun lingkungan kampus yang aman dan saling menghargai.
Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP juga menghadirkan ruang
bagi mahasiswa untuk membangun karakter dan pengalaman sosial selama berada di
lingkungan kampus. Semangat tersebut terasa melalui rangkaian yel-yel, games,
dan pemutaran video. Tawa, teriakan, serta kekompakan mahasiswa baru membuat
suasana hari terakhir semakin meriah dan penuh kebersamaan.
Rangkaian kegiatan semakin hangat ketika para Engineer Muda mengikuti
berbagai permainan dan aktivitas bersama. Momen tersebut tidak hanya menghadirkan
hiburan setelah tiga hari pembekalan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk
mempererat pertemanan. Wajah-wajah yang sebelumnya masih asing perlahan menjadi
teman baru yang akan menemani perjalanan akademik di kampus.
Sebagai penutup, hadiah diberikan kepada para pemenang berbagai
rangkaian kegiatan PKKMB 2026. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan
atas semangat, kreativitas, dan partisipasi mahasiswa baru selama kegiatan
berlangsung. Tepuk tangan dan kegembiraan pun menutup rangkaian PKKMB dengan
suasana hangat, meninggalkan kesan yang akan menjadi bagian dari cerita awal
mereka di kampus.
Tiga hari PKKMB ITP 2026 telah selesai, tetapi perjalanan para Engineer
Muda baru saja dimulai. Dari mengenal kampus, menyerap ilmu, menunjukkan bakat,
hingga membangun pertemanan, semuanya menjadi bekal menuju kehidupan
perkuliahan. Selamat datang, Engineer Muda ITP 2026. Your Time, Your Move!
Saatnya memulai, berkarya, dan berdampak.
Created By Widia/Humas ...