Program inovatif bertajuk Gema
Ramadhan yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Padang
(ITP) hadir menyemarakkan bulan suci dengan menghadirkan
ceramah singkat berdurasi satu menit yang dikemas dalam format video pendek. Program
ini menghadirkan pesan dakwah yang relevan dengan kehidupan masyarakat,
khususnya generasi muda, selama 30 hari penuh bulan suci.
Setiap episode menghadirkan ceramah dengan
tema yang beragam, mulai dari nilai keimanan, refleksi diri, hingga motivasi
menjalani Ramadan secara produktif. Seluruh konten disajikan dengan bahasa
ringan dan mudah dipahami agar dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Program ini ditayangkan melalui
platform digital TikTok dan Instagram dengan latar pengambilan gambar di
lingkungan Kampus I dan Kampus II ITP. Pendekatan visual tersebut diharapkan
mampu menghadirkan nuansa religius sekaligus memperkenalkan suasana akademik
kampus kepada publik luas.Dalam program ini tampil dua ustadz
kebanggaan kampus, yakni Ustad Ismet Eka Putra, S.T., M.T., dan Ustad Rozi
Saferi, M.T., yang dikenal aktif menyampaikan dakwah kepada mahasiswa dan
masyarakat Kota Padang. Kehadiran keduanya memberikan warna tersendiri dalam
menyampaikan pesan keislaman yang inspiratif.
Selain itu, program Gema Ramadhan
juga menghadirkan sejumlah ustadz kenamaan Kota Padang, seperti Ustad Kamarul
Zaman, M.A., Ustad Radno Novriyanto, S.T., M.M., Ustad Adrianto Malin Marajo,
S.H., serta Ust. Thaheransyah, S.Sos.I., M.A., yang turut berbagi pesan Ramadan
melalui video singkat.Menariknya, program ini juga
melibatkan mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKM KI),
yaitu Satria Zaky, Romi Andryan, dan Mardoni. Keterlibatan mahasiswa menjadi
bagian dari upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk ikut berdakwah
secara kreatif.
Melalui program Gema Ramadhan,
diharapkan pesan-pesan kebaikan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui
media digital. Kehadiran konten dakwah singkat ini diharapkan mampu menjadi
pengingat harian sekaligus inspirasi bagi generasi muda menjalani Ramadan
dengan lebih bermakna.
Created By Widia/Humas
...
Upaya pemulihan pascabencana memasuki
tahap konkret melalui pemasangan alat pengolahan air bersih untuk sistem
aquaponik di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo. Kegiatan yang
berlangsung pada 23–24 Februari 2026 itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan
solusi berkelanjutan bagi masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat ketahanan
lingkungan berbasis inovasi teknologi tepat guna.
Selama dua hari pelaksanaan, tim
memasang modul surya berkapasitas 4 x 550 WP serta baterai 2 x 24V 100Ah guna
mendukung operasional sistem. Infrastruktur energi tersebut dirancang agar
mampu menyuplai kebutuhan listrik secara mandiri.
Teknologi yang diterapkan
mengintegrasikan sistem pengolahan air bersih dengan aquaponik berbasis ekonomi
hijau. Konsep ini memungkinkan pemanfaatan air secara efisien untuk budidaya
sekaligus kebutuhan dasar masyarakat. Pendekatan ramah lingkungan tersebut
diharapkan tidak hanya menjawab persoalan air bersih, tetapi juga membuka
peluang produktivitas ekonomi warga secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Hafni,
S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T., dan Dr. Herix Sonata MS, M.Si., dengan partisipasi aktif mahasiswa. Pendampingan
akademik dilakukan secara langsung di lapangan agar proses instalasi berjalan
sesuai standar teknis.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa menjadi
kekuatan utama dalam memastikan kualitas dan ketepatan implementasi teknologi.
Sinergi tersebut memperkuat koordinasi teknis maupun pemberdayaan masyarakat
setempat.
Program ini merupakan lanjutan dari
rangkaian Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan
Dampak Bencana di Sumatra. Melalui inovasi energi terbarukan dan sistem air
bersih terpadu, inisiatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi kampus dan
masyarakat dalam membangun pemulihan yang tangguh, adaptif, serta berorientasi
pada keberlanjutan jangka panjang.
Created By Widia/Humas
...
Langkah konkret menghadirkan solusi
teknologi tepat guna mulai terlihat melalui perakitan Afro Water Treatment
untuk pengolahan air bersih dan modul surya berkapasitas 4 x 550 WP. Hal ini
merupakan titik fondasi dari Program Mahasiswa Berdampak yang menitikberatkan
pada pemulihan dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.
Ketua tim Hafni, S.T., M.T., dan Asnal
Effendi, S.T., M.T., secara aktif mengarahkan mahasiswa dalam setiap tahapan
pengerjaan. Mulai dari diskusi desain hingga teknis perakitan, para dosen
memberikan pendampingan intensif agar proses berjalan sesuai standar akademik
dan kebutuhan implementasi lapangan.
Diskusi desain Afro Water Treatment
menjadi tahap krusial sebelum masuk proses produksi. Mahasiswa diarahkan untuk
menganalisis sistem filtrasi, skema aliran air, serta pemilihan material yang
tepat.
Tahap berikutnya berlanjut pada
penyusunan rangka utama alat. Rangka dirancang kokoh untuk menopang seluruh
sistem filtrasi sekaligus mempertimbangkan efisiensi struktur. Ketelitian
menjadi kunci agar instalasi dapat bertahan dalam berbagai kondisi
operasional.
Selain fokus pada sistem pengolahan
air, perakitan modul surya 4 x 550 WP turut menjadi perhatian utama. Sistem
tenaga matahari ini diproyeksikan sebagai sumber energi mandiri untuk mendukung
operasional alat. Integrasi teknologi air bersih dan energi terbarukan menjadi
keunggulan utama program, menghadirkan solusi ramah lingkungan sekaligus
berkelanjutan.
Hafni menekankan bahwa keterlibatan
mahasiswa dalam proyek ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis dampak
nyata. Melalui arahan dan supervisi langsung, mahasiswa tidak hanya mengasah
kemampuan teknis, tetapi juga memahami pentingnya inovasi yang berpihak pada
kebutuhan masyarakat.
Created By Widia/Humas
...
Upaya
pemulihan pascabanjir di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, terus
bergerak melalui sentuhan teknologi tepat guna. Tim Program Mahasiswa Berdampak
Institut Teknologi Padang hadir langsung ke lokasi untuk melakukan konsolidasi
bersama perangkat kelurahan dan warga pada Rabu (28/01).
Tim
yang dipimpin Hafni, S.T., M.T., didampingi Asnal Effendi, S.T., M.T., dan
Aswir Premadi, M.Sc., menggelar dialog terbuka dengan aparatur kelurahan.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas rencana teknis, tetapi juga menggali
persoalan yang dihadapi warga pascabencana.
Selain
konsolidasi, tim juga melakukan survei titik lokasi yang akan menjadi tempat
pengaplikasian teknologi. Observasi dilakukan untuk memastikan instalasi
penerangan surya dan sistem pengolahan air bersih dapat berjalan optimal.
Program
ini dirancang sebagai solusi terpadu berbasis energi terbarukan. Penerangan
tenaga surya diharapkan membantu aktivitas warga pada malam hari, sementara
alat pengolahan air bersih menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak
banjir.
Hafni menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan menempatkan masyarakat
sebagai mitra utama dalam proses perencanaan. Setiap masukan warga menjadi
dasar dalam perancangan alat di laboratorium. Menurutnya, teknologi yang
dihadirkan harus adaptif terhadap kondisi lapangan agar manfaatnya dapat
dirasakan dalam jangka panjang dan berkelanjutan.
Langkah
konsolidasi ini menjadi awal perjalanan panjang pemulihan berbasis inovasi.
Kolaborasi antara tim akademisi dan masyarakat Gurun Laweh diharapkan
melahirkan solusi nyata yang berdampak langsung.
Program
Mahasiswa Berdampak ITP diharapkan membawa semangat bahwa teknologi dapat
menjadi bagian penting dalam membangun kembali harapan pascabencana.
Created
By Widia/Humas
...
Prestasi
membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Teknologi Padang
melalui keberhasilan meraih pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan
Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Capaian ini menjadi bukti
bahwa ide-ide yang tumbuh di lingkungan akademik mampu menjawab persoalan riil
masyarakat secara konkret dan berkelanjutan.
Apresiasi
tinggi layak diberikan kepada tim penerima pendanaan yang berhasil merancang
pendekatan pemulihan pascabencana berbasis kebutuhan warga. Fokus utama
diarahkan pada pemulihan akses air bersih dan penguatan ketahanan ekonomi
masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya merespons kondisi darurat, tetapi juga
menyiapkan fondasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup warga
terdampak.
Tim
ini dipimpin oleh Hafni, S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T. dan Dr.
Herix Sonata MS, M.Si., dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas organisasi
kemahasiswaan. Seluruh aktivitas mahasiswa dikoordinatori oleh Ade Ryan
Mustaqim dari BEM ITP, memastikan sinergi ide, tenaga, dan aksi berjalan
terstruktur serta berdampak maksimal.
Keberhasilan
meraih hibah ini tidak lepas dari kekuatan konsep yang diusung. Program
menghadirkan teknologi pengolahan air bersih dan sistem aquaponic berbasis
ekonomi hijau dengan dukungan energi matahari. Inovasi tersebut diproyeksikan
menjadi solusi pemulihan pascabencana yang aplikatif, ramah lingkungan, dan
mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Pencapaian
ini sekaligus menegaskan kualitas sumber daya manusia ITP yang adaptif terhadap
tantangan sosial dan lingkungan. Mahasiswa dan dosen tidak hanya berperan
sebagai akademisi, tetapi juga sebagai problem solver yang menghadirkan ilmu
pengetahuan untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Lebih
dari sekadar raihan pendanaan, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh
sivitas akademika untuk terus melahirkan program-program berdampak. Dengan
semangat kolaborasi dan kepedulian, ITP terus menegaskan komitmennya sebagai
kampus yang menghadirkan ilmu, menggerakkan aksi, dan menumbuhkan harapan bagi
masa depan yang berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...