Langkah Nyata Pendidikan Inklusif, ITP Serahkan Buku Rekening KIP Kuliah Bagi Mahasiswa Angkatan 2025

Institut Teknologi Padang (ITP) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan buku rekening Beasiswa KIP Kuliah kepada 50 mahasiswa angkatan 2025 pada Selasa (06/01), sebagai langkah awal memastikan akses layanan keuangan yang mudah dan berkelanjutan dalam menunjang perjalanan akademik mereka. Penyerahan buku rekening tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme penyaluran bantuan pendidikan agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan tepat waktu. Dengan kepemilikan rekening resmi, mahasiswa penerima KIP Kuliah dapat mengelola dana bantuan secara lebih tertib dan akuntabel sepanjang masa perkuliahan. Kegiatan ini didukung oleh Bank BTN sebagai mitra perbankan yang berperan dalam menyediakan layanan keuangan bagi mahasiswa. Kolaborasi antara ITP dan Bank BTN mencerminkan sinergi institusi pendidikan dan sektor perbankan dalam mendukung keberlanjutan akses pendidikan tinggi.Beasiswa KIP Kuliah tidak hanya mencakup pembiayaan pendidikan, tetapi juga bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Dukungan ini diharapkan dapat mengurangi hambatan ekonomi sehingga mahasiswa dapat lebih fokus pada pencapaian akademik dan pengembangan diri. Melalui program KIP Kuliah, ITP berupaya membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala kondisi finansial. Program ini sejalan dengan visi ITP dalam mencetak lulusan unggul, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan nasional. ITP berharap para penerima Beasiswa KIP Kuliah angkatan 2025 dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal, menyelesaikan studi tepat waktu, serta mengembangkan potensi akademik dan nonakademik secara maksimal. Di Institut Teknologi Padang, setiap mimpi besar mahasiswa diyakini layak untuk didukung sepenuhnya melalui akses pendidikan yang setara dan berkelanjutan.   Created By Widia/Humas   ...
19 Januari 2026 #diktiberdampak #kemahasiswaan #mahasiswa

ITP Borong Medali di Kejurprov Sumbar 2025, Kampus Teknik Ini Buktikan Diri di Arena Bela Diri!

Langkah tegap dan semangat membara para pendekar muda Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menggetarkan gelanggang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sumatera Barat 2025.  Empat atlet pencak silat yang merupakan mahasiswa ITP sukses membawa pulang medali dengan performa luar biasa yang mengukuhkan nama kampus teknik ini sebagai rumah para juara sejati.    Mereka adalah Satria Zaky, Rangga Firnando, Resya Fega, dan Inggil Susilo. Kemenangan ini membuktikan bahwa ITP bukan hanya mencetak insinyur unggul, tapi juga melahirkan pendekar-pendekar tangguh yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.   Satria Zaky menjadi bintang utama dengan meraih medali emas di Kelas E Putra (65–70 kg), menjadikannya juara pertama dalam kategori tersebut. Mahasiswa ini tidak hanya menunjukkan teknik bertarung yang mumpuni, tetapi juga memperlihatkan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas mahasiswa ITP.    Sementara itu, dua medali perak diraih oleh Rangga Firnando dan Resya Fega. Rangga tampil gemilang di Kelas C Putra (55–60 kg), sedangkan Resya berjaya di Kelas F Putra (70–75 kg). Keduanya memperlihatkan ketangguhan fisik dan strategi yang luar biasa. Meskipun belum berhasil meraih emas, performa mereka layak diapresiasi tinggi.    Tak kalah membanggakan, Inggil Susilo mempersembahkan medali perunggu dari Kelas D Putra (60–65 kg). Meski harus puas di peringkat ketiga, perjuangannya hingga tahap semifinal memberikan pelajaran penting soal sportivitas dan semangat juang.    Di balik medali yang gemerlap, ada latihan keras, pengorbanan waktu belajar, serta dukungan penuh dari pelatih dan pihak kampus. ITP sebagai institusi vokasi dan teknologi, juga memberikan perhatian terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswanya.    Prestasi empat atlet pencak silat ini adalah cerminan wajah baru pendidikan tinggi, tak hanya soal IPK, tapi juga keberanian bertanding dan mental juara. Bagi ITP, ini hanyalah awal. Langkah ke depan akan diiringi lebih banyak kemenangan dan regenerasi atlet-atlet muda. Dengan dukungan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin ITP akan bersinar di ajang nasional bahkan internasional.    Created By Widia/Humas ...
29 Juli 2025 #fakultas-teknik #fakultas-vokasi #kemahasiswaan #mahasiswa #prestasi #publikasi #webometrics

Bawa Semangat Juara, 12 Atlet ITP Siap Tempur di Kejurprov Sumbar 2025

Semangat juang mahasiswa Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menggelora di arena olahraga. Sebanyak 12 atlet terpilih siap bertarung di ajang bergengsi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sumatera Barat 2025 yang digelar Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Sumbar. Bertanding mulai 16 hingga 26 Juli mendatang, kontingen ITP tak hanya membawa nama kampus, tapi juga semangat pantang menyerah dan mimpi besar menembus podium kehormatan.   Keberangkatan para atlet ini secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., yang didampingi oleh Kepala Biro Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir ITP, Nelvidawati, M.T., pada Selasa, (15/07) di Ruang Sidang Utama ITP. Dalam arahannya, Prof. Maidiawati menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada seluruh atlet untuk menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi nama baik kampus.   Ajang ini menjadi pembuktian bahwa mahasiswa ITP tak hanya hebat di laboratorium, tapi juga sanggup mengguncang lapangan. Kehadiran 12 atlet di berbagai cabang mulai dari pencak silat, karate, hingga bola voli indoor menandai keseriusan ITP dalam membangun karakter mahasiswa melalui prestasi non-akademik yang kompetitif, sportif, dan membanggakan.   Cabang olahraga Pencak Silat menjadi sektor yang paling banyak menyumbang perwakilan, tercatat lima atlet ITP yakni Candra, Inggil Susilo, Rangga Firnando, Resya Ahmad Fega, dan sang jawara kampus, Satria Zaky. Mereka akan menghadapi lawan dari seluruh Sumbar dalam duel teknik dan strategi silat terbaik. Zaky sendiri siap mempertahankan reputasi emas yang ia raih di ajang Direktur PNP Cup beberapa waktu lalu.   Rahul Maryulis Putra menjadi satu-satunya wakil ITP di cabang karate ia membawa semangat bertarung yang tenang namun mematikan. Dikenal sebagai mahasiswa dengan kedisiplinan tinggi, Rahul optimis bisa meraih podium untuk mempersembahkan prestasi bagi kampus tercinta. Karate menjadi cabang yang penuh gengsi karena banyaknya atlet tangguh dari kampus lain yang turut serta.   Di cabang bola voli indoor, Muhammad Ardifa bersama tim beregu putra ITP juga siap unjuk gigi. Tim ini telah mengasah strategi permainan dan kekompakan tim sejak awal tahun. Konsistensi latihan dan chemistry antarpemain jadi kekuatan utama menghadapi lawan tangguh. Mereka berharap bisa lolos hingga babak final dan membuktikan bahwa voli ITP tak bisa dianggap remeh.   Keikutsertaan dalam Kejurprov bukan sekadar kehadiran simbolik, ini adalah panggung serius menuju ajang nasional. BAPOMI Sumbar menaruh harapan besar terhadap kampus-kampus yang mengirimkan atlet terbaiknya. Kejuaraan ini dirancang sebagai jalur pembinaan menuju POMNAS dan sekaligus momentum mencetak generasi muda yang sehat, berintegritas, dan berprestasi lintas bidang.   Dukungan dari Institut Teknologi Padang pun tak main-main, Kepala Biro Kemahasiswaan menegaskan bahwa seluruh atlet mendapatkan dukungan moril dan fasilitas pendampingan. “Kami ingin mahasiswa berprestasi secara utuh. Baik akademik maupun non-akademik harus didukung dengan serius, dan Kejurprov ini adalah bukti nyata komitmen itu,” tegasnya.   created By Widia/Humas   ...
15 Juli 2025 #diktiberdampak #fakultas-teknik #fakultas-vokasi #kemahasiswaan #mahasiswa #prestasi #publikasi #webometrics

Teknologi Anak Bangsa, Inovasi Drone Hexacopter ITP Siap Dukung Operasi SAR dan Mitigasi Bencana

Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan teknologi terapan untuk kepentingan kemanusiaan dan kebencanaan. Melalui Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) Fakultas Vokasi, ITP menawarkan inovasi drone hexacopter kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) Padang sebagai solusi teknologi dalam mendukung operasi penyelamatan dan mitigasi bencana di lapangan.    Penjajakan kerja sama diawali dengan demonstrasi langsung penggunaan drone hexacopter yang digelar di Kampus II ITP, Aie Pacah, Padang, pada Senin (14/7). Dalam kegiatan tersebut, pihak Kantor SAR Padang hadir menyaksikan manuver teknologi yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa TRIL ITP. Potensi drone dalam mendukung kegiatan mitigasi bencana secara cepat dan tepat sasaran menjadi daya tarik tersendiri dari teknologi hasil pengembangan lokal ini.    Kepala Seksi Sumber Daya Kantor SAR Padang, Sukamto, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas inovasi yang ditawarkan ITP. Menurutnya, drone tersebut sangat potensial untuk digunakan dalam misi penyelamatan dan mitigasi, khususnya di wilayah Sumatera Barat yang rentan terhadap bencana.    “Kami menyambut baik inovasi teknologi dari ITP ini karena memiliki potensi besar untuk kami aplikasikan langsung dalam tugas-tugas kemanusiaan. Drone hexacopter ITP sangat relevan dan membuka peluang kolaborasi strategis antara lembaga SAR dan perguruan tinggi,” ujar beliau.   Salah seorang tim dosen pengembang drone, Aswir Premadi, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa desain drone hexacopter ini mengutamakan kestabilan dan adaptasi terhadap cuaca ekstrem. Dengan enam baling-baling dan struktur bodi yang kokoh, drone ini mampu bertahan terbang dalam berbagai kondisi medan. Tujuan utamanya adalah menjangkau wilayah bencana dengan cepat, efisien, dan tetap aman secara operasional.    Menariknya, drone ini juga dibekali fitur suara aktif, berupa speaker yang dapat digunakan untuk menyampaikan instruksi evakuasi langsung kepada masyarakat, ini menjadikannya bukan hanya alat pantau visual, tetapi juga alat komunikasi kritis. Kepala Prodi TRIL, Asnal Effendi, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menyebutkan bahwa spesifikasi drone ini sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan SAR secara teknis.    Tak hanya terbatas untuk kebutuhan bencana, pengembangan drone hexacopter ini juga diarahkan untuk membantu pertanian modern. Drone ini dapat difungsikan untuk penyemprotan pestisida dan pemupukan tanaman secara otomatis. Pengembangan lebih lanjut juga menyasar kebutuhan rekayasa cuaca, seperti hujan buatan dan pemantauan kondisi udara.    Di sisi lain, Prodi TRIL ITP juga memperluas inovasi ke teknologi perairan. Mereka kini tengah mengembangkan kapal tanpa awak (unmanned surface vehicle) untuk operasi SAR di laut dan sungai. Kolaborasi antara ITP dan Kantor SAR Padang menjadi teladan sinergi produktif antara pendidikan tinggi dan lembaga layanan public, inisiatif ini membuka ruang luas bagi pengembangan teknologi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.    ITP terus menegaskan posisinya sebagai kampus teknik vokasi yang adaptif, ITP membuktikan bahwa mahasiswa dan dosennya mampu menghasilkan karya nyata. Inovasi drone hexacopter dan kapal tanpa awak adalah bagian dari visi besar untuk menjadikan teknologi buatan anak bangsa sebagai garda depan dalam kemanusiaan, keberlanjutan, dan pembangunan daerah.  Created By Widia/Humas   ...
15 Juli 2025 #diktiberdampak #dosen #fakultas-vokasi #institut-teknologi-padang #kerja-sama #mahasiswa #penelitian #pengabdian-masyarakat #publikasi #teknologi-rekayasa-instalasi-listrik #webometrics

Lolos Nasional, Tim Brina ITP Angkat Potensi Limbah Sawit Jadi Energi Terbarukan

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Institut Teknologi Padang (ITP), Tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025 untuk skema Riset Eksakta (PKM-RE). Karya berjudul “Brina: Analisis Biobriket Non Adhesive dari Pemanfaatan Limbah Serat TKKS dan Cangkang Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan” , ini tak hanya relevan secara ilmiah, tapi juga menyentuh isu strategis global terkait energi terbarukan.   Dibimbing langsung oleh Dr. Ir. Nofriady Handra, tim ini mendapat pendanaan senilai Rp7.080.000. Tim yang diberi nama Brina ini diketuai oleh Decky Seprianto, dengan anggota Abdul Jalil, Reyvo Maizaqi, dan Fajar Ihsanul Riski. Mereka menjadi satu-satunya tim dari ITP yang berhasil menembus ketatnya seleksi nasional dari ribuan proposal yang masuk ke Kemendikti Saintek   Dalam wawancara dengan Decky, ia menuturkan bahwa ide riset berangkat dari ketertarikannya pada energi terbarukan saat terlibat dalam riset bersama dosen pembimbing. “Kami ingin mengatasi krisis iklim dengan memanfaatkan limbah sawit menjadi energi alternatif. Riset ini lahir sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap lingkungan,” ungkapnya. Judul Brina sendiri merupakan akronim yang merepresentasikan visi mereka tentang energi hijau yang efisien.   Sementara itu, Abdul Jalil menjelaskan bahwa Ibahwa limbah kelapa sawit memiliki karakteristik fisik dan kimia yang sangat cocok untuk dijadikan bahan baku biobriket. “Banyak limbah sawit dibuang begitu saja, padahal ini bisa didaur ulang menjadi energi bersih. Kami ingin mengubah masalah jadi solusi,” katanya. Upaya ini juga sejalan dengan visi global tentang green energy serta target pengurangan emisi karbon dari sektor industri berbasis biomassa lokal.    Reyvo memaparkan bahwa riset ini tergolong baru dan belum banyak dikembangkan sebelumnya. “Kami sedang dalam tahap awal pengujian. Tantangannya ada pada proses formulasi dan efisiensi pembakaran tanpa bahan perekat,” katanya. Tantangan lain datang dari pembagian waktu antara riset, kuliah, dan persiapan laporan. Namun dengan manajemen tim yang baik, semua bisa teratasi secara kolektif dan terstruktur.    Pembagian tugas dalam tim menjadi salah satu kekuatan utama. Decky memegang kendali koordinasi dan pelaporan, Jalil bertugas sebagai sekretaris, Reyvo mencatat logbook dan keuangan, dan Fajar bertanggung jawab untuk konten serta dokumentasi. “Dengan pembagian peran yang jelas, riset berjalan lebih rapi dan terukur,” ujar Fajar.   Kabar kelolosan menjadi momen yang tak terlupakan. Decky menyebut ini sebagai pengalaman yang sangat membanggakan. “Menjadi satu-satunya tim ITP yang lolos dari 1.590 proposal se-Indonesia adalah kehormatan. Tapi ini juga jadi tanggung jawab untuk membawa nama kampus lebih tinggi,” tegasnya. Kini, mereka sedang menyusun strategi untuk mencapai target berikutnya yakni lolos ke PIMNAS.    Decky menutup dengan pesan inspiratif. “PKM ini bukan sekadar soal angka dan data, tapi soal dampak. Kami ingin solusi yang kami tawarkan benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain,” ungkapnya. Bagi ITP, kehadiran tim Brina menjadi bukti bahwa kampus teknik ini mampu mencetak inovator muda yang siap memberi solusi berkelanjutan untuk Indonesia.    Created By Widia/Humas   ...
10 Juli 2025 #fakultas-teknik #kemahasiswaan #mahasiswa #prestasi #publikasi #teknik-mesin #webometrics