Langkah konkret menghadirkan solusi
teknologi tepat guna mulai terlihat melalui perakitan Afro Water Treatment
untuk pengolahan air bersih dan modul surya berkapasitas 4 x 550 WP. Hal ini
merupakan titik fondasi dari Program Mahasiswa Berdampak yang menitikberatkan
pada pemulihan dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.
Ketua tim Hafni, S.T., M.T., dan Asnal
Effendi, S.T., M.T., secara aktif mengarahkan mahasiswa dalam setiap tahapan
pengerjaan. Mulai dari diskusi desain hingga teknis perakitan, para dosen
memberikan pendampingan intensif agar proses berjalan sesuai standar akademik
dan kebutuhan implementasi lapangan.
Diskusi desain Afro Water Treatment
menjadi tahap krusial sebelum masuk proses produksi. Mahasiswa diarahkan untuk
menganalisis sistem filtrasi, skema aliran air, serta pemilihan material yang
tepat.
Tahap berikutnya berlanjut pada
penyusunan rangka utama alat. Rangka dirancang kokoh untuk menopang seluruh
sistem filtrasi sekaligus mempertimbangkan efisiensi struktur. Ketelitian
menjadi kunci agar instalasi dapat bertahan dalam berbagai kondisi
operasional.
Selain fokus pada sistem pengolahan
air, perakitan modul surya 4 x 550 WP turut menjadi perhatian utama. Sistem
tenaga matahari ini diproyeksikan sebagai sumber energi mandiri untuk mendukung
operasional alat. Integrasi teknologi air bersih dan energi terbarukan menjadi
keunggulan utama program, menghadirkan solusi ramah lingkungan sekaligus
berkelanjutan.
Hafni menekankan bahwa keterlibatan
mahasiswa dalam proyek ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis dampak
nyata. Melalui arahan dan supervisi langsung, mahasiswa tidak hanya mengasah
kemampuan teknis, tetapi juga memahami pentingnya inovasi yang berpihak pada
kebutuhan masyarakat.
Created By Widia/Humas
...
Upaya
pemulihan pascabanjir di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, terus
bergerak melalui sentuhan teknologi tepat guna. Tim Program Mahasiswa Berdampak
Institut Teknologi Padang hadir langsung ke lokasi untuk melakukan konsolidasi
bersama perangkat kelurahan dan warga pada Rabu (28/01).
Tim
yang dipimpin Hafni, S.T., M.T., didampingi Asnal Effendi, S.T., M.T., dan
Aswir Premadi, M.Sc., menggelar dialog terbuka dengan aparatur kelurahan.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas rencana teknis, tetapi juga menggali
persoalan yang dihadapi warga pascabencana.
Selain
konsolidasi, tim juga melakukan survei titik lokasi yang akan menjadi tempat
pengaplikasian teknologi. Observasi dilakukan untuk memastikan instalasi
penerangan surya dan sistem pengolahan air bersih dapat berjalan optimal.
Program
ini dirancang sebagai solusi terpadu berbasis energi terbarukan. Penerangan
tenaga surya diharapkan membantu aktivitas warga pada malam hari, sementara
alat pengolahan air bersih menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak
banjir.
Hafni menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan menempatkan masyarakat
sebagai mitra utama dalam proses perencanaan. Setiap masukan warga menjadi
dasar dalam perancangan alat di laboratorium. Menurutnya, teknologi yang
dihadirkan harus adaptif terhadap kondisi lapangan agar manfaatnya dapat
dirasakan dalam jangka panjang dan berkelanjutan.
Langkah
konsolidasi ini menjadi awal perjalanan panjang pemulihan berbasis inovasi.
Kolaborasi antara tim akademisi dan masyarakat Gurun Laweh diharapkan
melahirkan solusi nyata yang berdampak langsung.
Program
Mahasiswa Berdampak ITP diharapkan membawa semangat bahwa teknologi dapat
menjadi bagian penting dalam membangun kembali harapan pascabencana.
Created
By Widia/Humas
...
Prestasi
membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Teknologi Padang
melalui keberhasilan meraih pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan
Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Capaian ini menjadi bukti
bahwa ide-ide yang tumbuh di lingkungan akademik mampu menjawab persoalan riil
masyarakat secara konkret dan berkelanjutan.
Apresiasi
tinggi layak diberikan kepada tim penerima pendanaan yang berhasil merancang
pendekatan pemulihan pascabencana berbasis kebutuhan warga. Fokus utama
diarahkan pada pemulihan akses air bersih dan penguatan ketahanan ekonomi
masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya merespons kondisi darurat, tetapi juga
menyiapkan fondasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup warga
terdampak.
Tim
ini dipimpin oleh Hafni, S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T. dan Dr.
Herix Sonata MS, M.Si., dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas organisasi
kemahasiswaan. Seluruh aktivitas mahasiswa dikoordinatori oleh Ade Ryan
Mustaqim dari BEM ITP, memastikan sinergi ide, tenaga, dan aksi berjalan
terstruktur serta berdampak maksimal.
Keberhasilan
meraih hibah ini tidak lepas dari kekuatan konsep yang diusung. Program
menghadirkan teknologi pengolahan air bersih dan sistem aquaponic berbasis
ekonomi hijau dengan dukungan energi matahari. Inovasi tersebut diproyeksikan
menjadi solusi pemulihan pascabencana yang aplikatif, ramah lingkungan, dan
mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Pencapaian
ini sekaligus menegaskan kualitas sumber daya manusia ITP yang adaptif terhadap
tantangan sosial dan lingkungan. Mahasiswa dan dosen tidak hanya berperan
sebagai akademisi, tetapi juga sebagai problem solver yang menghadirkan ilmu
pengetahuan untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Lebih
dari sekadar raihan pendanaan, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh
sivitas akademika untuk terus melahirkan program-program berdampak. Dengan
semangat kolaborasi dan kepedulian, ITP terus menegaskan komitmennya sebagai
kampus yang menghadirkan ilmu, menggerakkan aksi, dan menumbuhkan harapan bagi
masa depan yang berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...
Institut Teknologi Padang (ITP) terus memperkuat komitmennya dalam
menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Salah satu wujud
nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan buku rekening
Beasiswa KIP Kuliah kepada 50 mahasiswa angkatan 2025 pada Selasa (06/01),
sebagai langkah awal memastikan akses layanan keuangan yang mudah dan
berkelanjutan dalam menunjang perjalanan akademik mereka.
Penyerahan buku rekening tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari
mekanisme penyaluran bantuan pendidikan agar berjalan tepat sasaran,
transparan, dan tepat waktu. Dengan kepemilikan rekening resmi, mahasiswa
penerima KIP Kuliah dapat mengelola dana bantuan secara lebih tertib dan
akuntabel sepanjang masa perkuliahan.
Kegiatan ini didukung oleh Bank BTN sebagai mitra perbankan yang
berperan dalam menyediakan layanan keuangan bagi mahasiswa. Kolaborasi antara
ITP dan Bank BTN mencerminkan sinergi institusi pendidikan dan sektor perbankan
dalam mendukung keberlanjutan akses pendidikan tinggi.Beasiswa KIP Kuliah tidak hanya mencakup pembiayaan pendidikan,
tetapi juga bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dukungan ini diharapkan dapat mengurangi hambatan ekonomi sehingga mahasiswa
dapat lebih fokus pada pencapaian akademik dan pengembangan diri.
Melalui program KIP Kuliah, ITP berupaya membuka ruang
seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa
terkendala kondisi finansial. Program ini sejalan dengan visi ITP dalam
mencetak lulusan unggul, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan
nasional.
ITP berharap para penerima Beasiswa KIP Kuliah angkatan 2025 dapat
memanfaatkan fasilitas ini secara optimal, menyelesaikan studi tepat waktu,
serta mengembangkan potensi akademik dan nonakademik secara maksimal.
Di Institut Teknologi Padang, setiap mimpi besar mahasiswa
diyakini layak untuk didukung sepenuhnya melalui akses pendidikan yang setara
dan berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...
Langkah tegap dan semangat membara para pendekar
muda Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menggetarkan gelanggang Kejuaraan
Provinsi (Kejurprov) Sumatera Barat 2025. Empat atlet pencak silat yang
merupakan mahasiswa ITP sukses membawa pulang medali dengan performa luar biasa
yang mengukuhkan nama kampus teknik ini sebagai rumah para juara sejati.
Mereka adalah Satria Zaky, Rangga Firnando, Resya
Fega, dan Inggil Susilo. Kemenangan ini membuktikan bahwa ITP bukan hanya
mencetak insinyur unggul, tapi juga melahirkan pendekar-pendekar tangguh yang
mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.
Satria Zaky menjadi bintang utama dengan meraih
medali emas di Kelas E Putra (65–70 kg), menjadikannya juara pertama dalam
kategori tersebut. Mahasiswa ini tidak hanya menunjukkan teknik bertarung yang
mumpuni, tetapi juga memperlihatkan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri
khas mahasiswa ITP.
Sementara itu, dua medali perak diraih oleh Rangga
Firnando dan Resya Fega. Rangga tampil gemilang di Kelas C Putra (55–60 kg),
sedangkan Resya berjaya di Kelas F Putra (70–75 kg). Keduanya memperlihatkan
ketangguhan fisik dan strategi yang luar biasa. Meskipun belum berhasil meraih
emas, performa mereka layak diapresiasi tinggi.
Tak kalah membanggakan, Inggil Susilo
mempersembahkan medali perunggu dari Kelas D Putra (60–65 kg). Meski harus puas
di peringkat ketiga, perjuangannya hingga tahap semifinal memberikan pelajaran
penting soal sportivitas dan semangat juang.
Di balik medali yang gemerlap, ada latihan keras,
pengorbanan waktu belajar, serta dukungan penuh dari pelatih dan pihak kampus.
ITP sebagai institusi vokasi dan teknologi, juga memberikan perhatian terhadap
pengembangan minat dan bakat mahasiswanya.
Prestasi empat atlet pencak silat ini adalah
cerminan wajah baru pendidikan tinggi, tak hanya soal IPK, tapi juga keberanian
bertanding dan mental juara. Bagi ITP, ini hanyalah awal. Langkah ke depan akan
diiringi lebih banyak kemenangan dan regenerasi atlet-atlet muda. Dengan
dukungan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin ITP akan bersinar di ajang
nasional bahkan internasional.
Created By Widia/Humas ...