Dalam upaya meningkatkan kualitas
pendidikan dan relevansi kurikulum, Institut Teknologi Padang melalui Program
Studi Teknik Geodesi menggelar diskusi strategis mengenai penyusunan kurikulum
dan benchmarking bersama Program Studi Universitas Pakuan (UNPAK) Bogor pada Senin
(07/10) bertempat di Ruang Sidang Utama Gedung D Kampus I ITP.
Diskusi ini dihadiri oleh Dekan Fakultas
Teknik ITP, seluruh dosen Prodi Teknik Geodesi ITP, dan dosen Prodi Teknik
Geodesi UNPAK untuk berbagi pengalaman serta strategi dalam penyusunan
kurikulum yang adaptif dan inovatif, serta pengembangan kurikulum yang relevan
dengan tuntutan dunia industri.
Diskusi dibuka oleh Dwi Arini, M.T, selaku
Ketua Prodi Teknik Geodesi ITP, dalam sambutannya, Dwi menekankan pentingnya
kolaborasi antar perguruan tinggi untuk
menghadapi tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya diskusi ini merupakan
kesempatan berharga untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan saling belajar dari
pengalaman satu sama lain.
“Kami berkomitmen untuk mengembangkan
kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga sesuai dengan
kebutuhan praktis di lapangan. Sehingga dapat mencetak lulusan yang siap
menghadapi tantangan di dunia profesional serta selaras dengan kebutuhan
industri dan perkembangan teknologi saat ini.
Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Maidiawati,
S.T, M. Eng, IPM, selaku Dekan Fakultas Teknik ITP, memberikan sambutan hangat.
Beliau mengucapkan selamat datang kepada para peserta diskusi dan mengungkapkan
terima kasih atas kunjungan delegasi Prodi Teknik Geodesi ke ITP. Dalam
pengantar tersebut, Prof. Maidiawati memperkenalkan profil ITP, jumlah program
studi yang ada, dan jumlah mahasiswa aktif per tahun akademik 2024/2025.
Prof. Maidiawati menuturkan dengan 10
program studi dan ribuan mahasiswa aktif, ITP senantiasa berusaha menjadi
pionir dalam pendidikan teknik di Indonesia. Beliau juga menyoroti dukungan
dari hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang memberikan peluang
besar untuk pengembangan kurikulum yang inovatif dan pembelajaran berbasis
praktik.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari
Ir. Rudie Rachmat Atmawidjaja M.Kom, selaku Ketua Prodi Teknik Geodesi UNPAK.
Ia memperkenalkan profil program studi Teknik Geodesi di UNPAK, serta
menjelaskan pendekatan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) yang diterapkan
di prodi mereka. Diskusi ini memberikan kesempatan antara kedua institusi untuk
saling berbagi pengalaman dalam penyusunan kurikulum yang efektif.
"Kami berfokus pada pengalaman
praktis, seperti penelitian, magang, bina desa, dan program pertukaran
mahasiswa. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menyiapkan mahasiswa agar
siap berkontribusi di masyarakat,” ungkapnya.
Dwi Arini juga menyoroti kegiatan Captone
Design yang melibatkan mahasiswa dalam proyek nyata. Ini merupakan langkah
konkret dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek dan upaya meningkatkan
pemahaman mahasiswa tentang aplikatif ilmu yang mereka pelajari di kelas.
"Untuk penyelenggaraan pembelajaran Capstone
Design kami mengadakan kegiatan kemah kerja, mahasiswa dibagi dalam lima
kelompok yang di akhir perkuliahan tiap kelompok menghasilkan poster. Proyek ini tidak hanya
mendorong kreativitas, tetapi juga membangun keterampilan kerja tim di kalangan
mahasiswa," tambahnya.
Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan oleh
Dwi Marsiska Driptufany, S.Pd, M.Si, Direktur Akademik PKKM Prodi Teknik
Geodesi ITP. Ia menjelaskan strategi penyusunan kurikulum yang berfokus pada
spesifikasi dan kekhasan setiap prodi, dengan mengacu pada hasil tracer study
dan pengembangan karir alumni. "Kita perlu memastikan bahwa kurikulum yang
kita susun dapat menjawab tantangan masa depan," tegasnya.
“Kita perlu memastikan bahwa lulusan kita
memiliki kompetensi yang relevan dan dapat bersaing di dunia kerja. Kita harus
menggunakan data dari tracer study untuk memahami karir alumni dan menyesuaikan
kurikulum dengan kebutuhan industri ,” jelas ia.
Puncak acara ini ditandai dengan
penandatanganan Implementation Agreement antara Ketua Prodi Teknik Geodesi ITP
dan UNPAK. Kesepakatan ini menegaskan komitmen kedua institusi untuk
berkolaborasi dalam pengembangan kurikulum yang lebih baik dan relevan dengan
kebutuhan industri.
Diskusi ini bukan hanya sekadar ajang
berbagi informasi, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang strategis untuk
meningkatkan mutu pendidikan di bidang Teknik Geodesi. Dengan semangat
kebersamaan dan komitmen untuk terus berinovasi, diharapkan kedua institusi
dapat mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global.
Acara ini membuktikan bahwa kolaborasi
antar perguruan tinggi merupakan kunci untuk mencapai keunggulan akademik dan
relevansi di dunia industri. Mari kita dukung upaya ini untuk menciptakan
generasi profesional yang lebih unggul!
Created By Widia/Humas
...
Institut Teknologi Padang tiada hentinya
mengukir prestasi membanggakan, kali ini mahasiswa ITP berhasil menyabet tiga
medali perak dalam ajang UKO Universitas Negeri Padang (UNP) Cup Batch II 2024 Cabang
Olahraga Pencak Silat, yang digelar pada Sabtu (05/10) bertempat di Gedung
MKU UNP Lantai 1. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan kemampuan atletik, tetapi juga
dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para atlet pencak silat ITP.
Tiga mahasiswa ITP yang berhasil
menyumbangkan prestasi tersebut adalah Satria Zaky yang berhasil meraih medali
perak Cabor Pencak Silat Kategori C/PA, Inggil Susilo yang berhasil meraih medali
perak Cabor Pencak Silat Kategori D/PA, dan Resya Ahmad Fega yang berhasil
meraih medali perak Cabor Pencak Silat Kategori F/PA.
Heru Orlando, pelatih pencak silat ITP,
menjelaskan betapa pentingnya ajang ini bagi perkembangan para atlet.
Menurutnya kompetisi ini tidak hanya menguji keterampilan, tetapi juga
membangun karakter, dimana pencak silat adalah cara yang baik untuk membangun
karakter dan disiplin diri.
Salah satu atlet yang meraih medali perak
adalah Satria Zaky, mahasiswa Teknik Sipil ITP, ia menegaskan bahwa pencak
silat lebih dari sekadar olahraga. Melalui latihan, ia belajar konsistensi
dalam segala hal, termasuk menjaga kesehatan dan pola tidur yang baik, ini
semua sangat berharga bagi perkembangan diri sebagai seorang atlet.
Satria juga mengungkapkan tantangan yang
dihadapi sebelum mengikuti pertandingan adalah menemukan waktu untuk latihan bersama
di tengah kesibukan kuliah. Namun berkat dukungan dari pelatih dan teman-teman
membuatnya semakin termotivasi dan bersemangat untuk berprestasi.Inggil Susilo, mahasiswa Teknik Sipil
yang juga meraih medali perak, menambahkan bahwa mereka berkomitmen untuk terus
berlatih dan meningkatkan kemampuan. Di sisi lain, M. Fachri, seorang atlet dari
Prodi Teknik Mesin, mengekspresikan kegembiraannya, “Kami ingin mengembangkan
pencak silat lebih jauh lagi, dan membawa nama ITP ke tingkat nasional,” tuturnya.
Pelatih lainnya, Rangga Firnando dengan bangga menuturkan makna di balik prestasi yang
diraih oleh para atletnya. Menurutnya prestasi ini bukan hanya sekadar medali
yang di bawa pulang, ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai mahasiswa
untuk mengharumkan nama ITP di mata publik.
Dengan
keyakinan bahwa pencak silat adalah bagian dari budaya dan identitas bangsa,
Rangga bertekad untuk terus mengembangkan potensi para atletnya. “Kami ingin
membawa pencak silat ITP ke tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya di level
regional, tetapi juga nasional dan internasional. Ini adalah langkah awal untuk
mewujudkan cita-cita itu,” tegasnya.
Saepul Muiz, Presiden Mahasiswa Keluarga
Mahasiswa ITP, merasa bangga dengan pencapaian ini, ia mengungkapkan prestasi
ini menunjukkan potensi besar mahasiswa ITP di bidang olahraga dan seni. Saepul
berharap agar kampus dapat memberikan lebih banyak fasilitas untuk
mengembangkan potensi mahasiswa, sehingga ITP bisa menjadi tempat yang lebih
unggul dalam prestasi mahasiswa.
“Kebangkitan pencak silat di ITP menjadi
harapan baru bagi mahasiswa, kemenangan ini menjadi motivasi bagi atlet muda
lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi. Setelah vakum beberapa tahun,
kami kini kembali menggeliat dengan atlet-atlet yang penuh semangat dan
memiliki potensi besar untuk berkarya dan berprestasi ,” katanya.
Abdul Rohim, Manajer Tim Pencak Silat
ITP, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan juga
menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim yang telah berjuang keras.
“Kami bangga bisa membanggakan nama kampus
di tingkat regional, kerja keras teman-teman dan dukungan dari kampus sangat
berarti bagi kami. Kami juga mengajak bagi para mahasiswa yang memiliki ketertarikan
di cabang olahraga pencak silat untuk bergabung bersama kami, agar tradisi
prestasi ini dapat terus dilanjutkan ,” ungkapnya.
Dua Official Team Pencak Silat lainnya,
Candra dan Ridho Andika Illahi menuturkan prestasi ini bukan hanya tentang medali,
tetapi juga tentang membangun komunitas yang saling mendukung. Prestasi mahasiswa
ITP di UKO UNP Cup Batch II 2024 adalah langkah awal untuk memulai kembali
tradisi prestasi di bidang olahraga.
Dengan tiga medali perak yang diraih oleh
Satria Zaky, Inggil Susilo, dan Resya Ahmad Fega, ITP menunjukkan bahwa mereka tidak
hanya berkomitmen pada akademik, tetapi juga di bidang non-akademik.
“Kami berharap para atlet bisa menjadi
inspirasi bagi mahasiswa baru, dan kelak bisa menjadi pelatih bagi generasi
berikutnya,” ungkap Saepul. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari
kampus, ITP berkomitmen untuk terus menciptakan generasi mahasiswa yang unggul
di berbagai bidang.
Created
By Widia/Humas
...
Dalam dunia akademik, perpustakaan
adalah pusat informasi dan pengetahuan yang vital, perpustakaan menjadi jantung
aktivitas akademik yang dinamis dan informatif. Oleh karena itu, menyambut
mahasiswa baru Angkatan 2024, Perpustakaan Institut Teknologi dan Pendidikan
(ITP) menggelar acara sosialisasi dan pengenalan layanan perpustakaan yang
berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 04 Oktober dan 07 Oktober 2024
bertempat di Aula Gedung D Kampus I ITP.
Kegiatan ini dikemas tidak hanya informatif,
tetapi juga interaktif dan menarik, hal ini bertujuan untuk membangun budaya
literasi yang kuat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat
hubungan antara mahasiswa dan perpustakaan sebagai sumber informasi utama.
Acara dimulai dengan sambutan hangat
dari Kepala Perpustakaan ITP, Katya Blinda Putri, S.T., dalam pemaparannya,
Katya menjelaskan tentang peran penting perpustakaan. Ia menuturkan Perpustakaan
adalah adalah pusat pengetahuan yang memiliki tujuan untuk mendukung kegiatan
akademik mahasiswa dan penelitian.
“Perpustakaan bukan hanya sekadar tempat
untuk menyimpan buku, tetapi juga merupakan ruang untuk menggali ilmu dan
inovasi. Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar inovatif dan
berorientasi pada pemustaka melalui berbagai layanan yang kami tawarkan, “ ujarnya.
Dengan visi dan misi yang jelas,
perpustakaan ITP berambisi menjadi ruang yang tidak hanya menyimpan informasi,
tetapi juga memfasilitasi perkembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa.
Serta menjadi fondasi yang kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang
inspiratif.
Selanjutnya, Batriatul Alfa Dila, M.A.,
pustakawan Bagian Pelayanan & Sirkulasi, memberikan penjelasan mengenai
tata cara presensi di perpustakaan. Dengan pemahaman yang baik mengenai
prosedur, diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan sumber daya perpustakaan
dengan maksimal.
“Penting bagi mahasiswa untuk memahami
regulasi peminjaman dan pengembalian buku, di samping itu mahasiswa juga perlu mengetahui
prosedur yang tepat agar dapat memanfaatkan layanan perpustakaan dengan baik sehingga
proses belajar dapat berjalan dengan lancar. Dengan informasi yang jelas,
mahasiswa baru diharapkan dapat memanfaatkan layanan perpustakaan secara
optimal , “ jelasnya.
Tak hanya itu, Muhammad Iqbal, M.A.,
pustakawan Bidang Pengolahan dan Pengembangan Koleksi, mengulas tata tertib
yang harus dipatuhi selama menggunakan fasilitas perpustakaan. Iqbal juga memperkenalkan
berbagai fasilitas, seperti locker, komputer, dan ruang baca yang disediakan
untuk meningkatkan kenyamanan pemustaka.
“Kami memiliki berbagai koleksi yang
dapat diakses, mulai dari buku cetak hingga e-book. Akses yang mudah melalui
laman ‘Kubuku’ dan OPAC memungkinkan mahasiswa untuk menjelajahi sumber daya
informasi yang kami tawarkan ,” ungkap Iqbal
Acara dilanjutkan dengan kegiatan
library tour yang sangat dinanti, mahasiswa baru diajak untuk merasakan
langsung suasana perpustakaan. Dalam tur ini, mereka disimulasikan tentang cara
pengambilan absen, pengenalan koleksi buku, serta teknik mencari koleksi dengan
cepat dan efisien.
Dengan partisipasi sekitar 300 mahasiswa
baru, acara ini sukses menciptakan suasana yang antusias dan penuh semangat.
Mereka tampak aktif bertanya dan berinteraksi dengan para pustakawan, menunjukkan
ketertarikan yang tinggi terhadap layanan perpustakaan. Hal ini menjadi sinyal
positif bahwa generasi muda kini semakin menyadari pentingnya literasi dan
akses terhadap informasi.
Kegiatan ini tidak hanya edukatif tetapi
juga membangun rasa kebersamaan di antara mahasiswa, menciptakan komunitas yang
saling mendukung dalam perjalanan akademik. “Saya merasa
lebih siap untuk menjelajahi semua yang ditawarkan perpustakaan setelah
mengikuti kegiatan ini,” ungkap salah satu mahasiswa baru, penuh semangat.
Melalui sosialisasi ini, ITP menunjukkan
komitmennya dalam menciptakan generasi yang cerdas dan inovatif. Perpustakaan
bukan lagi sekadar tempat untuk membaca, tetapi juga merupakan ruang inspirasi
yang siap membantu mahasiswa dalam perjalanan akademik mereka.
Created By Widia/Humas ...
Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa
menghadapi tantangan era digitalisasi di industri konstruksi, Program Studi
Teknik Sipil Fakultas Teknik Institut Teknologi Padang (ITP) berkolaborasi
dengan Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BK-Sipil PII) dan PT.
Wijaya Karya (Persero) menggelar Workshop Building Information Modeling (BIM),
selama dua hari pada tanggal 2-3 Oktober 2024, bertempat di Aula Gedung D
Kampus I ITP.
Acara yang bertajuk "Bersiap
Menyambut Digitalisasi Dunia Konstruksi" ini dirancang untuk memberikan
pemahaman mendalam, mengenai pemodelan informasi bangunan yang menjadi kunci
dalam proses konstruksi yang cerdas dan efisien.
Acara ini dibuka
dengan sambutan hangat dari Instruktur Andra Yusfa Ananda, S.T., seorang BIM
Expert dari PT Wijaya Karya, yang menjadi pemandu utama dalam workshop ini.
Dalam sesi pelatihan, peserta dilatih untuk mengerjakan gambar kerja Detail
Engineering Design (DED) dengan menggunakan software berbasis BIM Revit, yang
merupakan salah satu alat terpenting dalam implementasi teknologi BIM.
"Pelatihan ini dirancang untuk
membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dan aplikatif di dunia
nyata, sehingga mereka dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Melalui
teknologi BIM, kami berharap mahasiswa dapat memahami bagaimana merencanakan
dan melaksanakan proyek konstruksi dengan lebih efektif dan efisien,"
ungkap Andra saat membuka sesi workshop.
Workshop yang dihadiri oleh 40 peserta
dari Program Studi Teknik Sipil ITP, yang merupakan bagian dari upaya untuk
menyetarakan kemampuan lulusan teknik sipil di seluruh Indonesia, terutama di
luar Pulau Jawa. ITP menjadi kampus keenam yang dikunjungi oleh BK-Sipil PII
dan satu-satunya di Provinsi Sumatera Barat. Hal ini menunjukkan komitmen ITP
dalam meningkatkan kualitas pendidikan teknik sipil di daerah.
Workshop ini dihadiri oleh 40 mahasiswa
dari Program Studi Teknik Sipil ITP ini tidak hanya bertujuan untuk
meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa. Tetapi juga untuk menyetarakan
kemampuan lulusan teknik sipil di seluruh Indonesia, khususnya di luar Pulau
Jawa.
ITP menjadi
kampus keenam yang dikunjungi oleh BK-Sipil PII dan satu-satunya di Provinsi
Sumatera Barat. Hal ini menunjukkan komitmen kuat ITP untuk meningkatkan
kualitas pendidikan teknik sipil di daerah dan memperluas akses pendidikan
berkualitas di sektor konstruksi.
Direktur Pelaksana Badan Kejuruan Sipil PII, Ir. Firman Parmudianto, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program nasional PII untuk meningkatkan kompetensi lulusan teknik sipil. "Dengan adanya workshop seperti ini, kami berharap mahasiswa dapat menguasai teknologi BIM dan siap menghadapi tantangan di industri konstruksi yang terus berkembang," katanya.
Seminar dan workshop ini tidak hanya
memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi mahasiswa
untuk berinteraksi langsung dengan praktisi industri. Dengan kolaborasi yang
kuat antara akademisi dan profesional, diharapkan peserta dapat
mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk berkontribusi dalam digitalisasi
dunia konstruksi di Indonesia.
Dengan semangat
inovasi, ITP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan teknik
sipil dan menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul dalam teori tetapi juga
siap untuk diterjunkan ke lapangan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat
menjadi langkah strategis dalam memajukan sektor konstruksi, sekaligus
memberikan kontribusi positif bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Sebagai penutup, kegiatan seminar dan workshop BIM ini merupakan langkah awal yang penting bagi mahasiswa teknik sipil untuk memahami dan mengimplementasikan teknologi canggih dalam dunia konstruksi. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan generasi insinyur masa depan akan lebih siap untuk berkontribusi dalam digitalisasi industri konstruksi di tanah air.
Created By Widia/Humas
...
Di era digital yang semakin maju, dunia
konstruksi juga dituntut untuk beradaptasi dengan inovasi teknologi terkini.
Dalam rangka menjawab tantangan ini, Institut Teknologi Padang (ITP) menggelar
seminar dan pelatihan Building Information Modelling (BIM) dengan tema
"Bersiap Menyambut Digitalisasi Dunia Konstruksi". Acara yang
berlangsung pada Rabu (02/10) di Aula Gedung D Kampus I ITP ini dimoderatori
oleh Anggun Pratiwi JF, M.T, dan dihadiri oleh para akademisi dan praktisi dari
industri konstruksi.
Dalam seminar tersebut, Benny Hidayat,
S.T., M.T., Ph.D, yang merupakan dosen Teknik Sipil Universitas Andalas membuka
seminar dengan membahas konsep dasar BIM. BIM adalah representasi digital dari
karakter fisik dan fungsional suatu bangunan, yang mencakup semua informasi
mengenai elemen-elemen bangunan.
Beliau
menjelaskan Teknologi BIM digunakan sebagai sebagai dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan,
pelaksanaan konstruksi, serta pemeliharaan dan pembongkaran bangunan. Produk
BIM dimanfaatkan untuk membentuk aset digital yang merupakan suatu
kembaran dari kondisi fisik sesungguhnya, atau yang sering disebut sebagai digital twin dimana dapat menggambarkan
kondisi fisik bangunan secara akurat.
Lebih lanjut, Benny menguraikan berbagai
manfaat yang yang ditawarkan dengan menerapkan Teknologi BIM dalam dunia
konstruksi. Menurutnya penggunaan BIM dapat menghilangkan pekerjaan yang
berulang, mengurangi biaya yang tidak perlu, dan mitigasi risiko dalam proyek.
Selain itu,
melibatkan rantai pasokan material lebih awal dalam proses dapat meningkatkan
profitabilitas dan produktivitas proyek. Ia juga menekankan bahwa akurasi data
yang lebih tinggi menjadi salah satu keunggulan utama dari penerapan BIM.
Seminar ini juga menghadirkan Adi Malik
Nugroho, S.T., selaku BIM Koordinator PT. Wijaya Karya. Dalam pemaparannya, Adi
memberikan wawasan mengenai prosedur pengaplikasiian Teknologi BIM yang
diterapkan di proyek-proyek WIKA. Ia menjelaskan bagaimana BIM telah mengubah
cara kerja tim di lapangan dan mengoptimalkan proses konstruksi.
"Kami berkomitmen untuk menerapkan
prosedur BIM di setiap proyek yang kami jalankan. Hal ini tidak hanya
mempermudah koordinasi tim, tetapi juga meningkatkan efisiensi dalam
pelaksanaan proyek," ungkap Adi.
Sebagai penutup, Andra Yusfa Ananda,
S.T., BIM Expert dari PT. Wijaya Karya, memberikan gambaran nyata tentang
pelaksanaan proyek BIM di perusahaan tersebut. Ia menjelaskan berbagai
tantangan yang dihadapi dan bagaimana solusi berbasis BIM dapat membantu
menyelesaikan masalah di lapangan.
"Dengan
menggunakan BIM, kami mampu mengoptimalkan proses konstruksi dan meningkatkan
efisiensi, sehingga memberikan nilai tambah bagi klien dan stakeholder
lainnya," ujarnya.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa di bidang konstruksi untuk lebih memahami dan mengimplementasikan teknologi BIM. Dengan pengetahuan yang
tepat, diharapkan generasi insinyur masa depan akan lebih siap untuk berkontribusi dalam digitalisasi industri konstruksi di Indonesia.
Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi,
diharapkan seminar ini bisa memacu inovasi memperkuat kualitas pendidikan di
bidang teknik sipil, dan juga menginspirasi kolaborasi yang lebih erat dalam
memajukan sektor konstruksi. Harapannya seminar ini menjadi langkah strategis
dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di era digital.
Created By Widia/Humas ...