Empat belas mahasiswa terbaik Institut Teknologi Padang (ITP) terpilih mengikuti ajang seleksi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) tahun 2023 tingkat wilayah. Seleksi tingkat wilayah yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah X ini dilaksanakan secara daring pada 23-24 Mei 2023 di Laboratorium Programming dan Apps Lab (PAL) Program Studi (Prodi) Teknik Informatika ITP. Kepala Biro BIKMA dan Pusat Karir ITP, Saiyidinal Fikri, M.T. menjelaskan kompetisi yang dilombakan dalam ONMIPA-PT meliputi empat bidang yaitu bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Mahasiswa ITP yang mengikuti seleksi wilayah ONMIPA-PT 2023 terdiri dari 4 peserta bidang Fisika, 5 peserta bidang Matematika, dan 5 peserta bidang Biologi. “Peserta seleksi ONMIPA-PT merupakan mahasiswa aktif ITP program S1 dan Diploma yang berasal dari berbagai Prodi di ITP. Sebagai bentuk dukungan kepada para delegasinya, ITP memberikan pelatihan intensif dibawah bimbingan dosen dengan kepakaran yang kompeten dibidangnya yaitu Minarni, S.si, M.T., Meli Muchlian, M.Si., dan Nelvidawati, M.T yang berlangsung selama satu bulan, “ ujar ia, Senin (05/06). Ia mengungkapkan bimbingan pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan membekali peserta untuk menghadapi kompetisi seleksi tingkat wilayah. Harapannya dengan materi dan bekal yang telah diberikan dapat mempersiapkan peserta mencapai nilai yang telah ditetapkan oleh DIKTI serta dapat lolos ke tingkat Nasional. ITP rutin setiap tahunnya mengirimkan delegasinya untuk mengikuti seleksi ONMIPA PT, tiap tahun jumlah peserta yang ikut serta dalam seleksi ini terus mengalami peningkatan. Hal ini merupakan bukti bahwa semangat dan motivasi mahasiswa untuk berkompetisi dan berprestasi semakin tinggi selaras dengan minat dan bakatnya. “Harapannya untuk kedepannya semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk berkompetisi di tingkat regional dan nasional baik dalam seleksi ONMIPA-PT maupun ajang kompetisi lainnya. Hal ini dikarenakan idealnya semakin banyak mahasiswa yang ikut, maka kita dapat melakukan seleksi tingkat perguruan tinggi, “ terang ia. Terakhir ia juga menambahkan bahwa harapannya pada tahun-tahun berikutnya kita memiliki mahasiswa yang telah siap bersaing dalam berbagai kompetisi serta telah berhasil lolos pada seleksi tingkat perguruan tinggi. Peserta merupakan mahasiswa yang mengikuti bimbingan yang intensif selama beberapa bulan sehingga peserta dapat melangkah lebih pasti di tingkat selanjutnya. Berikut adalah para peserta ONMIPA-PT 2023 ITP yang mengikuti seleksi tingkat wilayah : Bidang Matematika : 1.Aida Utami Putra (Prodi Teknik Sipil)2.Fadel Deva Ramadhan (Prodi Teknik Sipil)3.Abdullah Gimastiar Jusman (Prodi Teknik Sipil)4.Hamid Alfarisi (Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung)5.Tri Ketin Regina Nababan (Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung) Bidang Fisika : 1.Resma Yunita (Prodi Teknik Sipil)2.Ryan Ariswandi Siregar (Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung)3.Rifan Maulana (Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung)4.Kifatul Najmi (Prodi Teknik Informatika) Bidang Biologi : 1.Roid Pratama (Prodi Teknik Sipil)2.Ataya Gina Azzuhra (Prodi Teknik Sipil)3.Fitri Wulandari (Prodi Teknik Sipil)4.Zukri Popi Manila (Prodi Teknik Lingkungan)5.Gian Efrinda Ath-Thariq (Prodi Teknik Lingkungan) Created By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP) telah menyelenggarakan wisuda angkatan ke -78 ITP Program Sarjana dan Diploma pada Sabtu (27/05). Di antara para wisudawan, Nurdin Hamzah salah satu wisudawan yang berhasil mendapat penghargaan sebagai salah satu peraih IPK tertinggi yaitu dengan IPK 3, 85 dan berhasil lulus dengan masa studi selama 3,5 tahun. Nurdin adalah sarjana Program Studi (Prodi) Teknik Geodesi Fakultas Teknik ITP. Dibalik semua prestasi yang telah ditorehkan Nurdin selama bangku perkuliahan, Nurdin memiliki latar belakang penuh perjuangan. Ia berasal dari keluarga sederhana, ayah dan ibu adalah seorang buruh tani. “Pada awalnya saya nyaris tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana karena keterbatasan ekonomi. Saya menyadari bahwa biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sangat besar ,” ujar Nurdin (25/05). Perjalanan Nurdin menjadi mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2019 berawal dari kunjungan ITP ke sekolahnya SMK N 1 Bukittinggi. Ketika menginjak tahun terakhir SMK, ia mendaftar beasiswa Bidikmisi untuk melanjutkan pendidikan, sehingga ketika lulus di ITP ia juga berhasil lolos sebagai penerima Bidikmisi dengan uang kuliah Rp 0,-. Selama berkuliah Nurdin selalu menggali ilmu dan potensi dirinya dia mengikuti beberapa kegiatan baik yang bersifat akademik maupun non- akademik. Di antaranya ia tergabung dalam organisasi kemahasiswaan yaitu Himpunan Mahasiswa Teknik Geodesi dan Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian. “Saya tergabung dalam tim Paduan Suara UKM kesenian dan beberapa kali didapuk bertugas sebagai pedel dalam berbagai kegiatan resmi yang diselenggarakan ITP. Saya juga berkesempatan menjadi model kampus ITP pada tahun 2022 ,” sambung Nurdin. Ia juga menjelaskan bahwa ia juga bertugas sebagai asisten dosen dan terpilih mengikuti magang ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Bogor dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Ia juga menjalin relasi yang baik dengan para seniornya sehingga ia sering di ikutsertakan dalam proyek yang dikerjakan seniornya. “Sejak semester satu saya telah membangun hubungan yang baik dengan senior dari teknik geodesi. Hal ini memberikan gambaran kepada saya bagaimana dunia kerja dan profesional, di sisi lain ia juga mendapatkan penghasilan yang dapat membantu kehidupan perkuliahannya ,” imbuh ia. Lebih lanjut lagi, Nurdin mengungkapkan manajemen waktu adalah kunci terpenting yang dia pegang saat ini. Menurutnya manajemen waktu yang baik yang membantu ia sampai ketahap ini, dengan segudang aktivitas yang ia miliki ia memiliki aturan dan prinsip yang membuat ia tetap menikmati kehidupan perkuliahannya. Ia menuturkan ia menjadikan perkuliahan sebagai prioritas utamanya, dan memiliki batas-batas waktu terhadap masing-masing kegiatan non-akademiknya. Ia menambahkan setiap jadwalnya ia catat dan buatkan alarmnya di Handphone, hal ini bertujuan sebagai pengingat dan membangun karakter disiplin. “Selama libur semesterpun saya masih kerap menolong orangtua ke sawah, orangtua saya adalah pihak yang selalu mendukung seluruh keputusan dan dan pilihan yang saya buat. Penghargaan prestasi peraih IPK terbaik ini saya persembahkan kepada kedua orang tua dan keluarga besar yang senantiasa selalu mendoakan dan mendukung saya baik secara moril dan materil ,” tutur Nurdin. Ia menyampaikan penghargaan yang diberikan ITP ini merupakan impiannya yang berhasil tercapai , karena dulu ketika bertugas sebagai pengisi acara wisuda ia selalu melihat orang tua mahasiswa peraih IPK terbaik dipanggil kedepan untuk diberikan penghargaan oleh pihak kampus. Sehingga ia termotivasi untuk dapat membawa orang tuanya untuk tampil ke depan memperoleh penghargaan prestasi IPK terbaik. “Saya sangat senang apa yang saya impikan dapat tercapai dan kerja keras saya selama ini dapat mebuahkan hasil. Orangtua saya juga bahagia dan bangga karena dapat melihat putranya meraih prestasi yang membanggakan ini, saat ini saya telah diterima untuk bekerja disalah satu Kantor Jasa Surveyor dan kedepannya saya berniat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Magister,” papar ia. Nurdin berharap menjadi perguruan tinggi yang semakin berkualitas, mencetak lulusan yang dapat bersaing dengan dunia luar. Ia juga menambahkan agar jurusannya Prodi Teknik Geodesi berkembang lebih pesat lagi dan bisa menjadi Prodi favorit mahasiswa. Created By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP) meraih dua
penghargaan bergengsi dalam Anugerah
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Tahun 2023 yang bertempat
di ZHM Premier Hotel, Padang pada Rabu ( 24/05) malam. Penyerahan penghargaan
ini diselenggarakan dalam rangkaian agenda Rapat Kerja yang mengusung tema
"Peningkatan Mutu Lulusan Melalui Program MBKM".
Pemberian
penghargaan dilakukan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, SH., M.Pd bersama Dr. Lukman, S.T., M.Hum. selaku Direktur
Kelembagaan Ditjen Diktiristek dan Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T.
selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek, kemudian diterima
langsung oleh Rektor ITP, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T.
Dalam
malam penganugerahan ini, ITP berhasil meraih dua kategori Penghargaan Anugerah
LLDIKTI Wilayah X Tahun 2023 yaitu Perguruan
Tinggi dengan Pengelolaan Laporan Kerja Sama Terbaik dan Perguruan
Tinggi yang mencapai Klaster Utama pada Klasterisasi Perguruan Tinggi
berdasarkan Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2023.
Rektor
ITP, mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dukungan seluruh pihak baik
pimpinan, unit kerja, tenaga pendidik, dan seluruh civitas akademika yang ada
dilingkungan ITP. Dengan adanya kerja keras dan komitmen bersama seluruh
civitas akademika ITP, ITP berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dari
LLDIKTI Wilayah X.
“Penghargaan
ini merupakan hasil kerja keras seluruh warga ITP, ini adalah langkah awal bagi
kita untuk dapat berkontribusi pada kemajuan bangsa dibidang pendidikan. Di
sisi lain harapannya penghargaan ini dapat memotivasi seluruh civitas akademika
ITP untuk berkarya dan berinovasi demi mencetak lulusan SDM berkualitas
unggulan ,” ucap Rektor.
Kepala LLDIKTI Wilayah X mengungkapkan program kerja yang dirumuskan
harapannya dapat merefleksikan peranan dan tanggung jawab semua pihak,
mendorong perkembangan perguruan tinggi dan
peningkatan mutu lulusan perguruan
tinggi yang merupakan putra/putri terbaik daerah. Nantinya para lulusan perguruan tinggi ini harapannya
akan menjadi pemimpin dan pergerak pembangunan
di daerah asalnya.
“Selamat atas
capaian dan kerja luar biasa PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X. Mari kita
jadikan ini sebagai motivasi untuk terus bekerja lebih baik dalam meningkatkan
mutu lulusan perguruan tinggi,” ungkap Afdalisma.
Dalam kesempatan yang berbeda, Anna Syahrani,
M.Eng selaku Ka.Biro Humas, Kerja sama dan promosi ITP menyampaikan ucapan
terima kasih atas penghargaan yang diberikan, penghargaan ini merupakan apresiasi
atas kerja keras tim humas, kerja sama, dan promosi ITP. Kerja keras dan kerja
sama tim dalam mendigitalisasikan seluruh dokumen kerja sama mulai dari mengumpulkan
data, mengekstraknya menjadi informasi, dan menvisualisasikannya agar mudah
dipahami oleh semua orang.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada kepada
seluruh tim humas yang telah mengumpulkan dokumen kerja sama dalam bentuk
fisik, kemudian mengolahnya dalam bentuk basic data, hingga menginputnya ke
sistem. Kerja keras ini juga tidak luput dari dukungan pimpinan dan
prodi-prodi, karena tanpa ada kerja sama kolaborasi dari tim, prodi, pimpinan, dan seluruh civitas akademika
tidak akan tercapai penghargaan ini ,” kata Ka.Biro Humas, Kerja sama dan
promosi.
Ia menuturkan penghargaan ini memotivasi tim
untuk bekerja lebih baik lagi, target saat ini bukan hanya agreement tetapi
bagaimana menjaga kemitraan tersebut. Harapannya kepada seluruh civitas
akademika ITP untuk dapat mengimplementasikan kerja samanya, karena saat ini
penilaian suatu kerja sama itu berjalan dengan baik atau tidak, itu tergantung
apa bentuk kerja sama yang berhasil dilaksanakan dari perjanjian kerja sama
yang ada.Di sisi lain, DR.
Nofriady Handra, M.Sc selaku Ketua LP2M ITP menuturkan capaian penghargaan
sebagai Perguruan
Tinggi yang mencapai Klaster Utama pada Klasterisasi Perguruan Tinggi
berdasarkan Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tidak terlepas
dari kinerja kepemimpinan LP2M sebelumnya. Ia menambahkan pencapaian yang
didapat adalah batu loncatan untuk melangkah lebih baik lagi.
“Saya
mengucapkan syukur atas capaian penghargaan ini, saat ini merupakan momentum
bagi LP2M untuk terus berkomitmen dan konsisten dalam meningkatkan kinerja LP2M
kedepannya. Harapannya semoga ITP tetap dapat mempertahankan pada klaster utama
bahkan dapat naik ke klaster mandiri dalam bidang riset penelitian dan
pengabdian masyarakat, “ tutur Ketua LP2M ITP.
Ia menyebutkan peningkatan
klaster ini dapat terwujud dengan bantuan karya ilmiah dosen, karena karya
ilmiah dosen mampu meningkatkan skor SINTA dan salah satunya berhasil mendapatkan
penghargaan dari LLDIKTI Wilayah X
sehingga dapat mengharumkan nama ITP.Created By Widia/Humas
...
Mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Padang (ITP), Gusti Prayoga meraih juara 2 pada AutoCad Competition se-Kota Padang dalam kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa Genap 2023 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang (PNP). Kegiatan ini berlangsung di Labor Komputer Jurusan Teknik Sipil PNP pada 8 Mei 2023 lalu. Gusti Prayoga berhasil menyabet Juara 2 setelah mengalahkan 22 peserta yang berasal dari Perguruan Tinggi dan SMA/SMK se-Kota Padang. Keberhasilan Yoga ini menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi ITP karena mampu bersaing di skala regional. "Sistem dalam perlombaan ini adalah para peserta diberi satu buah denah dan peserta dibebaskan untuk berkreasi selama 3 jam baik terkait bentuk tampak, gaya atap, dan lain-lain. Peserta diwajibkan untuk menggambar satu denah, 2 potongan dan 4 tampak luar ," ujar yoga, Selasa (16/05). Yoga juga menjelaskan pada perlombaan ini ada beberapa indikator yang menjadi poin penilaian yaitu meliputi As, denah, ketepatan ukuran, sinkronisasi, garis atap, tata ruang, garis potongan, kreativitas, dan kelengkapan. Adapun tujuan dilaksanakan lomba tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam teknologi terutama kemampuan menggunakan AutoCad di era industri sekarang ini. AutoCAD adalah perangkat lunak komputer CAD untuk menggambar 2 dimensi dan 3 dimensi yang dikembangkan oleh Autodesk. AutoCAD digunakan oleh insinyur sipil, land developers, arsitek, insinyur mesin, desainer interior dan lain-lain. "Saya merasa bangga bisa mewakili ITP dan Prodi Teknik Sipil dalam ajang kompetisi ini. Informasi terkait kompetisi ini merupakan rekomendasi dari Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) ITP, himpunan menunjuk saya sebagai perwakilan dari HMTS ," ucap Yoga.Ia menuturkan kedepannya ia sangat terbuka untuk mengikuti berbagai ajang dan kompetisi serupa berkaitan dengan kemampuannya dalam bidang AutoCad. Ia juga berharap kedepannya ITP juga memberikan wadah dan pelatihan resmi agar ia dan mahasiswa yang tertarik dengan AutoCad bisa meningkat kualitas dan kemampuan diri. Institut Teknologi Padang mengucapkan selamat atas prestasi yang telah ditorehkan oleh Gusti Prayoga. Created By Widia/ Humas ...
Devalio, Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Padang (ITP) terpilih mewakili ITP dalam Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2023 yang digelar LLDIKTI Wilayah X. Ini merupakan tahun kedua Devalio berjuang mewakili ITP dalam Pilmapres Tingkat Wilayah LLDIKTI X. Seleksi ini dilaksanakan selama tiga hari secara luring dan daring pada 9 hingga 11 Mei 2023 di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi. Pada Tingkat Wilayah X ini sebanyak 42 peserta berhasil lolos desk evaluation yang terdiri dari 32 peserta kategori Sarjana dan 10 peserta kategori Vokasi. “Seluruh peserta mengikuti tahap seleksi akhir wilayah meliputi penilaian capaian unggulan, gagasan kreatif, dan kemampuan Bahasa Inggris. Saya sangat bersyukur bisa sampai hingga tahap seleksi Tingkat Wilayah ini, selama seleksi saya termotivasi untuk meningkatkan kompetensi diri agar bisa bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya ,” ujar Devalio, Senin (15/05). Ia menjelaskan pada tahun 2023 ini capaian unggulan memiliki bobot penilaian tertinggi sebesar 50%, sedangkan untuk gagasan kreatif memiliki bobot penilaian sebesar 30%, dan terakhir kemampuan Bahasa Inggris memiliki bobot penilaian sebesar 20%. Sehingga menurutnya perlu persiapan yang matang untuk memenuhi kriteria penilaian capaian unggulan. Devalio menambahkan berdasarkan pengalamannya poin capaian unggulan tertinggi itu meliputi kegiatan tingkat nasional dan internasional, riset penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pada Pilmapres tahun 2023 ini Devalio mengajukan gagasan kreatif dengan judul “ Perancangan Sistem Informasi Wisata di Nagari Sialang Berbasis Android dalam Pembangunan Sustainable Development Goals dan Industry 4.0, ”. “Pemilihan gagasan kreatif ini saya selaraskan dengan tema Pilmapres 2023 yaitu Pembangunan Desa Berkelanjutan. Harapannya gagasan yang saya usulkan ini dapat di implementasikan pada kebutuhan masyarakat, sehingga menjadi bukti dan wujud nyata bahwa mahasiswa dapat turut berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan teknologi di masyarakat, ” ungkap ia. Terakhir Deva juga menyebutkan dengan adanya seleksi Pilmapres ini memotivasi dia untuk mengembangkan kompetisi diri. Rencana terdekat ia bersama timnya di bawah bimbingan Prodi Teknik Informatika turut serta dalam kompetisi Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) tahun 2023 yang di usung oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kemendikbud Ristek RI. Putri Mandarani, M.T sebagai dosen pendamping merasa bangga atas keikutsertaan mahasiswanya dalam Pilmapres ini. Menurutnya kegiatan ini sangat menarik karena mahasiswa dan dosen dapat berinteraksi serta berbagi pengalaman dengan mahasiswa dan dosen dari perguruan tinggi lain di wilayah LLDIKTI X. “Dalam seleksi Pilmapres ini disebutkan penilaian menggunakan prinsip kesetaraan antara PTS dan PTN. Nah, dengan adanya Pilmapres ini kita bisa mendapat gambaran bahwa kita juga tidak kalah dengan PTN, bahkan bisa berprestasi,” papar ia. Putri juga menerangkan dengan adanya kegiatan ini kita mendapat gambaran dari perguruan tinggi lain untuk bagaimana mempersiapkan diri dalam mengikuti Pilmapres selanjutnya. Seperti mempersiapkan capaian unggulan dengan mengikuti berbagai kegiatan baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di luar, serta mencetak berbagai prestasi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Menurut Putri poin penting dari ajang Pilmapres ini adalah kemauan dan kemampuan peserta untuk menyampaikan ide yang dimilikinya. Ia mengungkapkan mahasiswa perlu mengikuti kegiatan yang memotivasi dirinya untuk berinovasi dan berkarya, baik dari bidang akademik, olahraga, dan bidang-bidang lainnya. “Harapannya agar ITP terus dapat mengikuti ajang Pilmapres ini dan dapat menyiapkan talenta-talenta yang berprestasi dan dapat mewakili ITP dalam ajang Pilmapres hingga ke Tingkat Nasional. Perlu bimbingan, dukungan, dan wadah dari pihak kampus untuk mempersiapkan perwakilan ITP agar dapat bersaing dengan perwakilan dari perguruan tinggi lainnya,” tutup ia. Created By Widia/Humas ...