Persoalan limbah
dan kebutuhan energi bersih menjadi tantangan yang semakin penting di tengah
perkembangan industri. Dari pengalaman melihat dinamika kawasan industri Dumai
sejak kecil, Sri Hartuti, Ph.D., dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi
Padang, memilih jalur riset untuk mencari solusi. Fokusnya mengarah pada
pengelolaan limbah sekaligus pengembangan energi terbarukan.
Lahir dan besar
di Dumai, Sri Hartuti menyaksikan langsung perkembangan industri beserta
persoalan lingkungan yang menyertainya. Kondisi tersebut menumbuhkan tekad
untuk tidak sekadar menjadi penonton. Pendidikan kemudian menjadi jalan yang
ditempuhnya, mulai dari Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang, Universitas
Andalas, hingga Gifu University, Jepang, tempat ia menyelesaikan pendidikan
magister, doktor, dan postdoctoral.
Perjalanan
akademiknya di Jepang turut membentuk ketangguhan sebagai peneliti. Eksperimen
panjang di laboratorium menuntut waktu dan ketekunan, termasuk menjalani riset
intensif selama masa studi. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga menjalani
fase sebagai seorang ibu. Pengalaman akademik dan kehidupan itu menjadi bagian
dari perjalanan panjangnya dalam membangun konsistensi di dunia penelitian.Selama lebih
dari 11 tahun, Sri Hartuti mengembangkan riset terkait pengelolaan abu terbang
batu bara atau fly
ash. Penelitiannya mencakup karakteristik kimia, stabilisasi,
hingga pemanfaatannya sebagai pendukung katalis TiO₂. Melalui proses
fotokatalisis dengan bantuan sinar matahari, material tersebut dikembangkan untuk
membantu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan hidrogen sebagai sumber
energi bersih.
Sebagai salah
satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus
mendorong riset yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan
tantangan lingkungan. Perjalanan riset Sri Hartuti menjadi salah satu gambaran
bagaimana penelitian di bidang keteknikan dapat diarahkan tidak hanya untuk
menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi
berkelanjutan.Konsistensi
tersebut turut membawanya memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Fundamental
Reguler dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus
pada pengembangan teknologi energi berkelanjutan. Baginya, penelitian tidak
seharusnya berhenti sebagai publikasi. Riset perlu memiliki kebaruan, menjawab
persoalan penting, terjangkau, serta memiliki peluang memberikan manfaat bagi
masyarakat dan industri.
Perjalanan Sri
Hartuti menyampaikan satu pesan penting bagi generasi muda: perkembangan zaman
menuntut kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Menjadi peneliti bukan
hanya tentang menghasilkan karya ilmiah, tetapi menemukan persoalan yang
penting, menawarkan kebaruan, dan menghadirkan manfaat nyata. Dari limbah,
riset terus bergerak menuju peluang energi bersih masa depan.
Created By Widia/Humas
...
Kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang
konstruksi terus berkembang seiring tuntutan pembangunan daerah. Menjawab
kebutuhan tersebut, Institut Teknologi Padang melakukan kunjungan ke Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto, Rabu (12/8/2026),
untuk menyosialisasikan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan
Magister Teknik Sipil.
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Rektor III ITP, Firmansyah
David, S.T., M.Eng., Ph.D., didampingi Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan PMB,
Dr. Herix Sonata MS, M.Si., serta Ketua Program Studi S2 Teknik Sipil ITP, Ir.
Leli Honesti, Ph.D. Kehadiran tim ITP disambut Kepala Dinas PUPR Kota
Sawahlunto, Def Afrianto, S.T., bersama jajaran pejabat di lingkungan Dinas
PUPR.
Dalam pertemuan tersebut, tim ITP memperkenalkan peluang
melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program RPL dan Magister Teknik Sipil.
Skema RPL memberikan ruang bagi pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh
sebelumnya untuk diakui dalam proses pendidikan, sehingga dapat menjadi
alternatif bagi tenaga profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik
tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaannya.Sementara itu, Program Magister Teknik Sipil ITP menjadi salah
satu pilihan pengembangan kompetensi bagi aparatur dan tenaga profesional yang
berkecimpung dalam pembangunan infrastruktur. Pertemuan dengan jajaran Dinas
PUPR Sawahlunto sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan
pendidikan, kompetensi, dan pengembangan sumber daya manusia yang relevan
dengan tantangan pembangunan daerah.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus membuka akses pendidikan yang lebih adaptif bagi
masyarakat dan tenaga profesional. Melalui program RPL dan pendidikan
pascasarjana, ITP berupaya menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan
pengembangan kompetensi akademik, khususnya pada bidang keteknikan yang
memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur.Kunjungan ke Dinas PUPR Kota Sawahlunto menjadi bagian dari upaya
memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkenalkan program pendidikan ITP
secara langsung kepada institusi pemerintah daerah. Interaksi ini diharapkan
dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan sumber daya
manusia, khususnya bagi aparatur dan profesional bidang pekerjaan umum dan
konstruksi.
Melalui
komunikasi yang terbangun dalam kunjungan tersebut, ITP dan Dinas PUPR Kota
Sawahlunto memiliki ruang untuk melanjutkan pembahasan mengenai kebutuhan
peningkatan kompetensi dan peluang kerja sama di masa mendatang. Sinergi
pendidikan dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi
terhadap lahirnya SDM konstruksi yang semakin kompeten dan mendukung
pembangunan Kota Sawahlunto.Created By Widia/Humas ...
Pengalaman
panjang di tengah proyek infrastruktur membuat sosok Ir. Wilton Wahab, M.Eng.,
IPM, memahami bahwa teknik sipil bukan sekadar hitungan, melainkan soal
keselamatan dan kepercayaan. Alumni Institut Teknologi Padang ini menapaki
berbagai proyek strategis Sumatera Barat, dari pembangunan fasilitas publik
hingga penanganan darurat bencana yang menuntut ketelitian profesional yang
beragam.Jejak
profesional beliau terbentuk sejak menyelesaikan S1 Teknik Sipil di ITP pada
1994, yang saat itu dikenal sebagai STTP. Ia kemudian melanjutkan S2 Teknik
Sipil bidang Transportasi di University of Technology Malaysia pada 2001. Kini,
perjalanan akademiknya berlanjut melalui studi doktoral Teknik Sipil di
Universitas Andalas, memperkuat kompetensi keilmuannya terus.Berbagai
proyek strategis pernah dipercayakan kepada beliau, mulai dari pembangunan
fasilitas kesehatan, perencanaan jalan dan jembatan, hingga manajemen
konstruksi. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa profesi insinyur tidak
sekadar berkutat dengan hitungan, tetapi menyangkut kualitas, keselamatan, dan
kepentingan masyarakat.Beliau
juga terlibat dalam penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin dan
longsor pada ruas Padang Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan
mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem.Salah
satu pengalaman paling menantang terjadi saat beliau terlibat dalam penanganan darurat
bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor pada ruas Padang
Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan mengambil keputusan,
serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem. Ketika akses jalan kembali
aman dan dapat dilalui masyarakat, bagi beliau, keberhasilan pekerjaan bukan sekadar
pencapaian teknis, melainkan bentuk pengabdian nyata.Pengalaman
di lapangan kemudian dibawa beliau ke ruang akademik. Sebagai bagian dari
Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar beliau tidak hanya berbagi teori, tetapi
juga menghadirkan realitas proyek kepada mahasiswa. Pengalaman menghadapi
persoalan konstruksi, menjaga kualitas pekerjaan, dan mengutamakan keselamatan
menjadi bekal berharga bagi calon engineer.Beliau
menekankan bahwa dunia teknik sipil membutuhkan pribadi yang jujur, teliti,
berintegritas, dan tidak takut menghadapi tantangan di lapangan. Menurutnya,
kompetensi profesional juga perlu diperkuat melalui sertifikasi. Beliau
tercatat memiliki sertifikasi Ahli Utama Jenjang 9 pada bidang Manajemen
Konstruksi dan Teknik Jalan, serta lisensi sebagai Asesor Kompetensi BNSP.
Lebih dari
sekadar membangun infrastruktur, perjalanan beliau menunjukkan bagaimana
seorang engineer dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jalan yang
kembali berfungsi, fasilitas publik yang berdiri kokoh, hingga pengalaman yang
diwariskan kepada mahasiswa menjadi bagian dari pengabdian. Dari lapangan
menuju ruang kelas, ilmu terus dibagikan untuk menyiapkan generasi engineer
masa depan.Created By
Widia/Humas ...
Penguatan
kinerja dan tata kelola perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menjaga
kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Komitmen tersebut ditunjukkan
Institut Teknologi Padang melalui keikutsertaan dalam Monitoring dan Evaluasi
Capaian Kinerja Perguruan Tinggi (ME CKP) yang dilaksanakan LLDIKTI Wilayah X,
Selasa (04/08).
Kegiatan
monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum bagi ITP untuk meninjau capaian
kinerja perguruan tinggi sekaligus memastikan berbagai program yang telah
dijalankan berjalan sesuai target. Proses evaluasi juga menjadi ruang untuk
melihat perkembangan, mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat,
serta menyiapkan langkah perbaikan secara berkelanjutan.
Tim LLDIKTI
Wilayah X dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Ely Susanti, S.E., M.M.,
bersama tim. Kehadiran tim monitoring menjadi bagian dari proses evaluasi
terhadap capaian kinerja perguruan tinggi swasta sekaligus memberikan ruang
bagi institusi untuk menyampaikan perkembangan dan berbagai upaya yang telah
dilakukan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perguruan tinggi.
Pelaksanaan ME
CKP diikuti oleh jajaran pimpinan dan tim terkait di lingkungan ITP. Proses
monitoring menjadi kesempatan untuk menyelaraskan capaian institusi dengan
indikator kinerja yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan
tinggi. Data dan informasi yang disampaikan menjadi bagian penting dalam
menggambarkan perkembangan kinerja ITP secara menyeluruh.
Kegiatan
tersebut dipimpin Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM.
Sementara itu, Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Sc., bertindak
sebagai penanggung jawab ME CKP ITP Tahun 2026. Keterlibatan jajaran pimpinan
menunjukkan keseriusan institusi dalam memastikan proses evaluasi berjalan
secara optimal dan menghasilkan tindak lanjut yang konstruktif.Sebagai
Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong penguatan budaya
evaluasi dan peningkatan kinerja di seluruh lini institusi. Monitoring dan
evaluasi tidak dipandang sebatas proses administratif, tetapi menjadi instrumen
penting untuk memastikan program kerja, tata kelola, serta layanan pendidikan
terus berkembang sesuai kebutuhan dan tuntutan pendidikan tinggi.
Melalui
pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut, ITP berkomitmen menjadikan setiap
hasil evaluasi sebagai bahan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja.
Sinergi dengan LLDIKTI Wilayah X diharapkan semakin memperkuat tata kelola
institusi, meningkatkan kualitas layanan akademik maupun nonakademik, serta
mendukung pencapaian target ITP secara berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...
Perjalanan
Institut Teknologi Padang menuju panggung nasional berlanjut setelah ITP terpilih
mewakili LLDIKTI Wilayah X pada Final Nasional Anugerah Humas Diktisaintek
(AHD) 2026 kategori Pengelolaan Laman. Pada sesi tahap wawancara yang digelar
pada Kamis (30/07), ITP memaparkan inovasi pengelolaan laman kampus dengan
mengusung konsep era baru laman yang berorientasi pada dampak.
Mengusung tema
“Era Baru Laman ITP yang Berorientasi Dampak”, Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir.
Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., memaparkan strategi komunikasi digital melalui
laman itp.ac.id. Presentasi tersebut menyoroti bagaimana website perguruan
tinggi dapat berkembang menjadi pusat informasi yang transparan, inspiratif,
sekaligus mampu menjawab kebutuhan mahasiswa, dosen, calon mahasiswa, dan
masyarakat luas.Dalam
pengelolaannya, laman ITP dikembangkan dengan pendekatan data driven.
Didampingi Staf Publikasi ITP, Widia Afrianti, S.Si., Rektor memaparkan
pentingnya pemanfaatan data sebagai dasar dalam merancang komunikasi digital.
Pendekatan tersebut memungkinkan setiap konten, inovasi, dan interaksi
dievaluasi berdasarkan kebutuhan serta perilaku audiens.
Perubahan
paradigma ini menempatkan laman perguruan tinggi bukan lagi sekadar etalase
digital. Setiap informasi yang dipublikasikan diarahkan untuk memberikan
manfaat, memperkuat keterbukaan, dan membangun pengalaman digital yang relevan.
Dengan demikian, keberadaan laman menjadi bagian strategis dari komunikasi
institusi sekaligus sarana untuk memperkuat kepercayaan publik.Langkah tersebut
sejalan dengan komitmen ITP sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar dalam
menghadirkan layanan informasi yang berkualitas dan adaptif terhadap
perkembangan teknologi. Pengelolaan komunikasi digital berbasis data menjadi
salah satu upaya untuk memastikan informasi akademik, prestasi, inovasi,
kegiatan, dan layanan institusi dapat menjangkau publik secara lebih efektif.
Bagi ITP,
keberhasilan melaju ke Final Nasional AHD 2026 bukan sekadar pencapaian
kompetisi. Momentum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa transformasi
digital perguruan tinggi dapat dibangun melalui strategi yang terukur,
kreativitas konten, serta pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Website
menjadi ruang penting untuk mempertemukan informasi, layanan, inovasi, dan
cerita institusi.Dengan semangat
mewakili LLDIKTI Wilayah X di tingkat nasional, ITP siap memberikan hasil
terbaik pada Final Nasional AHD 2026. Setiap inovasi, konten, dan interaksi
yang lahir dari laman itp.ac.id diarahkan pada satu tujuan: menghadirkan
layanan informasi yang transparan, inspiratif, dan berdampak bagi mahasiswa,
dosen, calon mahasiswa, alumni, serta masyarakat luas.
Created By Widia/Humas
...