Gelombang transformasi digital menuntut penguatan
literasi teknologi sejak bangku sekolah. Menangkap kebutuhan itu, Program Studi
Teknik Elektro terbaik perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat menghadirkan Arduino
Innovation Challenge 2026, sebuah lomba inovasi teknologi tingkat SMA
se-Sumatera Barat.
Ajang ini dirancang untuk menumbuhkan minat,
kompetensi, dan keberanian siswa mengeksplorasi teknologi, khususnya
mikrokontroler dan kecerdasan buatan, melalui pendekatan praktik yang relevan
dengan kebutuhan masa depan.
Dalam rangka menyukseskan kegiatan tersebut,
mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah dilibatkan secara aktif untuk melakukan
sosialisasi dan pelatihan ke sekolah-sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari
pembelajaran berbasis pengabdian, sekaligus memperluas jangkauan literasi
teknologi di tingkat sekolah menengah. Kehadiran mahasiswa di lapangan menjadi
bukti nyata peran kampus dalam menggerakkan edukasi teknologi yang inklusif dan
berkelanjutan.Peran mahasiswa menjadi sorotan utama, karena mereka menjadi fasilitator
pembelajaran yang menjembatani konsep akademik dengan praktik sederhana
Arduino. Pendekatan ini memperkuat transfer pengetahuan sekaligus menghadirkan
inspirasi sebaya bagi para siswa.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan menjangkau 11
sekolah, yakni SMAN 1 Ranah Batahan, SMAN 2 Bayang, SMAN 1 Solok Selatan, SMAN
2 Mandau, SMAN 1 Kota Solok, SMAN 1 Sungai Beremas Pasaman Barat, SMAN 1
Bonjol, SMAN 1 Hiliran Gumanti Alahan Panjang, SMAN 1 Batang Kapas, SMAN 2 Kota
Solok, serta SMAN 1 Rambatan Batusangkar. Jangkauan ini menegaskan komitmen
pemerataan literasi teknologi.
Dalam setiap kunjungan, mahasiswa Teknik Elektro
memaparkan konsep dasar mikrokontroler Arduino, pemrograman sederhana, hingga
contoh penerapan proyek inovatif. Siswa juga dibekali informasi mekanisme
lomba, kriteria penilaian, serta peluang pengembangan ide kreatif berbasis
teknologi. Metode praktik langsung membuat siswa lebih percaya diri dan
antusias mengeksplorasi gagasan inovasi.
Ketua Program Studi Teknik Elektro, Taufal Hidayat,
Ph.D, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi pendidikan jangka
panjang. Menurutnya, peran mahasiswa sebagai edukator lapangan menjadi nilai
tambah program ini.
“Melalui Arduino Innovation Challenge 2026, kami
ingin menumbuhkan minat siswa SMA terhadap teknologi dan rekayasa sejak dini,
sekaligus menyiapkan talenta yang adaptif terhadap AI,” ujar beliau.
Selain berdampak bagi siswa, program ini juga mengasah kepemimpinan dan komunikasi mahasiswa KIP Kuliah melalui pendampingan langsung di sekolah. Ke depan, kompetisi ini diharapkan membangun ekosistem inovasi teknologi di Sumatera Barat, sekaligus memperkuat kontribusi Institut Teknologi Padang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat dalam mencetak generasi inovatif dan berdaya saing.
Bagi siswa dan sekolah yang ingin mengambil bagian
dalam pengalaman belajar teknologi yang aplikatif dan inspiratif ini, silahkan
daftar pada link berikut.
Registrasi Peserta Lomba Inovasi Teknologi SMA 2026
Panduan lengkap pelaksanaan lomba dapat diakses
pada link di bawah ya:
Panduan Lomba Inovasi Teknologi SMA 2026.
Created By Widia/Humas
...
Kabar
membanggakan datang dari dunia publikasi ilmiah bidang teknologi informasi.
Jurnal Teknoif Teknik Informatika resmi meningkat peringkat dari SINTA 4 ke
SINTA 3, menandai pengakuan nasional atas kualitas pengelolaan, konsistensi
penerbitan, serta kontribusi ilmiah yang terus berkembang. Capaian ini menjadi
tonggak penting dalam penguatan budaya riset dan publikasi akademik yang
kredibel.
Peningkatan
peringkat SINTA tersebut bukanlah proses instan, melainkan hasil kerja panjang
yang melibatkan tata kelola jurnal yang profesional, proses editorial yang
ketat, serta komitmen terhadap etika publikasi ilmiah. Setiap artikel yang
diterbitkan melalui tahapan seleksi dan penelaahan sejawat guna memastikan mutu
ilmiah dan relevansi terhadap perkembangan teknologi informasi terkini.
Ketua
Program Studi Teknik Informatika, Eko Kurniawanto Putra, S.Pd., M.T., menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada seluruh tim pengelola Jurnal Teknoif. Ia menegaskan
bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang patut dibanggakan.
Menurutnya, keberhasilan naik ke SINTA 3 menjadi motivasi kuat untuk terus
meningkatkan kualitas jurnal secara berkelanjutan.
Capaian
ini turut memperkuat peran jurnal ilmiah sebagai pilar penting dalam ekosistem
akademik. Kehadiran jurnal bereputasi tidak hanya mendorong produktivitas
riset, tetapi juga meningkatkan daya saing institusi dalam ranah nasional.
Jurnal Teknoif dinilai mampu menjawab tantangan tersebut melalui komitmen pada
kualitas dan relevansi keilmuan.
Ke depan, peningkatan peringkat ini diharapkan menjadi langkah awal menuju capaian yang lebih tinggi. Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, Jurnal Teknoif Teknik Informatika diharapkan terus berkembang sebagai media publikasi ilmiah yang unggul, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam kemajuan teknologi informasi di Indonesia, sekaligus memperkuat peran Institut Teknologi Padang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat yang konsisten mendorong pengembangan riset dan publikasi ilmiah berkualitas.
Created By Widia/Humas
...
Keterbukaan
terhadap kolaborasi global menjadi kunci penguatan pendidikan vokasi di era
industri modern. Semangat tersebut tercermin dalam sambutan hangat Institut
Teknologi Padang terhadap kunjungan kemitraan dari Kolej Sei Ryu Sha Malaysia
yang dipimpin oleh Ketua Operasi, Dr. Wan Yusoff bin Wan Ismail, pada Selasa
(03/02), bertempat di Ruang Sidang Utama Institut Teknologi Padang. Kunjungan
tersebut disambut oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T.,
M.T., IPM, didampingi Dekan Fakultas Vokasi Dr. Fajar Nugroho, M.T. Pertemuan
berlangsung dalam suasana dialogis dan kolaboratif, melibatkan dosen Fakultas
Vokasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem akademik berbasis praktik dan
inovasi. Kunjungan
ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pendidikan vokasi berdaya
saing global, sejalan dengan visi ITP dalam menghadirkan pembelajaran terapan
yang relevan dengan kebutuhan industri. Diskusi
menyoroti potensi kerja sama pendidikan vokasi, termasuk pengembangan program
bersama, penyelarasan kompetensi, hingga peluang magang industri. Kedua belah
pihak sepakat bahwa sinergi internasional diperlukan untuk menyiapkan lulusan
yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global, seiring pesatnya
perkembangan teknologi dan transformasi industri. Melalui
kolaborasi internasional, ITP menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan
vokasi yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, sekaligus
memperluas wawasan dosen dalam mengembangkan pembelajaran berbasis industri dan
teknologi terkini. Fakultas
Vokasi ITP terus menjadi garda terdepan dalam menjembatani dunia pendidikan dan
kebutuhan industri. Berbagai inisiatif penguatan kerja sama internasional
dilakukan sebagai upaya memastikan lulusan memiliki kompetensi teknis, karakter
profesional, serta daya saing yang relevan di pasar kerja regional maupun
global. Kunjungan
diakhiri dengan peninjauan Workshop Teknik Mesin sebagai representasi pembelajaran
praktik unggulan. Fasilitas ini menjadi bukti keseriusan kampus dalam
menghadirkan pendidikan vokasi berbasis praktik nyata. Melalui kolaborasi
berkelanjutan, kampus optimistis dapat terus melahirkan inovasi dan kontribusi
nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi vokasi.
Created By Widia/Humas
...
Upaya
pemulihan pascabanjir di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, terus
bergerak melalui sentuhan teknologi tepat guna. Tim Program Mahasiswa Berdampak
Institut Teknologi Padang hadir langsung ke lokasi untuk melakukan konsolidasi
bersama perangkat kelurahan dan warga pada Rabu (28/01).
Tim
yang dipimpin Hafni, S.T., M.T., didampingi Asnal Effendi, S.T., M.T., dan
Aswir Premadi, M.Sc., menggelar dialog terbuka dengan aparatur kelurahan.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas rencana teknis, tetapi juga menggali
persoalan yang dihadapi warga pascabencana.
Selain
konsolidasi, tim juga melakukan survei titik lokasi yang akan menjadi tempat
pengaplikasian teknologi. Observasi dilakukan untuk memastikan instalasi
penerangan surya dan sistem pengolahan air bersih dapat berjalan optimal.
Program
ini dirancang sebagai solusi terpadu berbasis energi terbarukan. Penerangan
tenaga surya diharapkan membantu aktivitas warga pada malam hari, sementara
alat pengolahan air bersih menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak
banjir.
Hafni menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan menempatkan masyarakat
sebagai mitra utama dalam proses perencanaan. Setiap masukan warga menjadi
dasar dalam perancangan alat di laboratorium. Menurutnya, teknologi yang
dihadirkan harus adaptif terhadap kondisi lapangan agar manfaatnya dapat
dirasakan dalam jangka panjang dan berkelanjutan.
Langkah
konsolidasi ini menjadi awal perjalanan panjang pemulihan berbasis inovasi.
Kolaborasi antara tim akademisi dan masyarakat Gurun Laweh diharapkan
melahirkan solusi nyata yang berdampak langsung.
Program
Mahasiswa Berdampak ITP diharapkan membawa semangat bahwa teknologi dapat
menjadi bagian penting dalam membangun kembali harapan pascabencana.
Created
By Widia/Humas
...
Langkah tegap dan semangat membara para pendekar
muda Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menggetarkan gelanggang Kejuaraan
Provinsi (Kejurprov) Sumatera Barat 2025. Empat atlet pencak silat yang
merupakan mahasiswa ITP sukses membawa pulang medali dengan performa luar biasa
yang mengukuhkan nama kampus teknik ini sebagai rumah para juara sejati.
Mereka adalah Satria Zaky, Rangga Firnando, Resya
Fega, dan Inggil Susilo. Kemenangan ini membuktikan bahwa ITP bukan hanya
mencetak insinyur unggul, tapi juga melahirkan pendekar-pendekar tangguh yang
mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.
Satria Zaky menjadi bintang utama dengan meraih
medali emas di Kelas E Putra (65–70 kg), menjadikannya juara pertama dalam
kategori tersebut. Mahasiswa ini tidak hanya menunjukkan teknik bertarung yang
mumpuni, tetapi juga memperlihatkan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri
khas mahasiswa ITP.
Sementara itu, dua medali perak diraih oleh Rangga
Firnando dan Resya Fega. Rangga tampil gemilang di Kelas C Putra (55–60 kg),
sedangkan Resya berjaya di Kelas F Putra (70–75 kg). Keduanya memperlihatkan
ketangguhan fisik dan strategi yang luar biasa. Meskipun belum berhasil meraih
emas, performa mereka layak diapresiasi tinggi.
Tak kalah membanggakan, Inggil Susilo
mempersembahkan medali perunggu dari Kelas D Putra (60–65 kg). Meski harus puas
di peringkat ketiga, perjuangannya hingga tahap semifinal memberikan pelajaran
penting soal sportivitas dan semangat juang.
Di balik medali yang gemerlap, ada latihan keras,
pengorbanan waktu belajar, serta dukungan penuh dari pelatih dan pihak kampus.
ITP sebagai institusi vokasi dan teknologi, juga memberikan perhatian terhadap
pengembangan minat dan bakat mahasiswanya.
Prestasi empat atlet pencak silat ini adalah
cerminan wajah baru pendidikan tinggi, tak hanya soal IPK, tapi juga keberanian
bertanding dan mental juara. Bagi ITP, ini hanyalah awal. Langkah ke depan akan
diiringi lebih banyak kemenangan dan regenerasi atlet-atlet muda. Dengan
dukungan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin ITP akan bersinar di ajang
nasional bahkan internasional.
Created By Widia/Humas ...