Guna
mempersiapkan tenaga kerja yang yang berdaya saing, terampil, bermutu, dan
relevan dengan tuntutan dunia kerja yang selaras dengan perkembangan era
digitalisasi saat , kolaborasi pendidikan dengan industri kerja sangat
diperlukan. Oleh karena itu, pemerintah secara aktif mendorong keterlibatan
dunia usaha dan dunia industri (DUDI)
untuk turut mendukung dan mengembangkan Sumber Daya Manusia dalam proyeksi
revitalisasi vokasi.
Selaras
dengan komitmen Institut Teknologi Padang (ITP) untuk melahirkan
lulusan-lulusan yang memiliki semangat kemandirian, inovatif, kompetitif dan
solutif bagi masyarakat, maka melalui program Matching Fund Tahun 2023 Program
Studi (Prodi) Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik Sarjana Terapan (TRIL Str) ITP
mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan magang industri. Sebanyak 4 orang mahasiswa yang berasal dari
angkatan 2020 dan angkatan 2021 Prodi TRIL STr ITP dan 1 orang mahasiswa dari
Prodi Teknik Elektro Sarjana dikirim ke mitra industri PT. Inovasi Solusi
Transportasi Indonesia atau PT. Frogs Indonesia.
Ketua
Prodi TRIL STr ITP, Asnal Effendi, S.T.,M.T. menjelaskan keberangkatan mahasiswa
dalam magang industri ini merupakan bagian dari program Matching Fund Tahun
2023, dimana program ini merupakan hibah pendanaan dari kemdikbudristek RI
terhadap dana atau sumber daya yang telah disediakan oleh pihak mitra untuk bekerjasama
dengan perguruan tinggi. Program Matching Fund diharapkan akan mendorong
terbentuknya ekosistem kolaborasi yang lebih erat dan terakselerasi antara
kampus, DUDI, instansi pemerintah, dan masyarakat.
“Program
magang mahasiswa ke PT. Frogs Indonesia ini selain magang mahasiswa juga melakukan
penelitian dan pengujian pesawat pada perusahaan tersebut. Riset penelitian yang
dilaksanakan pada program Matching Fund Tahun 2023 melalui Kedaireka antara Prodi
TRIL STr ITP dengan PT. Frogs Indonesia adalah pengontrolan terbang Hexacopter
serta pengambilan Fotogrametri, sehingga hasil penelitian ini dapat berdayaguna
untuk kepentingan yang lebih nyata dan mengambil peran dalam menunjang program
pemerintah khususnya dibidang survey dan pemetaan wilayah, “ ujar Ka. Prodi TRIL
STr ITP, Minggu (16/07).
Ia
menyebutkan periode pelaksanaan kegiatan magang mahasiswa ini berlangsung
selama enam bulan dimulai dari tanggal 17 Juli hingga 17 Desember 2023. Pelaksanaan
program magang mahasiswa ke PT.Frogs Indonesia ini merupakan implementasi dari program
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Indikator Kinerja Utama (IKU) poin 2,
yaitu mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Hal ini memiliki nilai
strategis karena melalui program magang mahasiswa ini menjadi bukti adanya penciptaan
kolaborasi dan sinergi strategis antara insan perguruan tinggi dengan pihak
mitra, sehingga membentuk ekosistem Merdeka Belajar–Kampus Merdeka.
Ka.
Prodi TRIL STr ITP menuturkan pemilihan PT. Frogs Indonesia sebagai mitra dalam
program Matching Fund Tahun 2023 adalah karena PT. Frogs Indonesia merupakan
perusahan manufaktur pesawat terbang cerdas yang telah memiliki banyak
pengalaman terkait pengembangan produk pesawat udara cerdas. Pengembangan
produk ini telah menghasilkan prototipe pesawat air taxi yang telah mampu
menunjukkan performa terbang hover .
“PT.
Frogs Indonesia telah berhasil
mengembangkan prototipe pesawat air taxi Frogs Indonesia, Frogs282. Produk ini merupakan
satu-satunya produk pesawat air taxi produksi Indonesia yang telah berhasil
diterbangkan pada tahun 2020. Hingga saat ini, pengembangan produk pesawat air
taxi ini masih terus dilanjutkan bersandingan dengan pengembangan regulasi dan
batasan operasi yang masih dibicarakan pemerintah ,” tutur Ka. Prodi TRIL STr ITP.
Terakhir
ia menyampaikan harapannya dengan adanya pengalaman magang ke PT. Frogs
Indonesia memberikan pengetahuan dan analisa tentang pengembangan dunia pesawat
udara cerdas bagi mahasiswa. Selain itu, ia juga berharap adanya kerja sama
keberlanjutan terkait pesawat cerdas dan Prodi TRIL STr dapat membuat atau merakit pesawat cerdas dan
menjadi salah satu cabang PT. Frogs Indonesia di Wilayah Sumatera.
Berikut
Nama Mahasiswa Peserta Magang Industri ke PT. Frogs Indonesia :
1.
Abdul
Karim ( Prodi TRIL STr )
2.
Arifwindi
Syahputra ( Prodi TRIL STr )
3.
Gusri
Rahmawati ( Prodi TRIL STr )
4.
Rizki
Maulana ( Prodi TRIL STr )
5.
Gabriel
Hafizh Usman (Teknik Elektro S1)
Created
By Widia/Humas ...
Dalam
mendukung transformasi pendidikan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
(MBKM) yang menaungi berbagai program mobilisasi mahasiswa untuk peningkatan
kualitas lulusan pendidikan tinggi. Institut Teknologi Padang (ITP) melalui
Program Studi (Prodi) Teknik Geodesi melakukan aktualisasi program nyata dalam
bentuk magang mahasiswa ke mitra industri
dan asistensi mengajar di satuan pendidikan.
Langkah
komprehensif ini merupakan wujud komitmen Prodi Teknik Geodesi dalam memberikan
kesempatan emas bagi mahasiswa untuk menyerap informasi dan membangun hubungan profesional
dengan dunia industri serta satuan pendidikan. Hal ini bertujuan untuk membina
jejaring baru yang dapat memberikan manfaat positif bagi pengembangan
pendidikan di Indonesia.“Prodi Teknik
Geodesi melakukan seremonial pelepasan mahasiswa magang dan asistensi mengajar
pada Sabtu (15/07), sebanyak 5 orang mahasiswa angkatan 2020 diberangkatkan ke
empat mitra industri yaitu PT. WebGIS Indonesia, PT. Waindo Sprecterra,
PT. Jaya Survei Indonesia, dan PT. Sampulu Adijaya Prakarsa. Selanjutnya 3 orang mahasiswa akan menyusul
dengan tujuan PT. Aria Agri Indonesia, dengan total jumlah
mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang ini sebanyak 8 orang.“ ujar
Ka.Prodi Teknik Geodesi ITP.
Mahasiswa yang
berangkat dilepas secara langsung oleh Direktur
PKKM 2023, Fajrin, M.Si didampingi oleh Direktur Bidang Administrasi Umum &
Keuangan, Nur’aini Dian Intansari S.Ak, serta Ka. Prodi Teknik Geodesi Dwi Arini, M.T dan perwakilan Dosen, Dwi Marsiska Driptufany, M.Si, Ia
menambahkan seluruh mitra yang menjadi tujuan program magang industri mahasiswa
merupakan mitra industri yang telah sepakat
melakukan kegiatan magang di perusahaan melalui kesepakatan kerjasama dan
kunjungan yang telah dilakukan pihak Prodi ke Industri.
“Dampak
positif dari pengembangan kemitraan ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa,
tetapi juga oleh Prodi itu sendiri, dengan menjalin hubungan yang kuat dengan
industri dan satuan pendidikan sehingga dapat memperluas jejaring komunikasi
antar prodi dan industri serta satuan pendidikan. Melalui pengalaman belajar
yang lebih terintegrasi dan relevan, mahasiswa diharapkan dapat berkembang
menjadi lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja, " tutur Direktur
PKKM 2023, Fajrin, M.Si.
Adanya program MBKM
untuk mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa mahasiswa
dengan pengalaman kontekstual di lapangan sehingga mahasiswa menjadi lebih siap
untuk masuk dalam di dunia kerja. Program MBKM
diluncurkan dalam rangka menyiapkan para mahasiswa menghadapi perubahan sosial,
budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat.
Selanjutnya Prodi
Teknik Geodesi melepas dua orang mahasiswa untuk program asistensi mengajar
pada satuan pendidikan yang akan dilaksanakan di SMK
Negeri 1 Bukittinggi dan SMK Negeri 2 Payakumbuh. Tujuan dari program
asistensi mengajar ini adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam kegiatan
belajar mengajar di satuan pendidikan dengan mengimplementasikan ilmu yang
telah didapatkan di Program Studi dan mahasiswa juga akan diberikan
pendampingan dari pihak sekolah selama proses kegiatan berlangsung.
Program
asistensi mengajar memberikan kesempatan bagi mahasiswa turut serta
berkontribusi aktif di dunia pendidikan. Aktivitas asistensi mengajar di
satuan pendidikan membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan serta
relevansi pendidikan tinggi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Harapannya
semoga kegiatan magang dan asistensi mengajar yang
dilaksanakan ini dapat menambah pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa, mendapatkan pengalaman dunia
kerja langsung di Industri dan satuan pengajaran. Semoga dapat memotivasi
mahasiswa dalam mengembangkan potensi dirinya demi mencetak Sumber Daya
Mahasiswa yang berkualitas Unggul, “ tutup Ka Prodi. Teknik Geodesi ITP .
Created By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP) berkomitmen penuh dalam upaya sinkronisasi antara kompetensi yang dimiliki lulusannya dengan kebutuhan dunia kerja pada era digitalisasi saat ini. Pada era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini mendorong setiap individu untuk adaptif dan inovatif, serta kondisi ini menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki talenta dan kreativitas tinggi yang dapat berdaya saing. Dalam rancangan meningkatkan potensi mahasiswa, salah satu upaya yang dilakukan oleh perguruan tinggi adalah merancang program pengembangan softskill mencakup beragam pendekatan dan metode yang berbeda. Dalam hal ini ITP melalui program studi (prodi) teknik elektro menyelenggarakan mata kuliah studium general yang berfokus pada pengembangan keterampilan softskill mahasiswa. Saat ditemui secara langsung ketua prodi teknik elektro ITP, Andi Muhammad Nur Putra, M.T. menjelaskan tujuan prodi teknik elektro memuat mata kuliah studium general dalam kurikulumnya adalah untuk menjembatani mahasiswa, dalam meningkat kompetensi dirinya selaras dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan karakter. “Studium general lahir dari evaluasi pengembangan kurikulum terhadap profil lulusan, karena yang menjadi momok lulusan baru adalah transformasi dari suasana lingkungan pendidikan berubah menjadi lingkungan professional kerja. Hal ini menuntut kita untuk menghadirkan suatu mata kuliah yang secara khusus bertujuan untuk mengasah softskill mahasiswa yang dapat diambil pada semester 4, “ ujar Ka.Prodi, Selasa (11/07). Ia menjelaskan pada tahun-tahun awal pelaksanaan mata kuliah studium general, prodi teknik elektro menerapkan pola pembelajaran dengan menunjuk satu dosen sebagai pengampu mata kuliah, namun setelah melakukan evaluasi kurikulum pelaksanaan seperti itu dinilai kurang optimal. Sehingga, pada tahun 2021 prodi melakukan inovasi merancang mata kuliah studium general dengan skema satu topik disampaikan oleh satu pemateri yang merupakan ahli dalam bidangnya. Prodi teknik elektro selama dua tahun terakhir mengundang pemateri baik dari akademisi maupun praktisi dari pihak luar yang memiliki pengalaman langsung berkaitan dengan topik yang telah dirancang oleh prodi. Selain itu, pemilihan pemateri ini juga merunut pada pemateri ini merupakan ahli atau pakar pada topik tersebut. Ia menyampaikan ada 8 topik pada mata kuliah studium general yang telah dirancang oleh prodi teknik elektro ITP, pada topik Communication dan presentation skills kita mengundang Anna Syahrani, M. Eng. selaku Ka.Biro Humas, kerja sama, dan promosi ITP yang telah berpengalaman untuk menbangun komunikasi dengan berbagai pihak baik internal maupun eksternal. Selanjutnya untuk topik Self-Management and Leadership kita mengundang Agus, M.Sc. yang merupakan mantan wakil rektor bidang kemahasiswaan ITP yang pernah menjabat selama dua periode. “Prodi teknik elektro mengundang Yusreni Warmi, Dr.Eng selaku wakil rektor II bidang perencanaan, keuangan dan sarana prasarana pada topik Introduction to Life Skills. Selanjutnya pada topik Diversity and Change Management, kami mengundang Wenda Nofera, M.Sc. yang merupakan dosen teknik sipil yang pernah tinggal selama 10 tahun di Amerika Serikat, sehingga memiliki pengalaman untuk berinteraksi dengan berbagai etnis dan lingkungan yang multi cultural, “ kata Ka.Prodi. Ia melanjutkan pada topik Ethic, Integrity, and Professionalism prodi teknik eletro mengundang Andi Syofian, M.T. yang merupakan dosen teknik elektro sekaligus praktisi yang telah memiliki berbagai pengalaman lapangan. Pada topik Vision, Perspective, and Big Picture ia mengundang Firmansyah David, Ph.D. selaku wakil rektor I bidang akademik dan kemahasiswaan. “Selain para akademisi, pada semester ini kami mengundang Manajer Bengkel Listrik dan Instrument PT. Semen Padang, Budi Citra pada topik Problem-Solving and Analytical Thinking, beliau bertanggung jawab pada bagian pemeliharaan dan perbaikan plan-plan yang ada di PT. Semen Padang. Ia memberikan pengetahuan bagaimana cara mengidentifikasi masalah dan bagaimana strategi merumuskan solusinya, terakhir saya selaku ka.prodi bertanggung jawab pada topik penugasan. Seluruh topik yang tercakup pada mata kuliah studium general ini merupakan topik-topik yang dapat memenuhi cakrawala wawasan mahasiswa yang mengarah kepada keterampilan life skills,” terang ia. Ia menuturkan berdasarkan hasil evaluasi dengan memberikan kusioner pada akhir perkuliahan pada mahasiswa, lebih kurang 80% mahasiswa sangat puas dan setuju dengan pola pembelajaran seperti ini. Disamping itu, berdasarkan hasil review mahasiswa yang telah lulus dari mata kuliah studium general menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi dan cara berfikirnya. Hal ini karena dinilai mahasiswa dapat merasakan suasana pembelajaran yang menarik dan mahasiswa dapat menyerap informasi dari pemateri yang hadir. “Terakhir harapannya mata kuliah studium general ini dapat memberikan bekal dan persiapan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif. Topik-topik yang telah diberikan harapannya dapat mengasah keterampilan professional yang dibutuhkan dalam lingkungan pekerjaan dan dapat dikembangkan lagi secara mandiri oleh mahasiswa , “ tutup ia.Created By Widia/Humas ...
Mahasiswa bersama dosen Program Studi (Prodi) D4 Teknologi Rekayasa
Konstruksi Bangunan Gedung (TRKBG) Institut Teknologi Padang (ITP) mengadakan
kuliah lapangan ke Proyek Pembangunan Gedung Pusat Informasi dan Perpustakaan
Universitas Negeri Padang pada, Kamis (06/07). Kegiatan kuliah lapangan ini
bekerja sama dengan PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.
Kuliah lapangan ini bertujuan untuk mengembangkan pemikiran dan
merangsang kreatifitas mahasiswa melalui penggalian sumber belajar yang ada di
objek tersebut. Kuliah lapangan yang dibalut dalam bentuk kunjungan industri ini
merupakan bagian pembelajaran dalam mata kuliah manajemen proyek serta mata
kuliah estimasi biaya dan penjadwalan proyek.
Kegiatan kuliah lapangan Prodi TRKBG ITP ini
diikuti oleh 16 orang mahasiswa yang didampingi oleh satu dosen pengampu, Dyla
Midya Octavia, M.T. dan Ketua Prodi TRKBG ITP, Misbah, M.T. Dyla selaku dosen
pengampu menjelaskan kuliah lapangan ini
dilaksanakan untuk menunjang dan menambah wawasan mahasiswa guna memperoleh
ilmu dan informasi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi secara nyata, bukan hanya sekedar mendapatkan
teori di kelas.
“Dalam kegiatan kuliah lapangan ini rombongan Prodi TRKBG ITP diterima
langsung oleh Project Manajer perwakilan dari PT. Nusa Konstruksi
Enjiniring Tbk, Suharianto, S.T.,M.T. Kita juga disambut dengan hangat dan
difasilitasi oleh tim PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk dalam penyelenggaraan
kuliah lapangan ini, “ ujar Dyla, Senin (10/07).
Ia menyebutkan rangkaian kuliah lapangan
dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan penyampaian safety introduction oleh
Project Manajer PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, terkait keselamatan dan aturan yang harus
ditaati di lokasi. Selanjutnya,
mahasiswa melakukan orientasi lapangan yaitu peninjauan langsung ke lokasi
proyek bersama tim PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.
Ia menyebutkan pada kuliah lapangan kali ini
mahasiswa dibagi dalam 4 kelompok yang didampingi oleh 4 orang staf PT.
Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, yang terdiri dari Site Manajer, staf Health, Safety, and
Environment (HSE) dan staf Quantity
Surveying (QS). Selama pelaksanaan tour proyek ini para peserta diwajibkan
untuk mengenakan APD lengkap (helm proyek, boots proyek, dan rompi proyek.
Pada kesempatan kali ini mahasiswa sangat
beruntung sekali karena dapat melihat langsung pelaksanaan pekerjaan proyek
pembangunan yang sedang berjalan. Sehingga mahasiswa dapat melihat
gambaran bagaimana pelaksanaan proyek
yang ada dilapangan, baik meliputi teknis maupun manajemen pelaksanaan sebuah proyek pembangunan
berdasarkan dengan pemaparan yang disampaikan oleh pendamping tim.
Ia menuturkan mahasiswa sangat antusias dalam
kegiatan kuliah lapangan ini, hal ini ditunjukkan dengan interaksi dan
pertanyaan yang diajukan selama tour proyek. Momentum kuliah lapangan ini
merupakan kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menggali
informasi dan pengetahuan secara langsung kepada para praktisi yang terkait
didalam proyek pembangunan.
“Atas antusiasme yang tinggi dari mahasiswa
membuat tim PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk memberikan tambahan
waktu, kegiatan yang seharusnya berakhir pada pukul 10.30 WIB, diberi tambahan
waktu hingga pukul 11.30. Tim PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk selama tour proyek dengan
profesional memberikan informasi dan jawaban yang diajukan oleh mahasiswa kita
terkait bagaimana pelaksanaan proyek dan manajemen proyek,” tutur ia.
Terakhir ia menyebutkan harapannya dengan
kuliah lapangan ini mahasiswa dapat memperluas wawasan berfikir untuk dapat mampu menganalisa dan memecahkan
masalah yang timbul dilapangan serta berguna dalam mewujudkan pola kerja yang
akan dihadapi nantinya. Selanjutnya kuliah lapangan ini menjadi motivasi bagi
mereka untuk menyelesaikan studi tepat waktu agar bisa berperan serta dalam
proyek konstruksi.
Created By Widia/Humas
...
Program
Studi (Prodi) Teknik Lingkungan Institut Teknologi Padang (ITP) berkomitmen
penuh dalam menjawab isu-isu permasalahan lingkungan yang ada di Indonesia.
Salah satu bentuk implementasi dari komitmen ITP dalam menyelesaian
permasalahan lingkungan yaitu dengan menyelenggarakan kuliah tamu yang
mengusung tema “Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat” di aula Gedung D
Kampus 1 ITP, Kamis (06/07).
Kegiatan
dibuka oleh Rizki Ananda, M.T. selaku ketua panitia kuliah tamu, ia menyampaikan
bahwa masyarakat perlu mendapatkan pandangan dan prespektif tentang pentingnya
pengelolaan sampah. Hal ini karena setelah dikaji sampah merupakan objek yang
sangat susah terurai, butuh waktu berpuluh tahun untuk mengurai satu sampah plastik,
oleh karena itu penting peran kita sebagai akademisi untuk mengedukasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga tercipta lingkungan yang bersih
dan sehat.
Acara
dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Ketua Prodi Teknik Lingkungan ITP, Dr. Herix Sonata, M.Si, ia menyebutkan bahwa masalah pengelolaan sampah
adalah masalah yang terus menjadi momok bagi kita semua. Sehingga, perlu peran
generasi muda untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam menghasilkan strategi
solutif bagi isu-isu permasalahan lingkungan yang ada.
“Mahasiswa saat ini didorong
sebagai inisiator dan diharapkan mampu menciptakan peluang yang diwujudkan
dalam aksi nyata, diantaranya adalah memunculkan jiwa entrepreneurship dan
merancang kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan. Beberapa kegiatan terkait
aksi nyata tersebut adalah mengelola masalah persampahan dan sumbangsih dari
network bagi pemberdayaan lingkungan ,”
jelas Ka. Prodi Teknik Lingkungan.
Ia
menjelaskan kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan mahasiswa informasi
terbaru berkaitan dengan inovasi penanggulangan masalah lingkungan. Menurutnya mahasiswa
dapat termotivasi memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menyerap informasi,
sehingga ide yang kita ajukan harus sesuai dengan perkembangan zaman.Ia
mengungkapkan kehadiran Ekho Kurniawan,S.T selaku sosok dibalik berdirinya Bank
Sampah Sahabat Alam (BSSA) dan sebagai praktisi muda yang konsen dalam bidang
pengelolaan lingkungan, diharapkan mampu menambah cakrawala pengetahuan manusia
untuk mulai melakukan hal-hal sederhana terhadap lingkungan, namun dapat berdampak
besar bagi masyarakat disekitarnya.
Ka. Prodi Teknik
Lingkungan menyebutkan BSSA telah berhasil menorehkan berbagai prestasi yaitu
Juara 1 PKK Tingkat Kota se-Sumatera Barat dan enjadi Kandidat PROPER EMAS KLHK
Mitra Pertamina DPPU Minangkabau. Selain prestasi ini, BSSA juga telah berhasil
menjawab isu-isu lingkungan yang ada didaerahnya.
“Jadi
pola fikir kita itu harus global, namun action kita harus dimulai dari hal-hal
sederhana namun berdampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitar kita. Dengan
adanya kuliah tamu ini mahasiswa dapat menyerap informasi tentang bagaimana
pengelolaan dan pengembangan BSSA dan dapat merubah mindset mahasiswa bahwa
sampah bukan lagi dibiarkan saja, tetapi dapat diubah menjadi sesuatu yang
berdaya guna, Langkah awalnya dapat dimulai untuk mengembangkan enterpreneur skala
desa,” terang ia.
Acara
dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber Ekho Kurniawan,S.T, ia
menyebutkan bahwa masalah sampah merupakan topik yang menarik baginya,
menurutnya setiap individu pasti akan menghasilkan sebuah sampah tiap harinya. Menurutnya
masalah terbesar dalam pengelolaan sampah itu adalah dari masyarakat sendiri,
dimana masih kesulitan dalam membiasakan diri dalam pengelolaan sampah. Sehingga
hal ini berdampak pada Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) daerah yang selalu over capacity
yang berdampak pada kerusakan lingkungan.
Ekho
menjelaskan fenomena tersebut mendorong ia berinisiatif mengajak masyarakat
untuk membangun BSSA yang memiliki komunitas yang kecil sehingga lebih mudah
dalam pelaksanaannya, menggunakan teknologi yang sederhana, minim biaya, dan
minim tenaga kerja. Dengan tetap berkomitmen dengan empat prinsip tadi Ekho
menyebutkan BSAA berhasil menyelesaikan isu-isu permasalahan lingkungan.
“BSSA
berhasil menyelesaikan isu Sustainable Development Goals (SDGs), Circular
Economy melalui penanganan Food Waste dan Recycling Material, Global Warming
melalui pengurangan Gas Rumah KAca (KRK), dan Green Jobs dengan menciptakan
wirausahawan ramah lingkungan. Seluruh isu ini kami bentuk menjadi
produk-produk yang ramah secara lingkungan dan bernilai komersil ,” jelas Ekho.
Adapun
program-program dari BSSA adalah penciptaan nilai tambah dari sampah makanan
yang diolah menjadi pupuk basah dan pupuk kering, penciptaan nilai tambah dari
sampah daur ulang, penciptaan nilai tambah dari sampah residu, dan kerja sama
penangan sampah pulau konservasi pieh. Ia menambahkan Keseluruhan program ini memberdayakan
masyarakat sekitar pada proses pelaksanaannya.
“Kisah
sukses BSSA ini dapat juga adik-adik ciptakan melalui ide dan kemauan untuk
berkarya bagi masyarakat, karena sejatinya mahasiswa harus berfikir inovatif
dan selalu meningkatkan kualitas diri baik hardskill maupun softskill. Mahasiswa
harus mampu memanfaatkan kesempatan belajar yang difasilitasi kampus untuk
membangun kualitas diri dan relasi, karena ilmu yang dimanfaatkan dalam
pengembangan BSSA ini berasal dari pengalaman yang saya dapat dilapangan ,” tutup Ekho.
Created
By Widia/Humas
...