Harapan mulai tumbuh di bantaran Sungai
Batang Kandis, Sawah Liek, setelah akses jalan yang rusak akibat banjir bandang
mulai diperbaiki. Melalui kolaborasi ITPeduli dan Kitabisa.com, langkah pemulihan ini menjadi sinyal kuat bahwa warga
tidak sendiri menghadapi dampak bencana. Hari pertama kegiatan difokuskan pada
pembukaan jalur yang sebelumnya terputus, agar aktivitas warga perlahan kembali
berjalan.
Proses perbaikan dilakukan secara
gotong royong dengan melibatkan tenaga ahli Institut Teknologi Padang, tokoh
masyarakat setempat, serta mahasiswa. Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan
antara keahlian teknis dan kepedulian sosial. Setiap tahapan dikerjakan dengan
kehati-hatian, mengingat kondisi tanah di bantaran sungai masih labil
pascabanjir bandang.
Hari pertama kegiatan difokuskan pada
pembukaan kembali akses jalan yang terdampak parah. Bersama tenaga ahli dari
Institut Teknologi Padang, tokoh masyarakat setempat, serta mahasiswa, proses
perbaikan dilakukan secara gotong royong. Kolaborasi lintas elemen ini
memastikan setiap langkah teknis mempertimbangkan aspek keamanan, kebutuhan
warga, dan kondisi alam di sekitar bantaran sungai.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut
dengan intensitas yang lebih terukur. Program ITPeduli bersama Kitabisa.com tidak hanya memperbaiki jalur akses, tetapi juga melakukan
penguatan tanggul sebagai langkah mitigasi darurat. Upaya ini penting untuk
mengurangi risiko kerusakan lanjutan apabila terjadi peningkatan debit air di
Sungai Batang Kandis.
Progres perbaikan mulai terlihat
signifikan. Jalur yang sebelumnya terputus kini perlahan kembali dapat dilalui.
Sebagai perlindungan sementara, dilakukan pemasangan jumbo bag di sepanjang
bantaran sungai. Metode ini dipilih sebagai solusi cepat dan efektif untuk
menahan erosi serta memperkuat struktur tanah di area rawan longsor.
Dari total 1.000 jumbo bag yang
direncanakan, pemasangan sepanjang kurang lebih 103 meter telah mulai
terealisasi di sisi sungai. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko
banjir susulan sembari menunggu penanganan permanen. Kehadiran mahasiswa dalam
proses ini juga menjadi wujud nyata pengabdian dan pembelajaran langsung di
tengah masyarakat.
Bagi warga Sawah Liek, perbaikan ini
bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya harapan
pascabencana. Sinergi antara dunia pendidikan, platform kemanusiaan, dan
masyarakat lokal membuktikan bahwa pemulihan dapat berjalan lebih cepat ketika
dilakukan bersama. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju pemulihan
yang berkelanjutan dan lebih aman ke depan.
Created By Widia/Humas
...
Tata kelola yang kuat menjadi fondasi
utama dalam membangun perguruan tinggi yang adaptif dan berdaya saing.
Berangkat dari prinsip tersebut, Institut Teknologi Padang kembali melakukan
penguatan organisasi melalui pelantikan pejabat struktural sebagai bagian dari
upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Sebanyak 30 pejabat struktural resmi
dilantik untuk masa jabatan 2026–2027 sebagai bagian dari langkah strategis
pengembangan institusi. Pelantikan ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan
kepemimpinan, efektivitas manajemen, serta optimalisasi peran unit kerja dalam
mendukung tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan dan terarah. Prosesi pelantikan dipimpin langsung
oleh Pejabat Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati,
S.T., M.Eng., IPM. Dalam suasana penuh harapan, para pejabat yang dilantik
mengucapkan sumpah jabatan sebagai wujud komitmen menjalankan amanah dengan
integritas, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi bagi kemajuan institusi. Dalam arahannya, Prof. Maidiawati
menegaskan bahwa jabatan struktural bukan sekadar posisi administratif,
melainkan peran strategis dalam menggerakkan perubahan. Ia mendorong para
pejabat untuk membangun kolaborasi, memperkuat budaya kerja profesional, serta
menghadirkan layanan akademik dan nonakademik yang adaptif terhadap
perkembangan zaman. Pengisian jabatan struktural ini
mencakup berbagai bidang penting, mulai dari akademik, administrasi, hingga
pengembangan institusi. Penetapan dilakukan berdasarkan pertimbangan kompetensi
dan kebutuhan organisasi, dengan harapan mampu menciptakan sinergi lintas unit
serta meningkatkan kualitas tata kelola kampus secara menyeluruh. Melalui pelantikan ini, Institut
Teknologi Padang menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai perguruan
tinggi yang maju dan profesional. Dengan kepemimpinan yang solid dan visi yang
sejalan, seluruh sivitas akademika diharapkan dapat bersama-sama mendorong
kemajuan institusi dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Created By Widia/Humas
...
Langkah tegap dan semangat membara para pendekar
muda Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menggetarkan gelanggang Kejuaraan
Provinsi (Kejurprov) Sumatera Barat 2025. Empat atlet pencak silat yang
merupakan mahasiswa ITP sukses membawa pulang medali dengan performa luar biasa
yang mengukuhkan nama kampus teknik ini sebagai rumah para juara sejati.
Mereka adalah Satria Zaky, Rangga Firnando, Resya
Fega, dan Inggil Susilo. Kemenangan ini membuktikan bahwa ITP bukan hanya
mencetak insinyur unggul, tapi juga melahirkan pendekar-pendekar tangguh yang
mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.
Satria Zaky menjadi bintang utama dengan meraih
medali emas di Kelas E Putra (65–70 kg), menjadikannya juara pertama dalam
kategori tersebut. Mahasiswa ini tidak hanya menunjukkan teknik bertarung yang
mumpuni, tetapi juga memperlihatkan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri
khas mahasiswa ITP.
Sementara itu, dua medali perak diraih oleh Rangga
Firnando dan Resya Fega. Rangga tampil gemilang di Kelas C Putra (55–60 kg),
sedangkan Resya berjaya di Kelas F Putra (70–75 kg). Keduanya memperlihatkan
ketangguhan fisik dan strategi yang luar biasa. Meskipun belum berhasil meraih
emas, performa mereka layak diapresiasi tinggi.
Tak kalah membanggakan, Inggil Susilo
mempersembahkan medali perunggu dari Kelas D Putra (60–65 kg). Meski harus puas
di peringkat ketiga, perjuangannya hingga tahap semifinal memberikan pelajaran
penting soal sportivitas dan semangat juang.
Di balik medali yang gemerlap, ada latihan keras,
pengorbanan waktu belajar, serta dukungan penuh dari pelatih dan pihak kampus.
ITP sebagai institusi vokasi dan teknologi, juga memberikan perhatian terhadap
pengembangan minat dan bakat mahasiswanya.
Prestasi empat atlet pencak silat ini adalah
cerminan wajah baru pendidikan tinggi, tak hanya soal IPK, tapi juga keberanian
bertanding dan mental juara. Bagi ITP, ini hanyalah awal. Langkah ke depan akan
diiringi lebih banyak kemenangan dan regenerasi atlet-atlet muda. Dengan
dukungan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin ITP akan bersinar di ajang
nasional bahkan internasional.
Created By Widia/Humas ...
Lembaga
pemeringkatan perguruan tinggi internasional Webometrics of World
Universities kembali merilis daftar peringkat kampus dunia tahun 2025.
Dalam pemeringkatan berbasis visibilitas digital, transparansi data, dan
keunggulan akademik ini, Institut Teknologi Padang (ITP) mencetak lompatan
signifikan.
ITP
berhasil menembus posisi ke-281 nasional dan meraih peringkat ketiga Perguruan
Tinggi Swasta (PTS) terbaik se-Sumatera Barat. Posisi ini meningkat dari tahun
lalu 477 di Indonesia dan urutan 8 PTS se Sumatera Barat dan menjadi momentum
penting bagi ITP dalam memperkuat eksistensinya sebagai kampus teknologi unggul
di ranah digital dan akademik.
Webometrics
dikenal sebagai lembaga pemeringkat independen berbasis di Spanyol yang telah
memetakan lebih dari 32.000 perguruan tinggi di seluruh dunia. Indikator utama
penilaiannya mencakup visibility (pengaruh konten situs perguruan
tinggi), transparency (keterbukaan data ilmuwan dan publikasi), serta excellence
(jumlah artikel ilmiah terindeks di jurnal bereputasi tinggi).
Webometrics
memberi sorotan terhadap performa digital dan kontribusi akademik global dari
tiap kampus dengan sistem penilaian komprehensif. Dalam kategori visibility,
situs resmi ITP dinilai mengalami lonjakan tajam dalam jumlah dan kualitas
konten yang terpublikasi.
Tak
hanya itu, pada aspek transparency, ITP dinilai unggul dalam membuka
data ilmuwan, publikasi, dan rekam jejak akademik secara publik dan
terverifikasi. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan dalam
ekosistem pendidikan tinggi yang berbasis integritas dan keterbukaan.
Sementara
itu, dari sisi excellence, peningkatan jumlah publikasi ilmiah ITP di
jurnal internasional turut berkontribusi dalam memperkuat posisi kampus ini.
Ini menunjukkan komitmen ITP dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas
sekaligus memperluas reputasi akademiknya di level global.
Dengan
keberhasilan masuk 3 besar PTS terbaik se-Sumatera Barat versi Webometrics
2025, ITP mengukuhkan diri sebagai institusi pendidikan tinggi teknologi yang
tidak hanya berorientasi pada pengajaran, tetapi juga unggul dalam pengelolaan
digital, riset, dan kontribusi sosial.
Created By Widia/Humas
...
Semangat
juang mahasiswa Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menggelora di arena
olahraga. Sebanyak 12 atlet terpilih siap bertarung di ajang bergengsi
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sumatera Barat 2025 yang digelar Badan Pembina
Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Sumbar. Bertanding mulai 16 hingga 26
Juli mendatang, kontingen ITP tak hanya membawa nama kampus, tapi juga semangat
pantang menyerah dan mimpi besar menembus podium kehormatan.
Keberangkatan
para atlet ini secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., yang
didampingi oleh Kepala Biro Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir ITP,
Nelvidawati, M.T., pada Selasa, (15/07) di Ruang Sidang Utama ITP. Dalam arahannya,
Prof. Maidiawati menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada seluruh
atlet untuk menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi nama baik kampus.
Ajang
ini menjadi pembuktian bahwa mahasiswa ITP tak hanya hebat di laboratorium,
tapi juga sanggup mengguncang lapangan. Kehadiran 12 atlet di berbagai cabang
mulai dari pencak silat, karate, hingga bola voli indoor menandai keseriusan
ITP dalam membangun karakter mahasiswa melalui prestasi non-akademik yang
kompetitif, sportif, dan membanggakan.
Cabang olahraga Pencak Silat menjadi sektor yang paling banyak menyumbang
perwakilan, tercatat lima atlet ITP yakni Candra, Inggil Susilo, Rangga Firnando, Resya
Ahmad Fega, dan sang jawara kampus, Satria Zaky. Mereka akan menghadapi lawan
dari seluruh Sumbar dalam duel teknik dan strategi silat terbaik. Zaky sendiri
siap mempertahankan reputasi emas yang ia raih di ajang Direktur PNP Cup
beberapa waktu lalu.
Rahul
Maryulis Putra menjadi satu-satunya wakil ITP di cabang karate ia membawa
semangat bertarung yang tenang namun mematikan. Dikenal sebagai mahasiswa dengan
kedisiplinan tinggi, Rahul optimis bisa meraih podium untuk mempersembahkan
prestasi bagi kampus tercinta. Karate menjadi cabang yang penuh gengsi karena
banyaknya atlet tangguh dari kampus lain yang turut serta.
Di
cabang bola voli indoor, Muhammad Ardifa bersama tim beregu putra ITP juga siap
unjuk gigi. Tim ini telah mengasah strategi permainan dan kekompakan tim sejak
awal tahun. Konsistensi latihan dan chemistry antarpemain jadi kekuatan utama
menghadapi lawan tangguh. Mereka berharap bisa lolos hingga babak final dan
membuktikan bahwa voli ITP tak bisa dianggap remeh.
Keikutsertaan
dalam Kejurprov bukan sekadar kehadiran simbolik, ini adalah panggung serius
menuju ajang nasional. BAPOMI Sumbar menaruh harapan besar terhadap
kampus-kampus yang mengirimkan atlet terbaiknya. Kejuaraan ini dirancang
sebagai jalur pembinaan menuju POMNAS dan sekaligus momentum mencetak generasi
muda yang sehat, berintegritas, dan berprestasi lintas bidang.
Dukungan
dari Institut Teknologi Padang pun tak main-main, Kepala Biro Kemahasiswaan
menegaskan bahwa seluruh atlet mendapatkan dukungan moril dan fasilitas
pendampingan. “Kami ingin mahasiswa berprestasi secara utuh. Baik akademik
maupun non-akademik harus didukung dengan serius, dan Kejurprov ini adalah
bukti nyata komitmen itu,” tegasnya.
created
By Widia/Humas
...