Lembaga
pemeringkatan perguruan tinggi internasional Webometrics of World
Universities kembali merilis daftar peringkat kampus dunia tahun 2025.
Dalam pemeringkatan berbasis visibilitas digital, transparansi data, dan
keunggulan akademik ini, Institut Teknologi Padang (ITP) mencetak lompatan
signifikan.
ITP
berhasil menembus posisi ke-281 nasional dan meraih peringkat ketiga Perguruan
Tinggi Swasta (PTS) terbaik se-Sumatera Barat. Posisi ini meningkat dari tahun
lalu 477 di Indonesia dan urutan 8 PTS se Sumatera Barat dan menjadi momentum
penting bagi ITP dalam memperkuat eksistensinya sebagai kampus teknologi unggul
di ranah digital dan akademik.
Webometrics
dikenal sebagai lembaga pemeringkat independen berbasis di Spanyol yang telah
memetakan lebih dari 32.000 perguruan tinggi di seluruh dunia. Indikator utama
penilaiannya mencakup visibility (pengaruh konten situs perguruan
tinggi), transparency (keterbukaan data ilmuwan dan publikasi), serta excellence
(jumlah artikel ilmiah terindeks di jurnal bereputasi tinggi).
Webometrics
memberi sorotan terhadap performa digital dan kontribusi akademik global dari
tiap kampus dengan sistem penilaian komprehensif. Dalam kategori visibility,
situs resmi ITP dinilai mengalami lonjakan tajam dalam jumlah dan kualitas
konten yang terpublikasi.
Tak
hanya itu, pada aspek transparency, ITP dinilai unggul dalam membuka
data ilmuwan, publikasi, dan rekam jejak akademik secara publik dan
terverifikasi. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan dalam
ekosistem pendidikan tinggi yang berbasis integritas dan keterbukaan.
Sementara
itu, dari sisi excellence, peningkatan jumlah publikasi ilmiah ITP di
jurnal internasional turut berkontribusi dalam memperkuat posisi kampus ini.
Ini menunjukkan komitmen ITP dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas
sekaligus memperluas reputasi akademiknya di level global.
Dengan
keberhasilan masuk 3 besar PTS terbaik se-Sumatera Barat versi Webometrics
2025, ITP mengukuhkan diri sebagai institusi pendidikan tinggi teknologi yang
tidak hanya berorientasi pada pengajaran, tetapi juga unggul dalam pengelolaan
digital, riset, dan kontribusi sosial.
Created By Widia/Humas
...
Semangat
juang mahasiswa Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menggelora di arena
olahraga. Sebanyak 12 atlet terpilih siap bertarung di ajang bergengsi
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sumatera Barat 2025 yang digelar Badan Pembina
Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Sumbar. Bertanding mulai 16 hingga 26
Juli mendatang, kontingen ITP tak hanya membawa nama kampus, tapi juga semangat
pantang menyerah dan mimpi besar menembus podium kehormatan.
Keberangkatan
para atlet ini secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., yang
didampingi oleh Kepala Biro Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir ITP,
Nelvidawati, M.T., pada Selasa, (15/07) di Ruang Sidang Utama ITP. Dalam arahannya,
Prof. Maidiawati menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada seluruh
atlet untuk menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi nama baik kampus.
Ajang
ini menjadi pembuktian bahwa mahasiswa ITP tak hanya hebat di laboratorium,
tapi juga sanggup mengguncang lapangan. Kehadiran 12 atlet di berbagai cabang
mulai dari pencak silat, karate, hingga bola voli indoor menandai keseriusan
ITP dalam membangun karakter mahasiswa melalui prestasi non-akademik yang
kompetitif, sportif, dan membanggakan.
Cabang olahraga Pencak Silat menjadi sektor yang paling banyak menyumbang
perwakilan, tercatat lima atlet ITP yakni Candra, Inggil Susilo, Rangga Firnando, Resya
Ahmad Fega, dan sang jawara kampus, Satria Zaky. Mereka akan menghadapi lawan
dari seluruh Sumbar dalam duel teknik dan strategi silat terbaik. Zaky sendiri
siap mempertahankan reputasi emas yang ia raih di ajang Direktur PNP Cup
beberapa waktu lalu.
Rahul
Maryulis Putra menjadi satu-satunya wakil ITP di cabang karate ia membawa
semangat bertarung yang tenang namun mematikan. Dikenal sebagai mahasiswa dengan
kedisiplinan tinggi, Rahul optimis bisa meraih podium untuk mempersembahkan
prestasi bagi kampus tercinta. Karate menjadi cabang yang penuh gengsi karena
banyaknya atlet tangguh dari kampus lain yang turut serta.
Di
cabang bola voli indoor, Muhammad Ardifa bersama tim beregu putra ITP juga siap
unjuk gigi. Tim ini telah mengasah strategi permainan dan kekompakan tim sejak
awal tahun. Konsistensi latihan dan chemistry antarpemain jadi kekuatan utama
menghadapi lawan tangguh. Mereka berharap bisa lolos hingga babak final dan
membuktikan bahwa voli ITP tak bisa dianggap remeh.
Keikutsertaan
dalam Kejurprov bukan sekadar kehadiran simbolik, ini adalah panggung serius
menuju ajang nasional. BAPOMI Sumbar menaruh harapan besar terhadap
kampus-kampus yang mengirimkan atlet terbaiknya. Kejuaraan ini dirancang
sebagai jalur pembinaan menuju POMNAS dan sekaligus momentum mencetak generasi
muda yang sehat, berintegritas, dan berprestasi lintas bidang.
Dukungan
dari Institut Teknologi Padang pun tak main-main, Kepala Biro Kemahasiswaan
menegaskan bahwa seluruh atlet mendapatkan dukungan moril dan fasilitas
pendampingan. “Kami ingin mahasiswa berprestasi secara utuh. Baik akademik
maupun non-akademik harus didukung dengan serius, dan Kejurprov ini adalah
bukti nyata komitmen itu,” tegasnya.
created
By Widia/Humas
...
Dalam upaya memperkuat peran kehumasan di era
digital, Institut Teknologi Padang (ITP) turut berpartisipasi dalam kegiatan
Sosialisasi Anugerah Humas Diktiristek Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh
LLDIKTI Wilayah X Senin, (14/07). Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi
perguruan tinggi dalam memahami pentingnya tata kelola informasi publik dan
optimalisasi citra institusi di tengah lanskap digital yang terus berkembang.
Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdhalisma, S.H.,
M.Pd., menekankan pentingnya menjadikan humas sebagai jembatan antara institusi
dan masyarakat. Dalam paparannya, ia menyebut bahwa kepercayaan publik adalah
aset penting perguruan tinggi, dan humas memiliki peran sentral dalam
membangunnya secara sistemik, transparan, dan konsisten, terutama melalui kanal
digital yang kredibel.
Berlangsung di bawah koordinasi langsung
LLDIKTI Wilayah X, sosialisasi ini dihadiri oleh lebih dari 50 perwakilan
perguruan tinggi dari Sumatera Barat dan Jambi. Diskusi difokuskan pada
peningkatan kapasitas pengelolaan komunikasi publik, khususnya dalam menyusun
laporan kehumasan yang efektif serta pemahaman teknis terhadap kriteria
penilaian Anugerah Humas Diktiristek tahun 2025.
Sosialisasi ini juga membedah tantangan baru
humas kampus dalam menghadapi era digitalisasi. Para peserta dibekali strategi
komunikasi digital, optimalisasi media sosial, hingga teknik penulisan siaran
pers dan storytelling institusi. Tujuannya jelas: menjadikan humas kampus
sebagai garda depan dalam memperkuat branding dan reputasi lembaga di mata
publik.
Melalui keikutsertaan ini, ITP berkomitmen
untuk meningkatkan kapasitas SDM kehumasan, mengembangkan kanal digital yang
efektif seperti media sosial dan situs web, serta menjalin sinergi dengan media
massa dan komunitas.
Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai
langkah konkret, seperti penguatan tim humas, pengembangan website kampus,
integrasi kanal media sosial, serta produksi konten kreatif yang informatif.
Dalam era disrupsi digital, ITP menyadari bahwa reputasi kampus bukan hanya
dibentuk dari prestasi akademik, tetapi juga dari bagaimana informasi itu
dikemas dan disampaikan kepada publik.
Selain itu, partisipasi dalam Anugerah Humas
Diktiristek mendorong ITP untuk membangun indikator kinerja kehumasan yang
terukur. Mulai dari engagement rate media sosial, kualitas rilis media, hingga
efektivitas komunikasi krisis menjadi bagian penting dalam evaluasi internal
yang sedang dikembangkan bersama unit terkait di bawah biro humas dan kerja
sama kampus.
Tak hanya soal data dan strategi, kegiatan ini
juga membangun semangat kolaborasi antarhumas kampus di wilayah LLDIKTI X.
Peserta diberi ruang untuk bertukar pengalaman, membahas best practice, hingga
merumuskan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakteristik perguruan
tinggi masing-masing, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional.
Created By Widia/Humas ...
Institut
Teknologi Padang (ITP) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan
teknologi terapan untuk kepentingan kemanusiaan dan kebencanaan. Melalui
Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) Fakultas Vokasi, ITP
menawarkan inovasi drone hexacopter kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan
(Search and Rescue/SAR) Padang sebagai solusi teknologi dalam mendukung operasi
penyelamatan dan mitigasi bencana di lapangan.
Penjajakan
kerja sama diawali dengan demonstrasi langsung penggunaan drone hexacopter yang
digelar di Kampus II ITP, Aie Pacah, Padang, pada Senin (14/7). Dalam kegiatan
tersebut, pihak Kantor SAR Padang hadir menyaksikan manuver teknologi yang
dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa TRIL ITP. Potensi drone dalam mendukung
kegiatan mitigasi bencana secara cepat dan tepat sasaran menjadi daya tarik
tersendiri dari teknologi hasil pengembangan lokal ini.
Kepala
Seksi Sumber Daya Kantor SAR Padang, Sukamto, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas
inovasi yang ditawarkan ITP. Menurutnya, drone tersebut sangat potensial untuk
digunakan dalam misi penyelamatan dan mitigasi, khususnya di wilayah Sumatera
Barat yang rentan terhadap bencana.
“Kami
menyambut baik inovasi teknologi dari ITP ini karena memiliki potensi besar
untuk kami aplikasikan langsung dalam tugas-tugas kemanusiaan. Drone hexacopter
ITP sangat relevan dan membuka peluang kolaborasi strategis antara lembaga SAR
dan perguruan tinggi,” ujar beliau.
Salah
seorang tim dosen pengembang drone, Aswir Premadi, S.T., M.T., IPM.,
menjelaskan bahwa desain drone hexacopter ini mengutamakan kestabilan dan
adaptasi terhadap cuaca ekstrem. Dengan enam baling-baling dan struktur bodi
yang kokoh, drone ini mampu bertahan terbang dalam berbagai kondisi medan.
Tujuan utamanya adalah menjangkau wilayah bencana dengan cepat, efisien, dan
tetap aman secara operasional.
Menariknya,
drone ini juga dibekali fitur suara aktif, berupa speaker yang dapat digunakan
untuk menyampaikan instruksi evakuasi langsung kepada masyarakat, ini
menjadikannya bukan hanya alat pantau visual, tetapi juga alat komunikasi
kritis. Kepala Prodi TRIL, Asnal Effendi, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.,
menyebutkan bahwa spesifikasi drone ini sangat fleksibel dan bisa disesuaikan
dengan kebutuhan SAR secara teknis.
Tak
hanya terbatas untuk kebutuhan bencana, pengembangan drone hexacopter ini juga
diarahkan untuk membantu pertanian modern. Drone ini dapat difungsikan untuk
penyemprotan pestisida dan pemupukan tanaman secara otomatis. Pengembangan
lebih lanjut juga menyasar kebutuhan rekayasa cuaca, seperti hujan buatan dan
pemantauan kondisi udara.
Di
sisi lain, Prodi TRIL ITP juga memperluas inovasi ke teknologi perairan. Mereka
kini tengah mengembangkan kapal tanpa awak (unmanned surface vehicle) untuk
operasi SAR di laut dan sungai. Kolaborasi antara ITP dan Kantor SAR Padang
menjadi teladan sinergi produktif antara pendidikan tinggi dan lembaga layanan public,
inisiatif ini membuka ruang luas bagi pengembangan teknologi yang benar-benar
dibutuhkan masyarakat.
ITP
terus menegaskan posisinya sebagai kampus teknik vokasi yang adaptif, ITP
membuktikan bahwa mahasiswa dan dosennya mampu menghasilkan karya nyata.
Inovasi drone hexacopter dan kapal tanpa awak adalah bagian dari visi besar
untuk menjadikan teknologi buatan anak bangsa sebagai garda depan dalam
kemanusiaan, keberlanjutan, dan pembangunan daerah.
Created By Widia/Humas
...
Prestasi
membanggakan kembali ditorehkan Institut Teknologi Padang (ITP), Tim mahasiswa
dari Program Studi Teknik Mesin berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas
Mahasiswa (PKM) 2025 untuk skema Riset Eksakta (PKM-RE). Karya berjudul “Brina:
Analisis Biobriket Non Adhesive dari Pemanfaatan Limbah Serat TKKS dan Cangkang
Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan” , ini tak hanya relevan secara
ilmiah, tapi juga menyentuh isu strategis global terkait energi terbarukan.
Dibimbing
langsung oleh Dr. Ir. Nofriady Handra, tim ini mendapat pendanaan senilai
Rp7.080.000. Tim yang diberi nama Brina ini diketuai oleh Decky
Seprianto, dengan anggota Abdul Jalil, Reyvo Maizaqi, dan Fajar Ihsanul Riski.
Mereka menjadi satu-satunya tim dari ITP yang berhasil menembus ketatnya
seleksi nasional dari ribuan proposal yang masuk ke Kemendikti Saintek
Dalam
wawancara dengan Decky, ia menuturkan bahwa ide riset berangkat dari
ketertarikannya pada energi terbarukan saat terlibat dalam riset bersama dosen
pembimbing. “Kami ingin mengatasi krisis iklim dengan memanfaatkan limbah sawit
menjadi energi alternatif. Riset ini lahir sebagai bentuk tanggung jawab kami
terhadap lingkungan,” ungkapnya. Judul Brina sendiri merupakan akronim
yang merepresentasikan visi mereka tentang energi hijau yang efisien.
Sementara
itu, Abdul Jalil menjelaskan bahwa Ibahwa limbah kelapa sawit memiliki
karakteristik fisik dan kimia yang sangat cocok untuk dijadikan bahan baku
biobriket. “Banyak limbah sawit dibuang begitu saja, padahal ini bisa didaur
ulang menjadi energi bersih. Kami ingin mengubah masalah jadi solusi,” katanya.
Upaya ini juga sejalan dengan visi global tentang green energy serta target
pengurangan emisi karbon dari sektor industri berbasis biomassa lokal.
Reyvo
memaparkan bahwa riset ini tergolong baru dan belum banyak dikembangkan
sebelumnya. “Kami sedang dalam tahap awal pengujian. Tantangannya ada pada
proses formulasi dan efisiensi pembakaran tanpa bahan perekat,” katanya.
Tantangan lain datang dari pembagian waktu antara riset, kuliah, dan persiapan
laporan. Namun dengan manajemen tim yang baik, semua bisa teratasi secara
kolektif dan terstruktur.
Pembagian
tugas dalam tim menjadi salah satu kekuatan utama. Decky memegang kendali
koordinasi dan pelaporan, Jalil bertugas sebagai sekretaris, Reyvo mencatat
logbook dan keuangan, dan Fajar bertanggung jawab untuk konten serta
dokumentasi. “Dengan pembagian peran yang jelas, riset berjalan lebih rapi dan
terukur,” ujar Fajar.
Kabar
kelolosan menjadi momen yang tak terlupakan. Decky menyebut ini sebagai
pengalaman yang sangat membanggakan. “Menjadi satu-satunya tim ITP yang lolos
dari 1.590 proposal se-Indonesia adalah kehormatan. Tapi ini juga jadi tanggung
jawab untuk membawa nama kampus lebih tinggi,” tegasnya. Kini, mereka sedang
menyusun strategi untuk mencapai target berikutnya yakni lolos ke PIMNAS.
Decky
menutup dengan pesan inspiratif. “PKM ini bukan sekadar soal angka dan data,
tapi soal dampak. Kami ingin solusi yang kami tawarkan benar-benar bisa
menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain,”
ungkapnya. Bagi ITP, kehadiran tim Brina menjadi bukti bahwa kampus
teknik ini mampu mencetak inovator muda yang siap memberi solusi berkelanjutan
untuk Indonesia.
Created
By Widia/Humas
...