Kabar
membanggakan datang dari dunia publikasi ilmiah bidang teknologi informasi.
Jurnal Teknoif Teknik Informatika resmi meningkat peringkat dari SINTA 4 ke
SINTA 3, menandai pengakuan nasional atas kualitas pengelolaan, konsistensi
penerbitan, serta kontribusi ilmiah yang terus berkembang. Capaian ini menjadi
tonggak penting dalam penguatan budaya riset dan publikasi akademik yang
kredibel.
Peningkatan
peringkat SINTA tersebut bukanlah proses instan, melainkan hasil kerja panjang
yang melibatkan tata kelola jurnal yang profesional, proses editorial yang
ketat, serta komitmen terhadap etika publikasi ilmiah. Setiap artikel yang
diterbitkan melalui tahapan seleksi dan penelaahan sejawat guna memastikan mutu
ilmiah dan relevansi terhadap perkembangan teknologi informasi terkini.
Ketua
Program Studi Teknik Informatika, Eko Kurniawanto Putra, S.Pd., M.T., menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada seluruh tim pengelola Jurnal Teknoif. Ia menegaskan
bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang patut dibanggakan.
Menurutnya, keberhasilan naik ke SINTA 3 menjadi motivasi kuat untuk terus
meningkatkan kualitas jurnal secara berkelanjutan.
Capaian
ini turut memperkuat peran jurnal ilmiah sebagai pilar penting dalam ekosistem
akademik. Kehadiran jurnal bereputasi tidak hanya mendorong produktivitas
riset, tetapi juga meningkatkan daya saing institusi dalam ranah nasional.
Jurnal Teknoif dinilai mampu menjawab tantangan tersebut melalui komitmen pada
kualitas dan relevansi keilmuan.
Ke depan, peningkatan peringkat ini diharapkan menjadi langkah awal menuju capaian yang lebih tinggi. Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, Jurnal Teknoif Teknik Informatika diharapkan terus berkembang sebagai media publikasi ilmiah yang unggul, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam kemajuan teknologi informasi di Indonesia, sekaligus memperkuat peran Institut Teknologi Padang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat yang konsisten mendorong pengembangan riset dan publikasi ilmiah berkualitas.
Created By Widia/Humas
...
Keterbukaan
terhadap kolaborasi global menjadi kunci penguatan pendidikan vokasi di era
industri modern. Semangat tersebut tercermin dalam sambutan hangat Institut
Teknologi Padang terhadap kunjungan kemitraan dari Kolej Sei Ryu Sha Malaysia
yang dipimpin oleh Ketua Operasi, Dr. Wan Yusoff bin Wan Ismail, pada Selasa
(03/02), bertempat di Ruang Sidang Utama Institut Teknologi Padang. Kunjungan
tersebut disambut oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T.,
M.T., IPM, didampingi Dekan Fakultas Vokasi Dr. Fajar Nugroho, M.T. Pertemuan
berlangsung dalam suasana dialogis dan kolaboratif, melibatkan dosen Fakultas
Vokasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem akademik berbasis praktik dan
inovasi. Kunjungan
ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pendidikan vokasi berdaya
saing global, sejalan dengan visi ITP dalam menghadirkan pembelajaran terapan
yang relevan dengan kebutuhan industri. Diskusi
menyoroti potensi kerja sama pendidikan vokasi, termasuk pengembangan program
bersama, penyelarasan kompetensi, hingga peluang magang industri. Kedua belah
pihak sepakat bahwa sinergi internasional diperlukan untuk menyiapkan lulusan
yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global, seiring pesatnya
perkembangan teknologi dan transformasi industri. Melalui
kolaborasi internasional, ITP menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan
vokasi yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, sekaligus
memperluas wawasan dosen dalam mengembangkan pembelajaran berbasis industri dan
teknologi terkini. Fakultas
Vokasi ITP terus menjadi garda terdepan dalam menjembatani dunia pendidikan dan
kebutuhan industri. Berbagai inisiatif penguatan kerja sama internasional
dilakukan sebagai upaya memastikan lulusan memiliki kompetensi teknis, karakter
profesional, serta daya saing yang relevan di pasar kerja regional maupun
global. Kunjungan
diakhiri dengan peninjauan Workshop Teknik Mesin sebagai representasi pembelajaran
praktik unggulan. Fasilitas ini menjadi bukti keseriusan kampus dalam
menghadirkan pendidikan vokasi berbasis praktik nyata. Melalui kolaborasi
berkelanjutan, kampus optimistis dapat terus melahirkan inovasi dan kontribusi
nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi vokasi.
Created By Widia/Humas
...
Upaya
pemulihan pascabanjir di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, terus
bergerak melalui sentuhan teknologi tepat guna. Tim Program Mahasiswa Berdampak
Institut Teknologi Padang hadir langsung ke lokasi untuk melakukan konsolidasi
bersama perangkat kelurahan dan warga pada Rabu (28/01).
Tim
yang dipimpin Hafni, S.T., M.T., didampingi Asnal Effendi, S.T., M.T., dan
Aswir Premadi, M.Sc., menggelar dialog terbuka dengan aparatur kelurahan.
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas rencana teknis, tetapi juga menggali
persoalan yang dihadapi warga pascabencana.
Selain
konsolidasi, tim juga melakukan survei titik lokasi yang akan menjadi tempat
pengaplikasian teknologi. Observasi dilakukan untuk memastikan instalasi
penerangan surya dan sistem pengolahan air bersih dapat berjalan optimal.
Program
ini dirancang sebagai solusi terpadu berbasis energi terbarukan. Penerangan
tenaga surya diharapkan membantu aktivitas warga pada malam hari, sementara
alat pengolahan air bersih menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak
banjir.
Hafni menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan menempatkan masyarakat
sebagai mitra utama dalam proses perencanaan. Setiap masukan warga menjadi
dasar dalam perancangan alat di laboratorium. Menurutnya, teknologi yang
dihadirkan harus adaptif terhadap kondisi lapangan agar manfaatnya dapat
dirasakan dalam jangka panjang dan berkelanjutan.
Langkah
konsolidasi ini menjadi awal perjalanan panjang pemulihan berbasis inovasi.
Kolaborasi antara tim akademisi dan masyarakat Gurun Laweh diharapkan
melahirkan solusi nyata yang berdampak langsung.
Program
Mahasiswa Berdampak ITP diharapkan membawa semangat bahwa teknologi dapat
menjadi bagian penting dalam membangun kembali harapan pascabencana.
Created
By Widia/Humas
...
Prestasi
membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Teknologi Padang
melalui keberhasilan meraih pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan
Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Capaian ini menjadi bukti
bahwa ide-ide yang tumbuh di lingkungan akademik mampu menjawab persoalan riil
masyarakat secara konkret dan berkelanjutan.
Apresiasi
tinggi layak diberikan kepada tim penerima pendanaan yang berhasil merancang
pendekatan pemulihan pascabencana berbasis kebutuhan warga. Fokus utama
diarahkan pada pemulihan akses air bersih dan penguatan ketahanan ekonomi
masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya merespons kondisi darurat, tetapi juga
menyiapkan fondasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup warga
terdampak.
Tim
ini dipimpin oleh Hafni, S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T. dan Dr.
Herix Sonata MS, M.Si., dengan melibatkan 50 mahasiswa lintas organisasi
kemahasiswaan. Seluruh aktivitas mahasiswa dikoordinatori oleh Ade Ryan
Mustaqim dari BEM ITP, memastikan sinergi ide, tenaga, dan aksi berjalan
terstruktur serta berdampak maksimal.
Keberhasilan
meraih hibah ini tidak lepas dari kekuatan konsep yang diusung. Program
menghadirkan teknologi pengolahan air bersih dan sistem aquaponic berbasis
ekonomi hijau dengan dukungan energi matahari. Inovasi tersebut diproyeksikan
menjadi solusi pemulihan pascabencana yang aplikatif, ramah lingkungan, dan
mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.
Pencapaian
ini sekaligus menegaskan kualitas sumber daya manusia ITP yang adaptif terhadap
tantangan sosial dan lingkungan. Mahasiswa dan dosen tidak hanya berperan
sebagai akademisi, tetapi juga sebagai problem solver yang menghadirkan ilmu
pengetahuan untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Lebih
dari sekadar raihan pendanaan, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh
sivitas akademika untuk terus melahirkan program-program berdampak. Dengan
semangat kolaborasi dan kepedulian, ITP terus menegaskan komitmennya sebagai
kampus yang menghadirkan ilmu, menggerakkan aksi, dan menumbuhkan harapan bagi
masa depan yang berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...
Institut
Teknologi Padang (ITP) menerima kunjungan edukatif dari SMA Plus Golden Madani
Kota Solok dalam rangka kegiatan campus visit. Kunjungan ini menjadi bagian
dari komitmen ITP untuk membuka akses informasi pendidikan tinggi sejak dini,
sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik dan budaya kampus kepada calon
mahasiswa potensial di bidang sains dan teknologi.
Rombongan
terdiri dari satu orang guru pendamping dan enam siswa, yang disambut langsung
oleh Pejabat Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM.,
bersama jajaran pimpinan. Penyambutan ini mencerminkan keterbukaan ITP dalam
membangun komunikasi dua arah dengan sekolah menengah sebagai mitra strategis
pendidikan berkelanjutan.
Kegiatan
diawali dengan diskusi dan pengenalan kampus yang memaparkan profil institusi,
program studi, serta arah pengembangan ITP. Pada sesi ini, siswa diajak
berdialog secara aktif untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, sistem
pembelajaran, serta peluang pengembangan kompetensi dan karier lulusan di masa
depan.
Selanjutnya,
peserta mengikuti campus tour untuk melihat secara langsung fasilitas pendukung
pembelajaran. ITP memperkenalkan ruang perkuliahan, sarana akademik, dan
lingkungan kampus yang dirancang untuk menunjang proses belajar yang kondusif,
inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri serta masyarakat.
Kunjungan
berlanjut dengan visiting laboratory, di mana siswa diajak mengenal
laboratorium-laboratorium yang menjadi pusat kegiatan praktik dan riset.
Melalui sesi ini, ITP memberikan gambaran nyata tentang pembelajaran berbasis
praktik, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kompetensi mahasiswa sesuai
bidang keilmuan masing-masing.
Melalui
kegiatan campus visit ini, ITP berharap siswa SMA Plus Golden Madani memperoleh
wawasan dan motivasi dalam merencanakan studi lanjut. Kegiatan ini sekaligus
menjadi bagian dari upaya ITP membangun jejaring pendidikan, menumbuhkan minat
generasi muda terhadap pendidikan tinggi teknologi, serta menyiapkan sumber
daya manusia unggul dan berdaya saing.
Created By Widia/Humas
...