Kesempatan
magang yang semula menjadi ruang untuk menambah pengalaman justru membuka pintu
karier bagi empat mahasiswa Teknik Elektro Institut Teknologi Padang (ITP).
Agus Tri Wahyudi, Mohamad Syafiq, Muhammad Ihsan Hakiki, dan Thio Agustian
Pratama berhasil direkrut PT Nava Powerindo setelah menuntaskan program magang
di perusahaan tersebut.
Keempat
mahasiswa tersebut sebelumnya menjalani magang sebagai bagian dari proses pembelajaran
di luar kampus. Selama berada di lingkungan industri, mereka tidak hanya
memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga belajar memahami ritme kerja
profesional, beradaptasi dengan lingkungan perusahaan, serta menunjukkan
kemampuan yang dibutuhkan dalam bidang ketenagalistrikan.
Kesempatan itu
kemudian berkembang menjadi langkah awal menuju dunia profesional. Kinerja dan
kemampuan yang ditunjukkan selama magang mendapat perhatian dari PT. Nava
Powerindo. Setelah program magang selesai, perusahaan memberikan kesempatan
kepada keempat mahasiswa tersebut untuk melanjutkan perjalanan mereka sebagai
bagian dari dunia industri.
Agus Tri
Wahyudi, Mohamad Syafiq, Muhammad Ihsan Hakiki, dan Thio Agustian Pratama
menjadi gambaran bahwa pengalaman di bangku kuliah dapat menjadi modal penting
ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan kebutuhan industri. Proses tersebut
juga menunjukkan pentingnya keberanian untuk belajar, bekerja dalam tim, dan
membuktikan kemampuan melalui pengalaman nyata.
Bagi Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, pengalaman mahasiswa yang berlanjut hingga rekrutmen
menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang menghubungkan pembelajaran
akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Magang tidak lagi sekadar kewajiban
akademik, tetapi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi
sekaligus memperkenalkan potensi dirinya kepada perusahaan.
Kisah keempat
mahasiswa Teknik Elektro ITP tersebut sekaligus menjadi pesan bagi mahasiswa
lain agar menjadikan program magang sebagai kesempatan untuk berkembang.
Memilih tempat magang bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman, tetapi juga
mencari lingkungan yang dapat mengasah kemampuan, memperluas jejaring, dan
membuka peluang karier setelah menyelesaikan masa studi.
Keberhasilan
empat Engineer Muda Teknik Elektro ITP direkrut PT. Nava Powerindo menjadi
kebanggaan bagi almamater sekaligus bukti bahwa mahasiswa memiliki peluang
besar untuk masuk ke dunia industri sejak masih berada dalam proses pendidikan.
Dari ruang kuliah, pengalaman magang, hingga dunia kerja, langkah mereka
menjadi inspirasi untuk terus belajar dan menunjukkan kemampuan terbaik.
Created By Widia/Humas ...
Persoalan limbah
dan kebutuhan energi bersih menjadi tantangan yang semakin penting di tengah
perkembangan industri. Dari pengalaman melihat dinamika kawasan industri Dumai
sejak kecil, Sri Hartuti, Ph.D., dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi
Padang, memilih jalur riset untuk mencari solusi. Fokusnya mengarah pada
pengelolaan limbah sekaligus pengembangan energi terbarukan.
Lahir dan besar
di Dumai, Sri Hartuti menyaksikan langsung perkembangan industri beserta
persoalan lingkungan yang menyertainya. Kondisi tersebut menumbuhkan tekad
untuk tidak sekadar menjadi penonton. Pendidikan kemudian menjadi jalan yang
ditempuhnya, mulai dari Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang, Universitas
Andalas, hingga Gifu University, Jepang, tempat ia menyelesaikan pendidikan
magister, doktor, dan postdoctoral.
Perjalanan
akademiknya di Jepang turut membentuk ketangguhan sebagai peneliti. Eksperimen
panjang di laboratorium menuntut waktu dan ketekunan, termasuk menjalani riset
intensif selama masa studi. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga menjalani
fase sebagai seorang ibu. Pengalaman akademik dan kehidupan itu menjadi bagian
dari perjalanan panjangnya dalam membangun konsistensi di dunia penelitian.Selama lebih
dari 11 tahun, Sri Hartuti mengembangkan riset terkait pengelolaan abu terbang
batu bara atau fly
ash. Penelitiannya mencakup karakteristik kimia, stabilisasi,
hingga pemanfaatannya sebagai pendukung katalis TiO₂. Melalui proses
fotokatalisis dengan bantuan sinar matahari, material tersebut dikembangkan untuk
membantu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan hidrogen sebagai sumber
energi bersih.
Sebagai salah
satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus
mendorong riset yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan
tantangan lingkungan. Perjalanan riset Sri Hartuti menjadi salah satu gambaran
bagaimana penelitian di bidang keteknikan dapat diarahkan tidak hanya untuk
menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi
berkelanjutan.Konsistensi
tersebut turut membawanya memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Fundamental
Reguler dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus
pada pengembangan teknologi energi berkelanjutan. Baginya, penelitian tidak
seharusnya berhenti sebagai publikasi. Riset perlu memiliki kebaruan, menjawab
persoalan penting, terjangkau, serta memiliki peluang memberikan manfaat bagi
masyarakat dan industri.
Perjalanan Sri
Hartuti menyampaikan satu pesan penting bagi generasi muda: perkembangan zaman
menuntut kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Menjadi peneliti bukan
hanya tentang menghasilkan karya ilmiah, tetapi menemukan persoalan yang
penting, menawarkan kebaruan, dan menghadirkan manfaat nyata. Dari limbah,
riset terus bergerak menuju peluang energi bersih masa depan.
Created By Widia/Humas
...
Kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang
konstruksi terus berkembang seiring tuntutan pembangunan daerah. Menjawab
kebutuhan tersebut, Institut Teknologi Padang melakukan kunjungan ke Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto, Rabu (12/8/2026),
untuk menyosialisasikan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan
Magister Teknik Sipil.
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Rektor III ITP, Firmansyah
David, S.T., M.Eng., Ph.D., didampingi Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan PMB,
Dr. Herix Sonata MS, M.Si., serta Ketua Program Studi S2 Teknik Sipil ITP, Ir.
Leli Honesti, Ph.D. Kehadiran tim ITP disambut Kepala Dinas PUPR Kota
Sawahlunto, Def Afrianto, S.T., bersama jajaran pejabat di lingkungan Dinas
PUPR.
Dalam pertemuan tersebut, tim ITP memperkenalkan peluang
melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program RPL dan Magister Teknik Sipil.
Skema RPL memberikan ruang bagi pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh
sebelumnya untuk diakui dalam proses pendidikan, sehingga dapat menjadi
alternatif bagi tenaga profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik
tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaannya.Sementara itu, Program Magister Teknik Sipil ITP menjadi salah
satu pilihan pengembangan kompetensi bagi aparatur dan tenaga profesional yang
berkecimpung dalam pembangunan infrastruktur. Pertemuan dengan jajaran Dinas
PUPR Sawahlunto sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan
pendidikan, kompetensi, dan pengembangan sumber daya manusia yang relevan
dengan tantangan pembangunan daerah.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut
Teknologi Padang terus membuka akses pendidikan yang lebih adaptif bagi
masyarakat dan tenaga profesional. Melalui program RPL dan pendidikan
pascasarjana, ITP berupaya menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan
pengembangan kompetensi akademik, khususnya pada bidang keteknikan yang
memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur.Kunjungan ke Dinas PUPR Kota Sawahlunto menjadi bagian dari upaya
memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkenalkan program pendidikan ITP
secara langsung kepada institusi pemerintah daerah. Interaksi ini diharapkan
dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan sumber daya
manusia, khususnya bagi aparatur dan profesional bidang pekerjaan umum dan
konstruksi.
Melalui
komunikasi yang terbangun dalam kunjungan tersebut, ITP dan Dinas PUPR Kota
Sawahlunto memiliki ruang untuk melanjutkan pembahasan mengenai kebutuhan
peningkatan kompetensi dan peluang kerja sama di masa mendatang. Sinergi
pendidikan dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi
terhadap lahirnya SDM konstruksi yang semakin kompeten dan mendukung
pembangunan Kota Sawahlunto.Created By Widia/Humas ...
Pengalaman
panjang di tengah proyek infrastruktur membuat sosok Ir. Wilton Wahab, M.Eng.,
IPM, memahami bahwa teknik sipil bukan sekadar hitungan, melainkan soal
keselamatan dan kepercayaan. Alumni Institut Teknologi Padang ini menapaki
berbagai proyek strategis Sumatera Barat, dari pembangunan fasilitas publik
hingga penanganan darurat bencana yang menuntut ketelitian profesional yang
beragam.Jejak
profesional beliau terbentuk sejak menyelesaikan S1 Teknik Sipil di ITP pada
1994, yang saat itu dikenal sebagai STTP. Ia kemudian melanjutkan S2 Teknik
Sipil bidang Transportasi di University of Technology Malaysia pada 2001. Kini,
perjalanan akademiknya berlanjut melalui studi doktoral Teknik Sipil di
Universitas Andalas, memperkuat kompetensi keilmuannya terus.Berbagai
proyek strategis pernah dipercayakan kepada beliau, mulai dari pembangunan
fasilitas kesehatan, perencanaan jalan dan jembatan, hingga manajemen
konstruksi. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa profesi insinyur tidak
sekadar berkutat dengan hitungan, tetapi menyangkut kualitas, keselamatan, dan
kepentingan masyarakat.Beliau
juga terlibat dalam penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin dan
longsor pada ruas Padang Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan
mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem.Salah
satu pengalaman paling menantang terjadi saat beliau terlibat dalam penanganan darurat
bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor pada ruas Padang
Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan mengambil keputusan,
serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem. Ketika akses jalan kembali
aman dan dapat dilalui masyarakat, bagi beliau, keberhasilan pekerjaan bukan sekadar
pencapaian teknis, melainkan bentuk pengabdian nyata.Pengalaman
di lapangan kemudian dibawa beliau ke ruang akademik. Sebagai bagian dari
Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar beliau tidak hanya berbagi teori, tetapi
juga menghadirkan realitas proyek kepada mahasiswa. Pengalaman menghadapi
persoalan konstruksi, menjaga kualitas pekerjaan, dan mengutamakan keselamatan
menjadi bekal berharga bagi calon engineer.Beliau
menekankan bahwa dunia teknik sipil membutuhkan pribadi yang jujur, teliti,
berintegritas, dan tidak takut menghadapi tantangan di lapangan. Menurutnya,
kompetensi profesional juga perlu diperkuat melalui sertifikasi. Beliau
tercatat memiliki sertifikasi Ahli Utama Jenjang 9 pada bidang Manajemen
Konstruksi dan Teknik Jalan, serta lisensi sebagai Asesor Kompetensi BNSP.
Lebih dari
sekadar membangun infrastruktur, perjalanan beliau menunjukkan bagaimana
seorang engineer dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jalan yang
kembali berfungsi, fasilitas publik yang berdiri kokoh, hingga pengalaman yang
diwariskan kepada mahasiswa menjadi bagian dari pengabdian. Dari lapangan
menuju ruang kelas, ilmu terus dibagikan untuk menyiapkan generasi engineer
masa depan.Created By
Widia/Humas ...
Penguatan
kinerja dan tata kelola perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menjaga
kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Komitmen tersebut ditunjukkan
Institut Teknologi Padang melalui keikutsertaan dalam Monitoring dan Evaluasi
Capaian Kinerja Perguruan Tinggi (ME CKP) yang dilaksanakan LLDIKTI Wilayah X,
Selasa (04/08).
Kegiatan
monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum bagi ITP untuk meninjau capaian
kinerja perguruan tinggi sekaligus memastikan berbagai program yang telah
dijalankan berjalan sesuai target. Proses evaluasi juga menjadi ruang untuk
melihat perkembangan, mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat,
serta menyiapkan langkah perbaikan secara berkelanjutan.
Tim LLDIKTI
Wilayah X dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Ely Susanti, S.E., M.M.,
bersama tim. Kehadiran tim monitoring menjadi bagian dari proses evaluasi
terhadap capaian kinerja perguruan tinggi swasta sekaligus memberikan ruang
bagi institusi untuk menyampaikan perkembangan dan berbagai upaya yang telah
dilakukan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perguruan tinggi.
Pelaksanaan ME
CKP diikuti oleh jajaran pimpinan dan tim terkait di lingkungan ITP. Proses
monitoring menjadi kesempatan untuk menyelaraskan capaian institusi dengan
indikator kinerja yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan
tinggi. Data dan informasi yang disampaikan menjadi bagian penting dalam
menggambarkan perkembangan kinerja ITP secara menyeluruh.
Kegiatan
tersebut dipimpin Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM.
Sementara itu, Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Sc., bertindak
sebagai penanggung jawab ME CKP ITP Tahun 2026. Keterlibatan jajaran pimpinan
menunjukkan keseriusan institusi dalam memastikan proses evaluasi berjalan
secara optimal dan menghasilkan tindak lanjut yang konstruktif.Sebagai
Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong penguatan budaya
evaluasi dan peningkatan kinerja di seluruh lini institusi. Monitoring dan
evaluasi tidak dipandang sebatas proses administratif, tetapi menjadi instrumen
penting untuk memastikan program kerja, tata kelola, serta layanan pendidikan
terus berkembang sesuai kebutuhan dan tuntutan pendidikan tinggi.
Melalui
pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut, ITP berkomitmen menjadikan setiap
hasil evaluasi sebagai bahan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja.
Sinergi dengan LLDIKTI Wilayah X diharapkan semakin memperkuat tata kelola
institusi, meningkatkan kualitas layanan akademik maupun nonakademik, serta
mendukung pencapaian target ITP secara berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...