Langkah baru para
mahasiswa baru Institut Teknologi Padang (ITP) resmi dimulai melalui rangkaian
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 pada Selasa (15/09).
Suasana hari pertama dipenuhi semangat dan antusiasme, ditandai penyambutan
pimpinan kampus hingga penyematan jas almamater dan tanda peserta kepada para
Engineer Muda.
Sambutan Rektor ITP
Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. menjadi bagian penting dalam
membuka rangkaian kegiatan. Penyambutan mahasiswa baru semakin istimewa dengan
arahan Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang Ampri Satyawan, S.E., M.M.
Keduanya memberikan pesan awal bagi mahasiswa dalam memulai perjalanan akademik
di lingkungan perguruan tinggi.Penyematan jas
almamater dan tanda peserta menjadi simbol dimulainya perjalanan para mahasiswa
baru sebagai bagian dari keluarga besar kampus. Di balik riuh semangat hari
pertama, para Engineer Muda juga mengikuti berbagai sesi pembekalan dengan
serius. Setiap materi menjadi bekal untuk memahami kehidupan kampus sekaligus
mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Materi pertama
menghadirkan AKP Undra Putra, S.H., M.H. dari Ditlantas Polda Sumbar yang
memberikan penguatan mengenai jiwa nasionalisme dan bela negara. Sesi
berikutnya dilanjutkan Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D. melalui materi
Perguruan Tinggi di Era Digital, yang mengajak mahasiswa memahami peluang di
tengah perkembangan teknologi.
Sebagai Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP juga menempatkan pengembangan karakter sebagai
bagian penting dalam perjalanan mahasiswa. Pesan tersebut disampaikan Prof. Dr.
Ir. Muhammad Yahya, M.Sc. melalui materi Pengembangan Karakter Mahasiswa.
Karakter menjadi fondasi penting bagi Engineer Muda untuk berkembang, berkarya,
dan menghadapi dunia profesional.Rangkaian hari pertama
PKKMB ITP 2026 tidak hanya menjadi momen perkenalan dengan lingkungan kampus,
tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai, wawasan, dan semangat sejak awal.
Para mahasiswa baru diajak melihat masa perkuliahan sebagai perjalanan untuk
mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan kontribusi nyata di tengah
perkembangan zaman.
Dengan semangat
“Your Time, Your Move”, perjalanan baru para Engineer Muda resmi dimulai.
Saatnya memanfaatkan kesempatan, menciptakan karya terbaik, dan menghadirkan
dampak bagi lingkungan sekitar. Hari pertama PKKMB menjadi langkah awal menuju
pengalaman akademik dan kehidupan kampus yang akan membentuk cerita baru mereka
di ITP.
Created By Widia/Humas
...
Memasuki minggu
kedua di Malaysia, empat Engineer Muda Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
(ITP) mulai merasakan pengalaman yang lebih luas selama mengikuti program
student mobility. Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony,
dan Nafila Febriana Diza tidak hanya menjalani aktivitas akademik, tetapi juga
membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Pengalaman tersebut
terlihat ketika keempat mahasiswa berkesempatan menyaksikan agenda balap di
Sirkuit Internasional PETRONAS Sepang, Malaysia. Momen ini menjadi pengalaman
menarik di tengah perjalanan mereka di Negeri Jiran. Selain menikmati suasana
kompetisi, kegiatan tersebut membuka kesempatan untuk mengenal lingkungan dan
pengalaman baru di luar aktivitas akademik.
Tidak berhenti di
sirkuit, interaksi bersama mahasiswa dari berbagai latar belakang juga
terbangun melalui kegiatan olahraga. Keempat Engineer Muda ITP mengikuti
permainan mini soccer bersama teman-teman dari INI dan perguruan tinggi global
lainnya. Suasana santai tersebut menjadi ruang untuk memperluas pertemanan
sekaligus membangun komunikasi lintas budaya.Bagi mahasiswa,
pengalaman seperti ini menjadi bagian dari proses belajar yang tidak selalu
berlangsung di dalam ruang kelas. Pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi memberikan kesempatan untuk bertukar cerita, mengenal
kebiasaan berbeda, serta membangun jejaring. Relasi yang terjalin dapat menjadi
pengalaman berharga selama mengikuti program di Malaysia.
Sebagai Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk
memperoleh pengalaman internasional melalui berbagai program pengembangan
jejaring global. Kehadiran empat mahasiswa Teknik Sipil di Malaysia menjadi
bagian dari perjalanan Engineer Muda dalam mengenal lingkungan akademik dan
sosial yang lebih beragam.Muhammad Rizky
Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza kini
memasuki fase yang semakin berwarna dalam perjalanan mereka di Malaysia.
Setelah sebelumnya beradaptasi dengan lingkungan baru, mereka mulai membangun
hubungan yang lebih luas bersama teman-teman dari institusi dan negara berbeda
melalui berbagai aktivitas bersama.
Perjalanan minggu
kedua ini menjadi bagian dari cerita student mobility yang tidak hanya tentang
akademik, tetapi juga persahabatan dan pengalaman lintas budaya. Dari
menyaksikan agenda balap di Sepang hingga bermain mini soccer bersama mahasiswa
global, keempat Engineer Muda ITP terus mengumpulkan pengalaman yang menjadi
bekal untuk perjalanan akademik dan profesional mereka ke depan.
Created By Widia/Humas
...
Tujuh inovasi karya dosen Institut Teknologi Padang (ITP) berhasil
memperoleh sertifikat Paten Sederhana dari Direktorat Jenderal Kekayaan
Intelektual (DJKI). Capaian tersebut menjadi bag Search:
ian dari perkembangan riset kampus yang diarahkan tidak hanya untuk
menghasilkan karya akademik, tetapi juga menciptakan inovasi bernilai guna bagi
masyarakat dan dunia industri.
Ketujuh paten sederhana tersebut lahir dari kolaborasi dosen lintas
bidang keilmuan, mulai dari kesehatan, pangan fungsional, energi terbarukan,
hingga teknologi tepat guna. Sertifikat perlindungan kekayaan intelektual yang
diperoleh memberikan landasan hukum bagi setiap invensi sekaligus membuka
peluang pengembangan lebih lanjut melalui hilirisasi dan kerja sama dengan
mitra industri.
Drs. Al, M.T. menjadi salah satu inventor dengan dua invensi yang
berhasil memperoleh paten sederhana. Keduanya yakni Sistem Penyemprotan Tanaman
pada Wahana Heksakopter dan Tanki Teknologi Modifikasi Cuaca. Dua inovasi
tersebut menunjukkan pengembangan teknologi yang diarahkan pada kebutuhan
aplikatif dan pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor.
Sementara itu, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM.
memperoleh paten melalui invensi Metode Pelapisan Ganda Nanokomposit
RTV-TiO2/RTV-SiO2 pada Isolator Keramik 150 kV. Firmansyah David, S.T., M.Eng.,
Ph.D. juga memperoleh paten melalui Sistem Layanan Pelanggan Berbasis Chatbot
dengan Model Hybrid Human-AI System.
Inovasi lainnya hadir dari Dr. Dedi Wardianto melalui Alat Pengering
Ikan Menggunakan Energi Surya dan Energi Biomassa. Kemudian, Dr. Ir. Nofriady
Handra, M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. memperoleh paten melalui Metode
Pembuatan Briket Berbahan Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Bahan Pendukung
Cangkang Kemiri.
Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong budaya
penelitian yang menghasilkan inovasi aplikatif dan memiliki perlindungan
kekayaan intelektual. Rektor Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM.
turut menjadi inventor melalui invensi Metode Perkuatan Dinding Masonry dengan
Plastic Stretch Film, yang juga berhasil memperoleh paten sederhana.
Keberhasilan meraih tujuh paten sederhana menjadi bukti berkembangnya
budaya riset di lingkungan ITP. Rektor mengapresiasi para inventor dan berharap
capaian tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas penelitian,
memperbanyak inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, serta membuka peluang
implementasi teknologi melalui kolaborasi dengan dunia industri dan berbagai
mitra.
Created By Widia/Humas
...
Upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi aparatur dan masyarakat
menjadi salah satu agenda dalam audiensi Institut Teknologi Padang bersama
Pemerintah Kota Pariaman, Selasa (01/09). Pertemuan tersebut membahas
penjajakan kerja sama strategis, khususnya kemitraan Program Pascasarjana serta
Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Delegasi ITP terdiri atas Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T.,
M.Eng., Ph.D., Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB, Dr. Herix Sonata MS, M.Si.,
Ketua Program Studi Teknik Sipil Pascasarjana, Ir. Leli Honesti, Ph.D., serta
Staf Publikasi, Widia Afrianti, S.Si. Audiensi turut diikuti perwakilan
organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Pariaman.Rombongan ITP disambut langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad, S.STP.,
M.Si., di rumah dinas Wali Kota. Pertemuan turut dihadiri Leni selaku Kabag
Pemerintahan, Fajriani selaku Analis Kebijakan Ahli Muda, serta Kepala Dinas
Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, S.E. Diskusi
berlangsung membahas peluang kolaborasi pendidikan dan penguatan SDM.
Gayung bersambut, rencana tersebut memiliki keterkaitan dengan program
Pemerintah Kota Pariaman, yakni Satu Keluarga Satu Sarjana. Program ini membuka
ruang kolaborasi yang potensial untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh
pendidikan tinggi. Sinergi dengan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu
penguat dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota
Pariaman.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka
ruang kemitraan dengan pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan dan
meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Program Pascasarjana dan RPL
menjadi bagian dari peluang yang dapat dimanfaatkan aparatur maupun tenaga
profesional untuk melanjutkan pendidikan sesuai pengalaman dan kebutuhan
pengembangan karier.Agenda kemudian dilanjutkan ke Balai Kota Pariaman. Di lokasi tersebut,
delegasi ITP disambut Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, S.AP. Pertemuan
lanjutan menjadi ruang untuk memperdalam pembahasan sekaligus menyamakan
langkah mengenai bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan antara ITP dan
Pemerintah Kota Pariaman.
Audiensi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret
antara kedua pihak. Rencana tindak lanjut akan diarahkan pada penyusunan bentuk
kemitraan yang sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Kota Pariaman, termasuk
penguatan pendidikan dan pengembangan SDM melalui Program Pascasarjana serta
Rekognisi Pembelajaran Lampau.
Created By Widia/Humas
...
Upaya memperkuat
kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia industri membawa Institut Teknologi
Padang (ITP) melangkah ke panggung nasional. ITP dipercaya mewakili LLDIKTI
Wilayah X dalam Final Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026 pada kategori
Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Industri Paling Berdampak.
Kesempatan
tersebut diwujudkan melalui sesi penilaian wawancara yang berlangsung pada
Sabtu (30/08). Dalam tahapan ini, ITP berhadapan langsung dengan tim juri untuk
mengonfirmasi berbagai informasi yang telah dituangkan dalam proposal pengajuan
Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026.
Tim ITP dipimpin
Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., bersama Kepala Biro
Kerja Sama dan Tracer Study, Fajrin, M.Si., serta Staf Publikasi ITP, Widia
Afrianti, S.Si. Ketiganya mengikuti sesi tanya jawab dengan juri sebagai bagian
dari proses penilaian kategori kerja sama industri paling berdampak.Sesi wawancara
berlangsung selama 10 menit tanpa agenda presentasi dari pimpinan perguruan
tinggi. Tim juri mengajukan sejumlah pertanyaan sekaligus meminta konfirmasi
terhadap proposal yang telah dikirimkan sebelumnya. Perguruan tinggi peserta
juga diminta menyiapkan data pendukung untuk memperkuat informasi dan capaian
yang tercantum dalam proposal.
Bagi Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, keterlibatan dalam ajang nasional tersebut menjadi
momentum untuk menunjukkan bagaimana kerja sama perguruan tinggi dan industri
dapat diarahkan pada dampak yang lebih luas. Kolaborasi tidak hanya dipandang
sebagai hubungan kelembagaan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menghadirkan
manfaat bagi pendidikan, mahasiswa, masyarakat, dan dunia kerja.Anugerah Kerja
Sama Diktisaintek 2026 sendiri diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi sebagai ruang untuk mendorong perguruan tinggi
mengimplementasikan konsep Kampus Berdampak. Ajang tersebut sekaligus menjadi
wadah pertukaran lesson learned dan best practices dalam pengelolaan serta
pengembangan kerja sama perguruan tinggi.
Keikutsertaan
ITP dalam final nasional ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus memperkuat
kualitas kerja sama dan memperluas dampaknya. Kesempatan mewakili LLDIKTI
Wilayah X sekaligus membawa nama Ranah Minang ke tingkat nasional menjadi
kebanggaan tersendiri, dengan harapan seluruh proses yang telah dilalui dapat
memberikan hasil terbaik bagi ITP.
Created By Widia/Humas ...