Dalam rangka mendukung program LLDIKTI
Wilayah X mencetak para wirausahawan
muda yang inovatif dan kreatif, Institut
Teknologi Padang (ITP) menghadiri acara Launching Entrepreneurship Award VII Tahun 2023. Acara dilaksanakan di
Trans Convention Centre pada Sabtu (10/06) dan dihadiri langsung oleh Rektor
ITP, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T.
didampingi oleh Staf Biro Humas, Kerja sama, dan Promosi ITP, Umar Hanafi
Khalid, S.Kom.
Acara yang mendapuk STIKES
Hang Tuah TanjungPinang sebagai tuan rumah dihadiri oleh Wakil Wali Kota
Tanjungpinang, H. Endang Abdullah, S.Kp.,M.Si, Kepala
LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, S.H., M.Pd., Kepala LLDIKTI Wilayah I hingga
Wilayah XVI, dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dilingkungan LLDIKTI
Wilayah X.
Dalam sambutannya, Kepala
LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, S.H., M.Pd. menyampaikan bahwa tujuan kegiatan
ini adalah untuk mendorong tumbuhnya wirausahawan muda yang
kompeten. Ia menambahkan para wirausahawan muda ini merupakan mereka yang
memiliki ide-ide bisnis yang inovatif dan berbakat, serta dikemas dalam business plan yang matang.
Menurut ,
Kepala LLDIKTI Wilayah X kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka
mendorong pengembangan kewirausahawan dikalangan mahasiswa perguruan tinggi
diseluruh Indonesia. Oleh karena itu, untuk mendorong penambahan jumlah
wirausahawan terutama generasi muda maka sejak tahun 2017 LLDIKTI Wilayah X melaksanakan kegiatan Entrepreneurship Award (EA).
Kepala LLDIKTI Wilayah X
memaparkan bahwa LLDIKTI Wilayah X memberikan penghargaan terhadap
pencapaian implementasi kewirausahawan bagi mahasiswa yang telah melaksanakan
usaha atau bisnis berjalan. Disamping itu, EA menjadi sarana dan wadah bagi
kemajuan dunia usaha dan mencetak pengusaha-pengusaha muda berbakat.
Ia menuturkan hal ini selaras dengan tema Entrepreneurship Award VII "pengembangan
kreatifitas dan inovasi wirausaha mahasiswa melalui entrepreneurship award
untuk meningkatkan ekonomi Indonesia". Disisi lain kegiatan ini merupakan
bentuk implementasi program
Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) yang diusung oleh Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Menurutnya perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menyiapkan kualitas SDM,
tentunya harus mampu membekali lulusan dengan kompetesi baik
hardskill maupun softskill dalam menghadapi tantangan DUDI. Perguruan tinggi
didorong untuk dapat mendorong mahasiswa untuk melatih kemampuannya salah
satunya dalam mengembangkan kompetensi dan jiwa kewirausahawan.
Dalam perkembangan Entrepreneurship Award telah
diselenggarakan sebanyak 6 kali yang dimulai pada tahun 2017 dan diikuti oleh perwakilan PTS yang ada di LLDIKTI Wilayah X. Namun, pada Entrepreneurship Award VI
Tahun 2022 atas dukungan dan antusiasme dari
mahasiswa PTS Indonesia, untuk pertama kalinya Entrepreneurship Award diselenggarakan
dalam skala nasional.
Atas
dukungan semangat tersebut untuk kedua kalinya pada tahun 2023 penyelenggaraan Entrepreneurship
Award akan dilaksanakan dalam skala nasional. Penyelenggaran Entrepreneurship
Award VII ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan seleksi yaitu tahap seleksi
administrasi, proses presentasi finalis dan EXPO, dan pembacaan para pemenang
pada malam puncak award Entrepreneurship Award VII.
Created
By Widia/Humas
...
Institut
Teknologi Padang (ITP) mengembangkan kerja sama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian
masyarakat (Tri Dharma) dengan mitra-mitra di luar negeri. Salah satu upaya
untuk meningkatkan kemitraan tersebut adalah melalui kegiatan Visitasi dan
Fasilitasi kerja sama Internasional yang
diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Kegiatan yang mengusung tema “A Discussion on Collaboration Opportunities for Future
Partnerships between PTS in the coverage areas of LLDIKTI Wilayah X and
Universities in Malaysia” dilaksanakan di Universitas Internasional Batam (UIB) pada Kamis (08/06).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor ITP, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T.
didampingi oleh Staf Biro Humas, Kerja sama, dan Promosi ITP, Umar Hanafi
Khalid, S.Kom.
Kegiatan ini merupakan diskusi kerja sama dalam rangka peningkatan
kerja sama PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X dengan perguruan tinggi di
Malaysia. Berikut beberapa perguruan tinggi yang tergabung dalam kegiatan
diskusi kerja sama ini adalah International Islamic University Malaysia,
Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia, dan
Universiti Selangor.
Dikutip dari laman resmi LLDIKTI Wilayah X, Kepala LLDIKTI
Wilayah X Afdalisma, S.H., M.Pd menyampaikan kerja sama perguruan tinggi
baik dengan mitra dalam negeri maupun mitra luar negeri menjadi hal yang mutlak
dilakukan. Hal ini merupakan langkah yang difasilitasi oleh LLDIKTI Wilayah X dalam rangka peningkatan
kuantitas dan kualitas Kerja sama Internasional PTS di Lingkungan LLDIKTI Wilayah X.Keterangan : Foto Rektor ITP bersama Rektor dari PTS lainnya/Humas ITP-Umar Hanafi KhalidDalam
kegiatan ini, ITP bersama dengan 62 PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X
berkesempatan untuk melakukan penjajakan dan membangun relasi dengan mitra yang
hadir pada kegiatan tersebut. Diskusi kegiatan kerja sama ini dilakukan baik
dengan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X maupun dengan perguruan tinggi yang
berasal dari Malaysia dalam
pengembangan Tri Dharma perguruan tinggi.
Diskusi
kerja sama ini memberikan peluang berbagai program yang dapat dilaksanakan oleh
perguruan tinggi secara bergandengan dan berkolaborasi. Beberapa program yang dapat
diimplementasikan adalah joint degree, student exchange, joint research,
curriculum development, joint seminar/conference/workshop,
serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang mendorong peningkatan mutu dan
kualitas perguruan tinggi.Baca Juga : ITP Menghadiri Launching Entrepreneurship Award VII Tahun 2023, Dukung Program LLDIKTI Wilayah X Ciptakan Entrepreneur Muda TerbaikDalam
kesempatan yang sama Rektor ITP juga turut hadir dalam Launching
Entrepreneurship Award VII Tahun 2023, dengan tuan rumah STIKES Hang Tuah
Tanjung Pinang yang diselenggarakan di Trans Convention Centre pada Sabtu
(10/06).
Created
By Widia/Humas
...
Institut Teknologi Padang (ITP) bersiap melakukan reakreditasi dua Program Studi (Prodi) yaitu Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung (TRKBG) dan Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) yang berada dibawah Fakultas Vokasi. Kedua Prodi ini merupakan Prodi yang mengalami peralihan dari D3 ke D4 yang sebelumnya mengajukan penyetaraan akreditasi dan akan berakhir pada Agustus 2023. Dekan Fakultas Vokasi, Mulyati, M.T menyampaikan bahwa persiapan akreditasi harus dimulai dari sekarang, karena adanya peralihan akreditasi Prodi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik. Selain itu, juga terdapat penambahan standar akreditasi, dari instumen akreditasi 7 standar menjadi 9 standar. “Kita butuh arahan terkait aturan dan instrumen penilaian akreditasi Prodi yang mengalami peralihan dari BAN-PT ke LAM Teknik ini. Tentunya ada beberapa kriteria mutu dan indikator yang ditambahkan dengan peraturan penilaian akreditasi LAM Teknik. Sehingga sosialisasi ini dapat menjadi panduan bagi kita dalam mempersiapkan reakreditasi kedua Prodi tersebut ,” ujar Dekan, Kamis (25/05). Kegiatan sosialisasi persiapan akreditasi LAM Teknik dilaksanakan pada Selasa (23/05) bertempat di ruang siding utama Gedung D lantai 2 ITP. Pada sosialisasi ini mengundang pemateri Revalin Herdianto, S.T., M.Sc., Ph.D selaku wakil direktur I Politeknik Negeri Padang (PNP) dan Variyetmi Wira, S.E.,M.M selaku Tim Tenaga Ahli Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Dikti Vokasi Profesi. “Sebagai perguruan tinggi yang sudah memiliki Prodi yang terakreditasi unggul, kita butuh arahan dan bimbingannya dalam persiapan proses akreditasi Prodi D4 TRIL dan TRKBG. Kita minta kesediannya pihak PNP untuk memberikan materi dan gambaran terkait apa yang perlu dipersiapkan sesuai dengan standar yang berlaku pada akreditasi LAM Teknik, “ ucap Dekan. Dekan juga memaparkan seiring dengan persiapan akreditasi, banyak instrumen yang harus ditingkatkan kualitasnya baik terkait riset penelitian, pengabdian masyarakat, dan keterlibatan sebagai tenaga ahli di luar kampus. Di sisi lain terdapat beberapa perkembangan dalam unsur dosen. “Perbedaan penilaian akreditasi program Sarjana dan Vokasi terkait indikator dosen yaitu dosen vokasi harus memiliki serifikat keahlian dan memiliki pengalaman sebagai tenaga ahli di luar kampus. Lebih lanjut penilaian dengan bobot nilai tertinggi adalah dosen memiliki penelitian yang menghasilkan produk dan melibatkan mahasiswa dalam proses penelitian, “ papar Dekan. Ia mengungkapkan telah banyak dosen vokasi yang mengikuti dan lolos pada hibah nasional dari kemendikbud ristek dikti. Selain itu, Fakultas Vokasi ITP telah memiliki dosen praktisi yang merupakan dosen yang berasal dari dunia industri dan telah memiliki pengalaman profesional pada bidang keahlian tertentu dalam dunia kerja. “Dosen praktisi merupakan bagian implementasi kerja sama denga PT.Reka Cipta Konsulindo Prima dalam bidang pembelajaran. Dosen praktisi ini telah kita terapkan selama dua semester sebanyak 5 orang yaitu 2 orang pada Prodi TRIL dan 3 orang pada Prodi TRKBG ,” ungkap Dekan. Ia menambahkan dalam instrumen kerja sama Fakultas Vokasi juga terus membangun kerja sama dan melanjutkan kerja sama yang telah terbangun sejak masih Diploma 3. Salah satunya kerja sama terbaru adalah dengan PT. Frogs Indonesia dalam pengembangan Teknologi Tepat Guna Hexacopter dalam pengambilan Fotogrametri karya dosen TRIL ITP, Drs. Al, M.T. Ia menyampaikan saat ini Fakultas Vokasi juga dalam tahap rancangan revisi kurikulum, tim akreditasi Fakultas Vokasi melakukan peninjauan kurikulum yang diselaraskan dengan kebutuhan dunia industri. Peninjauan kurikulum ini dibantu dengan pandangan dan informasi dari mitra-mitra kerja sama ITP, harapannya setelah lulus seluruh ilmu yang dipelajari dapat terpakai oleh mahasiswa di dunia kerja. “Sehingga dengan adanya kerja sama yang dibangun, salah satunya Prodi TRKBG dengan kontraktor dan konsultan, serta kerja sama lainnya menjadi wawasan baru terkait dunia industri. Salah satu program yang saat ini sedang dirancang adalah penjajakan prosedur pelaksanaan magang bagi mahasiswa yang akan dilaksanakan pada semester genap 2023/2024 , “ tutur Dekan. Ia juga menyampaikan salah satu indikator dalam tercapainya akreditasi unggul adalah unsur kemahasiswaan dengan beragam prestasinya. Dalam memenuhi unsur tersebut beragam prestasi telah diukir oleh mahasiswa Fakultas Vokasi, yaitu Tri Ketin Regina Nababan sebagai atlet lempar cakram dari Prodi TRKBG dan Abdul Karim sebagai salah satu tim voli UKO yang telah berhasil meraih juara 2 dalam pertandingan voli tingkat wilayah Kota Padang. “Selain dari sesi non akademik Tri Ketin Regina Nababan juga merupakan perwakilan ITP dalam ajang kompetisi ON-MIPA bidang matematika. Kita dari Fakultas selalu memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkarya sesuai minat dan bakatnya ,” Tutup Dekan. Created By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP) telah menyelenggarakan wisuda angkatan ke -78 ITP Program Sarjana dan Diploma pada Sabtu (27/05). Di antara para wisudawan, Nurdin Hamzah salah satu wisudawan yang berhasil mendapat penghargaan sebagai salah satu peraih IPK tertinggi yaitu dengan IPK 3, 85 dan berhasil lulus dengan masa studi selama 3,5 tahun. Nurdin adalah sarjana Program Studi (Prodi) Teknik Geodesi Fakultas Teknik ITP. Dibalik semua prestasi yang telah ditorehkan Nurdin selama bangku perkuliahan, Nurdin memiliki latar belakang penuh perjuangan. Ia berasal dari keluarga sederhana, ayah dan ibu adalah seorang buruh tani. “Pada awalnya saya nyaris tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana karena keterbatasan ekonomi. Saya menyadari bahwa biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sangat besar ,” ujar Nurdin (25/05). Perjalanan Nurdin menjadi mahasiswa Teknik Geodesi angkatan 2019 berawal dari kunjungan ITP ke sekolahnya SMK N 1 Bukittinggi. Ketika menginjak tahun terakhir SMK, ia mendaftar beasiswa Bidikmisi untuk melanjutkan pendidikan, sehingga ketika lulus di ITP ia juga berhasil lolos sebagai penerima Bidikmisi dengan uang kuliah Rp 0,-. Selama berkuliah Nurdin selalu menggali ilmu dan potensi dirinya dia mengikuti beberapa kegiatan baik yang bersifat akademik maupun non- akademik. Di antaranya ia tergabung dalam organisasi kemahasiswaan yaitu Himpunan Mahasiswa Teknik Geodesi dan Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian. “Saya tergabung dalam tim Paduan Suara UKM kesenian dan beberapa kali didapuk bertugas sebagai pedel dalam berbagai kegiatan resmi yang diselenggarakan ITP. Saya juga berkesempatan menjadi model kampus ITP pada tahun 2022 ,” sambung Nurdin. Ia juga menjelaskan bahwa ia juga bertugas sebagai asisten dosen dan terpilih mengikuti magang ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Bogor dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Ia juga menjalin relasi yang baik dengan para seniornya sehingga ia sering di ikutsertakan dalam proyek yang dikerjakan seniornya. “Sejak semester satu saya telah membangun hubungan yang baik dengan senior dari teknik geodesi. Hal ini memberikan gambaran kepada saya bagaimana dunia kerja dan profesional, di sisi lain ia juga mendapatkan penghasilan yang dapat membantu kehidupan perkuliahannya ,” imbuh ia. Lebih lanjut lagi, Nurdin mengungkapkan manajemen waktu adalah kunci terpenting yang dia pegang saat ini. Menurutnya manajemen waktu yang baik yang membantu ia sampai ketahap ini, dengan segudang aktivitas yang ia miliki ia memiliki aturan dan prinsip yang membuat ia tetap menikmati kehidupan perkuliahannya. Ia menuturkan ia menjadikan perkuliahan sebagai prioritas utamanya, dan memiliki batas-batas waktu terhadap masing-masing kegiatan non-akademiknya. Ia menambahkan setiap jadwalnya ia catat dan buatkan alarmnya di Handphone, hal ini bertujuan sebagai pengingat dan membangun karakter disiplin. “Selama libur semesterpun saya masih kerap menolong orangtua ke sawah, orangtua saya adalah pihak yang selalu mendukung seluruh keputusan dan dan pilihan yang saya buat. Penghargaan prestasi peraih IPK terbaik ini saya persembahkan kepada kedua orang tua dan keluarga besar yang senantiasa selalu mendoakan dan mendukung saya baik secara moril dan materil ,” tutur Nurdin. Ia menyampaikan penghargaan yang diberikan ITP ini merupakan impiannya yang berhasil tercapai , karena dulu ketika bertugas sebagai pengisi acara wisuda ia selalu melihat orang tua mahasiswa peraih IPK terbaik dipanggil kedepan untuk diberikan penghargaan oleh pihak kampus. Sehingga ia termotivasi untuk dapat membawa orang tuanya untuk tampil ke depan memperoleh penghargaan prestasi IPK terbaik. “Saya sangat senang apa yang saya impikan dapat tercapai dan kerja keras saya selama ini dapat mebuahkan hasil. Orangtua saya juga bahagia dan bangga karena dapat melihat putranya meraih prestasi yang membanggakan ini, saat ini saya telah diterima untuk bekerja disalah satu Kantor Jasa Surveyor dan kedepannya saya berniat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Magister,” papar ia. Nurdin berharap menjadi perguruan tinggi yang semakin berkualitas, mencetak lulusan yang dapat bersaing dengan dunia luar. Ia juga menambahkan agar jurusannya Prodi Teknik Geodesi berkembang lebih pesat lagi dan bisa menjadi Prodi favorit mahasiswa. Created By Widia/Humas ...
Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan penjajakan kerja sama dengan Cambodia University of Technology and Science (CamTech University) di Kota Phnom Penh, Kamboja. Penjajakan kerja sama ini dilaksanakan secara daring pada Selasa (30/05) yang dihadiri oleh perwakilan masing-masing perguruan tinggi. Dalam kesempatan penjajakan kerja sama ini dihadiri oleh perwakilan ITP yang terdiri dari Firmansyah David, Ph.D selaku Wakil Rektor 1, Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITP, Maidiawati, Dr. Eng selaku Dekan Fakultas Teknik, Mulyati, M.T, selaku Dekan Fakultas Vokasi, dan seluruh Ketua Prodi yang ada di ITP. Disisi lain, dari CamTech University dihadiri oleh Dr. Sothy Khieng selaku Founding President, Dr. Prum Sophea selaku Vice Dean of Engineering and Business Development Officer, Mr. Somoeun Mut selaku Vice Dean of the Faculty of Arts, Humanities and Social Sciences, dan Dr. Vatana Chea selaku Vice President of Research and Innovation. “Saya mengucapkan terima kasih atas undangan diskusi yang diajukan oleh David yang merupakan rekan saya saat menempuh pendidikan Ph.D. CamTech University sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang tersebar diseluruh dunia , “ ucap Founding President CamTech, Dr. Sothy Khieng. Menurut Shoty, ITP dan CamTech University memiliki persamaan nilai, tujuan, dan pandangan dalam transformasi dan inovasi pendidikan. Ia sangat senang dengan adanya kegiatan diskusi ini membuka wawasan baru dan mendorong adanya kolaborasi antara ITP dan Camtech University agar mahasiswa dapat meningkatkan potensi diri. “Untuk langkah awal dalam jalinan kerja sama ini kita mulai dengan tiga pilot project meliputi riset penelitian, student exchange, dan internship. Untuk tindak lanjut penjajakan ini kita akan adakan pertemuan lanjutan, untuk membahas prosedur teknis yang diselaraskan dengan kebijakan pendidikan masing-masing negara ,” ungkap ia. Pada kegiatan yang dipandu oleh Wenda Nofera, S.T, M.Sc selaku dosen Teknik Sipil ITP kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil ITP oleh Firmansyah David, Ph.D. Ia memaparkan terkait sejarah ITP, perkembangan terbaru ITP, dan prestasi serta inovasi yang telah dikembangkan ITP. “Telah banyak kegiatan dan inovasi yang telah dikembangkan oleh ITP baik bersama Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA), lembaga pendidikan, dan lembaga pemerintahan. Saat ini kami berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Asia Tenggara, “ papar WR 1. Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang merupakan kurikulum yang di usung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek RI. Ia menambahkan kebijakan MBKM ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk menyelenggarakan proses pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Menurut WR 1 program MBKM ini berdampak positif bagi mahasiswa karena dapat membangun kolaborasi dengan berbagai stake holder termasuk dengan perguruan tinggi baik yang berada di Indonesia maupun yang ada diluar negeri. Ia menerangkan sebelumnya ITP telah membangun berbagai kerja sama dan menghasilkan beberapa produk diantaranya Teknologi Tepat Guna dan Start-Up, serta Pengelolaan Teknis. “Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat hangat dari CamTech University, Dr. Shoty merespon dengan cepat ide yang saya ajukan terkait membangun kerja sama ini. Harapannya ITP dan CamTech dapat menjalin kerja sama sehingga mahasiswa dapat bertukar pengetahuan, mendapatkan pengalaman global, melakukan penelitian bersama, dan belajar bersama secara online dan tatap muka ,” terang WR 1. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan CamTech University oleh Dr. Prum Sophea selaku Vice Dean of Engineering and Business Development Officer. Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan visi CamTech University menjadi universitas yang terkemuka dalam bidang Teknologi dan Sains dengan menanamkan nilai dan karakter. “Fokus utama program dari CamTech University adalah pendidikan yang unggul, inovasi dan entrepreneurship, riset, dan pembangunan yang berkelanjutan. Kami mendorong mahasiswa untuk merancang karir dari awal mereka kuliah dan mendukung dengan berbagai program yang dapat membantu mereka menemukan jalur karir mereka ,” tutur ia. Kegiatan diakhiri dengan diskusi antara seluruh peserta kegiatan, diskusi yang terjalin sangat interaktif dan memberikan pandangan baru bagi peserta kegiatan. Baik pihak Camtech University maupun ITP terlibat aktif dalam sesi diskusi ini, dengan tujuan agar kolaborasi yang akan dilaksanakan dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa yang selaras dengan visi masing-masing perguruan tinggi. Created By Widia/Humas ...