Pembelajaran teknik tidak hanya
berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di dunia
konstruksi. Mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Padang mengikuti
kunjungan lapangan ke Proyek Penanganan Jalan Lembah Anai pada Selasa (28/04)
sebagai bagian dari penguatan kompetensi praktis calon engineer muda.
Didampingi Ir. Wilton Wahab,
M.Eng., Yunus Abdurrasyid, M.T., serta Kepala Program Studi Teknik Sipil
Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., mahasiswa mendapatkan kesempatan melihat
langsung proses pembangunan infrastruktur. Kegiatan ini menjadi ruang belajar nyata
untuk memahami tantangan, metode kerja, hingga penerapan teknologi konstruksi
di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut,
mahasiswa tidak hanya mengamati proyek, tetapi juga merasakan pengalaman
memahami bagaimana jalan, struktur, dan solusi teknis dirancang dalam kondisi
sebenarnya. Tim dari Hutama Karya Infrastruktur turut memberikan pendampingan,
menjelaskan kondisi lapangan, serta memaparkan progres pelaksanaan proyek
secara langsung.Kegiatan lapangan ini menjadi
bagian dari upaya Institut Teknologi Padang dalam mempersiapkan lulusan yang
memiliki kemampuan akademik sekaligus pemahaman industri. Sebagai salah satu
Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong pembelajaran berbasis
praktik agar mahasiswa siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Melalui pendekatan pembelajaran
yang menghubungkan teori dan praktik, mahasiswa Teknik Sipil ITP semakin
memahami peran seorang engineer dalam pembangunan infrastruktur. Pengalaman
tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan analisis, kreativitas,
serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan konstruksi di masa depan.Komitmen ITP dalam menghadirkan
pendidikan yang berdampak juga diwujudkan melalui berbagai program inovasi dan
kolaborasi. ITP siap mendukung program-program Pemerintah Kota Padang terkait
Padang Juara melalui produk inovasi, riset terapan, dan kontribusi akademik
yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat mencetak engineer
muda berkualitas, ITP terus memperkuat hubungan antara kampus dan dunia
industri. Melalui pengalaman lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar membangun
infrastruktur, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi profesional yang mampu
memberikan solusi bagi pembangunan daerah dan nasional.
Created By Widia/Humas ...
Upaya menghadirkan inovasi yang
memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terus diperkuat melalui kegiatan
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Mahasiswa Berdampak. Kegiatan hibah
bertema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra ini
dilaksanakan pada Jumat (24/04) bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Gedung D, Kampus
I Institut Teknologi Padang.
Kegiatan tersebut mengangkat
inovasi bertajuk “Teknologi Pengolahan Air Bersih dan Aquaponic Berbasis
Ekonomi Hijau dengan Energi Matahari”. Program ini menjadi bentuk kontribusi
akademik dalam menghadirkan solusi teknologi ramah lingkungan untuk membantu
masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya secara
berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan monev, Ketua
Tim Hibah Hafni, S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T.,
mempresentasikan perkembangan program dan capaian kegiatan. Keduanya didampingi
Kepala LPPM Institut Teknologi Padang, Mastariyanto Perdana, M.Eng., sebagai bagian
dari upaya memastikan pelaksanaan hibah berjalan sesuai target dan memberikan
dampak nyata.
Proses evaluasi dilakukan oleh
dua asesor, yaitu Prof. Dr. Rika Ampuh Hadiguna, S.T., M.T., Guru Besar
Departemen Teknik Industri Universitas Andalas, serta Prof. Dr. Ir. Muhammad
Yahya, M.Sc., Guru Besar Teknik Mesin ITP. Tim asesor melakukan validasi dan
verifikasi terhadap dokumen, pelaksanaan kegiatan, serta luaran yang dihasilkan
dari program tersebut.
Sebagai salah satu Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong inovasi
mahasiswa dan dosen agar mampu menjawab persoalan masyarakat. Program ini
menjadi bukti nyata komitmen ITP dalam mengembangkan teknologi terapan yang
menggabungkan energi terbarukan, pemberdayaan masyarakat, dan konsep ekonomi
hijau.
Setelah proses evaluasi, tim
monev melanjutkan kegiatan dengan kunjungan lapangan ke lokasi penerapan
teknologi di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo. Kegiatan tersebut turut
didampingi staf LPPM Monica Fitria, S.Kom., Staf Publikasi Widia Afrianti,
S.Si., serta dua mahasiswa Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik yang terlibat
dalam implementasi program.
Melalui kegiatan hibah ini, ITP
terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang hadir
memberikan solusi bagi masyarakat. Pengembangan teknologi air bersih dan
aquaponik berbasis energi matahari diharapkan menjadi langkah strategis dalam
pemulihan pascabencana sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang
berkelanjutan.
Created By Widia/Humas
...
Pascabanjir
yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November lalu meninggalkan
berbagai tantangan bagi warga Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota
Padang. Salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan
akses air bersih serta kebutuhan memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Solusi
teknologi mulai dihadirkan melalui inovasi pengolahan air bersih dan sistem
aquaponik berbasis ekonomi hijau yang memanfaatkan energi matahari. Teknologi
tersebut secara resmi diserahkan kepada masyarakat Gurun Laweh pada Selasa
(10/3) sebagai bagian dari upaya pemulihan berbasis inovasi yang merupakan
bagian dari Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam
Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra.
Rektor
Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM.,
menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari kepedulian sivitas akademika terhadap
kondisi masyarakat pascabencana. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung
jawab memastikan inovasi tidak hanya berhenti di laboratorium, teknologi harus
hadir langsung di tengah masyarakat.
“Kami
sangat mengapresiasi para dosen yang telah berkontribusi menghadirkan solusi
teknologi yang sederhana, ramah lingkungan, dan bisa langsung dimanfaatkan
masyarakat. Kami berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi
warga,” ujar Rektor ITP.
Inovasi
teknologi ini dikembangkan oleh tim dosen Institut Teknologi Padang yang
dipimpin oleh Hafni, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Mesin DIII,
bersama Asnal Effendi, S.T., M.T. dari Program Studi Teknologi
Rekayasa Instalasi Listrik Sarjana Terapan Fakultas Vokasi, serta Dr.
Herix Sonata MS, M.Si. dari Program Studi Teknik
Lingkungan Sarjana.
Selain
melibatkan para dosen, program ini juga melibatkan 50 mahasiswa lintas
organisasi kemahasiswaan yang turut terjun langsung dalam kegiatan
pemberdayaan masyarakat. Seluruh aktivitas mahasiswa dikoordinatori oleh Ade
Ryan Mustaqim dari BEM ITP.
Kegiatan
penyerahan inovasi ini turut dihadiri oleh Bapak Jerry Citra, S.Kom dari
Bidang Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah X, serta berbagai unsur pemerintah
dan masyarakat setempat, di antaranya Perangkat desa Pak Pen, dan
perwakilan Kelompok Tani Wardah Nurul Yaqin Mislinda (Bu RT 02 Gurun Laweh).
Melalui
inovasi ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses air bersih yang lebih
layak sekaligus memanfaatkan sistem aquaponic sebagai alternatif penguatan
ketahanan pangan keluarga yang ramah lingkungan.
Institut Teknologi Padang berharap inovasi teknologi tepat guna ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Gurun Laweh, tetapi juga dapat menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan lingkungan dan kebencanaan, sekaligus memperkuat peran Institut Teknologi Padang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat yang konsisten menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Created By Widia/Humas
...
Upaya pemulihan pascabencana memasuki
tahap konkret melalui pemasangan alat pengolahan air bersih untuk sistem
aquaponik di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo. Kegiatan yang
berlangsung pada 23–24 Februari 2026 itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan
solusi berkelanjutan bagi masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat ketahanan
lingkungan berbasis inovasi teknologi tepat guna.
Selama dua hari pelaksanaan, tim
memasang modul surya berkapasitas 4 x 550 WP serta baterai 2 x 24V 100Ah guna
mendukung operasional sistem. Infrastruktur energi tersebut dirancang agar
mampu menyuplai kebutuhan listrik secara mandiri.
Teknologi yang diterapkan
mengintegrasikan sistem pengolahan air bersih dengan aquaponik berbasis ekonomi
hijau. Konsep ini memungkinkan pemanfaatan air secara efisien untuk budidaya
sekaligus kebutuhan dasar masyarakat. Pendekatan ramah lingkungan tersebut
diharapkan tidak hanya menjawab persoalan air bersih, tetapi juga membuka
peluang produktivitas ekonomi warga secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Hafni,
S.T., M.T., bersama Asnal Effendi, S.T., M.T., dan Dr. Herix Sonata MS, M.Si., dengan partisipasi aktif mahasiswa. Pendampingan
akademik dilakukan secara langsung di lapangan agar proses instalasi berjalan
sesuai standar teknis.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa menjadi
kekuatan utama dalam memastikan kualitas dan ketepatan implementasi teknologi.
Sinergi tersebut memperkuat koordinasi teknis maupun pemberdayaan masyarakat
setempat.
Program ini merupakan lanjutan dari rangkaian Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Melalui inovasi energi terbarukan dan sistem air bersih terpadu, inisiatif ini diharapkan menjadi model kolaborasi kampus dan masyarakat dalam membangun pemulihan yang tangguh, adaptif, serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang, sekaligus memperkuat peran Institut Teknologi Padang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat yang aktif menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat.
Created By Widia/Humas
...
Langkah konkret menghadirkan solusi
teknologi tepat guna mulai terlihat melalui perakitan Afro Water Treatment
untuk pengolahan air bersih dan modul surya berkapasitas 4 x 550 WP. Hal ini
merupakan titik fondasi dari Program Mahasiswa Berdampak yang menitikberatkan
pada pemulihan dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.
Ketua tim Hafni, S.T., M.T., dan Asnal
Effendi, S.T., M.T., secara aktif mengarahkan mahasiswa dalam setiap tahapan
pengerjaan. Mulai dari diskusi desain hingga teknis perakitan, para dosen
memberikan pendampingan intensif agar proses berjalan sesuai standar akademik
dan kebutuhan implementasi lapangan.
Diskusi desain Afro Water Treatment
menjadi tahap krusial sebelum masuk proses produksi. Mahasiswa diarahkan untuk
menganalisis sistem filtrasi, skema aliran air, serta pemilihan material yang
tepat.
Tahap berikutnya berlanjut pada
penyusunan rangka utama alat. Rangka dirancang kokoh untuk menopang seluruh
sistem filtrasi sekaligus mempertimbangkan efisiensi struktur. Ketelitian
menjadi kunci agar instalasi dapat bertahan dalam berbagai kondisi
operasional.
Selain fokus pada sistem pengolahan
air, perakitan modul surya 4 x 550 WP turut menjadi perhatian utama. Sistem
tenaga matahari ini diproyeksikan sebagai sumber energi mandiri untuk mendukung
operasional alat. Integrasi teknologi air bersih dan energi terbarukan menjadi
keunggulan utama program, menghadirkan solusi ramah lingkungan sekaligus
berkelanjutan.
Hafni menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proyek ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis dampak nyata. Melalui arahan dan supervisi langsung, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga memahami pentingnya inovasi yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran Institut Teknologi Padang sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat yang konsisten menghadirkan pendidikan berbasis solusi nyata.
Created By Widia/Humas
...