• Dosen Teknik Lingkungan ITP Kembangkan Riset Limbah Menjadi Energi Hidrogen Bersih
- 13 Agustus 2026
Persoalan limbah
dan kebutuhan energi bersih menjadi tantangan yang semakin penting di tengah
perkembangan industri. Dari pengalaman melihat dinamika kawasan industri Dumai
sejak kecil, Sri Hartuti, Ph.D., dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi
Padang, memilih jalur riset untuk mencari solusi. Fokusnya mengarah pada
pengelolaan limbah sekaligus pengembangan energi terbarukan.
Lahir dan besar
di Dumai, Sri Hartuti menyaksikan langsung perkembangan industri beserta
persoalan lingkungan yang menyertainya. Kondisi tersebut menumbuhkan tekad
untuk tidak sekadar menjadi penonton. Pendidikan kemudian menjadi jalan yang
ditempuhnya, mulai dari Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang, Universitas
Andalas, hingga Gifu University, Jepang, tempat ia menyelesaikan pendidikan
magister, doktor, dan postdoctoral.
Perjalanan
akademiknya di Jepang turut membentuk ketangguhan sebagai peneliti. Eksperimen
panjang di laboratorium menuntut waktu dan ketekunan, termasuk menjalani riset
intensif selama masa studi. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga menjalani
fase sebagai seorang ibu. Pengalaman akademik dan kehidupan itu menjadi bagian
dari perjalanan panjangnya dalam membangun konsistensi di dunia penelitian.Selama lebih
dari 11 tahun, Sri Hartuti mengembangkan riset terkait pengelolaan abu terbang
batu bara atau fly
ash. Penelitiannya mencakup karakteristik kimia, stabilisasi,
hingga pemanfaatannya sebagai pendukung katalis TiO₂. Melalui proses
fotokatalisis dengan bantuan sinar matahari, material tersebut dikembangkan untuk
membantu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan hidrogen sebagai sumber
energi bersih.
Sebagai salah
satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus
mendorong riset yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan
tantangan lingkungan. Perjalanan riset Sri Hartuti menjadi salah satu gambaran
bagaimana penelitian di bidang keteknikan dapat diarahkan tidak hanya untuk
menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi
berkelanjutan.Konsistensi
tersebut turut membawanya memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Fundamental
Reguler dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus
pada pengembangan teknologi energi berkelanjutan. Baginya, penelitian tidak
seharusnya berhenti sebagai publikasi. Riset perlu memiliki kebaruan, menjawab
persoalan penting, terjangkau, serta memiliki peluang memberikan manfaat bagi
masyarakat dan industri.
Perjalanan Sri
Hartuti menyampaikan satu pesan penting bagi generasi muda: perkembangan zaman
menuntut kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Menjadi peneliti bukan
hanya tentang menghasilkan karya ilmiah, tetapi menemukan persoalan yang
penting, menawarkan kebaruan, dan menghadirkan manfaat nyata. Dari limbah,
riset terus bergerak menuju peluang energi bersih masa depan.
Created By Widia/Humas
...