Kolaborasi ITPeduli dan Kitabisa Perkuat Tanggul Darurat Sawah Liek, Harapan Warga Kembali Menguat

Momentum penting tercipta di bantaran Sungai Batang Kandis, Sawah Liek, saat dilakukan proses serah terima pekerjaan dinding saluran sebagai bagian dari penanganan darurat pascabanjir bandang. Kegiatan ini menandai berakhirnya tahap awal penguatan infrastruktur sementara yang bertujuan melindungi warga dari ancaman banjir susulan serta memulihkan rasa aman di kawasan terdampak.   Serah terima pekerjaan dinding saluran tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd. (Rajo Mangkuto). Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap inisiatif kolaboratif yang digerakkan oleh ITPeduli bersama Kitabisa.com dan berbagai pihak lainnya dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat Sawah Liek.Pekerjaan dinding saluran ini dirancang sebagai konstruksi tanggul sementara dengan peningkatan volume timbunan hingga setara badan jalan. Upaya tersebut berfungsi menahan aliran air sungai dan meminimalkan potensi kerusakan lanjutan. Meski bersifat darurat, pengerjaan dilakukan dengan pendekatan teknis yang mempertimbangkan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan sekitar.   Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci terwujudnya pekerjaan ini. ITPeduli bersama Kitabisa.com melalui Salamsetara Foundation menggandeng sivitas akademika Institut Teknologi Padang, dosen, relawan, serta dukungan alat berat ekskavator dari PT Nindya Karya. Partisipasi aktif warga RW 03 Kelurahan Kampung Olo turut memperkuat semangat gotong royong di lapangan.   Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara perguruan tinggi, platform kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi contoh penanganan bencana yang efektif, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan riil warga terdampak.   Lebih dari sekadar serah terima fisik bangunan, momen ini menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi masyarakat Sawah Liek. Dinding saluran yang telah dibangun bukan hanya pelindung dari aliran air, tetapi juga penanda bahwa kepedulian dan kerja bersama mampu menguatkan kembali kehidupan warga pascabencana. Created By Widia/Humas     ...
19 Januari 2026 #diktiberdampak #webometrics

Pulihkan Akses Warga Pascabencana, ITPeduli dan Kitabisa Perbaiki Jalan Bantaran Batang Kandis

Harapan mulai tumbuh di bantaran Sungai Batang Kandis, Sawah Liek, setelah akses jalan yang rusak akibat banjir bandang mulai diperbaiki. Melalui kolaborasi ITPeduli dan Kitabisa.com, langkah pemulihan ini menjadi sinyal kuat bahwa warga tidak sendiri menghadapi dampak bencana. Hari pertama kegiatan difokuskan pada pembukaan jalur yang sebelumnya terputus, agar aktivitas warga perlahan kembali berjalan.   Proses perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan tenaga ahli Institut Teknologi Padang, tokoh masyarakat setempat, serta mahasiswa. Kolaborasi ini menghadirkan perpaduan antara keahlian teknis dan kepedulian sosial. Setiap tahapan dikerjakan dengan kehati-hatian, mengingat kondisi tanah di bantaran sungai masih labil pascabanjir bandang.   Hari pertama kegiatan difokuskan pada pembukaan kembali akses jalan yang terdampak parah. Bersama tenaga ahli dari Institut Teknologi Padang, tokoh masyarakat setempat, serta mahasiswa, proses perbaikan dilakukan secara gotong royong. Kolaborasi lintas elemen ini memastikan setiap langkah teknis mempertimbangkan aspek keamanan, kebutuhan warga, dan kondisi alam di sekitar bantaran sungai.   Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan intensitas yang lebih terukur. Program ITPeduli bersama Kitabisa.com tidak hanya memperbaiki jalur akses, tetapi juga melakukan penguatan tanggul sebagai langkah mitigasi darurat. Upaya ini penting untuk mengurangi risiko kerusakan lanjutan apabila terjadi peningkatan debit air di Sungai Batang Kandis.   Progres perbaikan mulai terlihat signifikan. Jalur yang sebelumnya terputus kini perlahan kembali dapat dilalui. Sebagai perlindungan sementara, dilakukan pemasangan jumbo bag di sepanjang bantaran sungai. Metode ini dipilih sebagai solusi cepat dan efektif untuk menahan erosi serta memperkuat struktur tanah di area rawan longsor.   Dari total 1.000 jumbo bag yang direncanakan, pemasangan sepanjang kurang lebih 103 meter telah mulai terealisasi di sisi sungai. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir susulan sembari menunggu penanganan permanen. Kehadiran mahasiswa dalam proses ini juga menjadi wujud nyata pengabdian dan pembelajaran langsung di tengah masyarakat.   Bagi warga Sawah Liek, perbaikan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya harapan pascabencana. Sinergi antara dunia pendidikan, platform kemanusiaan, dan masyarakat lokal membuktikan bahwa pemulihan dapat berjalan lebih cepat ketika dilakukan bersama. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju pemulihan yang berkelanjutan dan lebih aman ke depan.   Created By Widia/Humas     ...
19 Januari 2026 #diktiberdampak #webometrics

Perkuat Tata Kelola Kampus, ITP Lantik 30 Pejabat Struktural Periode 2026–2027

Tata kelola yang kuat menjadi fondasi utama dalam membangun perguruan tinggi yang adaptif dan berdaya saing. Berangkat dari prinsip tersebut, Institut Teknologi Padang kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan pejabat struktural sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Sebanyak 30 pejabat struktural resmi dilantik untuk masa jabatan 2026–2027 sebagai bagian dari langkah strategis pengembangan institusi. Pelantikan ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan, efektivitas manajemen, serta optimalisasi peran unit kerja dalam mendukung tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan dan terarah. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pejabat Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. Dalam suasana penuh harapan, para pejabat yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan sebagai wujud komitmen menjalankan amanah dengan integritas, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi bagi kemajuan institusi. Dalam arahannya, Prof. Maidiawati menegaskan bahwa jabatan struktural bukan sekadar posisi administratif, melainkan peran strategis dalam menggerakkan perubahan. Ia mendorong para pejabat untuk membangun kolaborasi, memperkuat budaya kerja profesional, serta menghadirkan layanan akademik dan nonakademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Pengisian jabatan struktural ini mencakup berbagai bidang penting, mulai dari akademik, administrasi, hingga pengembangan institusi. Penetapan dilakukan berdasarkan pertimbangan kompetensi dan kebutuhan organisasi, dengan harapan mampu menciptakan sinergi lintas unit serta meningkatkan kualitas tata kelola kampus secara menyeluruh. Melalui pelantikan ini, Institut Teknologi Padang menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai perguruan tinggi yang maju dan profesional. Dengan kepemimpinan yang solid dan visi yang sejalan, seluruh sivitas akademika diharapkan dapat bersama-sama mendorong kemajuan institusi dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Created By Widia/Humas    ...
19 Januari 2026 #diktiberdampak #webometrics

ITP Borong Medali di Kejurprov Sumbar 2025, Kampus Teknik Ini Buktikan Diri di Arena Bela Diri!

Langkah tegap dan semangat membara para pendekar muda Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menggetarkan gelanggang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sumatera Barat 2025.  Empat atlet pencak silat yang merupakan mahasiswa ITP sukses membawa pulang medali dengan performa luar biasa yang mengukuhkan nama kampus teknik ini sebagai rumah para juara sejati.    Mereka adalah Satria Zaky, Rangga Firnando, Resya Fega, dan Inggil Susilo. Kemenangan ini membuktikan bahwa ITP bukan hanya mencetak insinyur unggul, tapi juga melahirkan pendekar-pendekar tangguh yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.   Satria Zaky menjadi bintang utama dengan meraih medali emas di Kelas E Putra (65–70 kg), menjadikannya juara pertama dalam kategori tersebut. Mahasiswa ini tidak hanya menunjukkan teknik bertarung yang mumpuni, tetapi juga memperlihatkan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas mahasiswa ITP.    Sementara itu, dua medali perak diraih oleh Rangga Firnando dan Resya Fega. Rangga tampil gemilang di Kelas C Putra (55–60 kg), sedangkan Resya berjaya di Kelas F Putra (70–75 kg). Keduanya memperlihatkan ketangguhan fisik dan strategi yang luar biasa. Meskipun belum berhasil meraih emas, performa mereka layak diapresiasi tinggi.    Tak kalah membanggakan, Inggil Susilo mempersembahkan medali perunggu dari Kelas D Putra (60–65 kg). Meski harus puas di peringkat ketiga, perjuangannya hingga tahap semifinal memberikan pelajaran penting soal sportivitas dan semangat juang.    Di balik medali yang gemerlap, ada latihan keras, pengorbanan waktu belajar, serta dukungan penuh dari pelatih dan pihak kampus. ITP sebagai institusi vokasi dan teknologi, juga memberikan perhatian terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswanya.    Prestasi empat atlet pencak silat ini adalah cerminan wajah baru pendidikan tinggi, tak hanya soal IPK, tapi juga keberanian bertanding dan mental juara. Bagi ITP, ini hanyalah awal. Langkah ke depan akan diiringi lebih banyak kemenangan dan regenerasi atlet-atlet muda. Dengan dukungan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin ITP akan bersinar di ajang nasional bahkan internasional.    Created By Widia/Humas ...
29 Juli 2025 #fakultas-teknik #fakultas-vokasi #kemahasiswaan #mahasiswa #prestasi #publikasi #webometrics

Institut Teknologi Padang Masuk 3 Besar PTS Sumbar versi Webometrics 2025

Lembaga pemeringkatan perguruan tinggi internasional Webometrics of World Universities kembali merilis daftar peringkat kampus dunia tahun 2025. Dalam pemeringkatan berbasis visibilitas digital, transparansi data, dan keunggulan akademik ini, Institut Teknologi Padang (ITP) mencetak lompatan signifikan.    ITP berhasil menembus posisi ke-281 nasional dan meraih peringkat ketiga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik se-Sumatera Barat. Posisi ini meningkat dari tahun lalu 477 di Indonesia dan urutan 8 PTS se Sumatera Barat dan menjadi momentum penting bagi ITP dalam memperkuat eksistensinya sebagai kampus teknologi unggul di ranah digital dan akademik.   Webometrics dikenal sebagai lembaga pemeringkat independen berbasis di Spanyol yang telah memetakan lebih dari 32.000 perguruan tinggi di seluruh dunia. Indikator utama penilaiannya mencakup visibility (pengaruh konten situs perguruan tinggi), transparency (keterbukaan data ilmuwan dan publikasi), serta excellence (jumlah artikel ilmiah terindeks di jurnal bereputasi tinggi).    Webometrics memberi sorotan terhadap performa digital dan kontribusi akademik global dari tiap kampus dengan sistem penilaian komprehensif.  Dalam kategori visibility, situs resmi ITP dinilai mengalami lonjakan tajam dalam jumlah dan kualitas konten yang terpublikasi.    Tak hanya itu, pada aspek transparency, ITP dinilai unggul dalam membuka data ilmuwan, publikasi, dan rekam jejak akademik secara publik dan terverifikasi. Transparansi ini penting untuk membangun kepercayaan dalam ekosistem pendidikan tinggi yang berbasis integritas dan keterbukaan.   Sementara itu, dari sisi excellence, peningkatan jumlah publikasi ilmiah ITP di jurnal internasional turut berkontribusi dalam memperkuat posisi kampus ini. Ini menunjukkan komitmen ITP dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas sekaligus memperluas reputasi akademiknya di level global.   Dengan keberhasilan masuk 3 besar PTS terbaik se-Sumatera Barat versi Webometrics 2025, ITP mengukuhkan diri sebagai institusi pendidikan tinggi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada pengajaran, tetapi juga unggul dalam pengelolaan digital, riset, dan kontribusi sosial. Created By Widia/Humas   ...
29 Juli 2025 #institut-teknologi-padang #prestasi #publikasi #webometrics