Mahasiswa Prodi DIII Teknik Mesin ITP Pelajari Manajemen Kewirausahaan Bersama Industri Manufaktur Terkemuka di Sumatera

Program Studi DIII Teknik Mesin Institut Teknologi Padang memasuki era baru dalam edukasi kewirausahaan. Prodi yang dikenal unggul dalam mencetak talenta mekanikal di Sumatera Barat ini kembali menyelenggarakan kuliah lapangan mata kuliah kewirausahaan ke PT. Kunango Jantan pada Senin (15/07). Mengawali kegiatan, peserta kuliah lapangan yang berjumlah 21 orang dan didampingi oleh dua orang dosen dilepas secara resmi oleh Dekan Fakultas Vokasi, Mulyati, M.T. di lapangan Kampus 2 ITP. Dalam sambutannya, ia menuturkan kuliah lapangan ini merupakan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan metode pembelajaran berbasis mentorship fieldword bersama profesional di dunia usaha. “Selamat melaksanakan kuliah lapangan, manfaatkan kegiatan ini untuk memperluas pengetahuan dan wawasannya dalam bidang manajemen kewirausahaan. Harapannya mahasiswa menjaga etika dan nama baik almamater selama pelaksanaan kuliah lapangan, tunjukkan karakter mahasiswa Prodi DIII Teknik Mesin ITP yang kreatif, inovatif, dan adaptif ,” pesan Dekan.Lebih lanjut, beliau berpesan agar menjaga kekompakan antar peserta lapangan dan mengikuti seluruh aturan yang berlaku diperusahaan. Beliau juga menambahkan agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan kuliah lapangan ini, dengan aktif bertanya terkait proses pengembangan dan pengelolaan PT. Kunango Jantan. Pada kesempatan yang sama, Sulaiman, M.T., selaku dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan menuturkan kegiatan lapangan memberikan pengalaman menarik, berupa kunjungan langsung ke perusahaan terkemuka yang memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan industri manufaktur di Sumbar. Ia menjelaskan dengan menggabungkan teori dan praktik, kuliah lapangan ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk melihat secara langsung, bagaimana konsep-konsep yang dipelajari di kelas diterapkan dalam lingkungan industri yang nyata.Disamping itu, ini juga peluang bagi mahasiswa mengupas dinamika perjalanan pengembangan PT. Kunango Jantan, sehingga dapat memotivasi mahasiswa untuk berani terjun ke dunia wirausaha. Program ini merupakan langkah inovatif untuk mendorong generasi muda untuk mampu menjadi wirausaha yang unggul dan berdaya saing.Ketua Prodi DIII Teknik Mesin ITP, Ismet Eka Putra, S.T.,M.T yang turut mendampingi mahasiswa dalam kuliah lapangan menjelaskan program kuliah lapangan ini bertujuan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dalam bidang kewirausahaan. “Kegiatan ini merupakan bentuk bakti Prodi DIII Teknik Mesin ITP untuk mewujudkan tujuan kesejahteraan bangsa lewat wirausaha. Kesempatan untuk memperluas jejaring profesional dengan mitra industri juga membuka pintu yang terang bagi para inovator muda ITP, “ ungkap beliau.Selanjutnya, mahasiswa langsung menuju PT.Kunango Jantan yang berlokasi di Jl. By Pass Km. 25, Kabupaten Padang Pariaman dan disambut langsung oleh tim lapangan PT. Kunango Jantan. Pada awal sesi mahasiswa diberikan pengenalan tentang company profile dari PT. Kunango Jantan, sebagai salah satu perusahaan terdepan di Sumatera dalam bidang Manufaktur dan Trading. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke area produksi, sebelum memasuki area produksi mahasiswa diberikan briefing singkat tentang safety instruction, terkait keselamatan dan aturan yang harus ditaati selama berada di area produksi. Kuliah lapangan ini dirancang dengan konsep pengenalan dan perjalanan perusahaan, memberikan mahasiswa wawasan mendalam tentang bagaimana PT. Kunango Jantan menjalankan operasionalnya. Selain itu, mereka juga mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi implementasi teknologi mutakhir terkini di industri manufaktur. Created By Widia/Humas ...

15 Juli 2024 Akademik #fakultas-vokasi #kegiatan #kuliah #publikasi #teknik-mesin-diii- #webometrics

Dukung Pemberdayaan Masyarakat, Prodi D4 TRKBG ITP Sosialisasikan Rancang Struktur Bangunan Musholla Nurul Iman Padang

Kembali berkontribusi, Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung (TRKBG) Institut Teknologi Padang kini berpartisipasi dalam isu strategis yang ada ditengah masyarakat. Menyasar Kelurahan Bungo Pasang, Tim Pengabdian Masyarakat Prodi D4 TRKBG ITP menggelar pelayanan dan penyuluhan yaitu perancangan struktur bangunan Musholla Nurul Iman pada Jum’at (12/07). Ketua Pengabdian Masyarakat (Abmas) Prodi D4 TRKBG ITP, Fajar Nugroho, M.T. menjelaskan kegiatan Abmas ini bertujuan untuk memberikan informasi strategis terkait perencanaan pembangunan mushalla, melalui penyusunan rancangan struktur bangunan yang nantinya akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan Musholla Nurul Iman. Pada kegiatan kali ini, tim Abmas Prodi D4 TRKBG ITP menyampaikan presentasi tentang gambar kerja perancangan struktur bangunan Musholla Nurul Iman, yang merupakan luaran program Abmas kepada para masyarakat. “Sebagai akademisi kami berperan dalam memberikan bantuan informasi dan pendampingan perancangan struktur bangunan musholla, guna menghasilkan desain perencanaan dan perancangan struktur bangunan yang memiliki nilai arsitektur dan kekuatan struktur sesuai dengan standarisasi yang berlaku ,” tutur ia. Beliau melanjutkan, dalam sesi sosialisasi tim Abmas Prodi D4 TRKBG ITP menyampaikan berbagai informasi tentang analisa arsitektur, analisa struktur bangunan, dan rancangan anggaran biaya pembangunan. Selain itu, tim juga mengungkapkan faktor yang perlu diperhitungkan guna mencapai kenyamanan yang optimum bagi pengguna bangunan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Vokasi yang telah dilaksanakan sejak 2023. Sebelumnya tim Abmas Prodi D4 TRKBG ITP telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pimpinan kelurahan, pengurus musholla, warga, dan akademisi. “Sebagai ruang publik dengan sistem pembangunan swakelola, tentu perlu penyamaan persepsi dari berbagai elemen terkait pembangunan musholla. Sehingga, dengan adanya perencanaan ini diharapkan pelaksanaan pembangunan musholla dapat berjalan sesuai harapan, baik dari sisi kualitas dan ketepatan waktu, dengan memperhatikan ketersediaan anggaran ,” ujar ia. Kegiatan Abmas Prodi D4 TRKBG ITP dihadiri oleh Dekan Fakultas Vokasi ITP, Mulyati, M.T., Ketua Prodi D4 TRKBG ITP, Misbah, M.T., seluruh dosen dan beberapa perwakilan mahasiswa Prodi D4 TRKBG ITP. Tim Abmas diterima oleh pengurus musholla Nurul Iman dan warga setempat. Masyarakat sekitar, khususnya pengurus musholla Nurul Iman merespon positif kegiatan ini dengan memberikan berbagai saran dan arahan mengenai rancangan struktur bangunan Musholla Nurul Iman. Bukan hanya itu, masyarakat bermaksud untuk dapat merealisasikannya ke dalam pembangunan secara bertahap sebagai bentuk upaya tindak lanjut dari kegiatan Abmas Prodi D4 TRKBG ITP.   Created By Widia/Humas ...

12 Juli 2024 Akademik #fakultas-vokasi #kegiatan #nagari #ppid #publikasi #teknologi-rekayasa-konstruksi-bangunan-gedung

Wujudkan Ekosistem Reka Cipta yang Berkelanjutan, Prodi D4 TRIL ITP Fasilitasi Mahasiswa Magang MBKM di PT.Frogs Indonesia

Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik Institut Teknologi Padang menggelar acara pembekalan dan pelepasan mahasiswa peserta magang Matching Fund 2024, yang bekerja sama dengan PT. Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (Frogs Indonesia), Kamis (11/07) bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Kampus I ITP.Mahasiswa yang akan pergi magang dilepas secara resmi oleh Rektor ITP, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T, IPM, dalam sambutannya ia mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang sudah terpilih mengikuti program magang Matching Fund 2024. Ia menuturkan menjalani pendidikan tinggi tidak hanya menambah kemampuan akademik, tetapi juga mengembang kapasitas diri. “Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperbanyak pengetahuan dan pengalaman di dunia industri profesional. Pesan saya selaku pimpinan dan dosen untuk menjunjung tinggi etika dan menjaga nama baik almamater, serta memperlihatkan jati luhur mahasiswa ITP yang disiplin, jujur, kerja keras, dan taat terhadap aturan yang berlaku ,” pesan Rektor ITP. Beliau menuturkan melalui program magang ini mahasiswa dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, literasi, emosional, dan spiritual. Selain itu, program magang juga memungkinkan mahasiswa untuk memperluas jaringan profesional dan mengeksplorasi berbagai peluang karier. Dalam kesempatan itu, Dekan Fakultas Vokasi, Mulyati, M.T. menuturkan program magang Matching Fund merupakan langkah konkret dalam implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan fokus pada peningkatan mutu dan relevansi pendidikan tinggi. Ia menjelaskan program ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing industri nasional melalui kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi dan mitra DUDI. Dalam program magang ini, mahasiswa memiliki kesempatan berharga selama enam bulan untuk terlibat dalam pengalaman praktik di dunia kerja. “Ikuti aturan yang ada di dunia industri profesional, tunjukkan etos kerja yang terbaik, dan tanamkan adab dalam menuntut ilmu, karena salah satu faktor kesuksesan seseorang itu ditentukan oleh attitudenya. Kami berharap mahasiswa dapat menggali ilmu sebanyak-banyak dari para pakar, termasuk networking dari industri ,” ucap Rektor. Ketua Prodi D4 TRIL ITP, Asnal Effendi, S.T, M.T menyebutkan program magang ini merupakan bagian dari upaya Prodi D4 TRIL ITP untuk mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. “Harapannya mahasiswa dapat wawasan terkait industri elektrikal profesional terkini dengan bimbingan profesional. Selain itu,dengan pengalaman yang diperoleh selama magang, mahasiswa Prodi D4 TRIL ITP akan menjadi lulusan yang semakin berkualitas dan siap untuk berkontribusi dalam pengembangan industri di Indonesia, “ ujar ia. Adapun program magang Matching Fund 2024 diikuti oleh lima mahasiswa Prodi D4 TRIL ITP dengan periode waktu pelaksanaan selama enam bulan, dimulai dari bulan Juli 2024 hingga bulan Desember 2024. Sesi pelepasan ditutup dengan pesan dari Ketua Himpunan Mahasiswa TRIL ITP, Muhammad Fariz Hidayatullah, ia merasa program ini baik dan berharap teman-temannya dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Dengan semangat dan persiapan yang matang, saya yakin teman-teman mahasiswa Prodi D4 TRIL ITP siap menghadapi tantangan magang Matching Fund Kedaireka di PT. Frogs Indonesia serta mengaplikasikan ilmu teoritis yang didapat di perkuliahan di dunia kerja profesional ,” tutur ia. Ia berharap semoga dengan mengikuti program ini mahasiswa ITP mampu mengembangkan kemampuan diri, dan menambah pengalaman pembelajaran di luar kampus serta semakin banyak mahasiswa ITP yang berpartisipasi dalam program ini serta program-program lain pada periode selanjutnya.  Created By Widia/Humas ...

11 Juli 2024 Akademik #fakultas-vokasi #institut-teknologi-padang #kegiatan #mahasiswa #publikasi #teknologi-rekayasa-instalasi-listrik #webometrics

Bahas Sistem Manajemen K3 Konstruksi, Prodi D4 TRKBG ITP Gelar Kuliah Tamu Hadirkan Pakar K3 Sumbar

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan bagian penting di setiap lini kehidupan, terutama dalam sektor konstruksi bangunan gedung. Oleh karena itu, dalam rangka menciptakan budaya berkeselamatan di dunia konstruksi, Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung (TRKBG) Institut Teknologi Padang menyelenggarakan kuliah tamu pada Kamis (11/07), bertempat di Kampus II ITP. Menghadirkan narasumber ahli, Dian Wahyoni Dewi Fitri, M.T., Wakil Sekretaris Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI) Sumatera Barat. Mengusung tema “SMK3 pada Konstruksi Bangunan Gedung”, kuliah tamu ini akan menjadi ruang diskusi terkait peraturan atau pedoman yang digunakan untuk mengedepankan keselamatan, Kesehatan, dan keamanan kerja bagi para pekerja konstruksi. Kuliah tamu ini dibuka oleh Ketua Prodi D4 TRKBG ITP, Misbah, M.T., beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Dian hadir dan membagikan ilmu dan wawasan terkait Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi sivitas akademika Prodi D4 TRKBG ITP. “Rambu K3 konstruksi umumnya digunakan di are kerja untuk mengembangkan dan menghasilkan sebuah kerja sama yang baik, bidang konstruksi menjadi sektor bisnis dengan resiko kecelakaan yang tinggi. Maka dari itu, sektor konstruksi wajib menerapkan sistem manajemen K3 dengan sebaik-baiknya ,” ujar ia. Dalam kuliah tamu yang dihadiri oleh 17 orang mahasiswa Prodi D4 TRKBG ITP, Ka.Prodi menambahkan kegiatan ini juga memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, khususnya untuk semester akhir yang akan bersiap bersaing dalam dunia kerja. Agar mahasiswa memiliki pemahaman tentang manajemen SMK3, sehingga dapat meminimalkan terjadinya resiko kecelakaan konstruksi. Beliau menerangkan bahwa kedepan lulusan dengan kompetensi keahlian SM3 akan sangat dibutuhkan di berbagai sektor industri, sehingga ini menjadi suatu peluang yang menjanjikan bagi para lulusan Prodi D4 TRKBG ITP. Ia mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen Prodi D4 TRKBG ITP untuk membangun budaya literasi SMK3 di lingkungan akademik. Memasuki puncak acara yaitu sesi penyampaian materi, praktisi sekaligus akademisi ini menyampaikan bahwa SMK3 hadir untuk mengurangi resiko kecelakaan yang dapat dialami oleh tenaga kerja ataupun orang lain di lingkungan kerja. Diperkuat standar untuk penerapan dari SMK3 juga sudah diatur oleh perundang-undangan.“Substansi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi tertuang dalam Permen PUPR No.10 Tahun 2021 yang menjelaskan bahwa keselamatan konstruksi adalah segala kegiatan keteknikan untuk mendukung pekerjaan konstruksi dalam mewujudkan pemenuhan standar keamanan, keselamatan, Kesehatan, dan keberlanjutan ,” jelas ia. Beliau melanjutkan, secara umum sasaran SMK3 ada tiga, yakni keselamatan pekerja dan orang lain, menjaga aset, dan menjamin semua sarana dan material dapat dipakai secara aman dan efisien. Tidak berhenti disitu, perlu adanya pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala dengan mengukur indikator yang sudah ditentukan sebelumnya.Lebih lanjut, ia menegaskan pilar utama dari penerapan SMK3 adalah dimulai dari manajemen puncak, yakni pemimpin. Komitmen pemimpin adalah faktor paling penting penentu keberhasilan dibangunnya budaya SMK3 dalam sebuah proyek konstruksi, dan safety leadership yang berperan besar dalam menggerakkan partisipasi pekerja untuk selalu memprioritaskan K3 dalam setiap kegiatan konstruksi. “Pesan saya, mahasiswa itu harus punya semangat, kuliah harus disiplin karena sekarang tuntutan dunia kerja dan dunia usaha sangat tinggi, jadi nanti setelah lulus akan dilihat dari pencapaiannya yakni nilai IPK dan tentunya skill atau kompetensi yang dimiliki,” ungkapnya.Ia juga mengharapkan agar mulai saat ini para mahasiswa dapat mulai mengasah keterampilan dan kompetensi seperti mengikuti uji sertifikasi kompetensi, yang ke depan akan memudahkan mereka dalam mendapatkan pekerjaan dan menghadapi tantangan dunia pasca kampus. Selepas sesi pemaparan materi, para mahasiswa terlibat tanya jawab untuk menggali lebih dalam berkaitan dengan isi materi maupun hal yang berkaitan dengan perkuliahan hari ini.   Created By Widia/Humas ...

11 Juli 2024 Akademik